Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Aplikasi Teori Keperawatan Wiedenbach dan Kolcaba pada Ibu dengan Persalinan Kala Dua Memanjang: Case Study: Indonesia Rahmawati, Veronica Yeni; Setyowati, Setyowati; Afiyanti, Yati
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 6/ Nomor 1/ Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.301 KB) | DOI: 10.33377/jkh.v6i1.110

Abstract

Prolonged second stage of labor is an emergency condition that requires immediate treatment by nurses so that there are no complications for the mother and fetus. The physical and psychological problems experienced by mothers with prolonged second stage of labor include infection, exhaustion, dehydration and even death in the mother. Nursing actions for mothers experiencing prolonged second stage of labor include fluid management, pain management, fetal resuscitation, infection control, anxiety reduction, environmental modification, coping strategies and Early Breastfeeding Initiation. The method used is a case study with a focus on the application of Wiedenbach's need for help theory and Kolcaba's comfort in nursing care for mothers who experience a prolonged second stage of labor. The cases managed in this study were five mothers who experienced a prolonged second stage of labor at two different hospitals in the Greater Jakarta area. Nurses can apply the theory of Wiedenbach's need for help and Kolcaba's comfort in providing nursing care to mothers with prolonged second stage of labor.
Hubungan Antara Adversity Quotient (AQ) dengan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja di Wilayah Jakarta Pusat Rahmawati, Veronica Yeni; Puspasari, Jehan; Fitria, Dian
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.11077

Abstract

ABSTRACT Adolescents are vulnerable to deviant behavior, one of which is risky sexual behavior which has a negative impact on adolescents, their partners and even their families. The causes of risky sexual behavior in adolescents are internal and external factors. In a study conducted to identify the relationship that occurs in Adversity Quotient (AQ) to risky sexual behavior. The research was carried out using a cross sectional research method with a total sampling technique of purposive sampling. Respondents in this study were students of a health institution in Central Jakarta with a total of 123 respondents. As the research results show, there is a significant relationship between the Adversity Quotient (AQ) for risky sexual behavior with a p value of 0.007 (OR=2.8; 95% CI 1.315-6.321). Recommendations for maternity nursing services to improve health promotion in adolescents through the roles and responsibilities of adolescents so that risky sexual behavior can be avoided. Keywords: Adversity Quotient, Risky Sexual Behavior, Adolescents  ABSTRAK Usia remaja rentan dengan perilaku menyimpang salah satunya perilaku seksual berisiko yang memiliki dampak negative bagi remaja, pasangannya bahkan keluarganya.  Faktor penyebab adanya perilaku seksual berisiko pada remaja dari faktor internal dan juga faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan adanya hubungan antara Adversity Quotient (AQ) dengan perilaku seksual berisiko. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode penelitian cross sectional dengan teknik total sampling jenis purposive sampling. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa salah satu institusi kesehatan di Jakarta Pusat dengan jumlah 123 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Adversity Quotient (AQ) dengan perilaku seksual berisiko dengan nilai p value 0,007 (OR=2,8; 95% CI 1,315-6,321). Rekomendasi bagi pelayanan keperawatan maternitas agar meningkatkan promosi kesehatan pada remaja melalui peran dan tanggung jawab remaja supaya dapat terhindar dari perilaku seksual berisiko. Kata Kunci: Adversity Quotient, Perilaku Seksual Berisiko, Remaja
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI PROGRAM MIL GAYA (MAKANAN IBU HAMIL DAN GERAKAN YOGA) UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN IBU HAMIL Rahmawati, Veronica Yeni; Margareth, Waisaktini; Puspasari, Jehan; Anardi, Chathrine Faniar Yoan; Law, Angelous Rheishigano
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7375

