Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrotech

PENGARUH BERBAGAI MEDIA TANAM HIDROPONIK SISTEM WICK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae var. alboglabra) Purba, Mitalia Purba; Laksono, Rommy Andhika; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Agrotech Vol 13 No 2 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i2.141

Abstract

Budidaya tanaman kailan dengan hidroponik sistem wick perlu memperhatikan penggunaan media tanam yang tepat agar mendapatkan hasil produksi tanaman yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis media tanam terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) pada hidroponik sistem wick. Penelitian ini dilakukan Green House Taiwan Technical Mission (TTM) Karang Pawitan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada bulan Oktober sampai Desember 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 7 perlakuan dalam 4 ulangan yaitu M0 (Kontrol), M1 (Arang Sekam), M2 (Akar Pakis), M3 (Hidroton), M4 (Arang Sekam + Akar Pakis), M5 (Arang Sekam + Hidroton), M6 (Akar Pakis + Hidroton). Hasil percobaan menunjukkan bahwa jenis media tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun umur 42 hst (10,99 helai), panjang akar (34,08 cm), luas daun (398,04 cm²), bobot segar tanaman dengan akar (30,74 gram) dan bobot segar tanaman tanpa akar (24,03 gram) terhadap tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) pada hidroponik sistem wick.
PENGARUH PROPORSI JUMLAH TANAMAN PADA SISTEM TUMPANGSARI KUBIS BUNGA (Brassica oleracea L var. PM 126) DAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L var. Vima 1) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL Patriot Hukama, Mohammad Arief Mu'min; Supriadi, Devie Rienzani; Sugiono, Darso; Agustini, Rika Yayu
Jurnal Agrotech Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.151

Abstract

Tumpangsari adalah salah satu cara untuk meningkatkan hasil dan produktivitas lahan dengan menanam dua jenis tanaman atau lebih, pengaturan proporsi tanaman yang optimal dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan hasil produksi pada kedua tanaman tesebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi jumlah tanaman terbaik pada sistem tumpangsari kubis bunga dan kacang hijau terhadap pertumbuhan dan hasil, serta menentukan Nilai Kesetaraan Lahan (NKL). Penelitian ini dilakukan di Lahan Sawah, di Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, pada bulan Desember 2022 – Maret 2023. Penelitian ini menggunakan metode eskperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktor tunggal, dengan 5 ulangan dan 5 perlakuan, K1 = 100% kubis bungan, K2 = 25% kubis bunga + 75% kacang hijau, K3 = 50% kubis bunga + 50% kacang hijau, K4 = 75% kubis bunga + 25% kacang hijau, K5 = 100% kacang hijau. Data dianalisis secara stastitik menggunakan ANOVA uji F taraf 5% dan uji lanjut menggunakan uji lanjut Least Significant Difference (LSD) pada taraf 5%. Proporsi tanaman yang terbaik adalah perlakuan K4 (75% kubis bunga + 25% kacang hijau), menunjukan Nilai Kesetaraan Lahan (NKL) terbesar yaitu 1,041
PENGARUH BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L.) TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI BAP (Benzyl Amino Purine) DI DATARAN RENDAH KABUPATEN KARAWANG Maulana, Faishal; Elia Azizah; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Agrotech Vol 14 No 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i2.171

