Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Manajemen Layanan Teknologi Informasi Pada Perusahaan Manufaktur Menggunakan Itil Versi 3 Domain Service Strategy Studi Kasus: Pt Albasia Nusa Karya Muhammad Syahid Irawan; Rd. Rohmat Saeduddin; Rokhman Fauzi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Layanan adalah bagian yang dibutuhkan dalam dunia IT dan bisnis. Layanan memiliki kerentanan yang tidak dapat diprediksi. IT Service Management merupakan metode pendukung utama dalam optimalisasi manajemen layanan menggunakan InfrastructureTechnology Information Library (ITIL) Versi 3. Penelitian dengan judul “Penerapan Manajemen Layanan Teknologi Informasi Pada Perusahaan Manufaktur Menggunakan ITIL Versi 3 Domain Service Strategy Studi Kasus: PT Albasia Nusa Karya” mengkaji tentang kurang sadarnya dan peran penting dalam penerapan manajemen layanan pada perusahaan PT Albasia Nusa Karya karena belum berjalannya divisi prasarana & IT yang berdampak kepada pekerjaan tiap divisi menjadi tidak terkendali. Maka dari itu dilakukan penelitian menggunakan metode pengumpulan data yang diataranya adalah dengan melakukan metode wawancara dan observasi, sampai hasil analisis penelitian ini berupa analisis risiko, analisis prioritas risiko serta penerapan People, Process, Product. Analisis risiko dan analisis prioritas risiko menggunakan Readiness Assessment untuk mengetahui kondisi eksisting PT Albasia Nusa Karya. Kata kunci : IT Service Management (ITSM), InfrastructureTechnology Information Library (ITIL), Service Strategy, Analisis Risiko, Prioritas Risiko, Readiness Assessment. Abstract Service is a necessary part of the IT and business world. The service has unpredictable vulnerabilities. IT Service Management is the main support method in optimizing service management using InfrastructureTechnology Information Library (ITIL) Version 3. Research entitled "Implementation of Information Technology Service Management in Manufacturing Company Using ITIL Version 3 Domain Service Strategy Case Study: PT Albasia Nusa Karya" lack of consciousness and an important role in the implementation of service management at PT Albasia Nusa Karya company because of the lack of IT infrastructure & IT division that impacted the work of each division became uncontrollable. Therefore, the research used data collection method which is by doing interview and observation method, until the result of this research analysis is risk analysis, risk priority analysis and application of People, Process, Product. Risk analysis and risk priority analysis using Readiness Assessment to know the existing condition of PT Albasia Nusa Karya. Keywords: IT Service Management (ITSM), InfrastructureTechnology Information Library (ITIL), Service Strategy, Risk Analysis, Risk Priority, Readiness Assessment.
Penerapan Manajemen Layanan Teknologi Informasi Pada Pt Albasia Nusa Karya Dengan Menggunakan Framework Itil Versi 3 Pada Domain Service Design Lingga Priyadi; RD. Rohmat Saedudin; Rokhman Fauzi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Manajemen layanan teknologi informasi saat ini sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis karena kerentanan layanan dalam dunia bisnis tersebut sering tidak dapat di prediksi. Seperti PT Albasia Nusa Karya yang juga membutuhkan manajemen layanan teknologi informasi untuk memaksimalkan kualitas layanannya. Penelitian ini akan membahas bagaimana penerapan manajemen layanan teknologi informasi pada PT Albasia Nusa Karya untuk memaksimalkan kualitas layanan dengan menggunakan framework InfrastructureTechnology Information Library (ITIL) Versi 3 Domain Service Design, ITIL merupakan framework IT Service Management sebagai metode pendukung utama dalam optimalisasi manajemen layanan. Penelitian ini akan diajukan sebagai bahan pertimbangan untuk perusahan PT Albasia Nusa Karya dalam penerapan manajemen layanan teknologi informasi yang berfokus pada penyelesaian masalah kualitas layanan saat ini. Metode yang akan digunakan pada penelitian ini adalah wawancara dan observasi, sehingga mendapatkan hasil yang akan di analisis risiko dan prioritasnya dari sisi People, Process, Product agar dapat menerapkan manajemen layanan teknologi informasi dengan baik. Kata Kunci: IT Service Management (ITSM), InfrastructureTechnology Information Library (ITIL), Service Design, Analisis Risiko. Abstract Information technology service management is currently needed in the business world because service vulnerabilities in the business world are often unpredictable. Like PT Albasia Nusa Karya, which requires management of information technology services to maximize the quality of its services. This study will discuss how the application of information technology service management at PT Albasia Nusa Karya to maximize the quality of service by using the Infrastructure Technology Information Library (ITIL) the 3rd Version framework of Domain Service Design, ITIL is an IT Service Management framework as the main supporting method in optimizing service management. This research will be proposed as a consideration for the company PT Albasia Nusa Karya in the application of information technology service management that focuses on resolving current service quality problems. The method that will be used in this research is interview and observation, so that the results will be analyzed in risk and the priorities are in terms of People, Process, Product in order to implement information technology service management well. Keywords: IT Service Management (ITSM), InfrastructureTechnology Information Library (ITIL), Service Design, Risk Analysis.
