Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pelatihan Dan Bimbingan Teknis Budidaya Tanaman Hortikultura Di PPA IO-664 Eben Haezer Mauhau Ndapamuri, Melycorianda Hubi; Killa, Yonce Melyanus; Jawang, Uska Peku; Nganji, Marten Umbu; Lewu, Lusia Danga; Wadu, Junaedin; Ratu, Edmilson Umbu; Ina, Putriani Tamu
ABDI WINA JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2023): Abdi Wina Edisi Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/abdiwina.v3i2.722

Abstract

Pelatihan dan Bimbingan Teknis Budidaya Tanaman Hortikultura merupakan bentuk pengabdian dan kerja sama antara Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis Universitas Kristen Wira Wacana Sumba bersama PPA IO-664 Eben Haezer Mauhau. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih dan membimbing orang tua anak dan anak PPA dalam meningkatkan pengetahuan sistem budidaya tanaman hortikultura, dengan harapan ilmu yang didapatkan dapat membantu memperbaiki perekonomian keluarga. Pelatihan dan Bimbingan Teknis dilaksanakan pada September – Desember 2022. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis adalah prinsip pembelajaran orang dewasa. Berdasarkan hasil observasi selama pelatihan dan bimbingan teknis, peserta sangat antusias dan menerapkan hasil belajarnya dengan baik sehingga tujuan dari kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari produk yang dihasilkan serta media promosi online yang dilakukan juga memberikan dampak yang positif pada hasil penjualan.
Peningkatan Pengetahuan Anggota Kelompok Tani Mitra Tani Desa Paranda Kecamatan Wula Waijelu Dalam Pembuatan Pestisida Organik Berbasis Kearifan Lokal Killa, Yonce Melyanus; Ndapamuri, Melycorianda Hubi; Jawang, Uska Peku; Nganji, Marten Umbu; Lewu, Lusia Danga; Kapoe, Suryani KKL; Duang, Antonius Ndana; Kita, Yakobus
BERBAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | May 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/berbakti.v1i1.2228

Abstract

The Mitra Tani Farmer Group is a farmer group in Paranda Village, Wula Waijelu District, East Sumba Regency. Agricultural activities carried out often have problems with plant pests (OPT). The existence of problems regarding OPT can be controlled by using pesticides, one of which is vegetable pesticides. The results of the community service activities showed that the members of the Mitra Tani farmer group finally learned about some local ingredients that could be used as organic pesticides. Local materials that can be used as organic pesticides include gamal leaves, tai kabala leaves (kirinyuh/ Chromolaena odorata L.), anona leaves, neem leaves, papaya leaves, yam iwi (gadung tuber), and soursop leaves. The members are also active in community service and learning activities and play an active role in making organic pesticides.
Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sorgum Lokal Watar Hammu Miting Walla: PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SORGUM LOKAL WATAR HAMMU MITING WALLA Yina, Aryo Umbu Lapu Rongga; Lewu, Lusia Danga; Kapoe, Suryani K.K.L
Sandalwood Journal Of Agribusiness And Agrotechnology Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi November 2023 (SJAA)
Publisher : Prodi Agroteknologi dan Agribisnis - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/sjaa.v1i2.720

Abstract

Sorgum merupakan tanaman serelia penting selain jagung yang sampai saat ini masih diusahakan secara terbatas. Sumba Timur merupakan salah satu yang memiliki sorgum lokal, salah satunya watar hammu miting walla. Namun dalam praktek budidayanya, petani belum memperhatikan jarak tanam yang tepat sehingga sorgum lokal ini belum memberikan hasil yang optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan pengaturan jarak tanam. Hasil penelitian diperoleh jarak tanam 25 cm x 25 cm memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman hingga pengukuran 8 MST dengan nilai 135,88, panjang daun daun 60,75. Pada diameter batang (14,81cm), berat biji /tanaman (31,25) diperoleh pada perlakuan 70cm x 50cm. Sedangkan untuk jumlah daun 9,50, berat/1000 biji 22,38 dan jumlah biji/malai 1.150,13 diperoleh pada perlakuan jarak tanam 50 cm x 25cm.
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sorgum Lokal Watar Hammu Rara Tadda Nangkewa, Fredi Jamu; Lewu, Lusia Danga; Kapoe, Suryani K.K.L
Sandalwood Journal Of Agribusiness And Agrotechnology Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi November 2023 (SJAA)
Publisher : Prodi Agroteknologi dan Agribisnis - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/sjaa.v1i2.723

