Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SIMULASI KUALITAS AIR PADA SISTEM DISTRIBUSI AIR WILAYAH PELAYANAN IPA AURDURI 3 MENGGUNAKAN SOFTWARE EPANET 2.2 Gusri, Lailal; Ilfan, Freddy; Septian, Ahmad Al Idrus
EnviroScienteae Vol 20, No 4 (2024): ENVIROSCIENTEAE VOLUME 20 NOMOR 4, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/es.v20i4.17718

Abstract

This research aims to model residual chlorine in the drinking water distribution system with EPANET 2.2 software in the IPA Aurduri 3 of service area. The problem that occurs is the construction of the Aurduri 3 IPA in 2020 to meet the need for clean water in several areas that are not reached by the Aurduri 1 IPA and 2, especially the Bougenville, Pinang Merah and surrounding areas. Adding chlorine twice, namely at the IPA Aurduri 3 and the booster pump, increases the risk of excess chlorine in the service area and can reduce water quality. Modeling the distribution of residual chlorine in the clean water distribution system can provide a solution in dealing with residual chlorine in drinking water distribution. The results found of 30 points in the clean water network that were below standard and dominated at the service end with residual chlorine ranging between 0-0.4 and after calibration 0.16-0.3. This is due to the age of the water which is influenced by velocity which does not meet the standard by 121 points and causes delays in obtaining residual chlorine at sufficient levels.
Edukasi Biokonversi Sampah Organik dengan BSF bagi Santri Ponpes Nurul Iman, Sebapo, Mestong Haris, Hariestya; Anggaraini, Febri Juita; Hutagalung, Winny Laura Christina; Rodhiyah, Zuli; Putra, Tri Syukria; Yanova, Shally; Ilfan, Freddy; Handika, Rizki Andre; Gusri, Lailal; Putra, Fernando Mersa; Irawan, Bambang
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.562

Abstract

Timbulan sampah yang dihasilkan oleh institusi pendidikan seperti sekolah, pondok pesantren dan kampus kerap tidak terlihat secara kasat mata namun sebagai lingkungan dengan jumlah siswa yang besar berpotensi menghasilkan sampah yang cukup banyak setiap harinya. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah ini dapat menimbulkan pencemaran dan masalah kesehatan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pengolahan sampah terutama sampah berjenis organik menggunakan larva lalat tentara hitam. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada santri pondok pesantren Nurul Iman tentang biokonversi sampah organik berbasis BSF sebagai alternatif pengelolaan yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Metode yang digunakan adalah pemaparan materi melalui presentasi dan diskusi interaktif yang menjelaskan manfaat, proses kerja larva dalam mengurai sampah, serta dampaknya terhadap lingkungan. Evaluasi dilakukan melalui pengisian kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, yang dianalisis secara deskriptif dan menggunakan perhitungan gain score untuk menilai efektivitas intervensi edukatif. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan pada sebagian besar indikator, terutama pada pemahaman tentang manfaat ekonomi dan ekologis biokonversi. Meskipun sesi praktik tidak dapat dilaksanakan karena kendala teknis, peserta menunjukkan minat tinggi dan peningkatan pemahaman yang signifikan pada aspek konseptual. Kegiatan ini dinilai efektif dalam membentuk kesadaran ekologis awal serta membuka peluang untuk pengembangan program lanjutan berbasis pesantren yang berorientasi pada pengelolaan limbah berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi lingkungan.
Challenges of Drinking Water Supply in Indonesian Cities: A Brief Review Ihsan, Taufiq; Ilfan, Freddy
Andalasian International Journal of Applied Science, Engineering and Technology Vol. 5 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijaset.v5i02.160

Abstract

The supply of safe drinking water in the developing world, particularly in Indonesia, has remained one of the major challenges. Millions are still without access to clean water, which inflicts public health and has negative implications for socioeconomic development. This paper elaborates on the multifaceted challenges facing the drinking water supply in Indonesian cities, from inconsistent policies and lack of autonomy for Water Agencies to aging infrastructure, unreliable power supply, and inadequate investment. Brief case studies from Jakarta, Surabaya, and Padang plainly bring out the specificity of issues in various cities. The paper suggests that solutions can lie in policy reform, empowering the water agencies, fighting corruption, greater investment in infrastructure, making the most of pricing and cost recovery, and strategic engagement with the private sector. Unless these are addressed, such challenges will persist in hindering the progress of Indonesia toward the universal access goal for all urban residents to sufficient, safe, reliable, and affordable drinking water
Indikator Pengelolaan Sampah Di Perguruan Tinggi Menggunakan Tolak Ukur Pertanyaan-Penilaian Viareco, Hariestya; Heraningsih, Sarah Fiebrina; Ilfan, Freddy; Putra, Tri Syukria
Jurnal Engineering Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5, Nomor 2, 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v5i2.23687