Perancangan Enterprise Architecture Pada Fungsi Dana Dan Layanan Bank Bpd Bali Dengan Menggunakan Pendekatan Togaf Adm Ida Ayu Gede Anila Sukma Murti; Tien Fabrianti Kusumasari; Rokhman Fauzi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bank BPD Bali yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berfokus pada dunia perbankan. Adapun kendala yang dimiliki oleh Bank BPD Bali pada Fungsi Dana dan Layanan adalah produk dan layanan yang berbasis teknologi masih terbatas dan pengimplementasian dari layanan belum optimal maka dari itu diperlukan perancangan enterprise architecture sehingga antara teknologi informasi dan bisnis yang dimiliki dapat selaras. Pada penelitian ini penulis memberikan solusi untuk enterprise architecture menggunakan TOGAF ADM. Alasan menggunakan TOGAF adalah salah satu framework pada enterprise architecture yang bersifat open source dan fleksibel, dengan TOGAF maka enterprise architecture yang dirancang akan berorientasi pada proses dengan cara menggunakan metode ADM dikarenakan metode ADM merupakan inti dari TOGAF. TOGAF ADM ini terdiri dari empat domain seperti bisnis, data, aplikasi dan teknologi. Dan terdapat beberapa fase di TOGAF ADM. Namun pada penelitian hanya berfokus hingga fase migration planning dengan melakukan perbandingan antara kondisi eksisting dengan kondisi target. Setiap fase ini memiliki beberapa langkah dan artefak yang sesuai dengan TOGAF ADM. Fungsi dana dan layanan hanya memiliki satu aplikasi eksisting sehingga masih terdapat kekurangan dalam mendukung proses bisnis yang dimiliki oleh fungsi dana dan layanan. Perancangan enterprise architecture ini akan menghasilkan sebuah blueprint dan penerapannya akan menghasil sebuah IT Roadmap ini berfungsi untuk menyesuaikan teknologi dengan strategi bisnis yang dimiliki dan dapat memberikan dukungan terhadap prioritas bisnis yang akan diimplementasikan 2-5 tahun kedepan. Kata kunci : Enterprise Architecture, Arsitektur TI, Bank dan TOGAF ADM Abstract Bank BPD Bali which is a Regional Owned Enterprise (BUMD) that focuses on the world of banking. The constraints that are owned by Bank BPD Bali in the Function of Funds and Services is a product and service based on technology is still limited and the implementation of services is not optimal, therefore it is necessary to design an enterprise architecture so that information technology and business can be aligned. In this study the authors provide solutions for enterprise architecture using TOGAF ADM. The reason for using TOGAF is one of the frameworks for open source and flexible enterprise architecture, with TOGAF, the enterprise architecture designed will be process oriented by using the ADM method because the ADM method is the core of TOGAF. TOGAF ADM consists of four domains such as business, data, applications and technology. And there are several phases in TOGAF ADM. However, the research only focuses on the migration planning phase by comparing the existing conditions with the target conditions. Each of these phases has several steps and artifacts that are compatible with TOGAF ADM. The function of funds and services has only one existing application so there are still shortcomings in supporting business processes owned by the fund and service functions. The design of the enterprise architecture will produce a blueprint and its implementation will produce an IT Roadmap that serves to adjust the technology with the business strategy that is owned and can provide support for business priorities that will be implemented in the next 2-5 years. Keywords: Enterprise Architecture, Architecture IT, Bank and TOGAF ADM
Analisis Dan Perancangan Manajemen Keamanan Informasi Pada Direktorat Sistem Informasi Universitas Telkom Dengan Indeks Keamanan Informasi (kami) Pada Area Tata Kelola, Pengelolaan Risiko Dan Kerangka Kerja Pengelolaan Keamanan Informasi Dhuwi Ambar Wati; Avon Budiyono; Rokhman Fauzi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Pada era globalisasi digital Teknologi Informasi semakin pesat. Hal tersebut dapat mempermudah dan memperlancar Institusi dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Institusi harus dapat menjaga keamanan asset informasi. Direktorat Sistem Informasi (SISFO) sudah menerapkan teknologi informasi untuk menunjang kegiatan dan pengolahan data setiap hari, namun informasi yang dimiliki belum dilindungi dengan baik. Maka akan muncul risiko keamanan informasi yang dapat mengancam keamanan asset informasi, sehingga perlu dilakukan evaluasi keamanan informasi pada Direktorat Sisfo. Standar yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Indeks Keamanan Informasi (KAMI) yang mengacu pada ISO 27001 yaitu alat evaluasi