Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Effect of Complementary Interventions on Reducing Blood Pressure in Dual Role Women Suffering from Hypertension Septianingtyas, Maya Cobalt Angio; Juwariyah, Siti; Jona, Resa Nirmala; Sovianti, Vivi
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5560

Abstract

Hypertension is a circulatory system that causes an increase in blood pressure above normal values with an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg. The study was conducted at the Bandarharjo Health Center. The purpose of this study was to determine the effect of complementary interventions on reducing blood pressure in dual role - women suffering from hypertension sufferers. This study was conducted on April 24 - May 10, 2024. This study used quasi-experimental research with a one-group pre-post-test design. The number of samples in this study was 66 respondents with a simple random sampling data collection technique. This study used an observation sheet measuring instrument containing the characteristics of the respondents and blood pressure. The data collection procedure begins with a pre-test by measuring the respondent's blood pressure, then the researcher provides intervention in the form of complementary foot massage and therapy classical music, and lemon aromatherapy in combination. At the end of the study, the researchers conducted a post test by measuring the respondents' blood pressure. Results: The statistical test of this study used the Wilcoxon Test with a significance level (<0.05). The results of the statistical test of this study obtained a p-value of 0.0001. Based on the results of the p-value in the post-test, it can be concluded that there is an effect of complementary interventions on reducing blood pressure in dual role - women suffering hypertension.
MANFAAT PROGRAM PHYTY DM (PHYSICAL ACTIVITY DIABETES MELITUS) UNTUK PENANGANAN KEGAWATAN PHYSICAL ACTIVITY PADA LANSIA DIABETES MELITUS Juwariyah, Siti; Resa Nirmala Jona; Maya Cobalt Angio Septianingtyas; Vivi Sovianti; Danny Putri Sulistyaningrum
Empowerment Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v5i1.1907

Abstract

Sebagian besar penderita diabetes pada lansia mengalami kerusakan saraf yaitu dengan gejala neuropati perifer, yang menyebabkan kesemutan, mati rasa, kelemahan sampai nyeri pada tangan dan kaki. Kegawatan dari gejala neuropati perifer tersebut mengakibatkan efek samping lebih berat pada lansia contohnya resiko jatuh. Pemberian terapi dengan obat-obatan digunakan untuk mengatasi masalah tersebut, tapi apabila pemberian secara berlebihan akan berdampak pada kondisi kesehatan lansia. Sehingga terapi non farmakologi dapat digunakan untuk mengatasi salah satu gejala neuropati tersebut. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terhadap permasalahan yang terjadi pada lansia dengan diabetes melitus khususnya mengenai kegawatan physical activity dengan program PHYTY DM. Metode pengabdian masyarakat ini melalui bebarapa tahapan untuk memastikan efektifitas program PHYTY DM dalam meningkatkan aktifitas fisik dan mencegah kegawatan padan lansia dengan diabetes melitus, tahapannya adalah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini bahwa nilai pengetahuan lansia dengan diabetes melitus  sebelum dilaksanakan pengetahuan di dapatkan bahwa kategori pengetahuan dengan nilai kurang ada 15 lansia, cukup 45 lansia dan baik 9 lansia. Sedangkan setelah dilaksanakan penyuluhan program PHYTY DM kategori pengetahuan dengan nilai kurang ada 7 lansia, cukup 23 lansia dan baik 13 lansia. Dari hasil tersebut dibuktikan bahwa ada peningkatan pengetahuan lansia dengan diabetes melitus  tentang program PHYTY DM. Kesimpulan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan lansia dengan diabetes melitus tentang program PHYTY DM. Rencana tindak lanjut untuk kegiatan ini adalah melaksanakn kerjasama dengan kader kesehatan untuk melakukan pembinaan, bimbingan dan pemantauan kepada lansia dengan diabetes melitus tentang program PHYTY DM
Pencegahan dan Penanganan Masalah Fisiologis dan Psikologis pada Lansia dengan Penyakit Kronis melalui Program Rasakasi Sovianti, Vivi; Juwariyah, Siti; Noviyanti, Laura Khattrine; Septianingtyas, Maya Cobalt Angio
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i3.6507