Abstract

Sorgum merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang memiliki potensi besar dikembangkan di Indonesia karena mempunyai daerah adaptasi yang luas. Sorgum cukup toleran terhadap kekeringan, sehingga lahan yang kurang produktif atau lahan yang tidak bisa digarap dapat ditanami sorgum. Dari segi produksi, Indonesia masih tergolong kecil dibandingkan produksi sorgum di Amerikat Serikat, India dan beberapa negara lainnya. Pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi sorgum melalui perluasan lahan. Metode digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan acak lengkap (RAL) perlakukan menggunakan dosis kotoran sapi berbeda. Hasil dari penelitian diperoleh perlakuan 7 kg/petak memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman sampai dengan 8 MST dengan nilai 156,44 cm, perlakuan jumlah daun 10,13 helai, perlakuan berat 1000 biji 27,56 g, dan perlakuan berat per malai 28,75. Pupuk kandang sapi memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman diperoleh diperlakuan P3 25 ton/ha=5 kg/petak hingga pengukuran 8 MST dengan nilai 156,44 cm, pada perlakuan jumlah daun diperoleh perlakuan P3 25 ton/ha=5 kg/petak dan P4 35 ton/ha=7 kg/petak memberikan hasil pada jumlah daun hingga pengukuran 8 MST dengan nilai 10,13 helai, perlakuan berat 1000 biji perlakuan P4 35 ton/ha=7 kg/petak memberikan hasil pada berat 1000 biji dengan nilai 27,56 g dan berat per malai perlakuan P4 35 ton/ha=7 kg/petak memberikan hasil pada berat per malai dengan nilai 28,75 g.
Analisis Status Kesuburan Tanah Pada Lahan Pertanian Di Kelurahan Lambanapu Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur Mila, Sartini; Nganji, Marten Umbu; Lewu, Lusia Danga; Kapoe, Suryani K.K.L; Pari, Aris Umbu Hina; Taranau, Ospensius Kawawu
Sandalwood Journal Of Agribusiness And Agrotechnology Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Mei 2024 (SJAA)
Publisher : Prodi Agroteknologi dan Agribisnis - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/sjaa.v2i1.769

Abstract

Lambanapu Village is one of the villages that is a production center for horticultural and food crops. Paddy rice, corn, vegetable horticulture and fruit horticulture are common crops developed in Lambanapu Village. However, crop productivity has decreased due to erratic climatic conditions. In addition, another factor that determines the decline in crop productivity is the occurrence of flash floods and a decrease in soil quality. The availability of nutrients in the soil that are sufficient to support plant growth has a close relationship with the soil fertility of agricultural land. This study aims to determine the status of soil fertility on agricultural land in Lambanapu Village. The method used was survey method of soil sampling based on purposive sampling method. The results obtained on the content of P-available 9.26 - 23.09, K-available 37.34 - 50.17, base saturation 70.05 - 77.63, C-organic 1.65 - 1.94%, Cation Exchange Capacity 27.61 - 33.13. Based on the matching results of laboratory analysis with soil fertility status criteria, two soil fertility statuses were obtained in Lambanapu Village, namely low and medium soil fertility status. Low soil fertility status is at observation points T4,T5,T6,T7,T8,T9,T10, while medium soil fertility status is at observation points T1,T2,T3. Improvement efforts that can be done to improve soil fertility status on the research site is by adding organic matter to the soil in order to maintain and improve soil fertility.
PENGARUH APLIKASI BIOCHAR SEKAM PADI TERHADAP RESPON PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN PEPAYA (Carica papaya L.) Lili, Anus Nggala; Killa, Yonce Melyanus; Lewu, Lusia Danga
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.764

Abstract

Media tanam merupakan tempat bertumbuhnya tanaman. Media tanam yang baik mampu menunjang tanaman dari segi unsur hara maupun ketersediaan airnya. Salah satu potensi untuk meningkatkan unsur hara dan ketersediaan air yaitu menggunakan media tanam dengan campuran biochar sekam padi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit tanaman pepaya (Carica papaya L.) terhadap kombinasi biochar sekam padi sebagai media tanam. Penelitian dilaksanakan di laboratorium kebun pertanian Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, Desa Kuta, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur pada bulan September hingga Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu: P0 sebagai kontrol, P1 yaitu Kombinasi 90% MTT dan 10% BSP, P2 yaitu pemberian Kombinasi 80% MTT dan 20% BSP, P3 yaitu pemberianKombinasi 70% MTT dan 30% BSP P4 yaitu pemberian Kombinasi 60% MTT dan 40% BSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian biochar arang sekam memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap pertumbuhan bibit pepaya seperti tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan diameter batang. Rata-rata pertumbuhan bibit papaya tertinggi terjadi pada perlakuan P4 yang merupakan kombinasi 60% media tanam tanah dan 40% biochar arang sekam.
Analisis Vegetasi Gulma Pada Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) Di Kelurahan Lambanapu Elu, Ambu; Lewu, Lusia Danga; Kapoe, Suryani K.K.L
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10640