yang dapat menganalisa gambaran kondisi kesiapan progam kerja keamanan informasi. Hasil penilaian Indeks KAMI Direktorat Sisfo dengan Kategori Sistem Elektronik tergolong tinggi dan status kesiapan untuk area tata kelola, pengelolaan risiko dan kerangka kerja pengelolaan keamanan informasi berada pada level II dimana bernilai 111 dari 357 dimana merupakan kondisi dasar penerapan kerangka kerja dimana proses pengamanan berjalan tanpa dokumentasi atau dokumen resmi. Dan merupakan kondisi dasar penerapan kerangka kerja dimana proses pengamanan berjalan tanpa dokumentasi atau dokumen resmi. Direktorat Sisfo belum siap dalam penerapan sistem manajemen keamanan informasi sehingga Direktorat harus melakukan perbaikan dengan peningkatan kontrol keamanan yang terdokumentasi untuk penerapan sistem manajemen keamanan informasi yang efektif dan efisien. Kata kunci : Indeks Keamanan Informasi (KAMI), ISO/IEC 27001, Tingkat Kematangan, Direktorat Sistem Informasi. Abstract -- In the era of digital globalization, Information Technology is getting faster. This can facilitate and facilitate the Institution in carrying out its duties and functions. Institutions must be able to maintain the security of information assets. The Directorate of Information Systems (SISFO) has implemented information technology to support activities and data processing every day, but the information that is owned is not well protected. Then an information security risk will emerge that can threaten the security of information assets, so that it is necessary to evaluate information security at the Sisfo Directorate. The standard used in this study uses the Information Security Index (US) which refers to ISO 27001, an evaluation tool that can analyze the picture of the condition of information security work program readiness. The results of our assessment of the Sisfo Directorate with the Electronic System Category are high and the readiness status for the area of governance, risk management and information security management framework is at level II worth 111 from 357 which is the basic condition for implementing a framework where the security process runs without official documentation or documents. The Sisfo Directorate is not yet ready for the implementation of an information security management system so that the Directorate must make improvements with documented security control improvements for the implementation of an effective and efficient information security management system. Keywords: Keamanan Informasi (KAMI) Index, ISO/IEC 27001, maturity level, Directorate Information Systems
Perancangan Enterprise Architecture Pada Fungsi Sumber Daya Manusia Bank Bpd Bali Dengan Menggunakan Pendektan Togaf Adm Gabriella Apriliana; Tien Fabrianti Kusumasari; Rokhman Fauzi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Saat ini teknologi informasi sangat berkembang dengan pesat khususnya dalam industri perbankan. Maka setiap bank harus siap menghadapai persaingan. Dalam hal tersebut. Bank BPD Bali memiliki beberapa kendala, salah satunya pada Fungsi Sumber Daya Manusia yaitu untuk meningkatkan peran SDM sebagai strategic partner bank dan sebagai agen perubahan maka, bank masih memerlukan waktu dalam meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memahami seluruh aktivitas operasional bank berdasarkan strategi pengembangan IT harus memiliki keselarasan dengan strategi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Dalam melakukan penyelarasan IT, enterprise architecture digunakan sebagai blue print dari perancangan infrastruktur sistem informasi agar dapat memenuhi kebutuhan dalam kegiatan bisnis yang dilakukan oleh perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan perancangan enterprise architecture dengan menggunakan TOGAF ADM. Fungsi dari TOGAF ADM yang akan memberikan gambaran spesifik untuk proses pengembangan enterprise architecture yang memungkinkan perusahaan mendefinisikan kebutuhan bisnis dan membangun arsitektur yang spesifik untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang dapat merancang semua kebutuhan Bank BPD Bali. Adapun tujuan perancangan yaitu mengetahui kondisi eksisting dan membuat kondisi target yang dibutuhkan oleh Bank BPD Bali. Penulis menggunakan metode konseptual hevner untuk melakukan penentuan metodologi yang memiliki 3 elemen yaitu environment yang membahas permasalahan kasus yang ada dalam perancangan enterprise architecture yang ada dalam Bank BPD Bali, IS research membahas penggunaan ilmu yang sedang diterapkan dalam menyelesaikan permasalahan berupa fase-fase yang digunakan dalam TOGAF ADM mulai dari preliminary phase hingga migration planning dan knowledge base membahas konsep