Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Anemia dan Deteksi Dini dengan Pemeriksaan Hemoglobin pada Remaja Putri di Kabupaten Tuban Basuki, Hyan Oktodia; Suhartono; Pitaloka, Dyah; Faizah, Hanim Nur; Prasiwi, Nikita Welandha; Azizah, Nurul
Bhakti Patrika Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2025.1232

Abstract

Pendahuluan: Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi terkena anemia karena menstruasi bulanan dan peningkatan kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan. Kondisi ini dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik dan kognitif, prestasi sekolah, dan kualitas hidup. Pencegahan dan deteksi dini anemia pada remaja putri sangatlah penting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan anemia dan melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Metode: Metode yang digunakan meliputi penyuluhan mengenai tanda, dampak, dan pencegahan anemia, serta pemeriksaan kadar Hb untuk mengidentifikasi siswi MTS Muhammadiyah 2 Palang dan MTS Palang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, yang mengalami anemia. Metode yang digunakan antara lain penyuluhan tentang tanda, dampak, dan cara pencegahan anemia, serta pemeriksaan Hb untuk mengidentifikasi siswi yang mengalami anemia. Hasil: Hasil dari Program kesehatan masyarakat di MTs Muhammadiyah 2 Palang dan MTs Hidayatush Shibyan Palang telah secara signifikan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku siswa terhadap pengobatan anemia. Melalui pendidikan yang terstruktur dan interaktif, para siswa memahami pentingnya makan sehat, gaya hidup sehat, dan konsumsi tablet tambah darah sebagai metode pencegahan. Kesimpulan: Kegiatan ini juga menemukan bahwa pendidikan kesehatan di lingkungan sekolah dapat efektif dalam mencegah anemia di kalangan siswa, yang mengindikasikan perlunya program yang komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan. Kombinasi antara pendidikan, promosi kesehatan, dan pemeriksaan kadar hemoglobin merupakan strategi yang efektif untuk mencegah dan mengobati anemia pada siswa.
Edukasi Gizi Seimbang Berbasis Isi Piringku sebagai Upaya Pencegahan Dampak Lanjutan Stunting pada Anak Sekolah Dasar Prasiwi, Nikita Welandha; Dian Ayu Ainun Nafies; Farah Aeny Syahirah; Mei Wulandari; Nadia Aulia; Selly Rahma Azmi Munir; Siti Aisatul Fitria; Violyna Sere Nakahaya
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/f12p2s36

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak panjang pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif. Meskipun stunting terjadi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan, dampak lanjutannya masih ditemukan pada usia sekolah dasar yang juga rentan terhadap beban gizi ganda. Kegiatan pengabdian massyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai stunting dan penerapan gizi seimbang melalui konsep “Isi Piringku”. Kegiatan dilaksanakan di SDN Gedongombo V, Kabupaten Tuban, dengan sasaran 23 siswa kelas 1. Metode yang digunakan meliputi pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan), edukasi gizi interaktif menggunakan media visual, permainan puzzle “Isi Piringku”, serta komik edukasi. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki status gizi normal, namun ditemukan fenomena beban gizi ganda berupa adanya kasus gizi kurang (4,3%) dan gizi lebih (26%). Edukasi interaktif terbukti efektif meningkatkan antusiasme dan pemahaman siswa dalam menyusun komposisi makan sehat. Simpulan dari kegiatan ini adalah intervensi edukasi berbasis sekolah dengan media permainan interaktif mampu memperkuat literassi gizi siswa. Disarankan bagi pihak sekolah dan orang tua untuk melakukan pendampingan pola makan secara berkelanjutan dan skrining gizi berkala guna mencegah masalah gizi ganda pada anak.
Karakteristik Sensoris Roti Tawar Substitusi Tepung Kacang Hijau sebagai Pengembangan Formulasi Snack Balita Stunting Prasiwi, Nikita Welandha; Runingsari, Tysa; Indriyani, Wahyu Rita
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/wcbztc74

