Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EVALUASI PENGELOLAAN TAMAN BALEKAMBANG PASCA REVITALISASI DALAM MENDUKUNG FUNGSI RTH KOTA SURAKARTA Anton, Ayu; Herlambang, Suryono; Bella, Priyendiswara Agustina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v8i1.37082

Abstract

This study evaluates the management of Balekambang Park after revitalization in supporting its function as an urban green open space in Surakarta City. The revitalization carried out during 2022–2023 resulted in significant improvements in physical conditions, facilities, and the park’s role as a public and cultural space. However, physical improvements must be supported by effective management to ensure optimal ecological, social, and aesthetic functions. This research aims to assess post-revitalization park management by comparing conditions before and after revitalization and identifying factors influencing management effectiveness. The methods include field observation, interviews with park managers and stakeholders, and descriptive-comparative analysis of facilities, vegetation, visitor activities, and green space functions. The results show that revitalization improved physical quality and visitor use, yet management challenges remain, particularly in vegetation maintenance, activity zoning, and visitor control during peak periods. Integrated and sustainable management is still limited. The study concludes that stronger, collaborative, and long-term management strategies are required to optimize the park’s role as an urban green space. Keywords: park management; revitalization; urban green space; city park Abstrak Penelitian ini mengevaluasi pengelolaan Taman Balekambang pasca revitalisasi dalam mendukung fungsi ruang terbuka hijau (RTH) Kota Surakarta. Revitalisasi yang dilakukan pada periode 2022–2023 membawa perubahan signifikan pada kondisi fisik taman, penambahan fasilitas, serta peningkatan daya tarik kawasan sebagai ruang publik dan destinasi budaya. Namun, perubahan fisik tersebut perlu diimbangi dengan sistem pengelolaan yang efektif agar fungsi ekologis, sosial, dan estetika taman dapat berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi pengelolaan Taman Balekambang setelah revitalisasi dengan membandingkan kondisi sebelum dan pasca revitalisasi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengelolaannya. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan pengelola dan pihak terkait, serta analisis deskriptif-komparatif terhadap aspek fasilitas, vegetasi, aktivitas pengunjung, dan fungsi RTH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi berhasil meningkatkan kualitas fisik taman dan intensitas pemanfaatannya oleh masyarakat, namun pengelolaan pasca revitalisasi masih menghadapi kendala pada aspek perawatan vegetasi, pengaturan zonasi aktivitas, dan pengendalian jumlah pengunjung pada waktu tertentu. Pengelolaan yang ada belum sepenuhnya terintegrasi dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sistem pengelolaan yang terpadu, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang diperlukan agar Taman Balekambang dapat berfungsi optimal sebagai RTH kota.
POTENSI PENGEMBANGAN PROPERTI DI SINGKAWANG, KALIMANTAN BARAT Hengky, Hengky; Suryadjaja, Regina; Herlambang, Suryono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v8i1.37083

Abstract

Singkawang City is one of the cities in West Kalimantan Province that holds a strategic position and plays an important role in supporting regional economic growth. This study aims to examine the development and current condition of the property market in Singkawang City, including growth trends, types of properties developed, and the direction of urban development. The research employs a descriptive method with both qualitative and quantitative approaches, supported by spatial analysis. Research data were obtained from primary data such as field surveys, as well as secondary data sourced from government institutions, literature studies, and digital mapping using Google Maps and QGIS. The research variables include the location and spatial distribution of properties, types and functions of developed properties, growth in property supply, market demand, and the direction of area development. The analysis refers to the Appraisal Institute (2020), which states that property development and value are strongly influenced by location, accessibility, the intensity of economic activities, and their relationship with activity centers and infrastructure networks. These factors determine land use patterns and the direction of urban development. The results indicate that property development in Singkawang City is driven by the trade, service, and tourism sectors, supported by its strategic geographical position and infrastructure development. The highest increase in property supply occurred in 2022, with 16 new properties added. The property type experiencing the most significant growth was cafés, totaling 38 units. Furthermore, new property development tends to expand toward the North Singkawang area. In conclusion, Singkawang City has significant potential for property development and plays an important role in promoting balanced regional development. Keywords: Singkawang, property development, West Kalimantan, growth centers. Abstrak Kota Singkawang merupakan salah satu kota di Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki posisi strategis dan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi pasar properti di Kota Singkawang, meliputi tren pertumbuhan, jenis properti yang berkembang, serta arah pengembangan wilayah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, yang didukung oleh analisis spasial. Data penelitian diperoleh melalui data primer seperti  survei serta data sekunder yang bersumber dari instansi pemerintahan, studi literatur, dan pemetaan digital menggunakan Google Maps dan QGIS. Variabel penelitian meliputi lokasi dan sebaran properti, jenis dan fungsi properti yang berkembang, pertumbuhan supply properti, permintaan pasar, serta arah pengembangan wilayah. Analisis dilakukan dengan mengacu pada Appraisal Institute (2020) yang menyatakan bahwa perkembangan dan nilai properti sangat dipengaruhi oleh lokasi, aksesibilitas, intensitas aktivitas ekonomi, serta keterkaitannya dengan pusat kegiatan dan jaringan infrastruktur. Faktor-faktor tersebut menentukan pola pemanfaatan lahan dan arah pengembangan kawasan perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan properti di Kota Singkawang didorong oleh sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata, yang diperkuat oleh posisi geografis strategis serta perkembangan infrastruktur. Peningkatan supply properti tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebanyak 16 properti baru, dengan jenis properti yang mengalami pertumbuhan terbesar berupa kafe sebanyak 38 unit. Arah pengembangan properti baru cenderung mengarah ke wilayah Singkawang Utara. Kesimpulannya, Kota Singkawang memiliki potensi perkembangan properti yang signifikan dan berperan dalam mendorong pemerataan pembangunan wilayah.
PENGARUH GEDUNG HIJAU TERHADAP EFISIENSI ENERGI GEDUNG Kristanto, Pieter Kevin; Widiastuti, Susanti; Herlambang, Suryono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v8i1.37084

