Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Peningkatan Motivasi Wirausaha Bagi Alumni Keperawatan Melalui Pelatihan Kewirausahaan Klinik Perawatan Luka Sitio, Roma; Marianthi, Dewi; Alamsyah, T.; Mardhiah, Ainal; Nugroho, Erlangga Galih Zulva; Afdhal, Afdhal
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i3.283

Abstract

Pengangguran merupakan salah satu masalah yang ada di bidang kesehatan karena jumlah lulusan tenaga kesehatan tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja sehingga perlu kiranya tenaga kesehatan dibekali kemampuan/ketrampilan lain yang sesuai dengan kompetensinya guna membuka peluang usaha baik secara mandiri maupun berkolaborasi. Hal ini juga menjadi masalah pada alumni Prodi D-IV Keperawatan bahwa daya serap di  pusat pelayanan kesehatan masih rendah dengan masa tunggu lebih dari 12 bulan setelah menyelesaikan pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi alumni agar mampu menjadi entrepreneurship dibidang keperawatan. Peserta dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah alumni Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Aceh yang berjumlah 12 orang. Adapaun metode yang digunakan adalah pelatihan, kunjungan ke klinik perawatan luka, konsultasi bisnis serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabmas ini adalah 1 orang peserta sudah memiliki usaha perawatan praktek mandiri perawatan luka sementara  yang lain memiliki minat dan motivasi yang tinggi untuk berwirausaha tetapi masih perlu pembinaan dan pendampingan khusus. Persiapan diri seorang perawat sangat dibutuhkan terkait dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk memenuhi tuntutan praktik profesional yang terus berubah dan semakin menuntut, mempersiapkan mereka sebagai wirausahawan masa depan.
Permasyarakatan Ekstrak Buah Mahkota Dewa Dalam Preventif Diabetes Mellitus Di Kabupaten Aceh Barat Zakiyuddin, Zakiyuddin; Rinawati, Rinawati; Alamsyah, T.; Yarmaliza, Yarmaliza; Farisni, Teungku Nih; Fitriani, Fitriani; Nurdin, Ambia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 11 (2024): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i11.636

Abstract

Data Internasional Diabetes Federation bahwa populasi diabetes melitus pada Asia Tenggara dan wilayah pasifik barat prevalensi diabetes melitus sebanyak 11,3% ,8,8% dan 7,9%. Studi melaporkan bahwa 60% berasal populasi diabetes di Asia. Penderita penyakit diabetes mellitus di Aceh Tahun 2019 sebanyak 138,291 penderita, sedangkan yang mendapat pelayanan sesuai standar sebanyak 95,0.5 atau sebesar 69%. Kabupaten Aceh Barat termasuk Kabupaten tertinggi kasus penyakit diabetes mellitus sebanyak 13,803 penderita. Mahkota dewa di pada aneka macam butir mahkota dewa terkandung senyawa fenolik dan flavonoid lengkap yang mempunyai sifat pencegahan kanker, mitigasi dan sitotoksik. Minuman herbal bisa dibuat menggunakan banyak sekali cara diantaranya dengan butir asli atau tanpa butir. Pelaksanaan kegiatan memilikki beberapa tahapan, yaitu tahapan survei awal, audensi dengan aparat desa, persiapan pelaksanaan kegiatan, kegiatan sosialisai dan edukasi kepada penderita, dilanjutkan pada tahapan diskusi dan tanya jawab pada peserta terkait dengan pentingnya menjaga pola makan untuk pencegahan penyakit diabetes dengan memberdayakan ektrak buah mahkota dewa sebagai komoditi tanaman diwilayah pesisir Sebagian besar penderita diabetes mellitus di Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat masih mengonsumsi jenis makanan yang mengandung banyak gula yang paling banyak dikonsumsi setiap hari hampir (100 %) padahal jenis makanan yang mengandung banyak gula, lemak dan natrium dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan penderita Diabetes Mellitus.
Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Ibu Membawa Balita ke Posyandu Desa Gampa, Kabupaten Aceh Barat Handayani, Ade Lia; Khairunnas, Khairunnas; Muliadi, Teuku; Alamsyah, T.
Polyscopia Vol. 1 No. 4 (2024)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/polyscopia.v1i4.1450