Abstract

Stunting merupakan manifestasi malnutrisi kronis pada balita yang memerlukan intervensi gizi melalui penyediaan makanan tambahan padat gizi berbasis bahan pangan lokal. Kacang hijau (Vigna radiata) memiliki potensi sebagai sumber protein nabati dan mineral esensial yang tinggi, namun substitusinya dalam matriks roti tawar dapat memengaruhi karakteristik sensoris yang menentukan tingkat akseptabilitas konsumen. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi substitusi tepung kacang hijau terhadap karakteristik sensoris (warna, aroma, rasa, dan tekstur) roti tawar sebagai langkah awal pengembangan formulasi snack bagi balita stunting. Melalui studi eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal, penelitian ini menguji empat taraf perlakuan: P0 (0%), P1 (10%), P2 (20%), dan P3 (30%). Uji organoleptik dilakukan dengan metode uji hedonik (skala 1-5) yang melibatkan 30 panelis agak terlatih, dengan analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji lanjut Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan (p < 0,05) dari substitusi tepung kacang hijau terhadap seluruh atribut sensoris. Peningkatan konsentrasi tepung kacang hijau secara linear menyebabkan penurunan tingkat kesukaan panelis terhadap warna yang semakin gelap, aroma langu yang lebih kuat, dominasi rasa kacang, serta tekstur roti yang menjadi kurang empuk atau bantat. Meskipun demikian, perlakuan P1 (25%) teridentifikasi sebagai formulasi terbaik yang paling dapat diterima secara sensoris oleh panelis, sehingga sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai camilan padat gizi bagi balita stunting dengan tetap memperhatikan optimasi pengolahan untuk mempertahankan kualitas fisikokimia produk.
Analisis Hubungan Malnutrisi, Usia Ibu, Dan Riwayat Kehamilan Terhadap Kejadian Abortus Di Puskesmas Kabupaten Tuban Ilmiatus Qoyimah; Nurus Safaah; Dwi Kurnia Purnama Sari; Nikita Welandha Prasiwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.436

Abstract

Abortus merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang masih menjadi tantangan signifikan dalam upaya peningkatan kesehatan ibu. Berbagai faktor, termasuk status gizi, usia ibu, dan riwayat obstetri, diketahui berkontribusi terhadap meningkatnya risiko abortus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan malnutrisi, usia ibu, dan riwayat kehamilan dengan kejadian abortus pada ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di seluruh wilayah kerja puskesmas se-Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari seluruh ibu hamil yang tercatat dalam pelayanan kesehatan, dengan sampel ditentukan melalui teknik simple random sampling. Data diperoleh dari rekam medis, yang mencakup variabel status gizi (IMT, KEK, dan anemia), usia reproduktif, riwayat kehamilan, serta kejadian abortus. Analisis statistik menggunakan uji koefisien kontingensi dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa malnutrisi memiliki hubungan signifikan dengan kejadian abortus, baik berdasarkan indikator IMT (p = 0,000), status KEK (p = 0,004), maupun anemia (p = 0,000). Selain itu, variabel usia ibu dan riwayat kehamilan juga terbukti berkorelasi secara signifikan dengan abortus. Temuan ini memperkuat bahwa status gizi yang tidak optimal, ditambah faktor risiko kehamilan seperti usia berisiko dan riwayat abortus sebelumnya, meningkatkan probabilitas terjadinya abortus. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi gizi prakonsepsi, edukasi kesehatan reproduksi, serta pemantauan kehamilan intensif sebagai strategi preventif untuk menurunkan angka kejadian abortus di Kabupaten Tuban.  
Edukasi Anemia dan Pembuatan Camilan Berbahan Pangan Hasil Laut Sebagai Makanan Sumber Zat Besi Lilia Faridatul Fauziah; Nikita Welandha Prasiwi; Devina Dwi Putri Samawa; Ferra Yuliana Agustin; Ishatul Ilmiyah; Sefany Meisa Eka Nurmala; Diana Nursyafiqa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 3 No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i2.251

Abstract

Anemia adalah masalah kesehatan yang terjadi di hampir seluruh negara di dunia, terutama di negara berkembang. Prevalensi anemia pada wanita usia 15-49 tahun di dunia mencapai 30.7% dan remaja putri termasuk dalam kelompok usia tersebut. Kelompok usia tersebut beresiko mengalami anemia yang akan menimbulkan dampak lintas generasi dan mempengaruhi kesejahteraan hidup individu, kelompok (keluarga), bahkan suatu negara. Anemia yang dialami oleh remaja putri, biasanya merupakan anemia kekurangan zar besi atau yang disebut dengan Iron Deficiency Anemia (IDA), yang mana hal tersebut dapat diakibatkan karena beberapa hal seperti kurangnya asupan zat besi dari makanan sehari-hari, gangguan penyerapan zat besi, dan juga kehilangan darah yang berulang. Tidak terpenuhinya asupan zat besi harian pada kelompok-kelompok rentan seperti remaja putri ini dapat diakibatkan karena pemilihan makanan yang tidak mengandung zat besi itu sendiri dan hal ini seringkali terjadi di negara-negara berkembang. Terdapat beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan anemia, diantaranya adalah intervensi berbasis makanan juga pendidikan gizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari pengembangan produk berbahan udang untuk pembuatan produk makanan yang disebut dengan “Gilded Shrimp Potato Ball” untuk remaja dengan memanfaatkan udang yang merupakan bahan pangan lokal yang tinggi zat besi dan protein. Selain melakukan intervensi berbasis pangan melalui pengembangan produk dan demonstrasi, kegiatan ini memberikan edukasi tentang anemia itu sendiri untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang anemia.