Abstract

As advancements in technology and increasing spatial demands reshape the built environment, building management practices have undergone substantial adjustments, particularly in relation to growing environmental concerns. Within the property sector, issues of energy utilization and cost efficiency have become significantly more prominent over the past fifteen years. Rising operational requirements have driven the adoption of assessment frameworks such as Green Building certification, which evaluates the extent to which a building adheres to comprehensive sustainability principles. Beyond improving the environmental quality experienced by occupants, this certification supports building owners and managers in reducing operational expenditures through enhanced energy performance and the implementation of more efficient systems. Nevertheless, the measurable impact of such certification varies across buildings, influenced by climatic conditions, occupancy behavior, and daily facility management practices. This study seeks to assess the contribution of Green Building certification to energy efficiency, with particular emphasis on the Indonesian context, characterized by a tropical climate and high levels of electricity and water consumption. The analysis further examines the role of building facilities, utilities, and operational procedures in shaping energy use, and incorporates benchmarking comparisons between certified and non-certified buildings. The findings are expected to offer more definitive insights into the actual effectiveness of green building practices and to inform the development of more sustainable and renewable energy management strategies for future building operations. Keywords:   energy efficiency; green building;  property management Abstrak Seiring berkembangnya teknologi dan kebutuhan akan ruang, pengelolaan gedung mengalami banyak penyesuaian, salah satunya ialah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan. Dalam sektor properti, perhatian terhadap penggunaan energi dan efisiensi biaya semakin menonjol dalam lima belas tahun terakhir. Peningkatan kebutuhan operasional mendorong munculnya standar penilaian seperti sertifikasi Green Building, yang berfungsi menilai apakah sebuah bangunan telah menerapkan prinsip keberlanjutan secara menyeluruh. Sertifikasi ini tidak hanya memberikan kualitas lingkungan yang lebih nyaman bagi penyewa, tetapi juga membantu pemilik dan pengelola gedung menekan biaya operasional melalui penghematan energi serta pemanfaatan sistem yang lebih efisien. Meski demikian, dampak sertifikasi tidak selalu sama pada setiap gedung, karena hasilnya sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim, pola penggunaan ruang, serta cara pengelolaan fasilitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menilai sejauh mana sertifikasi Green Building berkontribusi pada efisiensi energi, khususnya dalam konteks Indonesia yang memiliki iklim tropis dan intensitas penggunaan energi listrik dan air yang sangat tinggi. Analisis juga mencakup pengaruh fasilitas, utilitas, dan prosedur operasional terhadap konsumsi energi, serta perbandingan kinerja energi antara gedung bersertifikat dan non-sertifikat melalui metode benchmarking. Temuan pada penelitian diharapkan dapat memberi penjelasan yang lebih baik dan lengkap mengenai efektivitas penerapan konsep bangunan hijau dan membantu menyusun strategi pengelolaan energi yang lebih berkelanjutan dan terbarukan di masa depan.