Abstract

The participation of mothers with toddlers in Posyandu (Integrated Health Service Post) activities is essential for monitoring children's growth, health, and nutrition through regular weighing with the Towards Health Card (KMS). In 2020, only 43.3% of toddlers in West Aceh were weighed, with Puskesmas Johan Pahlawan recording just 13.9% in 2023, and Gampa Village showing only 0.15% from July to September. This study aimed to identify factors influencing mothers' visits to Posyandu in Gampa Village, West Aceh District. Using a descriptive correlation method with a cross-sectional design, 125 mothers with toddlers were selected from a population of 358 through accidental sampling. Data were collected via questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. Significant relationships were found between Posyandu visits and education (p = 0.046), knowledge (p = 0.041), and family support (p = 0.003), while no significant relationships were observed for occupation (p = 0.337) and distance to Posyandu (p = 0.773). Strengthening counseling and socialization efforts is recommended to improve maternal awareness of the importance of regular Posyandu attendance for children's growth and development monitoring.
HUBUNGAN ASUPAN MAKANAN DENGAN PENCEGAHAN KEK PADA MAHASISWI DI UNIVERSITAS TEUKU UMAR Widiyastuti, Nabilla; Fera, Dian; Kusumawardani, Eva Flourentina; Alamsyah, T.; Anwar, Sufyan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39741

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada wanita usia subur dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti persalinan yang berlangsung lama, kelahiran prematur, pendarahan, keguguran, cacat lahir, berat badan lahir rendah (BBLR), bahkan meningkatkan risiko kematian bagi ibu maupun bayi. Pencegahan KEK dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan seimbang yang mencukupi kebutuhan gizi harian tubuh, secara teratur melakukan aktivitas fisik, menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, serta mempertahankan berat badan dalam rentang normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan karbohidrat dan lemak dengan pencegahan KEK pada mahasiswi di Universitas Teuku Umar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian dihitung menggunakan rumus Slovin, menghasilkan 370 responden. Teknik sampling menggunakan accidental sampling. Pembagian sampel per cluster dilakukan dengan teknik cluster sampling untuk mempermudah distribusi responden dari 6 fakultas yang berbeda. Variabel independen adalah asupan karbohidrat dan lemak, serta variabel dependen adalah pencegahan KEK. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan bantuan lima enumerator menggunakan kuesioner berbasis Google Form memuat karaktersitik responden, asupan karbohidrat, asupan lemak, dan pencegahan KEK responden. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis univariat untuk mendeskripsikan setiap variabel, serta analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil uji Chi-Square diperoleh asupan karbohidrat (p = 0,579) dan asupan lemak (p = 0,149). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan karbohidrat dan asupan lemak dengan pencegahan KEK pada mahasisiwi di Universitas Teuku Umar.
Program Klinik Kesehatan Keliling Berkolaborasi dengan PT. Mifa Bersaudara dan UPTD Puskesmas Meureubo di Desa Peunaga Ujong Kabupaten Aceh Barat Zakiyuddin, Zakiyuddin; Alamsyah, T.; Yarmaliza, Yarmaliza; Fitriani, Fitriani; Farisni, Teungku Nih; Safrizal, Safrizal; Reynaldi, Fitrah; Junaidi, Hasrah; Aniska, Tiara; Rinaldy, Rinaldy; Nurdin, Ambia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 4 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i4.2419

Abstract

Visi Indonesia sehat 2025 adalah tercapainya hak hidup sehat bagi seluruh lapisan masyarakat melalui sistem kesehatan yang dapat menjamin hidup dalam lingkungan yang sehat, perilaku masyarakat proaktif memelihara kesehatannya serta mampu melakukan akses dalam pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai yang 11 tertera dalam kebijakan pembangunan jangka panjang bidang kesehatan tahun 2005-2025. Keberhasilan pelaksanaan pembangunan kesehatan sangat dipengaruhi oleh pendekatan, kebijakan, dan strategi program yang tepat serta sasaran yang jelas. Klinik Kesehatan Keliling Kolaborasi hadir sebagai solusi dengan menghadirkan layanan kesehatan langsung ke masyarakat, melibatkan tenaga kesehatan lintas profesi, serta berkolaborasi dengan pihak lokal. Akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas merupakan hak dasar setiap individu. Namun, kenyataannya masih banyak masyarakat di daerah terpencil, pedesaan, maupun wilayah pinggiran kota yang menghadapi berbagai kendala dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Program Klinik Kesehatan Keliling Kolaborasi hadir sebagai solusi nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut. Melalui program ini, layanan kesehatan dasar dapat dihadirkan langsung ke tengah-tengah masyarakat, dengan melibatkan berbagai pihak seperti tenaga kesehatan lintas profesi, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat. Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terkait Program Klinik Kesehatan Keliling Kolaborasi antara Puskesmas dan PT. Mifa meningkatkan akses layanan kesehatan dasar secara langsung ke masyarakat di wilayah kerja terwujudnya komunikasi dan koordinasi yang lebih baik antara Puskesmas dan PT. Mifa sebagai mitra klinik kesehatan keliling, peningkatan mutu dan cakupan pelayanan kesehatan program prioritas melalui kolaborasi yang terstruktur, Peningkatan kesadaran dan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi, penguatan jejaring, terwujudnya pelayanan kesehatan yang responsif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Imunisasi Campak Lanjutan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tapaktuan Aceh Selatan Rasinta, Ayu; Alamsyah, T.; Murdani, Ihsan; Nursia N, Lili Eky; Rimonda, Rubi
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1726

