Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Sehat Masada

Perbedaan Kualitas Hidup Pada Pasien Retinopati Diabetik Non-Proliferatif Berat dan Retinopati Diabetik Proliferatif di Poliklinik Vitreoretina Instalasi Rawat Jalan Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung Melan Nurhayati; Irma Nur Amalia; Hafsa .
Sehat MasadaJurnal Vol 13 No 2 (2019): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v13i2.116

Abstract

Diabetic retinopathy (RD) is a specific microvascular complication of Diabetes Mellitus (DM) that causes visual impairement. Visual impairment that occurs in DR patients can affect the quality of life related to eye health. The latest data about DR patients from National Eye Center (NEC) Cicendo Eye Hospital Bandung was 2035 patients with Severe Non-proliferative Diabetic Retinopathy (Severe NPDR) and Proliferative Diabetic Retinopathy (PDR) are the most happened. The purpose of this study was to determine quality of life differences in patients with severe NPDR and PDR at the Vitreoretina Polyclinic Outpatient Departement NEC Cicendo Eye Hospital Bandung. This Research is a quantitative non-experimental with a comparative descriptive design. The sample was divided into two groups, they are Severe NPDR and PDR group, with 30 respondents each. The instrument that used in this study is the National Eye Institute Visual Function Questionaire-25 (NEI VFQ-25). Data analized by Chi Square test. The results showed that no differences in qualityof life in patients with severe NPDR and PDR in the Vitreoretina Polyclinic Outpatient Departement NEC Cicendo Eye Hospital Bandung (p = 1,000). This study illustrates the importance of providing education and encouragement to the patients with Severe NPDR and PDR for regular control about their visual impairment and their diabetes, so the patients will spared from decressing in their quality of life.
Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Jahe Merah Terhadap Tingkat Nyeri Arthritis Gout (Asam Urat) Irma Nur Amalia; Bayu Putra Pratama; Intan Juliani Agustin; Kiki Khusnul Khotimah; Muhamad Reza Fajrin A; Nanik Lestari; Shofia Siti Jauza
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 1 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i1.169

Abstract

Pendahuluan Indonesia termasuk negara dengan jumlah penyakit Atritis Gout terbanyak, dan penyakit ini banyak diderita oleh lanjut usia. Lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas, dengan memicu berbagai gejala terutam fungsi fisiologis hilangnya secara perlahan kemampuan jaringan, kesulitan mempertahankan struktur serta dan tidak dapat bertahan terhadap jejas (infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Ratnaningsih, 2018). Nyeri sandi merupakan tanda dan gejala dari penyakit Atritis Gout, Nyeri sangat menganggu menyulitkan banyak orang dibanding suatu penyakit manapun. Tujuan dari literature review ini yaitu untuk megetahui adakah pengaruh pemberian kompres hangat jahe merah terhadap tingkat nyeri Athritis Gout. Metode yang digunakan yaitu Literature review yang dilakukan berdasarkan issue, metodologi dan persamaan hasil. Penelitian ini menggunakan 20 jurnal yang sudah memiliki ISSN dengan hasil penelitian menunjukkan efektifitas kompres hangat jahe merah dapat mengurangi nyeri Athritis Gout. Kesimpulannya terdapat pengaruh pemberian kompres hangat jahe merah terhadap tingkat nyeri arthritis gout (asam urat). Disarankan kepada masyarakat, Puskesmas atau Rumah sakit untuk mengaplikasikan kompres hangat jahe merah sebagai intervensi nonfarmakologi dalam mengatasi keluhan nyeri pada penderita arthritis gout.
Gambaran Penerapan Nilai Nilai I Care Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Santo Yusup Bandung Widi Astuti; Irma Nur Amalia; Putri Puspitasari
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 2 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i2.293

