Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Karakterisasi Ekstrak Kulit Buah Naga (Hylocereus Sp.) dengan Variasi Konsentrasi Asam Tartarat Sebagai Pewarna Alami Makanan Fernando, Fernando; Talitha, Zada Agna; Kurniawan, Rahmat
Pro Food Vol. 11 No. 2 (2025): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v11i2.564

Abstract

Food colorant plays a vital role in the food industry by enhancing visual appeal and shaping consumer perception of product quality. Synthetic food dyes, though commonly used, have been linked to various health concerns such as allergies, hyperactivity in children, and potential carcinogenic risks when consumed above the Acceptable Daily Intake (ADI). Therefore, natural and safe alternatives are needed. This study investigates the potential use of red dragon fruit (Hylocereus sp.) peel extract as a natural food colorant and antioxidant source, using maceration extraction with varying concentrations of tartaric acid (0%, 2%, 4%, 6%, and 8%). Parameters evaluated include physical properties (yield and color intensity), chemical characteristics (pH and total anthocyanins), antioxidant activity, and food processing simulations (thermal stability, pH effects on color, and solvent solubility). The results showed that 4% tartaric acid yielded the highest extraction output, color intensity (absorbance 2.774), highest total anthocyanin, and antioxidant activity (84.06%), with optimal color stability at temperatures up to 40°C and at pH 3. The extract showed excellent solubility in water (97.41%) and 15% ethanol (96.40%), while being insoluble in oil. These results indicate that red dragon fruit peel extract has great potential as a natural dye that not only provides an attractive red color but also functions as a natural antioxidant that is safe and stable under various food processing conditions.
PENGARUH PENCAMPURAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN LIBERIKA (Coffea liberica) LAMPUNG TERHADAP TINGKAT KESUKAAN, KARAKTERISTIK KIMIA DAN KADAR SENYAWA BIOAKTIF Talitha, Zada Agna; Amirul Hakim, Ilham; Marvie, Ilham
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/cayq2n54

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Provinsi Lampung, dengan jenis yang umum dibudidayakan yaitu Robusta (Coffea canephora) dan Liberika (Coffea liberica). Kopi Robusta dikenal memiliki body kuat dan kandungan kafein tinggi, sedangkan kopi Liberika memiliki karakter rasa khas seperti nangka dengan kandungan kafein lebih rendah. Pencampuran kedua jenis kopi tersebut berpotensi meningkatkan penerimaan sensori serta memperkaya karakteristik kimia minuman kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio pencampuran kopi Robusta dan Liberika terhadap tingkat kesukaan, karakteristik kimia, dan kadar senyawa bioaktif. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima rasio pencampuran Robusta: Liberika, yaitu 100:0; 70:30; 50:50; 30:70; dan 0:100. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran kopi berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap parameter organoleptik (aroma, rasa, aftertaste, body, dan overall acceptance). Kontrol Robusta memperoleh peringkat kesukaan tertinggi, sedangkan kontrol Liberika memperoleh peringkat terendah. Pencampuran juga berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap total asam tertitrasi, kadar kafein, dan aktivitas antioksidan, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai pH (p > 0,05). 
Pengaruh Suhu dan Waktu Penyangraian terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Kopi Liberika Lampung Jantika, Triana; Ulfa, Masayu Nur; Talitha, Zada Agna
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.4

Abstract

Kopi menjadi minuman populer dikarenakan aroma dan cita rasanya yang khas, yang berasal dari senyawa volatil. Salah satu varietas lokal yang mulai dikembangkan adalah kopi liberika, khususnya di Lampung Utara. Karakter rasa dan aroma kopi liberika sering dianggap kurang kompleks, maka diperlukan penanganan pascapanen yang tepat, terutama pada tahap penyangraian. Proses penyangraian sangat menentukan mutu akhir kopi. Variasi suhu dan waktu sangrai memegang peran penting dalam membentuk profil sensorik kopi yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu dan waktu penyangraian terhadap karakteristik rendemen, kadar air, pH, total asam tertitrasi, kafein, dan organoleptik kopi liberika. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan faktor yaitu suhu penyangraian (180 °C, 200 °C dan 220 °C) dan waktu penyangraian (10 dan 14 menit). Analisis data dilakukan menggunakan SPSS dengan analisis varians (ANOVA) dan uji lanjutan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dan Estimated Marginal Means pada taraf signifikansi α=0,05. Hasil ANOVA menunjukkan suhu penyangraian berpengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap rendemen, kadar air, pH, total asam tertitrasi, kafein, serta seluruh parameter organoleptik kopi liberika. Waktu penyangraian juga menunjukkan pengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap rendemen, kadar air, pH, total asam tertitrasi, kafein, dan organoleptik aroma. Interaksi suhu dan waktu penyangraian berpengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap organoleptik aroma, rasa, dan keseluruhan. Perlakuan penyangraian pada suhu 220 °C selama 10 menit merupakan perlakuan terbaik karena kadar air dan pH yang paling sesuai serta paling disukai oleh panelis secara organoleptik.