Abstract

Produktivitas bawang merah (Allium Ascalonicum L.) di dataran rendah Kabupaten Karawang terhitung rendah yang disebabkan oleh permasalahan budidaya akibat faktor abiotik dan biotik sehingga menghambat pertumbuhan bawang merah pada fase vegetatif. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi pemberian BAP (Benzyl Amino Purine) yang tepat terhadap pertumbuhan vegetatif beberapa varietas bawang merah di dataran rendah Kabupaten Karawang. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Lahan Baru Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang, yang terletak di Desa Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.Waktu penelitian dilakukan selama 4 bulan, dimulai sejak bulan Februari – Mei 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan lingkungan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah varietas (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu Bauji (m1), Batu (m2) dan Maja (m3). Faktor kedua konsentrasi BAP (B), yang terdiri dari 4 taraf 0 ppm (b0), 25 ppm (b1), 50 ppm (b2) dan 75 ppm (b3). Total perlakuan sebanyak 12 yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Satu unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Kemudian di uji lanjut menggunakan Duncan multiple range test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi pemberian berbagai konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap beberapa varietas bawang merah (Allium Ascalonicum L.), namun terdapat pengaruh faktor mandiri varietas. Tidak terdapat konsentrasi pemberian BAP (Benzyl Amino Purine) terbaik, namun terdapat varietas dengan respon tertinggi yaitu bawang merah varietas Batu.
UJI PROPORSI POPULASI TANAMAN PADA TUMPANGSARI KUBIS BUNGA (Brassica oleracea L var. PM 126) DAN KACANG TANAH (Archis hypogaea var. Kancil) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL Pasha Rizki Faturrahman, Pasha; Supriadi, Devie Rienzani; Sugiono, Darso
Jurnal Agrotech Vol 15 No 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intercropping is a cropping pattern involving more than one crop grown simultaneously on the same area of land during a certain planting period. The proportion of plants is a composition of the number of plants on one land area with an adjusted planting distance. This study aims to determine plant growth and the best proportion of the number of plants based on the value of intercropping evaluation parameters in flower cabbage (Brassica oleracea L var. PM 126) and peanut (Arachis hypogaea var. Kancil). The research was conducted at the Experimental Field, Telukjambe Village, East Telukjambe Sub-district, Karawang Regency starting in January 2023 until April 2023. The research used an experimental method of single-factor Randomised Group Design (RAK) environmental design, with 5 replications, K1 = 100% flower cabbage (control), K2 = 25% flower cabbage and 75% peanut, K3 = 50% flower cabbage and 50% peanut, K4 = 75% flower cabbage and 25% peanut, K5 = 100% peanut (control). Data were statistically analysed with the F table test at 5% and the Least Significant Difference (BNT) test at the 5% level. The best proportion is treatment K4 = 75% flower cabbage and 25% peanuts by producing a Land Equivalency Value (NKL) of 1.13.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SELADA (Lactuca sativa L.) DATARAN RENDAH KABUPATEN KARAWANG MELALUI SISTEM VERTIKULTUR Pitaloka, Anggi; Bastaman Syah; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Agrotech Vol 15 No 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selada merupakan salah satu sayuran yang paling banyak dikonsumsi dan menjadi salah satu komoditas penting karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi di daerah dataran rendah Karawang melalui sistem vertikultur. Penelitian dilakukan di Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang pada bulan Mei – Agustus 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor Tunggal yang terdiri dari 6 perlakuan varietas tanaman selada dataran rendah dengan 4 ulangan, yaitu A (Grand Rapids), B (Batavia Maritima), C (Kriebo), D (Batavia Brava), E (Batavia Caipira) dan F (Arista). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan jika uji F taraf 5% Signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pertumbuhan dan hasil beberapa varietas selada terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, panjang akar, bobot segar per tanaman dan bobot segar per talang. Perlakuan E (Batavia Caipira) menghasilkan tinggi tanaman (14.94 cm), jumlah daun (16.40 helai), diameter batang (5.56 mm), luas daun (1065.90 cm2), panjang akar (16.13 cm), bobot segar per tanaman (57.36 gram) dan bobot segar per talang (510.13 gram).
UJI PROPORSI POPULASI TANAMAN PADA TUMPANGSARI KUBIS BUNGA (Brassica oleracea L var. PM 126) DAN KACANG TANAH (Archis hypogaea var. Kancil) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL Pasha Rizki Faturrahman, Pasha; Supriadi, Devie Rienzani; Sugiono, Darso
Jurnal Agrotech Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intercropping is a cropping pattern involving more than one crop grown simultaneously on the same area of land during a certain planting period. The proportion of plants is a composition of the number of plants on one land area with an adjusted planting distance. This study aims to determine plant growth and the best proportion of the number of plants based on the value of intercropping evaluation parameters in flower cabbage (Brassica oleracea L var. PM 126) and peanut (Arachis hypogaea var. Kancil). The research was conducted at the Experimental Field, Telukjambe Village, East Telukjambe Sub-district, Karawang Regency starting in January 2023 until April 2023. The research used an experimental method of single-factor Randomised Group Design (RAK) environmental design, with 5 replications, K1 = 100% flower cabbage (control), K2 = 25% flower cabbage and 75% peanut, K3 = 50% flower cabbage and 50% peanut, K4 = 75% flower cabbage and 25% peanut, K5 = 100% peanut (control). Data were statistically analysed with the F table test at 5% and the Least Significant Difference (BNT) test at the 5% level. The best proportion is treatment K4 = 75% flower cabbage and 25% peanuts by producing a Land Equivalency Value (NKL) of 1.13.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SELADA (Lactuca sativa L.) DATARAN RENDAH KABUPATEN KARAWANG MELALUI SISTEM VERTIKULTUR Pitaloka, Anggi; Bastaman Syah; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Agrotech Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v15i1.207

Abstract

Selada merupakan salah satu sayuran yang paling banyak dikonsumsi dan menjadi salah satu komoditas penting karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi di daerah dataran rendah Karawang melalui sistem vertikultur. Penelitian dilakukan di Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang pada bulan Mei – Agustus 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor Tunggal yang terdiri dari 6 perlakuan varietas tanaman selada dataran rendah dengan 4 ulangan, yaitu A (Grand Rapids), B (Batavia Maritima), C (Kriebo), D (Batavia Brava), E (Batavia Caipira) dan F (Arista). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan jika uji F taraf 5% Signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pertumbuhan dan hasil beberapa varietas selada terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, panjang akar, bobot segar per tanaman dan bobot segar per talang. Perlakuan E (Batavia Caipira) menghasilkan tinggi tanaman (14.94 cm), jumlah daun (16.40 helai), diameter batang (5.56 mm), luas daun (1065.90 cm2), panjang akar (16.13 cm), bobot segar per tanaman (57.36 gram) dan bobot segar per talang (510.13 gram).
PENGARUH BERBAGAI MEDIA TANAM HIDROPONIK SISTEM WICK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae var. alboglabra) Purba, Mitalia Purba; Laksono, Rommy Andhika; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Agrotech Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i2.141

