Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN, KABUPATEN TUBAN Kusma Ristanti, Idcha; Ainun Nafies, Dian Ayu; Prasiwi, Nikita Welandha; Lailiyah, Ella Janatul
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v6i2.297

Abstract

Introduction : Nutritional problems are health problems that can occur at all ages. Adolescents are one of the groups that easily experience nutritional problems. Nutritional status is a description of the body's condition as a result of the utilization of nutrients from food consumed daily. One of the nutrients, protein, is an important nutrient for growth, repair, maintenance of body tissues and maintaining physiological balance. The aim of this research was to investigate the correlation between protein consumption and nutritional status among teenage girls. Method: This was an analytic research with a cross sectional approach. The sample of this study was 200 female students of islamic boarding school, aged 15-19 years old. Independent variable of protein intake was collected using Recall-24 hour method, dependent variable of nutritional status was measured based on IMT/U indicator, and analyzed statistically with spearman correlation. Result: The results of spearman correlation test showed a p-value=0.000 for the relationship between protein intake and the nutritional status of adolescent girls, there was a tendency for respondents with more protein intake to overweight, while respondents with normal protein intake have normal nutritional status. Conclusion: Protein intake affects nutritional status, the higher the protein intake, the higher the risk of overweight. Suggestions for further research could involve studying the improvement of knowledge and skills of pesantren administrators in preparing balanced nutritional meals for students.
EDUCATION ON THE IMPORTANCE OF MAINTAINING BLOOD SUGAR LEVELS Tysa Runingsari; nikita welandha
ABDIMASNU: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): ABDIMASNU
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/abdimasnu.v5i1.559

Abstract

Background : Diabetes is a disease that if No handled with appropriate will cause complications more continued . Diet and food selection material the right food can help control disease This . Lack of knowledge related diabetes mellitus disease and foods that must be consumed consumed make factor main activity This done . Method: Activity This done with giving education and cooking demonstration material local For diabetes mellitus disease in Gemulung Village with amount 22 participants . Result: There is improvement knowledge from results giving education and cooking demonstration related diabetes mellitus disease . Examination results glucose blood when showed 3 people with diabetes, 1 person with pre-diabetes, and 18 people with normal category . Conclusion : Improvement knowledge about diabetes mellitus can done with method giving education and cooking demonstrations . Required effort sustainable in order to be able to prevent diabetes mellitus disease .
EDUCATION ON THE IMPORTANCE OF MAINTAINING BLOOD SUGAR LEVELS nikita welandha; Tysa Runingsari
ABDIMASNU: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): ABDIMASNU
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/abdimasnu.v5i1.559

Abstract

Background : Diabetes is a disease that if No handled with appropriate will cause complications more continued . Diet and food selection material the right food can help control disease This . Lack of knowledge related diabetes mellitus disease and foods that must be consumed consumed make factor main activity This done . Method: Activity This done with giving education and cooking demonstration material local For diabetes mellitus disease in Gemulung Village with amount 22 participants . Result: There is improvement knowledge from results giving education and cooking demonstration related diabetes mellitus disease . Examination results glucose blood when showed 3 people with diabetes, 1 person with pre-diabetes, and 18 people with normal category . Conclusion : Improvement knowledge about diabetes mellitus can done with method giving education and cooking demonstrations . Required effort sustainable in order to be able to prevent diabetes mellitus disease .
Balita Hebat Tanpa Stunting: Optimalisasi Ikan Kembung sebagai Pangan Fungsional Prasiwi, Nikita Welandha; Lilia Faridatul Fauziah; Hafia Febri Nur Intan Putri; Gandis Fatikhah Syaifa Anjali; Chasna Hudiani Harfia Sari; Iputa Rahma Nazila; Siti Ilmiatus Sholikah
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/q230qf49

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang terjadi akibat asupan zat gizi yang tidak adekuat dalam jangka waktu lama, serta pola asuh yang kurang optimal pada anak usia dini. Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, yang berimplikasi terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal, khususnya ikan kembung, sebagai sumber protein hewani. Metode yang digunakan meliputi edukasi gizi seimbang, pelatihan pembuatan inovasi produk pangan berupa nugget ikan kembung, serta evaluasi pengetahuan peserta melalui pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah ibu balita yang tergabung dalam kegiatan posyandu di Desa Jetak, Tuban, Jawa Timur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya konsumsi protein hewani dalam pencegahan stunting serta kemampuan dalam mengolah ikan kembung menjadi produk olahan yang lebih disukai anak. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap keberlanjutan pembuatan nugget ikan kembung sebagai makanan tambahan balita di rumah. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi gizi yang disertai dengan pelatihan pengolahan pangan lokal mampu meningkatkan kapasitas ibu dalam menerapkan pola makan gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting.
Hubungan Antara Status Gizi dengan Kejadian ISPA pada Balita Welandha Prasiwi, Nikita; Idcha Kusma Ristanti; Tri Yunita F.D; Khoirus Salamah
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 5 (2021): CERDIKA: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i5.81

Abstract

Insiden ISPA pada balita di negara berkembang diperkirakan 0,29 anak setiap tahun dan di negara maju sebanyak 0,05 anak setiap tahun. Penyebab kematian akibat ISPA di negara berkembang lebih tinggi dibandingkan negara maju yaitu sebesar 10-50 kali. Salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya ISPA pada balita adalah status gizi, dimana status gizi yang kurang merupakan hal yang memudahkan proses terganggunya sistem hormonal dan pertahanan tubuh pada balita. Balita dengan gizi kurang akan lebih mudah terinfeksi ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan random sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 69 balita. Penentuan status gizi balita menggunakan instrumen tabel baku Z-Score berdasarkan BB/U (WHO Child Growth 2007). Sedangkan kejadian ISPA berdasarkan hasil rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA (p value = 0.049). Balita yang memiliki status gizi kurang memiliki risiko terinfeksi penyakit ISPA.
Analisis Hubungan Malnutrisi, Usia Ibu, Dan Riwayat Kehamilan Terhadap Kejadian Abortus Di Puskesmas Kabupaten Tuban Ilmiatus Qoyimah; Nurus Safaah; Dwi Kurnia Purnama Sari; Nikita Welandha Prasiwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.436

