Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Berkemih Dengan Kejadian Overactive Bladder (OAB) Pada PerawatWanita Di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram Nia Firdianty Dwiatmojo; Kadek Mega Mutiara Sari Putri; Agus Putradana; Eva Marvia; Alwan Wijaya
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/12tvm319

Abstract

Introduction: Overactive Bladder (OAB) is a chronic clinical syndrome associated with symptomatic urgency without urinary incontinence, urinary tract infection, or other pathological conditions. Psychological factors such as stress, depression, and anxiety can trigger OAB. OAB is more common in women than men. Nurses, especially women, are more likely to experience OAB due to poor working conditions and urinary habits. The Stress and psychological burden felt by female nurses at work is significantly related to the incidence of OAB. Objective: he research design used in this study was correlation analysis with a cross-sectional design. The population in this study were all female nurses at Bhayangkara Hospital in MataraMethod: This study is a descriptive correlational study, with a cross-sectional approach. The sampling technique is total sampling with a sample size of 50 nurses. Result: The results showed that out of 50 respondents, 32 respondents did not have OAB. This can be seen from the urinary habits of the 32 respondents who were quite good. Statistical test results from Spearman correlation obtained a significant number or Sig (2-Tailed) value of 0.644 which means <0.05. Conclusion: there was no significant correlation between urinary habits with the incidence of OAB among female nurses at Bhayangkara Hospital, Mataram.
PENGARUH SENAM DIABETES TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAHPADA PENDERITA DIABETES MILITUS TIPE 2DI PUSKESMAS TANJUNG KARANGTAHUN 2024 Agus Putradana; Dina Fithriana; Nia Firdiyanti; Eva Marvia; Antoni Eka Fajar Maulana
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/rxhf6154

Abstract

LatarBelakang : Diabetes Militus (DM) Adalah penyakit gangguan metabolik menahun akibat pangkreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang di produksi secarab efektif, akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah atau hiperglikemia.Komplikasi Dm tipe II dapat di cegah dengan senam Diabetes yang dapat menurunkan kadar gula darah melalui gerakan ritmik otot, sendi dan vaskuler sehingga secara langsung dapat menurunkan glukosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam diabetes terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderita diabetes militus tipe II. Metodologi Penelitian : Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian metode quasi eksperimental dengan pendekatan disain one group pre-post tes design. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Pasien diabetes tipe II sebayak 40 responden di Puskesmas Tanjung Karang. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling.Analisa data yg di gunakan Uji paired t-tes didapatkan nilai p =0,001 (p < 0,05). Hasil: Hail dari penelitian ini terdapat perbedaan kadar gula darah acak sebelum dan sesudah melakukan kegiatan senam diabetes . dengan rata rata kadar gula darah puasa minimal 177,50 mg/dl dan setelah senam 151,67.Dari hasil analisis uji statisyik di peroleh p value = 0.000 yang berarti Ha di terima yang menunjukkan ada pengaruh senam diabetes terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderida diabetes tipe II di Puskesmas Tanjung Karang Kesimpulan: Salah satu Penatalaksanaan senam diabetes tipe II yaitu aktifitas fisik .Dalam hal ini senam diabetes dapat di  jadikan salah satu aktifitas fisik bagi penderita diabetes millitus tipe II agar kadar gula darah mengalami perubahan  penurunan
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN APLIKASI SELF MANAGEMENT TERHADAP PEMANTAUAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI KOTA MATARAM TAHUN 2024 Dina Fithriana; Nia Firdiyanti DA; Agus Putradana; Eva Marvia; Antoni Eka FM; Ageng Abdi Putra
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/3twh8w76

