Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Persebaran Ruang Terbuka Hijau (RTH) Di Pusat Kota Tasikmalaya Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Studi Kasus : Kecamatan Cihideung Dan Kecamatan Tawang Mulyana, Rendi; Sutrisna, Pajar; Rahman, Pasha Paisal; Padjarajani, Siti; Darmawan, Cahya
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 4, No 2 (2025): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v4i2.35755

Abstract

The rapid growth of commercial and residential activities in city centers often exerts pressure on the existence of green spaces. This study analyzes the condition, adequacy, and spatial distribution of Green Open Space (GOS) in the central area of Tasikmalaya City, specifically in Cihideung and Tawang Districts, utilizing Geographic Information Systems (GIS). The research employs a descriptive qualitative approach supported by field surveys and spatial data analysis to map locations and calculate GOS areas. The results indicate a significant deficit in GOS availability in both districts, with an estimated area of only 15-20%, falling well below the minimum standard of 30% mandated by Law Number 26 of 2007. In terms of distribution, GOS is uneven and fragmented; green spaces are concentrated primarily in public facilities and city parks such as Dadaha Park and the City Square, while high-density residential areas and commercial zones lack sufficient vegetation. The study concludes that spatial planning interventions are required through the optimization of residual spaces, revitalization of existing GOS, and implementation of green architecture (such as vertical gardens) to address ecological imbalances caused by urbanization pressures in the city center.
Upaya Penerapan Konsep Pembangunan Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan di Daerah Perkotaan Masripah, Siti Nurlaili; Azzahra, Asri Ulannisa; Rohman, Aulia; Fadjarajani, Siti; Darmawan, Cahya
Jurnal Regional Planning Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Regional Planning Vol 8 No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/c0mc2084

Abstract

Pertumbuhan pesat di daerah perkotaan menghadirkan sejumlah masalah lingkungan, termasuk polusi, berkurangnya area terbuka hijau, dan ketidakaturan dalam penggunaan lahan. Maka dari itu, penting untuk menerapkan prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan menjaga lingkungan guna menciptakan keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan keberlangsungan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan di area perkotaan serta mengenali hambatan yang muncul dalam proses tersebut. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan cara meneliti berbagai sumber ilmiah yang relevan. Temuan kajian menunjukkan masih ada inkonsistensi dalam pelaksanaan RTRW dan RDTR, ketidakmerataan distribusi serta fungsi ruang terbuka hijau, serta kurangnya efisiensi integrasi transportasi dengan penggunaan lahan. Selain itu, efektivitas kebijakan ruang sangat dipengaruhi oleh kekuatan alat kontrol, koordinasi antara pemangku kepentingan, dan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan regulasi, pengembangan kapasitas institusi, digitalisasi sistem perizinan berbasis tata ruang, dan kerjasama antara berbagai pihak untuk mencapai pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN SEBARAN OBJEK WISATA DI KECAMATAN PANJALU KABUPATEN CIAMIS Stiyadi, Sony; Amrullah, Muhammad Adib; Nadhif Ranasuria, Muhammad; Fadjarajani, Siti; Darmawan, Cahya
Jurnal Pariwisata Tawangmangu Vol 4 No 1 (2026): March 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61696/juparita.v4i1.931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran objek wisata di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai alat analisis spasial. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan untuk mencatat koordinat, elevasi, dan kondisi objek wisata, wawancara singkat dengan masyarakat dan pengelola wisata, serta studi kepustakaan sebagai pendukung analisis. Data spasial diperoleh menggunakan GPS Garmin 65S, sedangkan peta dasar seperti batas administrasi dan jaringan jalan diunduh dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Seluruh data kemudian diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8 untuk menghasilkan peta sebaran lima objek wisata utama, yaitu Situ Lengkong, Situ Ciater, Bukit Baros, Curug 7 Cibolang, dan Situs Cidehem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIG mampu menyajikan informasi lokasi wisata secara akurat dan memberikan gambaran pola persebaran yang bermanfaat untuk melihat potensi serta hubungan spasial antarobjek wisata. Pemetaan yang dihasilkan dapat dijadikan dasar dalam perencanaan pengembangan pariwisata, terutama terkait peningkatan fasilitas, aksesibilitas, dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan, sehingga pengembangan pariwisata di Kecamatan Panjalu dapat dilakukan lebih terarah dan berbasis data.