Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Sosialisasi pemahaman mengelola limbah sayuran menjadi pupuk guna mewujudkan konsep smart village Desa Ciputri Kabupaten Cianjur Refranisa Refranisa; Dwita Suastiyanti; Matsuani Matsuani; Heru Irianto
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.2942

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Smart Village yang diselenggarakan oleh LLDikti Wilayah 3 bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan dengan melibatkan dosen dan mahasiswa dalam gerak kolaboratif. Permasalahan utama yang ditemukan di lokasi kegiatan adalah adanya timbunan limbah sayuran yang berdampak pada penurunan kualitas lingkungan desa. Menanggapi permasalahan tersebut, tim PkM Institut Teknologi Indonesia berkontribusi dalam tema smart environment dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah sayuran menjadi pupuk kompos sebagai upaya mendukung terwujudnya konsep Smart Village di Desa Ciputri. Tujuan kegiatan ini adalah terciptanya teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik masyarakat desa dalam kerangka model Smart Village, dengan melibatkan peran aktif karang taruna sebagai penggerak utama. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei awal, focus group discussion (FGD), pengembangan materi, serta pelaksanaan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah, serta kemampuan warga dalam mengimplementasikan pengelolaan sampah secara mandiri. Diharapkan limbah sayuran yang sebelumnya tidak termanfaatkan dapat diolah menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai guna dan potensi nilai ekonomi bagi masyarakat desa.
Pengaruh kebudayaan Tionghoa terhadap Vihara Sobhita Tridharma Cisauk Kabupaten Tangerang Sahrul Romadhona; Refranisa Refranisa
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 6 No. 2 (2023): Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v6i2.525

Abstract

Kota adalah tempat dimana masyarakat dapat melakukan aktivitas dalam skala besar untuk melakukan segala hal yang berkaitan dengan agama, sosial, ekonomi dan kebudayaan. Vihara merupakan bagian dari kegiatan masyarakat kota, yang merupakan tempat kegiatan peribadatan yang mempegaruhi kota yang layak huni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur-unsur kebudayaan Tionghoa dalam hal religi atau sistem kepercayaan yang diimplementasikan pada bangunan Vihara Sobhita Tridharma Cisauk Kab. Tangerang. Dan sebagai acuan apabila pemerintah Kab. Tangerang melakukan revitalisasi pada bangunan kebudayan Tionghoa. Hasil penelitian menunjukan identitas pada bangunan Vihara Sobhita Tridharma Cisauk terbentuk dengan konsistensi terhadap nilai kepercayaan. Kepercayaan yaitu dasar utama yang membentuk Kebudayaan Tionghoa. Oleh karena itu, refleksi dari eksistensi Budaya Tionghoa akan berimplikasi terhadap bangunan Vihara Sobhita Tridharma Cisauk Kab. Tangerang.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA MALL OUTDOOR THE BREEZE BSD CITY Catur Sastania Putri; Refranisa Refranisa
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 8 No. 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.53-58

Abstract

ABSTRAK. Mall Outdoor The Breeze BSD City dibangun di atas lahan seluas 13,5 hektar, The Breeze BSD City mengusung konsep open air lifestyle, menjadikannya pusat gaya hidup dengan konsep ruang terbuka pertama di Indonesia.  The Breeze dirancang dengan konsep arsitektur ruang terbuka yang disesuaikan dengan iklim dan budaya Indonesia. Mall tanpa dinding tersebut dibangun dengan mengacu pada pentingnya pelestarian lingkungan sehingga mengadaptasi penerapan arsitektur hujau pada bangunan yang ada didalamnya. Hal ini tentu menjadi sebuah komitmen diveloper dalam aspek pengembanganya. Arsitektur hijau memiliki prinsip-prinsip yang harus dipenuhi yaitu hemat energi, memanfaatkan kondisi dan sumber energi alami menanggapi keadaan tapak pada bangunan, memperhatikan pengguna bangunan meminimalkan sumber daya baru, dan holistik. Arsitektur hijau harus diterapkan di setiap bangunan demi menjaga keseimbangangan lingkungan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentigikasi penerapan konsep arsitektur hijau yang diterapkan pada kawasan Mall The Breeze BSD sehingga dapat diketahui karakteristik yang dapat menjadi pertimbangan pengembangan ketika akan melakukan pengembangan fasilitas. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penerapan arsitektur hijau berpengaruh terhadap penghematan energi dan dapat menjaga kelestaraian alam dan lingkunganKata Kunci: Arsitektur Hijau, Mall Outdoor, Kajian Konsep. ABSTRACT. The Breeze BSD City Outdoor Mall was built on an area of 13.5 hectares. The Breeze BSD City carries the open air lifestyle concept, making it the first open air concept lifestyle center in Indonesia. The Breeze was designed with an open space architectural concept that is adapted to the Indonesian climate and culture. The mall without walls was built with reference to the importance of preserving the environment so that it adapts the application of green architecture to the buildings inside. This is certainly a developer's commitment in the development aspect. Green architecture has principles that must be fulfilled, namely saving energy, utilizing natural energy conditions and sources responding to the condition of the building site, paying attention to building users, minimizing new resources, and being holistic. Green architecture must be implemented in every building to maintain balance in the natural environment. This research aims to identify the application of the green architecture concept applied to The Breeze BSD Mall area so that characteristics can be identified that can be taken into consideration when developing facilities. From the results of this research, it can be seen that the application of green architecture has an effect on energy savings and can preserve nature and the environment. Keywords: Green Architecture, Outdoor Mall, Concept Study.
Pola permukiman di dusun Mantran Weran Magelang dalam bingkai kebudayaan Jawa Refranisa
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 3 No 2 (2019): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2019 ~ Juni 2019
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v3i2.67

Abstract

Dusun Mantran Wetan is a hamlet located at the foot of Mount Andong of Magelang Regency whose majority of its inhabitants are people with Javanese-Islam acculturation background. Communal rituals of Javanese tradition are still well-preserved and practiced in certain spaces that allow a forming of a settlement pattern of the hamlet. This study aims to improve and deepen people’s scientific knowledge of settlement pattern of Dusun Wetan Mantran Magelang in the frame of Javanese culture as well as to support the effort to preserve the settlement pattern of the hamlet. An empirical approach was used in this study. The data were collected through field observations, interviews, and from a number of Javanese culture literatures. This study reports that there exist two sacred places/shrines and two communal spaces as center points where people hold their communal rituals. To conclude, well-preserved Javanese cultural symbolization established in the community determines the settlement pattern of Dusun Mantran Wetan. © 2019 Refranisa