Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KERUSAKAN LINGKUNGAN DALAM ANTOLOGI PUISI “GEMURUH PUISI” DARI KALIMANTAN KARYA ALI SYAMSUDIN ARSI: ENVIRONMENTAL DAMAGE IN POETRY ANTHOLOGY RUMBLING POEMS FROM KALIMANTAN BY ALI SYAMSUDIN ARSI Achmad Zulkifli Altinus; Ahsani Taqwiem; Faradina
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kerusakan lingkungan yang direpresentasikan dalam puisi Ali Syamsudin Arsi dengan melihat penggunaan pilihan kata (diksi) dan citraan, serta mendeskripsikan pembelaan penyair terhadap kerusakan lingkungan. Pendekatan ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan ekokritik sastra yang merupakan cabang dari ekologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data struktural dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) kerusakan lingkungan yang direpresentasikan melalui pilihan kata (diksi) dan citraan di dalam puisi bukan hanya khayalan, melainkan cerminan nyata kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar. (2) Puisi dapat menjadi media yang tepat untuk melakukan pembelaan terhadap kerusakan lingkungan seperti menyuarakan sikap protes, keprihatinan, imbauan, perlawanan, serta mengajak pembaca pada kesadaran untuk peduli dan membenahi apabila terjadi kerusakan lingkungan, yang disampaikan baik secara tersurat maupun tersirat. Kata Kunci: Kerusakan Lingkungan, Puisi, dan Ekokritik This research aims to know and describe the environmental damage represented in Ali Syamsudin Arsi's poetry by looking at the use of word choice (diction) and imagery, and describe the poet's defense of environmental damage. This approach uses descriptive qualitative research with a literary ecocriticism approach which is a branch of literary ecology. The data collection technique used is literature study technique. Data analysis was carried out using structural and descriptive data analysis techniques. The results of this study show that, (1) environmental damage represented through word choice (diction) and imagery in poetry is not just a fantasy, but a real reflection of environmental damage that occurs around. (2) Poetry can be the right media to defend environmental damage such as voicing protests, concerns, appeals, resistance, and inviting readers to awareness to care and fix when environmental damage occurs, which is conveyed both explicitly and implicitly. Keywords: Environmental Damage, Poetry, and Ecocriticism
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL “SANTRI PILIHAN BUNDA” KARYA SALSYABILA FALENSIA : LANGUAGE POETTY IN THE NOVEL SANTRI PILIHAN BUNDA BY SALSYABILA FALENSIA Pebrianti, Marisa; Jumadi; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dalam novel Santri Pilihan Bunda karya Salsyabila Falensia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya wujud pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa. Wujud pematuhan maksim kebijaksanaan berupa tuturan ramah, tidak menyalahkan orang lain, nasihat, dan pandangan positif. Wujud pematuhan maksim kedermawanan berupa tuturan menawarkan bantuan dan memberi sesuatu kepada orang lain. Wujud pematuhan maksim pujian berupa tuturan pujian. Wujud pematuhan maksim kesederhanaan berupa tuturan kesederhanaan. Wujud pematuhan maksim kemufakatan berupa tuturan kesetujuan. Wujud pematuhan maksim kesimpatian berupa kepedulian kepada orang lain. Wujud pelanggaran maksim kebijaksanaan berupa tuturan sindiran, memaksa, dan tuduhan. Wujud pelanggaran maksim kedermawanan berupa tuturan mengancam, perintah, dan mengutamakan diri sendiri. Wujud pelanggaran maksim pujian berupa celaan. Wujud pelanggaran maksim kesederhanaan berupa tuturan membanggakan diri sendiri. Wujud pelanggaran maksim kemufakatan berupa tuturan ketidaksetujuan. Wujud pelanggaran maksim kesimpatian berupa ketidakpedulian kepada orang lain. This research aims to describe the forms of compliance and violation of the principles of language politeness in the novel Santri Pilihan Bunda by Salsyabila Falensia. This research is a qualitative descriptive study. The research results show that there are forms of compliance and violation of the principles of language politeness. The form of compliance with the maxim of wisdom is in the form of friendly speech, not blaming others, advice and a positive outlook. A form of compliance with the maxim of generosity is in the form of speech offering help and giving something to others. The form of compliance with the maxim of praise is in the form of praise. The form of compliance with the maxim of simplicity is in the form of simplicity speech. The form of compliance with the maxim of consensus is an expression of agreement. The form of compliance with the maxim of sympathy is caring for others. The forms of violation of the maxim of policy are in the form of sarcasm, coercion and accusations. Violations of the maxim of generosity include threatening speech, orders, and prioritizing oneself. The form of violation of the maxim of praise is in the form of blame. A form of violation of the maxim of modesty is in the form of boasting about oneself. The form of violation of the maxim of consensus is in the form of speech of disagreement. The manifestation of violation of the maxim of sympathy is in the form of indifference to other people.
EVALUASI MEDIA PENDIDIKAN FORMATIF PADA VIDEO PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KANAL YOUTUBE QUIPPER INDONESIA: EVALUATION OF FORMATIVE EDUCATIONAL MEDIA IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING VIDEOS ON THE QUIPPER INDONESIA YOUTUBE CHANNEL Abidin, Ahmad; Ahsani Taqwiem; Dewi Alfianti
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil penerapan Evaluasi Media Pendidikan Formatif pada pembelajaran yang menggunakan video pembelajaran di kanal YouTube Quipper Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi. Data penelitian berupa hasil observasi kegiatan pembelajaran, rekapitulasi hasil tes awal, dan tes akhir, serta hasil wawancara yang disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran di kanal YouTube Quipper Indonesia yang berjudul “Ide Pokok, Kalimat Utama, dan Kalimat Penjelas - Bahasa Indonesia (Quipper Video)”, efektif digunakan di dalam pembelajaran, namun ada beberapa catatan untuk pengembangan yakni perlu ditambahkan animasi pendukung dan memperhatikan penggunaan diksi pada bagian penjelasan materi ajar. Kata kunci: evaluasi media, Quipper Indonesia, pembelajaran bahasa Indonesia. This research aims to see the results of implementing Formative Education Media Evaluation in learning using learning videos on the Quipper Indonesia YouTube channel. This research uses a qualitative-descriptive method. The data collection technique for this research is observation. Research data consists of the results of observations of learning activities, recapitulation of initial test results and final tests, as well as interview results which are presented in descriptive form. The results of the research show that the learning videos on the Quipper Indonesia YouTube channel, entitled “Ide Pokok, Kalimat Utama, dan Kalimat Penjelas - Bahasa Indonesia (Quipper Video)”, are effective for use in learning, but there are several notes for development, namely the need to add supporting animations and pay attention to the use of diction in the explanation part of teaching material. Keywords: media evaluation, Quipper Indonesia, learning, Indonesian language
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA PEMBELAJARAN RESENSI UNTUK PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 2 BANJARMASIN Noor Asiah; Sainul Hermawan; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.208