Abstract

Rumah Sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Dalam upaya menyelenggarakan pelayanan kepada pasien, RS Santo Yusup mempunyai nilai nilai organisasi yang diharapkan menjadi pedoman perilaku, bertindak dan mengambil keputusan. Nilai-nilai tersebut adalah Integrity (integritas), Compassion (bela rasa), Assurance (tanggung jawab), Respect (hormat terhadap martabat manusia), dan Embrace Innovations (berinovasi dan berprestasi) yang dikenal sebagai ICARE. Berdasarkan hasil wawancara, diperoleh informasi bahwa perawat belum sepenuhnya mampu menerapkan nilai-nilai ICARE. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penerapan nilai-nilai integrity, compassion, assurance, respect, dan embrace innovation perawat di Ruang Rawat Inap RS Santo Yusup Bandung. Jenis penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 114 org yaitu perawat rawat inap RS Santo Yusup yang sudah bekerja di atas 5 tahun, tehnik pengambilan sample dengan proportional random sampling dan dapatkan 53 sample. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diambil dari buku pedoman perilaku ICARE RS Santo Yusup. Analisa data berupa distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan nilai-nilai ICARE yaitu penerapan integrity 66,51cukup baik 45,3 % baik, compassion 63,68% cukup baik 43.3 % baik, assurance 56,6 cukup baik 43,4 % baik , respect 77,4 % cukup baik 22 ,6 % baik, embrace inovation 86,8% cukup baik 32,2% baik. Berdasarkan data tersebut perilaku perawat di Ruang Rawat Inap RS Santo Yusup, sudah melakukan nilai-nilai I CARE dengan kategori cukup baik.
Perbedaan Kualitas Hidup Pada Pasien Retinopati Diabetik Non-Proliferatif Berat dan Retinopati Diabetik Proliferatif di Poliklinik Vitreoretina Instalasi Rawat Jalan Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung Nurhayati, Melan; Nur Amalia, Irma; ., Hafsa
Sehat MasadaJurnal Vol 13 No 2 (2019): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v13i2.116

Abstract

Diabetic retinopathy (RD) is a specific microvascular complication of Diabetes Mellitus (DM) that causes visual impairement. Visual impairment that occurs in DR patients can affect the quality of life related to eye health. The latest data about DR patients from National Eye Center (NEC) Cicendo Eye Hospital Bandung was 2035 patients with Severe Non-proliferative Diabetic Retinopathy (Severe NPDR) and Proliferative Diabetic Retinopathy (PDR) are the most happened. The purpose of this study was to determine quality of life differences in patients with severe NPDR and PDR at the Vitreoretina Polyclinic Outpatient Departement NEC Cicendo Eye Hospital Bandung. This Research is a quantitative non-experimental with a comparative descriptive design. The sample was divided into two groups, they are Severe NPDR and PDR group, with 30 respondents each. The instrument that used in this study is the National Eye Institute Visual Function Questionaire-25 (NEI VFQ-25). Data analized by Chi Square test. The results showed that no differences in qualityof life in patients with severe NPDR and PDR in the Vitreoretina Polyclinic Outpatient Departement NEC Cicendo Eye Hospital Bandung (p = 1,000). This study illustrates the importance of providing education and encouragement to the patients with Severe NPDR and PDR for regular control about their visual impairment and their diabetes, so the patients will spared from decressing in their quality of life.
Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Jahe Merah Terhadap Tingkat Nyeri Arthritis Gout (Asam Urat) Nur Amalia, Irma; Putra Pratama, Bayu; Juliani Agustin, Intan; Khusnul Khotimah, Kiki; Reza Fajrin A, Muhamad; Lestari, Nanik; Siti Jauza, Shofia
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 1 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i1.169

