Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Effect Of Perineal Massage On Perineal Rupture In Primigravida In The Tamansari Health Centre Area Of Tasikmalaya City Ericke Dwi Ratnasari; Dita Eka Mardiani; Uly Artha Silalahi
Media Informasi Vol. 22 No. 1 (2026): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v22i1.1140

Abstract

Background: Primigravida women have a high risk of experiencing perineal rupture during childbirth. Perineal rupture can lead to complications such as bleeding and infection. If the care provided is inadequate, this condition can interfere with the mother's activities after giving birth. Perineal massage is one non-pharmacological method that has the potential to reduce the risk of rupture. Objectives: To analyze the effectiveness of perineal massage in reducing the risk of perineal rupture in primigravida women. Methods: The study design used was a quasi-experimental design with a single measurement after intervention. Two groups were involved: the intervention group and the control group. The study was conducted at the Tamansari Health Center in Tasikmalaya City from April to May 2025, using observation sheets and checklists as research instruments. Results: Data analysis was performed using the Mann-Whitney U test. The p-value obtained was 0.00 (p < 0.05), indicating a significant difference between the intervention group and the control group. Conclusion: Pregnant women are encouraged to learn perineal massage techniques so they can be applied during pregnancy to prevent perineal rupture.
Transformasi Pengetahuan Tanaman Herbal Menjadi Granul Instan Bangjale bagi KWT Teras Hijau di Tasikmalaya Peni Cahyati; Yanti Cahyati; Nuraji Nuraji; Dita Eka Mardiani; Helmi Diana
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.18166

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan produk dan minuman herbal bangjale pada ibu-ibu Kelompok Wanita Tani di Kampung Lengo RW 10 Kelurahan Bantarsari Kota Tasikmalaya . Jenis produk herbal yang dibuat adalah minuman yang berbahan baku  yaitu jahe  panglay dan gula putih yang diproses secara hygiene. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan sumber daya alam yang melimpah, diharapkan komunitas ini dapat menghasilkan karya dalam bentuk minuman kesehatan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan maka produk minuman herbal ‘Bangjale’ memiliki potensi pasar yang tinggi karena diminati konsumen. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan anggota KWT. Dua kelompok KWT yang di latih dapat mempraktikan pembuatan bangjale.
Skrining Kesehatan Mental Menggunakan Self Reporting Questionnaire (SRQ-20) sebagai Upaya Deteksi Dini Gangguan Mental Emosional pada Masyarakat Dini Mariani; Yanti Cahyati; Dita Eka Mardiani; Peni Cahyati; Yayah Sopianah; Dewi Lena; Rieza Rieza; Ferry Fadli; Vani Rosalia; Andi Rahayu; Nazarudin Nazarudin
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.26195

Abstract

Kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Namun, gangguan mental emosional masih sering tidak terdeteksi karena rendahnya pengetahuan masyarakat serta adanya stigma terhadap masalah kesehatan jiwa. Kondisi ini dapat menyebabkan keterlambatan penanganan sehingga berdampak pada penurunan kualitas hidup, produktivitas, dan kesejahteraan individu maupun keluarga. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk skrining/deteksi dini Kesehatan mental, dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tasikmlaya, Metode kegiatan meliputi penyuluhan Kesehatan mental, pelaksanaan skrining menggunakan Self Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20), interpretasi hasil skrining, edukasi individu maupun kelompok, serta pemberian rekomendasi kepada peserta yang memerlukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan