Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN APLIKASI WORDWALL, QUIZIZ PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V MI PUI SINDANGWARGI 2 Hidayatuloh, Arip; Rohayati, Nia; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i1.15857

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran menggunakan Aplikasi Worwall dan Quiziz dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Tema 7 di Kelas V MI PUI Sindangwargi 2Penggunaan Bahasa Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pengembangan dan hasil kelayakanpengembangan Media Pembelajaran menggunakan Aplikasi Worwall dan Quiziz dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Tema 7 di kelas V MI PUI Sindangwargi 2Penggunaan Bahasa Indonesia.Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan R & D (Research and Development) penelitian pengembangan yang menghasilkan suatu produk, penelitian ini merupakan penelitian metode pengembangan (R&D) versi Borg and Gall yang dibatasi pada beberapa tahap. Tahapan tersebut meliputi: a)potensi, masalah b) tahap pengumpulan informasi, c) tahap pengembangan produk,d) tahap validasi e) tahap uji coba. Berkaitan dengan teknik pengumpulan data, dikembangkan alat pengumpul data yaituinstrumen, intrumen pada penelitian ini menggunakan angket dan wawancara. Angket ditujukan kepada validator materi, validator media serta subjek uji coba responden sejumlah 15 siswa kelas VB MI PUI Sindangawargi 2. Hasil Pengembangan Media Pembelajaran menggunakan aplikasi Worwall dan Quiziz dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Tema 7 kelas V MI PUI Sindangwargi 2dapat disimpulkan bahwa perencanan media pembelajaran menggunakan aplikasi Wordwall dan Quiziz dapat di terapkan sesuai silabus dan RPP, pengembanganmedia pembelajaran menggunakan aplikasi Wordwall dan Quizizdapat memudahkan siswa memahami materi dan menumbuhkan semangat dalam belajar, serta hasil kelayakan aplikasi Worwall dan Quiziz dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Tema 7 di kelas V MI PUI Sindangwargi 2 di validasi ahli materi, ahli media dan responden siswa. Hasil validasi 2 ahli materi mendapatkan skor keseluruhan sebanyak 44 dengan persentase sebesar 97,8% termasuk kriteria Sangat Layak. Hasil validasi oleh ahli media mendapatkan skor keseluruhan sebanyak 94 dengan persentase sebesar 94% termasuk kriteria Sangat Layak, hasil responden atau tanggapan siswa mendapatkan skor keseluruhan sebanyak 842 dengan persentase sebesar 93,5%termasuk dalam kriteria “Sangat Layak”PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARANMENGGUNAKAN APLIKASI WORDWALL, QUIZIZ PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V MI PUI SINDANGWARGI 2
PENGARUH SIKAP BAHASA TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI (Studi Korelasi pada Siswa SMA/Sederajat di Kecamatan Rajapolah) Mahmudin, Dede; Rohayati, Nia; Munir, Sirojul
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i1.15833

Abstract

Bahasa adalah salah satu ciri khas manusiawi yang membedakannya dari makhluk-makhluk yang lain. Selain itu, bahasa mempunyai fungsi sosial, baik sebagai alat komunikasi maupun sebagai suatu cara mengidentifikasikan kelompok sosial. Sikap bahasa dalam kajian sosiolinguistik mengacu pada prilaku atau tindakan yang dilakukan berdasarkan pandangan sebagai reaksi atas adanya suatu fenomena terhadap penggunaan bahasa tertentu oleh penutur bahasa. Garvin dan Mathiot (1968) merumuskan tiga ciri sikap bahasa yaitu: kesetiaan bahasa, kebanggaan bahasa, dan kesadaran adanya norma bahasa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sikap bahasa terhadap kemampuan menulis teks eksposisi siswa SMA/Sederajat di Kecamatan Rajapolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengaruh sikap bahasa terhadap kemampuan menulis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Peneliti mengumpulkan data dengan teknik angket atau kuisioner, dan tes menulis eksposisi. Berdasarkan rangkaian penelitian tersebut, maka diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan “terdapat hubungan positif antara pengaruh sikap bahasa Indonesia terhadap kemampuan menulis teks eksposisi” pada siswa SMA/Sederajat di Kecamatan Rajapolah telah teruji kebenarannya. Kedua variabel memiliki hubungan yang signifikan, sehingga semakin baik sikap bahasa siswa, maka semahin tinggi pula kemampuan menulis teks eksposisinya.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NASKAH PIDATO MELALUI TEKNIK MODELING PADA PESERTA DIDIK KELAS X SMA QUR’AN CIPANSOR KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Fathillah, Zahid; Rohayati, Nia; Herdiana, R
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i1.15829