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) merupakan tanaman pangan serelia yang sangat mudah beradaptasi. Tanaman ini lebih tahan kekeringan bila dibandingkan dengan tanaman serelia lainnya serta dapat tumbuh hampir disemua jenis tanah dan relatif tahan terhadap hama dan penyakit. Oleh karena itu, sorgum memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu tanaman alternatif guna memenuhi kebutuhan pangan, pakan, dan produk industri. Gulma merupakan salah satu OPT (organisme pengganggu tanaman) yang sering ditemui di lapangan yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis vegetasi pada tanaman sorgum di Kelurahan Lambanapu. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling sebanyak 15 titik dengan ukuran plot 1x1 meter. Hasil penelitian diperoleh 30 jenis gulma dengan vegetasi gulma yang dinilai berdasarkan nilai penting yaitu gulma dengan nilai tertinggi adalah Digera Muricata L dengan nilai 40,86 dan gulma dengan nilai terendah adalah gulma Plumbago Zeylanica, Manihot Esculenta dan Jatropha Gossypifolia dengan nilai 1,75 sedangkan gulma dengan nilai SDR tertinggi adalah gulma Digera Muricata L dengan nilai 13,62 dan gulma yang paling rendah adalah Plumbago Zeylanica, Manihot Esculenta dan Jatropha Gossypifolia dengan nilai 0,58%
Analisis Vegetasi Gulma Pada Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) Di Kelurahan Lambanapu Elu, Ambu; Lewu, Lusia Danga; Kapoe, Suryani K.K.L
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11343

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) merupakan tanaman pangan serelia yang sangat mudah beradaptasi. Tanaman ini lebih tahan kekeringan bila dibandingkan dengan tanaman serelia lainnya serta dapat tumbuh hampir disemua jenis tanah dan relatif tahan terhadap hama dan penyakit. Oleh karena itu, sorgum memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu tanaman alternatif guna memenuhi kebutuhan pangan, pakan, dan produk industri. Gulma merupakan salah satu OPT (organisme pengganggu tanaman) yang sering ditemui di lapangan yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis vegetasi pada tanaman sorgum di Kelurahan Lambanapu. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling sebanyak 15 titik dengan ukuran plot 1x1 meter. Hasil penelitian diperoleh 30 jenis gulma dengan vegetasi gulma yang dinilai berdasarkan nilai penting yaitu gulma dengan nilai tertinggi adalah Digera Muricata L dengan nilai 40,86 dan gulma dengan nilai terendah adalah gulma Plumbago Zeylanica, Manihot Esculenta dan  Jatropha Gossypifolia dengan nilai 1,75 sedangkan gulma dengan nilai SDR tertinggi adalah gulma Digera Muricata L dengan nilai 13,62 dan gulma yang paling rendah adalah Plumbago Zeylanica, Manihot Esculenta dan  Jatropha Gossypifolia dengan nilai 0,58%.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK DASAWISMA KAPILIT MELALUI DIVERSIFIKASI DAN BRANDING OLAHAN PISANG BERBASIS LESS WASTE DI KABUPATEN SUMBA TIMUR Saragih, Elsa Christin; Lewu, Lusia Danga; Rada, Yustina; Harang, Rimus Umbu Leba; Ludji, Marsyati; Rehi, Almi Saputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34915

Abstract

Abstrak: Pisang merupakan komoditas potensial di Desa Kuta yang biasanya dijual petani langsung ke pedagang pengumpul dengan harga sangat rendah, padahal berpotensi diberikan nilai tambah dengan diversifikasi olahan produk berbasis less waste. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kewirausahaan dan keterampilan masyarakat dalam diversifikasi produk olahan pisang dan juga keterampilan dalam pengemasan dan branding produk hasil olahan tersebut. Mitra pengabdian yaitu 19 orang anggota Dasawisma Kapilit di desa Kuta. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang diimplementasikan dalam 4 tahapan yaitu tahap identifikasi permasalahan, tahap penyuluhan, tahap pelatihan yaitu pelatihan pengolahan diversifikasi olahan pisang aneka rasa, pelatihan branding dan pengemasan produk, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan dengan melakukan pretest dan postest, dan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terkait peluang usaha dan kewirausahaan menjadi dari 49% menjadi 93%, peningkatan keterampilan diversifikasi pengolahan produk dari 53% menjadi 96%, dan peningkatan keterampilan pengemasan dan branding dari 46% menjadi 92%. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan 3 produk olahan pisang yang sudah dikemas dengan branding dan siap dipasarkan yaitu keripik pisang, stik pisang dan keripik batang pisang aneka rasa.Abstract: Bananas are a potential commodity in Kuta Village which are usually sold directly by farmers to collectors at very low prices, even though they have the potential to be given added value by diversifying processed products based on less waste. This community service activity aims to improve entrepreneurial knowledge and community skills in diversifying processed banana products and also skills in packaging and branding of these processed products. The community service partners are 19 members of Dasawisma Kapilit in Kuta Village. This activity is carried out using the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach which is implemented in 4 stages: the problem identification stage, the extension stage, the training stage namely training in processing diversified processed bananas with various flavors, product branding and packaging training, and mentoring. Evaluation was carried out by conducting pretests and posttests, and showed an increase in knowledge related to business and entrepreneurship opportunities from 49% to 93%, an increase in product processing diversification skills from 53% to 96%, and an increase in packaging and branding skills from 46% to 92%. This community service activity produced 3 processed banana products that have been packaged with branding and are ready to be marketed, namely banana chips, banana sticks and banana stem chips in various flavors.