Abstract

Pemberian edukasi pada lansia hanya diberikan melalui program posyandu lansia dan bersifat individual sehingga pengetahuan dan pemahaman kesehatan lansia kurang, keterlibatan keluarga dan kader dalam pemenuhan edukasi lansia sangat penting dalam pencegahan dampak penyakit kronis. Salah satu program pelatihan yang dilakukan untuk mencegah hal tersebut adalah menggunakan program aplikasi digital sebagai ruang konsultasi keluarga lansia dan kader. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku terhadap pencegahan dan penanganan masalah fisiologis dan psikologis pada lansia dengan penyakit kronis. Metode yang digunakan melalui program aplikasi digital yaitu ruang konsultasi lansia dan kader, dalam aplikasi ini terdapat beberapa menu utama yaitu menu edukasasi masalah fisiologis, psikologis, dan skrining penyakit kronis, pengabdian ini dilakukan dengan 2 tahap. Responden pada kegiatan ini adalah lansia berjumlah 55, dan kader berjumlah 14. Hasil pengabdian masyarakat ini bahwa nilai pengetahuan dan pemahaman lansia dengan penyakit kronis sebelum dilakukan pengabdian didapatkan dari 55 lansia didapatkan 46 memiliki nilai pengetahuan dan pemahaman cukup baik, 9 lansia memiliki pengetahuan dan pemahan kurang, 7 kader memiliki pengetahuan dan pemahanan cukup baik, 7 kader memiliki pengetahuan dan pemahan kurang. Setelah pengabdian kepada masayarakat diberikan didapatkan nilai 50 lansia dan 12 kader dengan pengetahuan dan pemahan baik, dan 5 lansia dan 2 kader memiliki pengetahuan dan pemahaman cukup baik.
Analysis of Anxiety, Stress, Depression and Quality of Life Levels in Elderly Parents with Chronic Diseases Sovianti, Vivi; Yuliana, Endhah; Jihad, M. Nur Kharistna Al; Handayani, Prita Adisty
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.6823

Abstract

As the age increases, the elderly are more susceptible to various health problems, one of which is chronic disease. Elderly with chronic diseases who experience excessive stress and anxiety will trigger symptoms of depression so that there is a delay in treatment. This condition can affect the quality of life in the elderly. This study aims to determine the Signs of Anxiety, Stress, Depression and Quality of Life in the Elderly at SMC Telogorejo Semarang. The design of this study is quantitative research and uses a descriptive study design with a cross-sectional approach, the population in this study was 243 elderly, the sample obtained was 71 respondents according to the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique used was purposive sampling. The instrument used was DASS (Depresion Anxiety Stress Scale) with Alpha Cronbach table 0.092 and WHOQOL-BREF with Alpha Cronbach coefficient obtained results of 0.882 so that this questionnaire was declared valid and reliable. In the study, the research subjects consisted of 34 men (47.9%) and 37 women (52.1%). respondents aged 60-74 years old elderly 61 respondents (85.9%). Marital status obtained the highest results, namely married 62 respondents (87.3%). Secondary education level as many as 45 respondents (63.4%). Most of the elderly are unemployed as many as 41 respondents (57.7%). In chronic diseases, the majority of diabetes mellitus results were obtained as many as 27 respondents (38.0%). The majority of the elderly experience moderate anxiety (49.3%), moderate stress (49.3%), mild depression (46.5%), the majority of quality of life is sufficient (56.3%).
Peningkatan Pengetahuan Lansia dengan Diabetes Mellitus melalui Program Edukasi Senam Kaki DM Adila, Desita Triana; Indrawati, Hani; Kristiyawati, Sri Puguh; Sovianti, Vivi; Ismonah, Ismonah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.6921

