Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Intelligence Quotient (IQ) Berpengaruh terhadap Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja di Jakarta Pusat Rahmawati, Veronica Yeni
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 5 No. 1 (2021): Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 5/Nomor 1/Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.971 KB) | DOI: 10.33377/jkh.v5i1.90

Abstract

Masalah perilaku seksual berisiko pada remaja dari tahun ke tahun dilaporkan mengalami peningkatan yang signifikan, hal ini terlihat dari usia pacaran yang masih remaja. Status intelegensi yang masih terbilang rendah pada remaja, dapat menyebabkan masalah kesehatan khususnya perilaku menyimpang pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Intelligence Quotient (IQ) dengan perilaku seksual berisiko pada remaja di Jakarta Pusat. Penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sampel 147 responden. Responden penelitian adalah remaja yang berusia 17-19 tahun di Jakarta Pusat. Instrumen yang digunakan adalah data primer (kuesioner) dan data sekunder (hasil tes IQ oleh lembaga test psikologi yang legal). Analisis data yang digunakan yaitu uji statistik bivariat menggunakan chi square dan uji statistik multivariat menggunakan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Intelligence Quotient (IQ) dengan perilaku seksual berisiko pada remaja di Jakarta Pusat (p=0,000, OR 22, 95% CI 0,561-0,801). Peneliti merekomendasikan peran institusi pendidikan mengembangkan daya kreativitas remaja dengan menggunakan kemampuan kognitif untuk meningkatkan kecerdasan intelektual agar terhindar dari perilaku seksual berisiko.
Aplikasi Teori Keperawatan Wiedenbach dan Kolcaba pada Ibu dengan Persalinan Kala Dua Memanjang: Case Study: Indonesia Rahmawati, Veronica Yeni; Setyowati, Setyowati; Afiyanti, Yati
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 6/ Nomor 1/ Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.301 KB) | DOI: 10.33377/jkh.v6i1.110

Abstract

Prolonged second stage of labor is an emergency condition that requires immediate treatment by nurses so that there are no complications for the mother and fetus. The physical and psychological problems experienced by mothers with prolonged second stage of labor include infection, exhaustion, dehydration and even death in the mother. Nursing actions for mothers experiencing prolonged second stage of labor include fluid management, pain management, fetal resuscitation, infection control, anxiety reduction, environmental modification, coping strategies and Early Breastfeeding Initiation. The method used is a case study with a focus on the application of Wiedenbach's need for help theory and Kolcaba's comfort in nursing care for mothers who experience a prolonged second stage of labor. The cases managed in this study were five mothers who experienced a prolonged second stage of labor at two different hospitals in the Greater Jakarta area. Nurses can apply the theory of Wiedenbach's need for help and Kolcaba's comfort in providing nursing care to mothers with prolonged second stage of labor.
Gangguan Menstruasi Menyebabkan Peningkatan Stres Akademik pada Mahasiswa: Menstrual Disorders Lead to Increased Academic Stress in College Students Jehan Puspasari; Veronica Yeni Rahmawati; Dian Fitria
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 19 No. 1 (2023): NJK Volume 19, Number 1
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v19i1.48

Abstract

Menstrual disorders are one of the causes of anxiety in the life cycle of women. Factors that influence include the environment, nutrition, drugs, physical activity, and stress. Adolescents have a tendency to experience menstrual disorders, and one of the factors is stress. Academic demands are a component that affects the level of stress in students. This research used a cross-sectional method with total sampling. The results of univariate analysis showed that the average age of menarche was 12 years, the average BMI was 20.50, good nutritional status was 66.7%, students did not experience menstrual disorders by 84.4% and the academic stress level of students was 80.9%. The results of the bivariate analysis showed a correlation coefficient of 0.635, with a p-value of 0.001 which means the higher the menstrual disorder, the higher the academic stress on students. These findings can be used to develop health promotion related to reproductive health in adolescent girls so as to reduce stress levels in students.
Hubungan Antara Adversity Quotient (AQ) dengan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja di Wilayah Jakarta Pusat Rahmawati, Veronica Yeni; Puspasari, Jehan; Fitria, Dian
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.11077