Abstract

Latar belakang: Ibu hamil rentan mengalami masalah kesehatan seiring dengan perubahan yang terjadi secara fisik maupun psikologis salah satunya adalah makanan ibu hamil dan aktivitas fisik ibu hamil. Peran kader posyandu di wilayah Kelurahan Mangga Dua Selatan Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat belum optimal dalam mendampingi ketercukupan gizi seimbang ibu hamil dan aktivitas fisik melalui senam yoga ibu hamil.Tujuan: kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam mempersiapkan, mengolah dan menyajikan menu makanan ibu hamil serta meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam mempraktikkan senam yoga ibu hamil. Metode: Kegiatan dilakukan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kelurahan Mangga Dua Selatan Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat melalui program MIL GAYA (Makanan Ibu Hamil dan Gerakan Yoga) dengan metode pelatihan terkait gizi seimbang demo masak dan pelatihan senam yoga ibu hamil. Peserta terdiri dari 22 kader posyandu dari RW 01-11. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terkait keterampilan dalam memasak menu makanan ibu hamil dan keterampilan dalam mempraktikkan senam yoga ibu hamil. Hasil: menunjukkan adanya peningkatan pada skor keterampilan memasak menu makanan ibu hamil dengan peningkatan rata-rata 1,0 dan keterampilan senam yoga dengan peningkatan rata-rata 3,0 setelah pelatihan demo masak dan senam yoga. Program MIL GAYA terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan kader posyandu secara partisipatif dan interaktif. Kesimpulan: program MIL GAYA dapat menjadi strategi pemberdayaan kader posyandu yang efektif dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil, serta mendukung upaya program pemerintah untuk mencegah terjadinya stunting sejak dini
The Nipple Stimulation Meningkatkan Kontraksi Uterus Pada Ibu Yang Mengalami Persalinan Kala Dua Memanjang: Evidence Based Nursing Practices Veronica Yeni Rahmawati; Setyowati Setyowati; Yati Afiyanti
An Idea Health Journal Vol 2 No 02 (2022): JULY
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v2i02.93

Abstract

Prolonged second stage of labor can occur in some mothers who experience complications during labor. One of factors that can cause prolonged second stage of labor is inadequate contractions. Evidence based nursing practice that can be applied to apply the role of nurses in increasing uterine contractions to prolonged second stage of labor cases is nipple stimulation. In the implementation of the explanation about nipple stimulation and practical of nipple stimulation. Nipple stimulation is applied to five mothers who experience prolonged second stage of labor and involved childbirth companion in implementation. Researchers as nurses who act directly provide nipple stimulation for the five patients. The results of this study were three out of five patients experienced a significant increase in uterine contractions. This method is effectively applied by increasing uterine contractions that is seen from the adaptation mothers facing labor. Also obtained short labor time. It is suggested to mothers and childbirth companion to keep doing nipple stimulation according to instructions.
The Relationship Between Knowledge About Vulva Hygiene and the Incidence of Vulvar Pruritus in Adolescent Girls at Tangerang City Cahya Cahyabrcha; Veronica Yeni Rahmawati; Jehan Puspasari
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pruritus vulva merupakan keluhan gatal pada area genital luar wanita yang sering dialami remaja putri dan berisiko meningkat apabila kebersihan vulva tidak terjaga. Pengetahuan tentang vulva hygiene menjadi faktor penting dalam pencegahannya. Namun, di SMA dan SMK Manggala di Kota Tangerang, edukasi mengenai topik ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene dengan kejadian pruritus vulva pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 160 siswi diambil melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene, kejadian pruritus vulva, dan karakteristik responden, serta dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 17 tahun (36,2%), mandi ?2 kali sehari (91,2%), mengonsumsi junk food (75%), makanan manis berlebihan (71,9%), keluarga berpendapatan rendah (63,8%), 70,6% memiliki pengetahuan kurang tentang vulva hygiene, dan 67,5% mengalami pruritus vulva. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene dengan kejadian pruritus vulva (p = 0,013). Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara variabel usia, kebiasaan mandi, konsumsi junk food, makanan manis, dan pendapatan keluarga dengan pruritus vulva. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik mengenai vulva hygiene berpengaruh terhadap rendahnya kejadian pruritus vulva, sehingga peningkatan edukasi kesehatan reproduksi menjadi langkah preventif yang penting.
The Relationship Between Reproductive Health Knowledge and Sexual Behavior of Adolescent female in Tangerang City Azelitha Zahra; Veronica Yeni Rahmawati; Jehan Puspasari
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/jkh.v10i1.269