Abstract

Menulis bukanlah suatu keterampilan yang mudah untuk dipelajari, karena keterampilan menulis dapat diperoleh melalui proses belajar yang memerlukan ketekunan berlatih. Semakin rajin peserta didik berlatih keterampilan menulis yang dimiliki juga akan semakin meningkat. Peserta didik perlu dimotivasi supaya gemar menulis. Di era globalisasi seperti sekarang ini keterampilan menulis sangat dibutuhkan. Keterampilan menulis mempunyai arti yang sangat penting dalam Dunia pendidikan, peserta didik yang sering berlatih menulis dan mengungkapkan ide, akan terampil dan terarah kemampuan berekspresinya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberhasilan penerapan teknik modeling pada pembelajaran menulis naskah pidato. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat komponen, yaitu, (1) perencanaan (planning) pelaksanaan (action), (3) pengamatan (observing), (4) refleksi (reflekting). PTK pada penelitian ini dilakukan dengan menerapkan dua siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya teknik modeling. Pada siklus I hasil belajar siswa menunjukkan persentase sebesar 44,44% dan mengalami peningkatan yang signifikan pada siklus II yaitu sebesar 94,44%. Hasil pada siklus II menunjukkan keberhasilan implementasi teknik modeling pada pembelajaran menulis naskah pidato siswa kelas X di SMA Quran Cipansor Tasikmalaya.
NILAI MORAL DALAM NOVEL PANJI BOMA KARYA ANDRI NOVIADI (Alternatif Pengayaan Bahan Ajar KD. 3.9 Analisis Isi dan Kebahasaan Novel) Hanggara, Ridan Dwi; Rohayati, Nia; Munir, Sirodjul
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i1.15608

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai moral yang terkandung dalam novel ”Panji Boma” karya Andri Noviadi. Penelitian ini dilatar belakangi dengan kurangnya simpati pembaca novel terhadap nilai moral yang ada pada novel yang sebenarnya patut ditelaah untuk diterapkan dalam kehidupan nyata. Berdasarkan hal tersebut, peneliti akan menelaah nilai moral pada novel ”Panji Boma” karya Andri Noviadi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif, dalam penelitian nilai moral ini didasari dengan tiga aspek yaitu 1.) Hubungan manusia dengan diri sendiri yang terdiri dari tiga indikator yaitu Jujur, Sabar (kehidupan yang penuh kemuliaan), Tanggung jawab. 2.) Hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial dan lingkungan alam yang terdiri dari empat indikator yaitu tolong menolong, selalu berterimakasih, patuh terhadap orang tuanya, saling mendukung. 3.) Hubungan manusia dengan Tuhannya yang terdiri dari lima indikator yaitu Beriman dan Bertaqwa (menjauhi segala larangannya dan taat kepada yang Maha Pencipta), selalu berdoa, beristigfar, bersyukur, bertaubat. Hasil penelitian menunjukkan sebagai (1) Wujud nilai moral memiliki tiga jenis, yakni yang pertama wujud nilai moral dalam hubungan manusia dengan Tuhannya memiliki varian yang berupa beriman dan berdoa kepada Tuhan, yang kedua wujud nilai moral dalam hubungan manusia dengan diri sendiri memiliki varian kesabaran, keikhlasan dan tanggung jawab siswa terhadap pendidikan, sedangkan wujud nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain ada nasihat orang tua kepada anak, nasihat antar teman, kasih sayang orang tua kepada anak, kasih sayang anak kepada orang tua, kasih sayang antarteman, dan tanggung jawab orang tua kepada anak. (2) Moral tokoh utama dalam menghadapi persoalan hidup yang terdapat dalam novel Panji Boma terdapat beberapa varian yaitu menerima takdir Tuhan, teguh pendirian, bersikap pasrah, suka bekerja keras, berdoa kepada Tuhan, tidak mudah putus asa, dan tidak tabah menghadapi cobaan. (3) Bentuk penyampaian nilai moral memiliki dua spesifikasi yaitu penyampaian nilai moral secara langsung dan penyampaian nilai moral secara tidak langsung. Hasil analisis dijadikan sebagai pengayaan bahan ajar untuk memperkaya dan bahan ajar yang lebih bervariasi.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Film Laut Tengah Karya Archie Hekagery Rahmawati, Teti; Rohayati, Nia; Munir, Sirodjul
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i2.19266

