Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Berkemih Dengan Kejadian Overactive Bladder (OAB) Pada PerawatWanita Di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram Nia Firdianty Dwiatmojo; Kadek Mega Mutiara Sari Putri; Agus Putradana; Eva Marvia; Alwan Wijaya
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/12tvm319

Abstract

Introduction: Overactive Bladder (OAB) is a chronic clinical syndrome associated with symptomatic urgency without urinary incontinence, urinary tract infection, or other pathological conditions. Psychological factors such as stress, depression, and anxiety can trigger OAB. OAB is more common in women than men. Nurses, especially women, are more likely to experience OAB due to poor working conditions and urinary habits. The Stress and psychological burden felt by female nurses at work is significantly related to the incidence of OAB. Objective: he research design used in this study was correlation analysis with a cross-sectional design. The population in this study were all female nurses at Bhayangkara Hospital in MataraMethod: This study is a descriptive correlational study, with a cross-sectional approach. The sampling technique is total sampling with a sample size of 50 nurses. Result: The results showed that out of 50 respondents, 32 respondents did not have OAB. This can be seen from the urinary habits of the 32 respondents who were quite good. Statistical test results from Spearman correlation obtained a significant number or Sig (2-Tailed) value of 0.644 which means <0.05. Conclusion: there was no significant correlation between urinary habits with the incidence of OAB among female nurses at Bhayangkara Hospital, Mataram.
PENGARUH SENAM DIABETES TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAHPADA PENDERITA DIABETES MILITUS TIPE 2DI PUSKESMAS TANJUNG KARANGTAHUN 2024 Agus Putradana; Dina Fithriana; Nia Firdiyanti; Eva Marvia; Antoni Eka Fajar Maulana
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/rxhf6154

Abstract

LatarBelakang : Diabetes Militus (DM) Adalah penyakit gangguan metabolik menahun akibat pangkreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang di produksi secarab efektif, akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah atau hiperglikemia.Komplikasi Dm tipe II dapat di cegah dengan senam Diabetes yang dapat menurunkan kadar gula darah melalui gerakan ritmik otot, sendi dan vaskuler sehingga secara langsung dapat menurunkan glukosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam diabetes terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderita diabetes militus tipe II. Metodologi Penelitian : Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian metode quasi eksperimental dengan pendekatan disain one group pre-post tes design. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Pasien diabetes tipe II sebayak 40 responden di Puskesmas Tanjung Karang. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling.Analisa data yg di gunakan Uji paired t-tes didapatkan nilai p =0,001 (p < 0,05). Hasil: Hail dari penelitian ini terdapat perbedaan kadar gula darah acak sebelum dan sesudah melakukan kegiatan senam diabetes . dengan rata rata kadar gula darah puasa minimal 177,50 mg/dl dan setelah senam 151,67.Dari hasil analisis uji statisyik di peroleh p value = 0.000 yang berarti Ha di terima yang menunjukkan ada pengaruh senam diabetes terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderida diabetes tipe II di Puskesmas Tanjung Karang Kesimpulan: Salah satu Penatalaksanaan senam diabetes tipe II yaitu aktifitas fisik .Dalam hal ini senam diabetes dapat diĀ  jadikan salah satu aktifitas fisik bagi penderita diabetes millitus tipe II agar kadar gula darah mengalami perubahanĀ  penurunan
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN APLIKASI SELF MANAGEMENT TERHADAP PEMANTAUAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI KOTA MATARAM TAHUN 2024 Dina Fithriana; Nia Firdiyanti DA; Agus Putradana; Eva Marvia; Antoni Eka FM; Ageng Abdi Putra
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/3twh8w76

Abstract

LatarBelakang : Diabetes Melitus adalah kondisi kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah karena kurangnya produksi insulin oleh pankreas atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin yang dihasilkan dengan benar. Diabetes Melitus saat ini menjadisalah satu ancaman kesehatan global yang telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Menurut World Health Organization (WHO) menyatakan terdapat 246 juta penduduk dunia menderita DM. Pasien dengan diabetes memerlukan manajemen penatalaksanaan dan pemantauanglukosa yang berkelanjutan menjadi sangat penting dan kepatuhan pengobatan pada tahap awal diabetes dapat memaksimalkan efektivitas farmakoterapi serta meminimalkan kemungkinan berkembangnya komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Metodologi Penelitian : Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian metode quasi eksperimental dengan pendekatan disain one group pre-post tes design. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Pasien diabetes tipe II sebayak 40 responden di Wilayah Kota Mataram. Teknik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Analisa data yg di gunakan Uji paired t-tes didapatkan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Hasil: Hasill dari penelitian ini terdapat perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi mySugr. dengan rata rata kadar gula darah puasa awal 207,35 mg/dl dan setelah menggunakan aplikasi rata-rata 188,8. Dari hasil analisis uji statistik di peroleh p value = 0.000 yang berarti Ha di terima yang menunjukkan penggunaan aplikasi self management efektif dalam pemantauan kadar gula darah. Kesimpulan: Penggunaan aplikasi self management (mySugr) efektif membantu pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dalam memantau kadar gula darah.