dan metode yang digunakan dalam mendapatkan informasi. Adapun akhir dari perancangan ini, yaitu menghasilkan IT roadmap yang berguna untuk mengatur teknologi agar mendukung strategi bisnis dan membantu mendukung prioritas bisnis yang akan diimplementasikan 2-5 tahun kedepan. Kata kunci : Bank BPD Bali, Fungsi Sumber Daya Manusia, TOGAF ADM, metode konseptual hevner. Abstract Nowdayas, information technology is growing rapidly, especially in the banking industry. So, each bank must be prepared to face the competition. Bank BPD Bali has several problems, one of them on the Function of Human Resources is to increase the role of HR as a strategic partner of the bank and as an agent of change then, banks still need to improve the competence of the Human Resources (HR) to understand the entire operating activities of banks based strategy IT development should have alignment with business strategy which is run by the company. In doing IT alignment, enterprise architecture is used as a blue print of the design of information systems infrastructure in order to meet the needs of the business activities undertaken by the company. Therefore, it takes designing enterprise architecture using the TOGAF ADM. The function of the TOGAF ADM will provide specific features for enterprise architecture development process that allows a company to define business needs and build a specific architecture to meet the needs of companies that can design all the needs of Bank BPD Bali.Thethe design goal is to know the existing condition and makes the condition of targets required by BPD Bali. The author uses the method of conceptual hevner to determine a methodology that has three elements, namely environment that addresses the problems existing cases in the design of enterprise architecture is in BPD Bali, IS research discusses the use of science is being applied to solve the problems in the form of phases used in TOGAF ADM from the preliminary phase to migration planning and knowledge base to discuss the concepts and methods used in obtaining the information. The end of this design, which produces IT roadmap that allows you to adjust the technology to support business strategies and help support the business priorities that will be implemented in the next 2-5 years.Keywords: BPD Bali, Function Human Resources, TOGAF ADM, hevner conceptual method.
Analisis Risiko Keamanan Informasi Dengan Metode Octave Allegro Pada Pt. Tirta Investama Sulaimanda Isra Hasibuan; Tien Fabrianti Kusumasari; Rokhman Fauzi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Penerapan tata kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), salah satunya Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan di setiap instansi penyelenggara pelayanan publik. Mengingat peran TIK yang semakin penting dalam upaya peningkatan kualitas layanan sebagai salah satu realisasi dari tata kelola pemerintahan yang baik (Good Corporate Governance). PT. Tirta Investama sebagai salah satu perusahaan swasta di Indonesia memiliki upaya meningkatkan kualitas layanan dengan sejumlah aset yang digunakan untuk mendukung proses bisnis. Standar yang digunakan dalam penelitian ini adalah ISO/IEC 27001:2013. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis profil risiko aset informasi menggunakan metode OCTAVE Allegro. Proses rekomendasi adalah tindak lanjut dari penilaian risiko berupa kontrol pada ISO/IEC 27001:2013. Hasil analisis penelitian akan didapatkan 8 area perhatian yang akan diberikan rekomendasi kontrol berdasarkan ISO/IEC 27001:2013. Kata kunci: Analisis, Risiko, Manajemen Risiko, Keamanan Informasi, OCTAVE Allegro, ISO 27001, PT. Tirta Investama. Abstract— The application of Information and Communication Technology (ICT) governance, the only Information Security Management System (ISMS), has become a necessity and supports every public service provider institution. Consider the role of ICT that is increasingly important in an effort to improve service quality as one of good governance. PT. Tirta Investama as one of the private companies in Indonesia has the support of improving service quality by contributing assets used to support business processes. The standard used in this study is ISO / IEC 27001: 2013. This research was conducted by analyzing asset risk profiles using the OCTAVE Allegro method. The assessment process is a follow-up of the discussion in the form of controls at ISO / IEC 27001: 2013. The results of the research analysis will be obtained 8 areas of attention that will be given control recommendations based on ISO / IEC 27001: 2013. Keywords: Analysis, Risk, Risk Management, Information Security, OCTAVE Allegro, ISO 27001, PT. Tirta Investama.
Perancangan Enterprise Architecture Pada Fungsi Teknologi Informasi Bank Bpd Bali Dengan Menggunakan Pendekatan Togaf Adm Devalia Mesha; Tien Fabrianti Kusumasari; Rokhman Fauzi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bank BPD Bali merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bali yang bergerak di bidang perbankan dan merupakan bank umum yang kepemilikan sahamnya sebagian besar dipegang oleh pemerintah provinsi Bali. Bank BPD Bali memiliki visi untuk menjadi bank yang kuat, berdaya saing tinggi, dan terkemuka dalam melayani UMKM serta berkontribusi bagi pertumbuhan perekonomian daerah. Berdasarkan visi tersebut, fungsi teknologi informasi berperan penting dalam mencapai visi Bank BPD Bali. Tujuan fungsi teknologi informasi Bank BPD Bali yaitu menyediakan dukungan teknologi informasi yang handal, efektif, dan efisien bagi kegiatan operasional bank dalam mencapai visi dan misi serta strategi Bank BPD Bali. Untuk dapat tercapainya tujuan fungsi teknologi informasi, diperlukan sistem informasi untuk menciptakan lingkungan teknologi informasi yang terintegrasi dan bersinergi. Penggunaan TI pada Bank BPD Bali masih kurang sesuai antara bisnis unit dengan TI sehingga terjadi investasi TI yang tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis. Maka diperlukan perancangan enterprise architecture (EA). Enterprise architecture dipilih karena dapat mengendalikan kompleksitas perusahaan, proses serta sistemnya. Selain itu, EA dipilih karena strategi TI bukan hanya tentang teknologi tetapi juga menciptakan lingkungan terintegrasi yang memanfaatkan keterampilan manusia, proses bisnis, struktur organisasi, dan teknologi untuk mengubah posisi kompetitif bisnis. Untuk membuat perancangan enterprise architecture pada fungsi teknologi informasi, penelitian ini menggunakan TOGAF ADM sebagai framework, yaitu pada Preliminary Phase, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, Technology Architecture, Opportunities and Solution, dan Migration Planning. Hasil dari penelitian ini yaitu memberikan gambaran berupa blueprint dan IT roadmap untuk perencanaan investasi TI agar sesuai dengan kebutuhan bisnis. Kata kunci : Enterprise Architecture, TOGAF ADM, Bank, Teknologi Informasi. Abstract Bank BPD Bali is a Regional Government-Owned Enterprise (BUMD) that is engaged in banking and is a public bank whose majority ownership is held by the provincial government of Bali. Bank BPD Bali has the vision to become a strong, highly competitive and leading bank in serving UMKM and contribute to regional economic growth. Based on this vision, the function of information technology plays an important role in achieving the vision of Bank BPD Bali. The purpose of the information technology function of Bank BPD Bali is to provide information technology support that is reliable, effective, and efficient for bank operations in achieving the vision and mission and strategy of Bank BPD Bali. In order to achieve the objectives of the information technology function, an information system is needed to create an integrated and synergic information technology environment. The use of IT at Bank BPD Bali still lacks synergy between business units and IT so the IT investments that are not in accordance with business needs. Therefore, it is necessary to design an enterprise architecture (EA). Enterprise architecture was chosen because it can control the complexity of the company, its processes, and systems. In addition, EA was chosen because IT strategies are not only about technology but also create an integrated environment that utilizes human skills, business processes, organizational structures, and technology to change the competitive position of business. To create an enterprise architecture design in information technology functions, this research uses TOGAF ADM as a framework in Preliminary Phase, Architecture Vision, Business Architecture, Architecture Information Systems, Technology Architecture, Opportunities and Solutions, and Migration Planning. The results of this study are to provide an overview of the blueprint and IT roadmap for planning IT investments to fit business needs. Keywords: Enterprise Architecture, TOGAF ADM, Bank, Information Technology
Analisis Dan Perancangan Proses Manajemen Kepatuhan Ti Menggunakan Kerangka Kerja Cobit 2019 Di Pt Inti (persero) Silvia Afrima Chandra; Rokhman Fauzi; Iqbal Santosa