Abstract

Sebagai institusi pendidikan, kampus memiliki tanggung jawab untuk menyediakan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri serta menjadi agen perubahan dalam masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah kerangka sistem pengukuran pengelolaan sampah di perguruan tinggi dengan memanfaatkan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode  pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner UEQ berbasis skala Likert yang merujuk pada UI Green Metric sebagai acuan. Hasil analisis data memberikan gambaran tingkat pengelolaan sampah di Kampus Pondok Meja berada dalam area kuadran III, dengan persentase interval berada di rentang 30%-60%, yang termasuk dalam kategori sedikit dan sedang. Dari hasil ini, dapat terlihat bahwa terdapat banyak aspek pengelolaan yang perlu ditingkatkan, terutama dari segi fasilitas dan program yang mendukung visi kampus hijau. Melalui penelitian ini, pengelola kampus dapat mengambil tindakan yang tepat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sampah, serta menciptakan kebijakan dan strategi yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Internalisasi Budaya Sekolah Hijau melalui Manajemen Sampah Mandiri di Pondok Pesantren Viareco, Hariestya; Hutagalung, Winny Laura Christina; Rodhiyah, Zuli; Handika, Rizki Andre; Anggraini, Febri Juita; Irawan, Bambang; Ilfan, Freddy; Putra, Tri Syukria; Putra, Fernando Mersa; Guntur, Muhammad; Mawaddah, Merisa Rahma
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v12i1.23669

Abstract

Pengelolaan sampah di Pondok Pesantren Darussalam Al-Hafidz masih menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi lingkungan dan keterbatasan fasilitas pengolahan sampah organik, yang berdampak pada penumpukan limbah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menginternalisasi budaya sekolah hijau melalui penguatan manajemen sampah mandiri berbasis edukasi dan praktik langsung. Pendekatan Learning by Doing diterapkan melalui sosialisasi pemilahan sampah (organik, anorganik, dan B3), penyediaan tempat sampah terpilah, serta demonstrasi komposting menggunakan bioaktivator EM4. Evaluasi menggunakan kuesioner terhadap 29 santriwati menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator. Pengetahuan tentang proses komposting meningkat dari 24% menjadi 100%, sementara kesadaran pemilahan sampah mencapai 100% setelah program berlangsung. Dukungan sosial dan ketersediaan fasilitas juga mengalami perbaikan yang memperkuat keberlanjutan program. Upaya internalisasi ini terbukti efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan membangun fondasi pengelolaan sampah mandiri di lingkungan pesantren. Namun, keberlanjutan budaya sekolah hijau memerlukan monitoring dan komitmen berkelanjutan dari pengurus yayasan.
DESAIN PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN IPAL KOTA JAMBI DI KELURAHAN TALANG BANJAR, KECAMATAN JAMBI TIMUR Ramadhani, Silfa Nabila Aldania; Ilfan, Freddy; Putra, Tri Syukria
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v11i2.2304

Abstract

Population growth in Jambi City may increase domestic wastewater discharge and pollute the environment if not treated properly. The Jambi City Wastewater Treatment Plant (WWTP) only treats domestic wastewater from a few sub-districts in Jambi City. Therefore, it is necessary to expand the service area through development design to increase sewerage treatment quality and reduce the possibility of water pollution in Jambi City. This research was conducted in Talang Banjar Sub-district, Jambi Timur District and based on the Regulation of the Ministry of Public Works and Housing Number 4 of 2017.  The result shows that in 2045, there would be 10,760 people and 418 units of public facilities that produce domestic wastewater in Talang Banjar Sub-district. The amount of domestic wastewater discharge is 19.506 l/s. The sewer line length is 9897.7 meters and the pipe excavation depth ranges from 0.84 to 11.86 meters. The pipe material used is PVC SDR 41 with diameter ranges from 110 to 200 mm. The sewer appurtenances consists of 191 manholes, 37 clean outs, 4 drop manholes and 4 wet-wells. The sewer line construction is expected to cost Rp42.392.529,00. This design must be evaluated in order to make it more cost-effective and technically efficient.