Abstract

ABSTRACT Adolescents are vulnerable to deviant behavior, one of which is risky sexual behavior which has a negative impact on adolescents, their partners and even their families. The causes of risky sexual behavior in adolescents are internal and external factors. In a study conducted to identify the relationship that occurs in Adversity Quotient (AQ) to risky sexual behavior. The research was carried out using a cross sectional research method with a total sampling technique of purposive sampling. Respondents in this study were students of a health institution in Central Jakarta with a total of 123 respondents. As the research results show, there is a significant relationship between the Adversity Quotient (AQ) for risky sexual behavior with a p value of 0.007 (OR=2.8; 95% CI 1.315-6.321). Recommendations for maternity nursing services to improve health promotion in adolescents through the roles and responsibilities of adolescents so that risky sexual behavior can be avoided. Keywords: Adversity Quotient, Risky Sexual Behavior, Adolescents  ABSTRAK Usia remaja rentan dengan perilaku menyimpang salah satunya perilaku seksual berisiko yang memiliki dampak negative bagi remaja, pasangannya bahkan keluarganya.  Faktor penyebab adanya perilaku seksual berisiko pada remaja dari faktor internal dan juga faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan adanya hubungan antara Adversity Quotient (AQ) dengan perilaku seksual berisiko. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode penelitian cross sectional dengan teknik total sampling jenis purposive sampling. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa salah satu institusi kesehatan di Jakarta Pusat dengan jumlah 123 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Adversity Quotient (AQ) dengan perilaku seksual berisiko dengan nilai p value 0,007 (OR=2,8; 95% CI 1,315-6,321). Rekomendasi bagi pelayanan keperawatan maternitas agar meningkatkan promosi kesehatan pada remaja melalui peran dan tanggung jawab remaja supaya dapat terhindar dari perilaku seksual berisiko. Kata Kunci: Adversity Quotient, Perilaku Seksual Berisiko, Remaja
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI PROGRAM MIL GAYA (MAKANAN IBU HAMIL DAN GERAKAN YOGA) UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN IBU HAMIL Rahmawati, Veronica Yeni; Margareth, Waisaktini; Puspasari, Jehan; Anardi, Chathrine Faniar Yoan; Law, Angelous Rheishigano
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7375

Abstract

Latar belakang: Ibu hamil rentan mengalami masalah kesehatan seiring dengan perubahan yang terjadi secara fisik maupun psikologis salah satunya adalah makanan ibu hamil dan aktivitas fisik ibu hamil. Peran kader posyandu di wilayah Kelurahan Mangga Dua Selatan Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat belum optimal dalam mendampingi ketercukupan gizi seimbang ibu hamil dan aktivitas fisik melalui senam yoga ibu hamil.Tujuan: kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam mempersiapkan, mengolah dan menyajikan menu makanan ibu hamil serta meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam mempraktikkan senam yoga ibu hamil. Metode: Kegiatan dilakukan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kelurahan Mangga Dua Selatan Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat melalui program MIL GAYA (Makanan Ibu Hamil dan Gerakan Yoga) dengan metode pelatihan terkait gizi seimbang demo masak dan pelatihan senam yoga ibu hamil. Peserta terdiri dari 22 kader posyandu dari RW 01-11. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terkait keterampilan dalam memasak menu makanan ibu hamil dan keterampilan dalam mempraktikkan senam yoga ibu hamil. Hasil: menunjukkan adanya peningkatan pada skor keterampilan memasak menu makanan ibu hamil dengan peningkatan rata-rata 1,0 dan keterampilan senam yoga dengan peningkatan rata-rata 3,0 setelah pelatihan demo masak dan senam yoga. Program MIL GAYA terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan kader posyandu secara partisipatif dan interaktif. Kesimpulan: program MIL GAYA dapat menjadi strategi pemberdayaan kader posyandu yang efektif dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil, serta mendukung upaya program pemerintah untuk mencegah terjadinya stunting sejak dini
The Relationship Between Academic Stress and Menstrual Cycle Disorders in Adolescents Indriani, Vivi; Puspasari, Jehan; Rahmawati, Veronica Yeni
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v5i3.564

Abstract

Adolescence is a developmental phase that is highly vulnerable to physiological and psychological changes, including disturbances in the menstrual cycle. Academic stress is suspected to be one of the contributing factors to menstrual irregularities among female students. The purpose of this study was to analyze the relationship between academic stress and menstrual cycle disorders in adolescents. This research employed a quantitative design with a cross-sectional approach and total sampling technique, involving 136 first-year female students. The study was conducted at STIKes RS Husada Jakarta during April–May 2025. Academic stress was measured using the 42-item Depression Anxiety Stress Scale (DASS) with a scoring range of 0–3. The results showed that 93 respondents (68.4%) experienced severe to very severe stress, and 87 respondents (64.0%) had abnormal menstrual cycles. The Chi-Square test yielded a p-value < 0.001, indicating a significant relationship between academic stress and menstrual cycle disorders. These findings emphasize that academic stress has a strong influence on adolescents’ menstrual patterns and should be a priority for educational institutions when strengthening stress management programs and psychosocial support to maintain reproductive health. In conclusion, the higher the level of academic stress, the greater the risk of menstrual cycle disturbances among adolescents.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DAN JUMLAH PARITAS TERHADAP PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS PADEMANGAN Presillia, Arimbi; Puspasari, Jehan; Rahmawati, Veronica Yeni
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.933