Abstract

Abortus merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang masih menjadi tantangan signifikan dalam upaya peningkatan kesehatan ibu. Berbagai faktor, termasuk status gizi, usia ibu, dan riwayat obstetri, diketahui berkontribusi terhadap meningkatnya risiko abortus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan malnutrisi, usia ibu, dan riwayat kehamilan dengan kejadian abortus pada ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di seluruh wilayah kerja puskesmas se-Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari seluruh ibu hamil yang tercatat dalam pelayanan kesehatan, dengan sampel ditentukan melalui teknik simple random sampling. Data diperoleh dari rekam medis, yang mencakup variabel status gizi (IMT, KEK, dan anemia), usia reproduktif, riwayat kehamilan, serta kejadian abortus. Analisis statistik menggunakan uji koefisien kontingensi dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa malnutrisi memiliki hubungan signifikan dengan kejadian abortus, baik berdasarkan indikator IMT (p = 0,000), status KEK (p = 0,004), maupun anemia (p = 0,000). Selain itu, variabel usia ibu dan riwayat kehamilan juga terbukti berkorelasi secara signifikan dengan abortus. Temuan ini memperkuat bahwa status gizi yang tidak optimal, ditambah faktor risiko kehamilan seperti usia berisiko dan riwayat abortus sebelumnya, meningkatkan probabilitas terjadinya abortus. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi gizi prakonsepsi, edukasi kesehatan reproduksi, serta pemantauan kehamilan intensif sebagai strategi preventif untuk menurunkan angka kejadian abortus di Kabupaten Tuban.  
Edukasi Anemia dan Pembuatan Camilan Berbahan Pangan Hasil Laut Sebagai Makanan Sumber Zat Besi Lilia Faridatul Fauziah; Nikita Welandha Prasiwi; Devina Dwi Putri Samawa; Ferra Yuliana Agustin; Ishatul Ilmiyah; Sefany Meisa Eka Nurmala; Diana Nursyafiqa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 3 No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i2.251

Abstract

Anemia adalah masalah kesehatan yang terjadi di hampir seluruh negara di dunia, terutama di negara berkembang. Prevalensi anemia pada wanita usia 15-49 tahun di dunia mencapai 30.7% dan remaja putri termasuk dalam kelompok usia tersebut. Kelompok usia tersebut beresiko mengalami anemia yang akan menimbulkan dampak lintas generasi dan mempengaruhi kesejahteraan hidup individu, kelompok (keluarga), bahkan suatu negara. Anemia yang dialami oleh remaja putri, biasanya merupakan anemia kekurangan zar besi atau yang disebut dengan Iron Deficiency Anemia (IDA), yang mana hal tersebut dapat diakibatkan karena beberapa hal seperti kurangnya asupan zat besi dari makanan sehari-hari, gangguan penyerapan zat besi, dan juga kehilangan darah yang berulang. Tidak terpenuhinya asupan zat besi harian pada kelompok-kelompok rentan seperti remaja putri ini dapat diakibatkan karena pemilihan makanan yang tidak mengandung zat besi itu sendiri dan hal ini seringkali terjadi di negara-negara berkembang. Terdapat beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan anemia, diantaranya adalah intervensi berbasis makanan juga pendidikan gizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari pengembangan produk berbahan udang untuk pembuatan produk makanan yang disebut dengan “Gilded Shrimp Potato Ball” untuk remaja dengan memanfaatkan udang yang merupakan bahan pangan lokal yang tinggi zat besi dan protein. Selain melakukan intervensi berbasis pangan melalui pengembangan produk dan demonstrasi, kegiatan ini memberikan edukasi tentang anemia itu sendiri untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang anemia.
Peningkatan Pengetahuan Gizi Seimbang melalui Media Lagu "Isi Piringku" sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Anak Usia Dini Nikita Welandha Prasiwi; Lilia Faridatul Fauziyah; Alifia Zahra Ignesa; Eolia A’bidaArgianty; Muti Nuraliya; Novita Sukma Masruroh; Sofiatun Fanisa; M. Yusril Maulidi
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/xxmam006

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan sejak usia dini melalui peningkatan pengetahuan mengenai gizi seimbang. Anak usia dini memerlukan media edukasi yang menarik dan sesuai dengan karakteristik perkembangannya agar pesan kesehatan dapat diterima secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan anak mengenai gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting melalui media lagu "Isi Piringku". Metode yang digunakan adalah service learning dengan tahapan identifikasi masalah, persiapan media edukasi, pelaksanaan edukasi, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah anak kelompok bermain di TK Harum Desa Prunggahan Kulon. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran antropometri berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur serta penilaian pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test melalui kegiatan mengelompokkan gambar makanan sesuai konsep "Isi Piringku". Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki status gizi lebih dan obesitas berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi yang ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah anak yang mampu mengelompokkan makanan sesuai konsep gizi seimbang pada saat post-test dibandingkan pre-test. Penggunaan media lagu juga meningkatkan antusiasme dan partisipasi anak selama proses pembelajaran. Kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa media lagu "Isi Piringku" merupakan media edukasi yang menarik, mudah diterapkan, dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi seimbang pada anak usia dini sehingga berpotensi mendukung upaya promotif pencegahan stunting di lingkungan pendidikan anak usia dini