Abstract

Salah satu metode preventif yang cukup efektif dan mudah dilakukan pada penderita DM adalah senam kaki diabetik. Di sisi lain, senam kaki diabetik juga dapat menjadi sarana edukasi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran pasien terhadap pentingnya perawatan kaki secara rutin. Meskipun senam kaki diabetik memiliki berbagai manfaat, tingkat pengetahuan pasien mengenai hal ini masih tergolong rendah, terutama di tingkat pelayanan primer seperti puskesmas. Salah satu program peningkatan pengetahuan pada penderita DM yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan pada pasien Prolanis di Puskesmas. Tujuan pengadian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan lansia yang memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus dengan senam diabetik. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini antara lain penyuluhan kesehatan dan demonstrasi dengan cara diskusi tanya jawab menggunakan media leaflet serta latihan senam diabetes. Tahapan kegiatan yang akan dilakukan adalah tahap persiapan, tahap pelaksanakan dan tahap evaluasi. Peserta dalam kegiatan ini adalah lansia berjumlah 15 lansia. Kegiatan dilakukan melalui observasi langsung antara peserta dengan pemateri penyuluhan saat pemaparan materi, sesi tanya jawab serta keaktifan masyarakat dalam kegiatan pendidikan kesehatan. Pengumpulan data pada kegiatan pengabdian masyarakat ini melalui pengisian kuisioner sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil pengabdian masyarakat ini mengenai tingkat perubahan pengetahuan lansia mengenai senam kaki pada penderita diabetes melitus menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan yaitu dari awalnya 3 responden (20%) berpengetahuan kurang, 7 (46,7%) cukup, dan 5 (33,3%) baik, menjadi 100% responden memiliki kategori pengetahuan baik pasca‑edukasi.
Pemberdayaan Kader Sebagai Upaya Pencegahan Kegawatan Risiko Jatuh Lansia Melalui Program DePePe Juwariyah, Siti; Septianingtyas, Maya Cobalt Angio; Sutejo, Mianti Nurrizky; Sovianti, Vivi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i4.116

Abstract

Populasi lansia menyatakan antara tahun 2015–2050 diperkirakan meningkat menjadi dua kali lipat dari 12% menjadi 22% atau sekitar 900 juta menjadi 2 milyar pada usia diatas 60 tahun. Risiko jatuh merupakan kejadian yang dilaporkan penderita atau keluarga yang melihat kejadian, mengakibatkan seseorang mendadak terbaring, terduduk di lantai maupun tempat yang rendah dengan atau tanpa kehilangan kesadaran dan luka. Tingginya risiko jatuh yang terjadi pada lansia terjadi akibat dari gangguan keseimbangan postural. Penurunan kemampuan berbagai organ, fungsi dan sistem tubuh bersifat fisiologis. Diperlukan upaya terpadu untuk mengatasi masalah tersebut dengan memberikan pelatihan kepada kader kesehatan dalam mengelola lansia yang dengan kegawatan risiko jatuh. Manfaat yang akan diselesaikan bersama adalah kader kesehatan mampu mendeteksi, pemeriksaan dasar dan memberikan penyuluhan kepada lansia dan keluarga yang belum tahu tentang kegawatan kasus risiko jatuh pada lansia. Metode pelaksanaan program ini adalah dengan Program DEPEPE yaitu Deteksi, Pemeriksaan dan Penyuluhan. Kader di ajarkan cara mendeteksi, memeriksa risiko jatuh dan memberikan penyuluhan dan juga mengajarakan gerakan untuk mengatasi risiko jatuh pada lansia.  Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini seluruh peserta dapat menyerap informasi dengan baik yaitu 87% dapat mempraktekkan kembali cara mendeteksi dan senam tai chi
Effect of Islamic Spiritual Mindfulness via Mobile Aplication (SI-DEPAPU) on Social Interaction in Isolated Patients Sovianti, Vivi; Dwidiyanti, Meidiana; Ismail, Suhartini
JKG (JURNAL KEPERAWATAN GLOBAL) (JKG) Jurnal Keperawatan Global Volume 10 Number 1 Year 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkg.v10i1.724

Abstract

Background: Social interaction is an important indicator during the process of social isolation treatment. The less active social interaction could lead to other mental disorders such as hallucination, suicide risk, self-care deficit, and violence risk. The study investigated the effect of Islamic Spiritual Mindfulness on Discharged Patient Detection Information System (SI-DEPAPU) application to enhance the social interaction of schizophrenia patients with social isolation. Methods: The research design used was quasi-experimental with a pre-post test method. The study used purposive sampling with 40 respondents divided into two groups of 20 people each. The instruments used were the Social Interaction Questionnaire and Behavioral Observation Sheet, which have been tested for validity and reliability. The statistical tests used included the paired t-test to assess social interaction within the group, the independent t-test to compare before the intervention, and the Mann-Whitney test for after the intervention. Results: The research finding showed the difference in the social interaction of patients before and after the intervention between the intervention group and control group (p=<0.001; <0.05), of which the mean value of the intervention group (43.79) was more significant than the control group (15.21). Conclusion: Based on the research results, it can be concluded that there was an increase in social interaction in patients after receiving Islamic spiritual mindfulness therapy. The SI-DEPAPU application can be implemented as a mental health nursing intervention to improve the social interaction of patients with schizophrenia who suffer from social isolation.