Abstract

This study aims to describe the needs of students, the feasibility of interactive multimedia, and students' responses to interactive multimedia review text. This study used the Research and Development (R&D) method, with a 4-D research model consisting of define, design, develop, and disseminate stages. The results of this study indicate that 100% of class XI students at SMAN 2 Banjarmasin have a high level of need and are interested in using interactive multimedia in learning review texts. Through the research results it is known that the interactive multimedia that has been developed is rated "Very Eligible" with an overall percentage of 94% by material and media experts. While the results of the responses of students get a value of "Very Positive" with an overall percentage of 89%. Based on the results of research and development, it can be concluded that interactive multimedia in learning review text for class XI students is appropriate for use in learning.
PEMBELAJARAN DRAMA KELAS VIII MTS SITI MARIAM BANJARMASIN MENGGUNAKAN MODEL THINK TALK WRITE (TTW): LEARNING DRAMA CLASS VIII MTS SITI MARIAM BANJARMASIN USING THE THINK TALK WRITE (TTW) MODEL Nor Alya; Mohammad Fatah Yasin; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 7 No. 2 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i2.236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, respon peserta didik, dan menulis teks drama menggunakan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Penelitian ini dilakukan di MTs Siti Mariam Banjarmasin dengan jenis penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian ini bahwa menggunakan model Think Talk Write sebagai model pembelajaran drama peserta didik kelas VIII MTs Siti Mariam Banjarmasin mendapatkan tanggapan positif dari guru dan peserta didik. Nilai rata-rata yang aktivitas guru dalam pembelajaran melalui model pembelajaran model Think Talk Write ialah 80% sesuai kriteria penilaian sangat baik. Aktivitas respon peserta didik kegiatan pembelajaran melalui model pembelajaran model Think Talk Write ialah 80,2% Selanjutnya, hasil kemampuan menulis peserta didik dalam pembelajaran drama menggunakan model tersebut dengan nilai rata-rata 90,2 jika dilihat dalam indikator penilaian menulis dengan kriteria secara tuntas dan seluruh peserta didik memenuhi KKM. Dengan demikian, penggunaan model Think Talk Write sangat baik digunakan. Kata Kunci: pembelajaran, keterampilan menulis, Think Talk Write (TTW)
Representasi Kekuasaan dalam Tindak Tutur antara Penjual dan Pembeli Di Pasar Kalindo Banjarmasin: Representation of Power in Speech Acts between Sellers and Buyers at the Kalindo Market in Banjarmasin Muhammad Sani; Muhammad Rafiek; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i1.251