Abstract

Pendahuluan Indonesia termasuk negara dengan jumlah penyakit Atritis Gout terbanyak, dan penyakit ini banyak diderita oleh lanjut usia. Lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas, dengan memicu berbagai gejala terutam fungsi fisiologis hilangnya secara perlahan kemampuan jaringan, kesulitan mempertahankan struktur serta dan tidak dapat bertahan terhadap jejas (infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Ratnaningsih, 2018). Nyeri sandi merupakan tanda dan gejala dari penyakit Atritis Gout, Nyeri sangat menganggu menyulitkan banyak orang dibanding suatu penyakit manapun. Tujuan dari literature review ini yaitu untuk megetahui adakah pengaruh pemberian kompres hangat jahe merah terhadap tingkat nyeri Athritis Gout. Metode yang digunakan yaitu Literature review yang dilakukan berdasarkan issue, metodologi dan persamaan hasil. Penelitian ini menggunakan 20 jurnal yang sudah memiliki ISSN dengan hasil penelitian menunjukkan efektifitas kompres hangat jahe merah dapat mengurangi nyeri Athritis Gout. Kesimpulannya terdapat pengaruh pemberian kompres hangat jahe merah terhadap tingkat nyeri arthritis gout (asam urat). Disarankan kepada masyarakat, Puskesmas atau Rumah sakit untuk mengaplikasikan kompres hangat jahe merah sebagai intervensi nonfarmakologi dalam mengatasi keluhan nyeri pada penderita arthritis gout.
Gambaran Penerapan Nilai Nilai I Care Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Santo Yusup Bandung Astuti, Widi; Amalia, Irma Nur; Puspitasari, Putri
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 2 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i2.293

Abstract

Rumah Sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Dalam upaya menyelenggarakan pelayanan kepada pasien, RS Santo Yusup mempunyai nilai nilai organisasi yang diharapkan menjadi pedoman perilaku, bertindak dan mengambil keputusan. Nilai-nilai tersebut adalah Integrity (integritas), Compassion (bela rasa), Assurance (tanggung jawab), Respect (hormat terhadap martabat manusia), dan Embrace Innovations (berinovasi dan berprestasi) yang dikenal sebagai ICARE. Berdasarkan hasil wawancara, diperoleh informasi bahwa perawat belum sepenuhnya mampu menerapkan nilai-nilai ICARE. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penerapan nilai-nilai integrity, compassion, assurance, respect, dan embrace innovation perawat di Ruang Rawat Inap RS Santo Yusup Bandung. Jenis penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 114 org yaitu perawat rawat inap RS Santo Yusup yang sudah bekerja di atas 5 tahun, tehnik pengambilan sample dengan proportional random sampling dan dapatkan 53 sample. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diambil dari buku pedoman perilaku ICARE RS Santo Yusup. Analisa data berupa distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan nilai-nilai ICARE yaitu penerapan integrity 66,51cukup baik 45,3 % baik, compassion 63,68% cukup baik 43.3 % baik, assurance 56,6 cukup baik 43,4 % baik , respect 77,4 % cukup baik 22 ,6 % baik, embrace inovation 86,8% cukup baik 32,2% baik. Berdasarkan data tersebut perilaku perawat di Ruang Rawat Inap RS Santo Yusup, sudah melakukan nilai-nilai I CARE dengan kategori cukup baik.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RS DR HAFIZ CIANJUR Daryaman, Usan; Nur Amalia, Irma; Adly Rachmawati, Rency Divya; Fitri Rejeki, Yunita; Sulistiyawati, Arie
Jurnal Sehat Masada Vol 18 No 2 (2024): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v18i2.537

Abstract

Many factors affect the duration of wound healing including age, gender, nutrition, wound degree, blood sugar control, wound care, physical activity. Most people with diabetes mellitus experience wounds that are difficult to heal and some even end up in amputation cases. The purpose of this study was to determine the factors that can inhibit wound healing. This research method uses descriptive quantitative using a non-probability sampling technique research design. The population in this study were all patients in the Gardenia inpatient room who had wounds with a history of diabetes mellitus from January to April as many as 55 patients. Data collection methods using questionnaires and observation sheets that have been prepared by researchers in accordance with the objectives of the study, questionnaires and research observation sheets are prepared based on theoretical reviews. The results illustrate that the relationship between age and wound degree has a p value of 0.027. The relationship between gender and wound degree had a p value of 0.004. The relationship between nutrition and wound degree had a p value of 0.009. The relationship between blood sugar control and wound degree had a p value of 0.000. The relationship between wound care and wound degree had a p value of 0.000. The relationship between physical activity and wound degree had a p value of 0.000. It can be concluded that age, gender nutrition, blood sugar control, wound care management, physical activity with wound degree have a significant relationship in patients with diabetes mellitus.