Abstract

LatarBelakang : Diabetes Melitus adalah kondisi kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah karena kurangnya produksi insulin oleh pankreas atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin yang dihasilkan dengan benar. Diabetes Melitus saat ini menjadisalah satu ancaman kesehatan global yang telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Menurut World Health Organization (WHO) menyatakan terdapat 246 juta penduduk dunia menderita DM. Pasien dengan diabetes memerlukan manajemen penatalaksanaan dan pemantauanglukosa yang berkelanjutan menjadi sangat penting dan kepatuhan pengobatan pada tahap awal diabetes dapat memaksimalkan efektivitas farmakoterapi serta meminimalkan kemungkinan berkembangnya komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Metodologi Penelitian : Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian metode quasi eksperimental dengan pendekatan disain one group pre-post tes design. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Pasien diabetes tipe II sebayak 40 responden di Wilayah Kota Mataram. Teknik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Analisa data yg di gunakan Uji paired t-tes didapatkan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Hasil: Hasill dari penelitian ini terdapat perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi mySugr. dengan rata rata kadar gula darah puasa awal 207,35 mg/dl dan setelah menggunakan aplikasi rata-rata 188,8. Dari hasil analisis uji statistik di peroleh p value = 0.000 yang berarti Ha di terima yang menunjukkan penggunaan aplikasi self management efektif dalam pemantauan kadar gula darah. Kesimpulan: Penggunaan aplikasi self management (mySugr) efektif membantu pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dalam memantau kadar gula darah.
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP WAKTU PULIH SADAR PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN ANESTESI UMUM  DI RECOVERY ROOM RSUD AWET MUDA NARMADA Dwiatmojo, Nia Firdianty; Eka Fajar Maulana, Antoni; Putradana, Agus; Suhartiningsih
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/29agy739

Abstract

Pendahuluan: Mobilisasi dini yaitu proses aktivitas yang dilakukan setelah operasi dimulai dari latihan ringan diatas tempat tidur sampai dengan bisa turun dari tempat tidur, berjalan ke kamar mandi dan berjalan ke luar kamar. Masalah  yang sering dihadapi terkait mobilisasi dini pada pasien pasca operasi keterbatasan fisik dan keterbatasan pada tim medis. Tujuan: mengetahui  adanya pengaruh mobilisasi dini terhadap waktu pulih sadar pada pasien post operasi dengan anestesi umum. Metode: penelitian ini menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan tehnik purvosive sampling semua pasien post operasi dengan anestesi umum di Recoveryy sampel dalam penelitian ini yang dimana 10 kelompok perlakuan dan 10 kelompok kontrol sampel sebanyak penelitian kuantitatif yang menggunakan desain Quasi Eksperimental. Hasil: Terdapat 20 responden 10 responden kelompok perlakuan dengan hasil rata-rata waktu pulih 30-40 menit setelah diberikan mobilisasi sedangkan 10  kelompok kontrol  dengan waktu pulih 10-20 menit. Analisa data menujukan hasil dengan nilia p = volue 0,10 yang dimana nilai p = value (< 0,05). Kesimpulan: Tidak ada Pengaruh mobilisasi dini terhadap waktu pulih sadar pada pasien post operasi dengan anestesi umum di Recovery Room Di RSUD Awet Muda Nermada Lombok Barat.
Pengaruh Terapi Akupresure Terhadap Intensitas Nyeri Akut  Pada Pasien Gastritis Di Puskesmas Montong Betok  Kabupaten Lombok Timur Fadila, Jihan; Putradana, Agus; Astuti, Febriati; Cahyono, Wahyu; Sepriana, Citra
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/knsq3s05

Abstract

Pendahuluan: Nyeri akut adalah nyeri yang terjadi setelah cedera akut, dengan intensitas yang bervariasi (ringan sampai berat) dan berlangsung dari beberapa detik hingga 6 bulan. Pengobatan nonfarmakologis pada pasien yang mengalami nyeri akut akibat gastritis salah satunya dengan cara terapi akupresure. Terapi akupresure diartikan sebagai menekan titik-titik penyembuhan menggunakan jari secara bertahap yang merangsang kemampuan tubuh untuk penyembuhan diri secara alami. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi akupresure terhadap intensitas nyeri akut pada pasien gastritis Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental design one grup pre-test post-test. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 23 responden didapakan dengan tehnik total sampling. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi Numeric Rating Scale (NRS) dan teknik analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian sebelum diberikan terapi akupresure di dapatkan 17 responden (73,9%) skala nyeri ringan dan 6 responden (26,1%) skala nyeri sedang. Setelah diberikan terapi akupresure di dapatkan hasil 10 respoenden (43,47%) tidak mengalami nyeri, dan 13 responden (56,53%) masih mengalami skala nyeri ringan, namun dengan intensitas yang lebih rendah. Uji statistik Wilcoxon menunjukan adanya pengaruh yang signifikan dengan nilai p = 0,000<0,05 yang berarti terapi akupresure dapat mengurangi nyeri gastritis Kesimpulan: Ada pengaruh terapi akupresure terhadap intensitas nyeri akut pada pasien gastritis di Puskesmas Montong Betok Kabupaten Lombok Timur.