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan atas pengamatan terhadap istilah yang berkembang di masyarakat bahwa penjual sebagai singa dan pembeli sebagai raja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat representasi kekuasaan dalam tindak tutur antara penjual dan pembeli di pasar Kalindo Banjarmasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif berjenis deskriptif. Data penelitian mencakup tuturan yang diucapkan penjual dan pembeli. Data penelitian kemudian dianalisis dan dikelompokkan dalam lima tindak tutur yaitu asertif, direktif, komisif, deklaratif, dan ekspresif. Berdasarkan hasil analisis representasi kekuasaan seperti kekuasaan legitimasi, kekuasaan jabatan, kekuasaan penghargaan, kekuasaan ahli, dan kekuasaan paksaan terdapat dalam tindak tutur antara penjual dan pembeli. Peneliti lain diharapkan memahami lebih dalam telaah representasi kekuasaan dalam tindak tutur pada fenomena-fenomena kebahasaan lain yang beragam sehingga menghasilkan temuan yang bermanfaat bagi pembelajaran. Penelitian ini juga dapat menjadi acuan bagi peneliti lain untuk mengembangkan tindak tutur agar terkhusus pada satu tindak tutur sehinga mendapatkan temuan representasi kekuasaan yang lebih dalam.Kata kunci: representasi kekuasaan, tindak tutur, penjual dan pembeli Abstract This research was conducted based on observations of the term that has developed in society that the seller is the lion and the buyer is the king. This research aims to look at the representation of power in speech acts between sellers and buyers at the Kalindo market in Banjarmasin. The method used in this research is descriptive qualitative type. Research data includes speech spoken by sellers and buyers. The research data was then analyzed and grouped into five speech acts, namely assertive, directive, commissive, declarative and expressive. Based on the results of the analysis, representations of power such as legitimacy power, position power, reward power, expert power and coercive power are found in speech acts between sellers and buyers. Other researchers are expected to understand more deeply the study of the representation of power in speech acts in various other linguistic phenomena so as to produce findings that are useful for learning. This research can also be a reference for other researchers to develop speech acts to be specific to one speech act so as to obtain deeper findings on the representation of power.Keywords: representation of power, speech acts, sellers and buyers
Language Choice in Multilingual Speech Communities: A Sociolinguistic Study in the Wetland Area, Banjarmasin, South Kalimantan Jumadi, Jumadi; Ahsani Taqwiem; Mu'in, Fatchul; Rusma Noortyani; Rina Listia; Rizky Amelia
Register Journal Vol. 17 No. 2 (2024): REGISTER JOURNAL
Publisher : UIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/register.v17i2.404-434

Abstract

The Banjar language is locally predominant in Banjarmasin City, whereas Indonesian is primarily used in educational and governmental settings. Research on language choice often centers on single-ethnicity groups, examining their use of mother tongues, national languages, or languages with colonial influence. This study, however, investigates the impact of cultural, social, and political factors on language choice within multiethnic communities – each with its own native language - across family, educational, and government domains. Using a mixed-methods approach with questionnaires and in-depth interviews, the study reveals the following findings: (a) Banjar speakers predominantly use the Banjar language at home and in public spaces but shift to Indonesian outside of the household, avoiding other regional language. (b) Members of the Dayak community favor either Banjar or Indonesian over their native language. (c) The Madurese, Bugis, and Minangkabau communities primarily use their native languages at home but prefer Indonesian or Banjar in public settings. (d) Javanese and Sundanese speakers use their native languages domestically but switch to Indonesian or Banjar in external interactions. In educational settings, (a) teachers predominantly use Indonesian for instruction and professional meetings, while (b) students use both Indonesian and Banjar. Within governmental contexts, sub-district employees use Indonesian in informal interactions with guests and Banjar in formal situations. These findings underscore important implications for fostering both local languages and Indonesian within educational and governmental framework.
GASTRONOMI DALAM NOVEL “NEGERI VAN ORANJE” KARYA WAHYUNINGRAT DAN KAWAN-KAWAN: GASTRONOMY IN THE NOVEL “NEGERI VAN ORANJE” BY WAHYUNINGRAT ET AL. Fahimah; Dwi Wahyu Candra Dewi; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 8 No. 2 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i2.313

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menjelaskan fungsi gastronomi serta persilangan budaya melalui interaksi tokoh yang melibatkan gastronomi dalam novel Negeri van Oranje karya Wahyuningrat dan kawan-kawan. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan gastronomi sastra dengan perspektif fungsiogastronomi sastra. Studi pustaka diterapkan sebagai teknik pengumpulan data dengan instrumen berupa tabel pengklasifikasian data. Setelah dikumpulkan, data dianalisis dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gastronomi dalam novel ini memiliki fungsi sebagai pengingat masa lalu, pembuka dalam pembicaraan, meningkatkan kebersamaan, mempererat banyak orang, pengenalan identitas, mata pencaharian, asupan nutrisi, estetika cerita, ekspresi rasa, menyehatkan jiwa manusia, bentuk adaptasi dengan lingkungan baru, penetral emosi, referensi keterampilan kuliner, dan pengenalan kebiasaan. Sementara itu, persilangan budaya tercermin melalui enam komponen yang menggambarkan bahwa makanan atau minuman menjadi medium interaksi lintas budaya. Enam komponen tersebut, yaitu asal makanan atau minuman, adaptasi budaya, persepsi terhadap makanan atau minuman, konflik atau harmoni budaya, lingkungan sosial dan makna simbolis makanan atau minuman. Abstract This study aims to explain the function of gastronomy and cultural cross-cultural interactions through character interactions involving gastronomy in the novel Negeri van Oranje by Wahyuningrat et al. This qualitative study uses a literary gastronomy approach with a literary gastronomy function perspective. Literature study is applied as a data collection technique with an instrument in the form of a data classification table. After being collected, the data is analyzed using content analysis techniques. The results of the study indicate that gastronomy in this novel has a function as a reminder of the past, an opener in conversation, increasing togetherness, bringing many people together, introducing identity, livelihood, nutritional intake, story aesthetics, expression of taste, nourishing the human soul, a form of adaptation to a new environment, neutralizing emotions, culinary skill references, and introducing habits. Meanwhile, cultural cross-culturalism is reflected through six components that illustrate that food or drink is a medium for cross-cultural interaction. The six components are the origin of food or drink, cultural adaptation, perception of food or drink, cultural conflict or harmony, social environment and the symbolic meaning of food or drink.
MEKANISME PERTAHANAN DIRI TOKOH DALAM NASKAH DRAMA “PADA SUATU HARI” KARYA ARIFIN CHAIRIN NOER: DEFENSE MECHANISMS OF CHARACTERS IN ARIFIN CHAIRIN NOER’S “PADA SUATU HARI” -, shinta salsa bella; Dewi Alfianti; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 8 No. 2 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i2.319

Abstract

Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud dengan fokus mekanisme pertahanan diri yang digunakan individu ketika dihadapkan pada situasi yang menimbulkan ketidaknyamanan. Mekanisme ini digunakan secara tidak sadar oleh individu sebagai sarana perlindungan diri psikologis. Individu menggunakan mekanisme ini untuk mempertahankan diri dari konflik internal maupun eksternal guna menghindari kecemasan atau mencegah kondisi yang menyusahkan menjadi ancaman yang dirasakan. Mekanisme ini bekerja dengan menekan pikiran atau emosi yang mengganggu ke alam bawah sadar, sehingga mengurangi kemungkinan individu mengalami kecemasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menyajikan analisis deskriptif terhadap data disertai pembahasan. Sumber data berasal dari naskah drama karya Arifin Chairin Noer yaitu “Pada Suatu Hari” yang ditulis tahun 1970. Data diperoleh dari arahan panggung dan dialog yang diartikulasikan oleh para tokoh. Penelitian ini mengungkapkan 41 data yang mengandung mekanisme pertahanan diri tokoh.
HEGEMONI DALAM NOVEL YANG TELAH LAMA PERGI KARYA TERE LIYE: THE HEGEMONY IN TERE LIYE'S NOVEL YANG TELAH LAMA PERGI Sri Annisa; Sainul Hermawan; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 8 No. 2 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i2.354

Abstract

Hegemoni merujuk pada konsep kekuasaan yang diperoleh melalui persetujuan terhadap nilai yang berlaku dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan mengenai hegemoni dijelaskan, membentuk struktur sosial, serta memengaruhi interaksi antartokoh dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Yang Telah Lama Pergi karya Tere Liye merepresentasikan kompleksitas dinamika dominasi kekuasaan dalam membentuk struktur sosial dan identitas individu. Melalui analisis terhadap tokoh utama seperti Mas’ud, Ajwad, Remasut, dan Biksu Tsing, ditemukan berbagai bentuk dominasi kekuasaan, seperti melalui pengaruh budaya, peran kaum intelektual, dan penanaman ideologi, yang turut membentuk pandangan dunia dan perilaku tokoh-tokoh tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya untuk mengkaji latar belakang munculnya hegemoni dalam novel melalui pendekatan yang berbeda, sehingga dapat memperkaya pemahaman terhadap representasi hegemoni dalam teks sastra.