Abstract

Pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah dukungan suami dan jumlah paritas. Dukungan suami memiliki peranan penting dalam proses pengambilan keputusan terkait kesehatan reproduksi, sedangkan jumlah paritas menggambarkan pengalaman kehamilan dan persalinan yang dapat mempengaruhi jenis kontrasepsi yang dipilih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dan jumlah paritas terhadap pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di wilayah Puskesmas Pademangan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi (p = 0,027), dan hubungan yang sangat signifikan antara jumlah paritas dengan pemilihan alat kontrasepsi (p = 0,000). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dukungan suami dan jumlah paritas berpengaruh terhadap pemilihan alat kontrasepsi. Oleh karena itu, keterlibatan suami dalam program keluarga berencana dan edukasi tentang kontrasepsi berdasarkan jumlah paritas sangat penting untuk ditingkatkan.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI MAWAR TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA DI STIKES RS HUSADA Putri, Afina Eka; Puspasari, Jehan; Rahmawati, Veronica Yeni
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.937

Abstract

Gangguan menstruasi termasuk dismenore merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh perempuan, ditandai dengan nyeri hebat saat menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Aromaterapi merupakan salah satu cara non-farmakologis, yaitu terapi yang memanfaatkan minyak essensial untuk membentu memelihara kesehatan dan menenangkan jiwa serta tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi mawar dalam menurunkan intensitas nyeri menstruasi pada remaja. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 36 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara 2 kelompok (p = 0,000). Dengan demikian aromaterapi mawar efektif dalam mengurangi intensitas nyeri menstruasi, memberikan alternatif non-farmakologis yang aman untuk mengatasi dismenore.
The Relationship Between Knowledge About Vulva Hygiene and the Incidence of Vulvar Pruritus in Adolescent Girls at Tangerang City Cahyabrcha, Cahya; Rahmawati, Veronica Yeni; Puspasari, Jehan
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pruritus vulva merupakan keluhan gatal pada area genital luar wanita yang sering dialami remaja putri dan berisiko meningkat apabila kebersihan vulva tidak terjaga. Pengetahuan tentang vulva hygiene menjadi faktor penting dalam pencegahannya. Namun, di SMA dan SMK Manggala di Kota Tangerang, edukasi mengenai topik ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene dengan kejadian pruritus vulva pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 160 siswi diambil melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene, kejadian pruritus vulva, dan karakteristik responden, serta dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 17 tahun (36,2%), mandi ?2 kali sehari (91,2%), mengonsumsi junk food (75%), makanan manis berlebihan (71,9%), keluarga berpendapatan rendah (63,8%), 70,6% memiliki pengetahuan kurang tentang vulva hygiene, dan 67,5% mengalami pruritus vulva. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene dengan kejadian pruritus vulva (p = 0,013). Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara variabel usia, kebiasaan mandi, konsumsi junk food, makanan manis, dan pendapatan keluarga dengan pruritus vulva. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik mengenai vulva hygiene berpengaruh terhadap rendahnya kejadian pruritus vulva, sehingga peningkatan edukasi kesehatan reproduksi menjadi langkah preventif yang penting.
The Relationship Between Reproductive Health Knowledge and Sexual Behavior of Adolescent female in Tangerang City Zahra, Azelitha; Rahmawati, Veronica Yeni; Puspasari, Jehan
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/jkh.v10i1.269

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi penting yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, termasuk pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan dalam hal ini dapat memicu perilaku seksual berisiko, seperti hubungan seksual pranikah, kehamilan yang tidak diinginkan, dan infeksi menular seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja putri di SMK Manggala Karang Tengah Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dan jenis korelasional. Sebanyak 155 responden dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku seksual, masing-masing terdiri dari 10 item. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,9% responden memiliki pengetahuan yang baik dan 53,5% menunjukkan perilaku seksual yang rendah. Mayoritas berusia 17 tahun, dengan orang tua berpendidikan terakhir SMA/SLTA (78,7%) dan pendapatan rendah (69%). Media sosial menjadi sumber informasi terbanyak (45,2%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dan perilaku seksual (p = 0,013), serta pendidikan terakhir orang tua (p = 0,002). Namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, pendapatan orang tua, dan sumber informasi dengan perilaku seksual (p > 0,05). Penelitian ini menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi untuk membentuk perilaku seksual yang sehat. Kata Kunci: Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi, Perilaku Seksual, Remaja Putri