Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelayanan Kesehatan Katarak di Puskesmas Lhoksukon, Aceh Utara Fonna, Tischa Rahayu; Karimah, Nadia; Putri, Baluqia Iskandar; Rizka, Adi; Fitriany, Julia; Sayuti, Muhammad
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.17519

Abstract

Katarak merupakan salah satu dari tiga penyebab utama kebutaan di seluruh dunia. Penyakit ini merupakan penyakit multifaktorial yang memiliki dampak yang besar terhadap produktivitas seseorang. Diperkirakan setiap tahun kasus baru buta akan selalu bertambah sebesar 0,1% dari jumlah penduduk atau kira-kira 250.000 orang setiap tahunnya. Kebutaan yang terjadi akan terus meningkat karena penderita tidak menyadarinya, dan daya penglihatan baru terpengaruh setalah berkembang sekitar 3-5 tahun setelah memasuki stadium kritis. Sehingga dapat disimpulkan katarak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu ditangani dengan sungguh-sungguh oleh Pemerintah bersama masyarakat. Artikel ini akan membahas tindakan layanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Lhoksukon, Aceh, Utara dalam menangani kasus penyakit katarak di lingkungan Lhoksukon. 
Penyuluhan dan Edukasi pada Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Nisam, Aceh Utara Fonna, Tischa Rahayu; Putri, Baluqia Iskandar; Z, Khairunnisa; Perkasa, Aditya Fajar
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.20941

Abstract

Menurut WHO (2018) Tuberkulosis merupakan sebuah penyakit infeksi multi-sistemik yang paling umum, dengan berbagai macam manifestasi dan gambaran klinis, paru-paru adalah lokasi yang paling umum untuk perkembangan penyakit tuberculosis. Tuberkulosis paru disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis, yakni kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru atau di organ tubuh lain dengan tekanan parsial oksigen yang tinggi. Menurut epidemiologi sekitar 75% penderita tuberkulosis paru terjadi kelompok usia yang paling produktif secara ekonomis (15- 50 tahun) dengan jumlah penderita >500.000 kasus dialami oleh laki-laki. Diagnosis TB paru ditegakkan berdasarkan gejala klinis dengan keluhan utama batuk berdahak ‰¥ 2 minggu dan/atau disertai gejala tambahan, dengan hasil pemeriksaan fisik dapat berupa suara napas bronkial, amforik, suara napas melemah, ronki basah kasar/halus dan/atau tanda-tanda penarikan paru, diafragma, dan mediastinum, serta pemeriksaan bakteriologis, radiologis, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Diagnosis pasti TB ditegakkan dengan pemeriksaan bakteriologis berupa kultur bakteri TB baik menggunakan media padat maupun media cair. Tatalaksana yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT), suportif atau simtomatis, dan  pembedahan. 
Efektivitas Edukasi Audiovisual Dan Role Play Terhadap Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Pada Anak SD Negeri 1 Banda Sakti Kota Lhokseumawe Pohan, Adli Kurniawan; Ikhsan, Maulana; Putri, Baluqia Iskandar
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i2.2915

Abstract

Indonesia is a country prone to natural disasters, one of which is earthquakes, as exemplified by the devastating earthquake in Aceh in 2004. The high number of casualties resulting from earthquakes is often attributed to a low level of preparedness knowledge. Therefore, providing earthquake preparedness education should ideally start within the school environment. The delivery of this education also requires appropriate and effective methods to ensure that the knowledge imparted is remembered and applied effectively. These methods include audio, visual, audiovisual, and role play. This study aims to assess the effectiveness of earthquake preparedness education using audiovisual and role play methods among students of SD Negeri 1 Banda Sakti, Lhokseumawe City. This research falls under the category of quasi-experimental research, with a total of 71 respondents. The sample was selected using total sampling. The research findings indicate that before receiving education, the majority of respondents had a low level of preparedness. After the education, the preparedness level of the respondents increased to a high category, and there was an improvement in the average posttest results for both the audiovisual and role play groups. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test and independent T-test, with the statistical results showing a p-value less than 0.05. Based on the research findings, it can be concluded that providing education through audiovisual media and role play significantly influences preparedness for earthquake disasters among students at SD Negeri 1 Banda Sakti, Lhokseumawe. Additionally, there is a significant difference in effectiveness between audiovisual media and role play, with role play being considered more effective than audiovisual media.