Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Pemodelan Numerik Penggunaan Geofoam Sebagai Timbunan Pada Subgrade Muthia Anggraini; Pratikso; Maizir, Harnedi
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.281

Abstract

Tanah lunak menyebabkan banyak permasalahan teknik karena memiliki daya dukung dan kekuatan geser yang rendah. Kondisi ini apabila dijadikan sebagai subgrade akan mengakibatkan terjadinya penurunan tanah timbunan. Berbagai metode dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah, tetapi pada penelitian ini fokus pada penggunaan Geofoam sebagai pengganti timbunan. Geofoam memilki density 11,2 – 45,7 kg/m³, sehingga bisa dijadikan sebagai alternatif timbunan ringan. Ada dua model pada penelitian ini yaitu timbunan tanpa Geofoam dan timbunan dengan Geofoam tebal 20 cm dan tebal 30 cm. Tujuannya untuk menganalisis penurunan subgrade tanpa timbunan Geofoam EPS 22 dibandingkan dengan menggunakan timbunan Geofoam EPS 22 tebal 20 cm dan tebal 30 cm. Metodenya menggunakan numerik Plaxis 2D versi 2023, parameter Mohr-Coulomb digunakan untuk memodelkan tanah lunak dan parameter linier elastis untuk memodelkan Geofoam dan pelat beton. Variasi beban yang digunakan yaitu beban terpusat 0, 5, 10, 15, dan 20 kN. Hasilnya beban maksimum 20 kN memberikan penurunan sebesar 26,687 mm pada timbunan tanpa Geofoam, penurunan 5, 989 mm pada timbunan Geofoam EPS 22 tebal 20 cm, dan penurunan 2,944 pada timbunan Geofoam EPS 22 tebal 30 cm. kesimpulannya Geofoam EPS 22 sebagai timbunan pada subgrade dapat memperkecil penurunan tanah dan semakin tebal Geofoam EPS 22 yang digunakan maka penurunan tanah yang terjadi akan semakin kecil.
Kuat Geser Tanah Timbunan Akibat Perubahan Kadar Air Muthia Anggraini; Haris, Virgo Trisep; Saleh, Alfian
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.209

Abstract

Tanah lempung apabila digunakan untuk subgrade perlu dilakukan perbaikan tanah untuk menaikkan daya dukung tanahnya, salah satu cara dengan perbaikan sifat fisis. Perbaikan sifat fisi yaitu dengan mengganti subgrade dengan tanah yang memiliki daya dukung yang baik yang disebut sebagai tanah timbunan. Pemadatan tanah timbunan di lapangan pada kondisi ideal yaitu pada saat kadar air optimum, permasalahannya di lapangan kondisi ideal ini tidak selalu bisa diperoleh. Dimana pemadatan dapat terjadi pada kondisi kering (dibawah kadar air optimum) dan pada kondisi basah (diatas kadar air optimum). Tujuan penelitian mengetahui karaktersistik kuat geser pemadatan tanah timbunan untuk subgrade terhadap perubahan kadar air. Metode penelitian adalah pengujian kuat geser laboratorium SNI 3420:2016. Hasilnya diperoleh nilai kohesi meningkat pada kondisi kering (OMC-2%) dan kondisi basah (OMC+2%). Nilai sudut geser turun pada kondisi basah (OMC+2%) dan kondisi kering (OMC-2%). Kesimpulan terjadi penurunan sudut geser apabila dipadatkan dalam kondisi basah dan kering dari kadar air optimum.