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi penting yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, termasuk pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan dalam hal ini dapat memicu perilaku seksual berisiko, seperti hubungan seksual pranikah, kehamilan yang tidak diinginkan, dan infeksi menular seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja putri di SMK Manggala Karang Tengah Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dan jenis korelasional. Sebanyak 155 responden dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku seksual, masing-masing terdiri dari 10 item. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,9% responden memiliki pengetahuan yang baik dan 53,5% menunjukkan perilaku seksual yang rendah. Mayoritas berusia 17 tahun, dengan orang tua berpendidikan terakhir SMA/SLTA (78,7%) dan pendapatan rendah (69%). Media sosial menjadi sumber informasi terbanyak (45,2%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dan perilaku seksual (p = 0,013), serta pendidikan terakhir orang tua (p = 0,002). Namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, pendapatan orang tua, dan sumber informasi dengan perilaku seksual (p > 0,05). Penelitian ini menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi untuk membentuk perilaku seksual yang sehat. Kata Kunci: Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi, Perilaku Seksual, Remaja Putri
GERAKAN DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT Jehan Puspasari; Veronica Yeni Rahmawati; Yarwin Yari; Kristoforus Marselinus
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 3 No 2 (2026): SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Noncommunicable diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes mellitus, hypercholesterolemia, and hyperuricemia are a growing health problem and a leading cause of morbidity and mortality in Indonesia. Low public awareness of the importance of regular health checkups has resulted in many cases of NCDs going undetected in their early stages. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness regarding the importance of early NCD detection through health screenings and health education. The activity was conducted in Sawah Besar Subdistrict, Central Jakarta, involving 47 participants consisting of community members and health cadres. The methods used included a pre-test, health examinations (blood pressure, blood sugar, cholesterol, and uric acid), health education, counseling on test results, and a post-test to evaluate participants’ knowledge gain. The results showed that the proportion of participants with “good” knowledge increased from 60% on the pre-test to 93% on the post-test. In addition, the health screening results identified 14 participants with high blood pressure, 4 participants with random blood glucose levels >200 mg/dL, and 6 participants with uric acid levels above the normal range, enabling participants to receive recommendations for follow-up care at health care facilities. This initiative demonstrates that the combination of health screenings, health education, and individual counseling is an effective promotive and preventive strategy for improving community health literacy, supporting the early detection of NCDs, and encouraging the sustainable adoption of healthy lifestyle behaviors. Keywords: non-communicable diseases, early detection, health screening, health education Abstrak Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, dan hiperurisemia merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan menjadi penyebab utama kejadian morbiditas serta mortalitas di Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menyebabkan banyaknya kasus PTM tidak terdeteksi sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini PTM melalui skrining kesehatan dan edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, dengan melibatkan 47 peserta yang terdiri atas masyarakat dan kader kesehatan. Metode yang digunakan meliputi pre-test, pemeriksaan kesehatan (tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat), pendidikan kesehatan, konseling hasil pemeriksaan, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 60% pada pre-test menjadi 93% pada post-test. Selain itu, dari hasil skrining kesehatan mengidentifikasi sebanyak 14 peserta mengalami tekanan darah tinggi, 4 peserta dengan kadar gula darah sewaktu >200 mg/dL, dan 6 peserta dengan kadar asam urat di atas nilai normal, sehingga peserta dapat memperoleh rekomendasi tindak lanjut ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi skrining kesehatan, pendidikan kesehatan, dan konseling individual merupakan strategi promotif dan preventif yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, mendukung deteksi dini PTM, serta mendorong penerapan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan. Kata kunci: penyakit tidak menular, deteksi dini, skrining kesehatan, pendidikan kesehatan