Abstract

Budidaya tanaman kailan dengan hidroponik sistem wick perlu memperhatikan penggunaan media tanam yang tepat agar mendapatkan hasil produksi tanaman yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis media tanam terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) pada hidroponik sistem wick. Penelitian ini dilakukan Green House Taiwan Technical Mission (TTM) Karang Pawitan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada bulan Oktober sampai Desember 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 7 perlakuan dalam 4 ulangan yaitu M0 (Kontrol), M1 (Arang Sekam), M2 (Akar Pakis), M3 (Hidroton), M4 (Arang Sekam + Akar Pakis), M5 (Arang Sekam + Hidroton), M6 (Akar Pakis + Hidroton). Hasil percobaan menunjukkan bahwa jenis media tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun umur 42 hst (10,99 helai), panjang akar (34,08 cm), luas daun (398,04 cm²), bobot segar tanaman dengan akar (30,74 gram) dan bobot segar tanaman tanpa akar (24,03 gram) terhadap tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) pada hidroponik sistem wick.
PENGARUH PROPORSI JUMLAH TANAMAN PADA SISTEM TUMPANGSARI KUBIS BUNGA (Brassica oleracea L var. PM 126) DAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L var. Vima 1) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL Patriot Hukama, Mohammad Arief Mu'min; Supriadi, Devie Rienzani; Sugiono, Darso; Agustini, Rika Yayu
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.151

Abstract

Tumpangsari adalah salah satu cara untuk meningkatkan hasil dan produktivitas lahan dengan menanam dua jenis tanaman atau lebih, pengaturan proporsi tanaman yang optimal dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan hasil produksi pada kedua tanaman tesebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi jumlah tanaman terbaik pada sistem tumpangsari kubis bunga dan kacang hijau terhadap pertumbuhan dan hasil, serta menentukan Nilai Kesetaraan Lahan (NKL). Penelitian ini dilakukan di Lahan Sawah, di Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, pada bulan Desember 2022 – Maret 2023. Penelitian ini menggunakan metode eskperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktor tunggal, dengan 5 ulangan dan 5 perlakuan, K1 = 100% kubis bungan, K2 = 25% kubis bunga + 75% kacang hijau, K3 = 50% kubis bunga + 50% kacang hijau, K4 = 75% kubis bunga + 25% kacang hijau, K5 = 100% kacang hijau. Data dianalisis secara stastitik menggunakan ANOVA uji F taraf 5% dan uji lanjut menggunakan uji lanjut Least Significant Difference (LSD) pada taraf 5%. Proporsi tanaman yang terbaik adalah perlakuan K4 (75% kubis bunga + 25% kacang hijau), menunjukan Nilai Kesetaraan Lahan (NKL) terbesar yaitu 1,041
PENGARUH BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L.) TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI BAP (Benzyl Amino Purine) DI DATARAN RENDAH KABUPATEN KARAWANG Maulana, Faishal; Elia Azizah; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i2.171

Abstract

Produktivitas bawang merah (Allium Ascalonicum L.) di dataran rendah Kabupaten Karawang terhitung rendah yang disebabkan oleh permasalahan budidaya akibat faktor abiotik dan biotik sehingga menghambat pertumbuhan bawang merah pada fase vegetatif. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi pemberian BAP (Benzyl Amino Purine) yang tepat terhadap pertumbuhan vegetatif beberapa varietas bawang merah di dataran rendah Kabupaten Karawang. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Lahan Baru Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang, yang terletak di Desa Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.Waktu penelitian dilakukan selama 4 bulan, dimulai sejak bulan Februari – Mei 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan lingkungan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah varietas (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu Bauji (m1), Batu (m2) dan Maja (m3). Faktor kedua konsentrasi BAP (B), yang terdiri dari 4 taraf 0 ppm (b0), 25 ppm (b1), 50 ppm (b2) dan 75 ppm (b3). Total perlakuan sebanyak 12 yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Satu unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Kemudian di uji lanjut menggunakan Duncan multiple range test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi pemberian berbagai konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap beberapa varietas bawang merah (Allium Ascalonicum L.), namun terdapat pengaruh faktor mandiri varietas. Tidak terdapat konsentrasi pemberian BAP (Benzyl Amino Purine) terbaik, namun terdapat varietas dengan respon tertinggi yaitu bawang merah varietas Batu.