Abstract

Penelitian ini membahas tentang nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat ditemukan dalam sebuah film Laut Tengah karya Archie Hekagery dikaitkan dengan alternatif pengembangan bahan ajar melakukan penilaian terhadap karya fiksi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari maraknya kemunculan film-film terbaru di televisi, bioskop, dan media lainnya di Indonesia yang dapat diakses secara ilegal oleh berbagai kalangan usia tanpa mempertimbangkan kelayakan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalamnya. Film Laut Tengah dipilih sebagai objek penelitian untuk mengkaji 2 permasalahan yaitu: (1) nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam film Laut Tengah karya Archie Hekagery, dan (2) pemanfaatannya sebagai alternatif pengembangan bahan ajar dalam melakukan penilaian terhadap karya fiksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis data. Sumber data penelitian adalah data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui teknik studi pustaka, teknik analisis data, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Laut Tengah karya Archie Hekagery mengandung berbagai nilai pendidikan karakter , antara lain: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat, gemar membaca, peduli sosial, tanggung jawab. Film Laut Tengah karya Archie Hekagery dinilai layak menjadi alternatif pengembangan bahan ajar karena memuat konten positif yang dapat membentuk karakter peserta didik, oleh karena itu disarankan agar sekolah menengah pertama memanfaatkannya sebagai salah satu bahan ajar dalam melakukan penilaian terhadap karya fiksi.Kata Kunci: Nilai; Pendidikan Karakter; Film; Bahan Ajar
Sinergi Green Marketing dan Pendidikan Lingkungan bagi Warga Desa Jambudipa Rohayati, Nia; Kamaludin, Ahmad; Dima, Alfred O M; Burhan, Abd Rukman
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (September)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v4i3.1690

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada tanggal 18 Agustus hingga 12 September 2025, dengan tujuan menguatkan sinergi green marketing dan pendidikan lingkungan. Urgensi kegiatan ini berasal dari kesadaran bahwa masyarakat desa perlu dibekali wawasan mengenai pemasaran berkelanjutan sekaligus praktik menjaga kelestarian lingkungan. Metode pelaksanaan dimulai dengan perizinan dari aparatur desa, kemudian penyampaian materi oleh tim Forum Komunikasi Dosen (FKD) melalui sosialisasi, lokakarya, serta integrasi kegiatan dengan perayaan HUT RI berupa perlombaan tari kelompok ibu-ibu menggunakan benda bekas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan warga mengenai konsep green marketing, perubahan sikap dalam memandang sampah sebagai sumber daya, serta munculnya inisiatif warga untuk menerapkan praktik ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari maupun usaha lokal. Pembahasan menjelaskan bahwa pendekatan yang menggabungkan edukasi formal dengan kegiatan budaya dan hiburan terbukti efektif dalam membangun kesadaran kolektif. Kesimpulannya kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus memperkuat potensi ekonomi desa. Saran yang diberikan adalah perlunya pendampingan berkelanjutan, kolaborasi multi-pihak, serta inovasi produk ramah lingkungan agar manfaat kegiatan dapat terus berkembang.
KEJAHATAN SEBAGAI KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL LAUT BERCERITA: PENGEMBANGAN BAHAN AJAR Annisa, Fitriani; Rohayati, Nia; Munir, Sirojul
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20262