Abstract

Measles is a dangerous infectious disease with serious complications, yet follow-up immunization coverage in Indonesia, particularly in South Aceh, remains low. In the Tapaktuan Primary Healthcare Center's catchment area, follow-up measles immunization coverage was only 8.2% in 2023, accompanied by an increase in suspected cases. This study aims to determine the relationship between mothers' knowledge and attitudes regarding the provision of follow-up measles immunization in the area. This research employed an analytical correlational approach with a cross-sectional design. The study population comprised all mothers with children aged 24-59 months residing in the Tapaktuan Primary Healthcare Center's catchment area, totaling 338 respondents. The sample size was determined using Slovin's formula, yielding 78 respondents selected through proportional random sampling from 8 villages within the Tapaktuan Primary Healthcare Center's catchment area. Data were collected using questionnaires and analyzed through univariate and bivariate analysis with Chi-Square tests. The bivariate analysis results demonstrated statistically significant relationships between knowledge and the provision of follow-up measles immunization (p = 0.001; OR = 6.706) and between attitude and the provision of follow-up measles immunization (p = 0.006; OR = 4.500). Therefore, it can be concluded that there are significant relationships between mothers' knowledge and attitudes regarding the provision of follow-up measles immunization. These findings are associative in nature and cannot be interpreted as causal relationships due to the limitations of the cross-sectional design.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN MASYARAKAT TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA DI DESA KUTA BARO KECAMATAN MEUKEK Anisa, Elvi; Alamsyah, T.; Fera, Dian; Fitri Siregar, Siti Maisyaroh; Kusumawardani, Eva Flourentina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.4972

Abstract

Meningkatkan kesadaran dan memahami perilaku masyarakat terhadap pencegahan malaria merupakan hal krusial. Pengetahuan, sikap, tindakan masyarakat merupakan faktor kunci dalam memutus rantai penularan. Desa Kuta Baro adalah desa dengan jumlah kasus malaria yaitu sebanyak 4 orang positif. Tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, tindakan masyarakat terhadap upaya pencegahan penyakit malaria didesa kuta baro. Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik korelatif. Pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling dengan sampel sebanyak 123 responden. Hasil ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat dengan upaya pencegahan penyakit malaria. Masyarakat perlunya meningkatkan kesadaran dan melakukan tindakan, baik didalam rumah maupun diluar rumah sebagai pencegahan malaria.
DETERMINAN KELENGKAPAN IMUNISASI LANJUTAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN Maqhfira, Raudhia; Siregar, Siti Maisyaroh Fitri; Alamsyah, T.; Safrizal; Farisni, Teungku Nih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31438

Abstract

Imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka morbiditas, kecacatan dan mortalitas akibat PD3I. Namun, masih banyak balita yang belum mendapatkan imunisasi lanjutan atau status imunisasi lanjutannya belum lengkap. Penelitian ini bermaksud guna mengetahui determinan kelengkapan imunisasi lanjutan di wilayah kerja Puskesmas Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Jenis penelitian ini ialah penelitian analitik observasional mempergunakan pendekatan cross sectional. Populasi di penelitian ini ialah semua ibu yang mempunyai anak umur 24-59 bulan yang bertempat tinggal pada wilayah kerja Puskesmas Meukek. 90 orang dijadikan sampel yang diambil mempergunakan teknik proportional random sampling dari 13 desa di wilayah kerja Puskesmas Meukek. Pengumpulan data dengan mempergunakan alat bantu kuesioner dan buku KIA dan dianalisis secara multivariat, bivariat dan univariat. Hasil analisis bivariat memperlihatkan bahwasannya status pekerjaan ibu (p value = 0.022; OR = 6.462), pengetahuan ibu (p value = 0.023; OR = 9.400), dan dukungan keluarga (p value = 0.016; OR = 6.875) memiliki korelasi yang signifikan dengan kelengkapan imunisasi lanjutan. Variabel yang tidak berkaitan akan kelengkapan imunisasi lanjutan yaitu peran tenaga kesehatan (p value = 0.270; OR = 3.000). Hasil analisis multivariat didapatkan bahwasanya pengetahuan ibu ialah variabel yang paling dominan mempengaruhi kelengkapan imunisasi lanjutan. Kesimpulan penelitian ini ialah status pekerjaan ibu, pengetahuan ibu, dukungan keluarga berkaitan dengan kelengkapan imunisasi lanjutan. Pengetahuan ibu merupakan variabel paling dominan yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi lanjutan.