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kejahatan sebagai kritik sosial dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dan mengembangkan bahan ajar membaca novel berbasis kritik sosial untuk pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Fase F. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi terhadap teks novel sebagai sumber data utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk kejahatan yang ditampilkan dalam novel meliputi kekerasan fisik terhadap tokoh utama, penyiksaan sistematis oleh aparat negara, serta latar sosial yang brutal dan represif. Ketiga bentuk tersebut merepresentasikan kejahatan struktural yang dilembagakan oleh kekuasaan dan menjadi bentuk kritik sosial terhadap negara yang represif serta pelanggaran hak asasi manusia. Berdasarkan temuan ini, dikembangkan bahan ajar membaca novel yang memuat materi, aktivitas pembelajaran, dan penilaian yang berorientasi pada pembentukan pemahaman kontekstual dan sikap kritis siswa. Bahan ajar disusun dengan mengacu pada prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan, serta divalidasi oleh guru Bahasa Indonesia sebagai layak digunakan dalam pembelajaran sastra. Pengembangan bahan ajar ini memberikan kontribusi terhadap pembelajaran sastra yang lebih aktual, reflektif, dan kontekstual. Dengan demikian, karya sastra tidak hanya dipahami sebagai teks fiksi semata, tetapi juga sebagai medium edukatif yang mampu membentuk kepekaan sosial, empati, dan kesadaran kritis peserta didik terhadap realitas sejarah dan persoalan kemanusiaan di masyarakat.Kata Kunci: Kejahatan; Kritik Sosial; Novel; Bahan Ajar; Sastra AbstractThis study aims to describe the forms of crime as social criticism in the novel Laut Bercerita by Leila S. Chudori and to develop novel reading teaching materials based on social criticism for high school Indonesian language learning. This research uses a descriptive qualitative approach with content analysis methods applied to the novel’s text. The analysis reveals that the depicted crimes include physical violence, systematic torture by state authorities, and a brutal and repressive social background. These crimes are portrayed as a critique of repressive state power and violations of human rights. Based on these findings, teaching materials were developed that integrate values of humanity, social justice, and historical awareness into literature learning. The teaching materials are designed using the principles of relevance, consistency, and sufficiency and have been validated by teachers as appropriate for use in classroom settings. The development of these materials contributes to a more contextual, critical, and character-oriented literature learning experience. Therefore, literature serves not only as an aesthetic medium but also as an educational tool in fostering students’ social sensitivity and critical awareness.Kata Kunci: Crime; Social Criticism; Novel; Teaching Material; Literature  
POLITENESS IN THE THREADS @PRATIWI.CRISTIN Nurmaulida, Dela; Rohayati, Nia; Munir, Sirojul
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20496

Abstract

The Study aims to describe and analyze the characteristic of language politeness in @pratiwi.cristin’s Threads post, which highlight social and education issues, and to link them with the development of factual argumentative writing materials based on cognitive neuroscience. Research employs a qualitative descriptive approach using literature review, documentation, and observation techniques. The finding reveal that the threads post politeness characteristic aligned with Leech’s maxims, such as tact, approbation, sympaty, generosity, agreement, and modesty. Factor such as topic, delivery style, and social context significantly influence the formation of polite utterances. The result serve as a foundation for developing contextual and relevant alternative teaching materials, particularly for argumentative writing instruction at the senior high school level. The use of digital media platforms like Threads proves effective in increasing students ‘engagement and critical thinking skills. Although challenges remain in integrating cognitive neuroscience into classroom pratices, this study offers innovative insight into design of digital-based learning materials that are timely and reflective.