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. INTI (Persero) adalah singkatan dari PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), yang bergerak di bidang Industri Telekomunikasi. Pada penelitian ini, penulis menjadikan PT INTI (Persero) khususnya divisi IT sebagai objek penelitian yang betujuan untuk menganalisa dan memberikan gambaran tentang kontrol manajemen kepatuhan eksternal yang berada di PT INTI (Persero). Saat ini, PT INTI (Persero) telah menggunakan COBIT 4.1 sebagai kerangka kerja dan menjadikannya sebagai acuan dalam manajemen kepatuhan eksternal yang sesuai dengan Peraturan mentri BUMN Nomor PER-02-MBU-2013 dan PER-02-MBU-2018. Penilain COBIT 4.1 yang berfokus pada maturity assessment atau kematangan terhadap standar penilain proses. Penulis juga akan melakukan penilaian manajemen kepatuhan eksternal TI berdasarkan kerangka kerja COBIT 2019 Governance and Management Objectives pada Domain MEA03 manajemen kepatuhan eksternal dan COBIT 2019 Implementation Guide sebagai panduan dalam perancangan manajemen kepatuhan eksternal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kulitatif deskriptif yang digunakan untuk melakukan analisa dari perancangan kerangka kerja COBIT 2019 Governance and Management Objectives. Kata kunci : Manajemen risiko, COBIT 4.1, COBIT 2019 Governance and Management Objectives, COBIT 2019 Implementation Guide, MEA03 Abstract PT. INTI (Persero) is an abbreviation of PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), which is engaged in telecommunication industry. In this research, the author makes PT INTI (Persero) especially the IT division as a research object that aims to analyse and provide an overview of external compliance management controls located in PT INTI (Persero). Currently, PT INTI (Persero) has been using COBIT 4.1 as a framework and made it as a reference in external compliance management in accordance with the Ministry of State Minister for SOEs number PER-02-MBU-2013 and PER-02-MBU-2018. The evaluation of COBIT 4.1 focuses on maturity assessment or maturity to the standard process assessment. The author will also conduct external IT compliance management assessments based on the COBIT 2019 Governance and Management Objectives Framework on the Domain MEA03 external compliance Management and the COBIT 2019 Implementation Guide as a guide in the design of external compliance management. The research was conducted using a descriptive method of the methods used to analyze the design of the COBIT framework 2019 Governance and Management Objectives. Keyword : Risk Mangement, COBIT 4.1, COBIT 2019 Governance and Management Objectives, COBIT 2019 Implementation Guide, MEA03
Analisis Perancangan Enterprise Architecture Pada Fungsi Pelaporan Keuangan Pt Jawa Pos Koran Menggunakan Togaf Adm Rinaldi Tambunan; Rokhman Fauzi; Rachmadita Andreswari
eProceedings of Engineering Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak JawaPos.com merupakan bagian dari jawa pos Grup, jaringan media terbesar di Indonesia. Dengan lebih dari 200 media tersebar di seluruh Indonesia, dari sabang sampai merauke, Jawa Pos Grup berhasil menjadi penyedia informasi terlengkap, terdepan dan terpercaya di tanah air. Bermula dari sebuah koran kecil di Surabaya yang didirikan pada 1 juli 1949, bisnis Jawa Pos kini sudah merambah ke media televisi, event dana digital. Jawa Pos memasuki bisnis digital pada 2014 dengan menghadirkan JawaPos.com. Peran teknologi informasi cukup la penting dalam mendukung berjalannya proses bisnis pada perusahaaan, untuk memanfaatkan peran teknologi secara maksimal sehingga selaras dengan bisnis yang dijalankan maka diperlukan perancangan enterprise architecture yang sesuai pada fungsi pelaporan keuangan Jawa Pos. Terdapat framework yang dapat dijadikan acuan dalam melakukan perancangan enterprise architecture, yakni TOGAF ADM. Untuk perancangan enterprsie architecture yang dilakukan pada penelitian ini akan meliputi fase Preliminary, Architetcure Vision, Business Architecture, Data Architecture, Technology architecture, Opportunities and Solution dan Migration Planning. Kata Kunci : Enterprise Architecture, TOGAF ADM, Jawa Pos, Fungsi pelaporan keuangan Abstract JawaPos.com is part of the Java Post Group, the largest media network in Indonesia. With more than 200 media spread throughout Indonesia, from Sabang to Merauke, Jawa Pos Group has managed to become the most complete, leading and trusted provider of information in the country. Starting from a small newspaper in Surabaya which was established on July 1, 1949, the Jawa Pos business has now penetrated into television media, a digital fund event. Jawa Pos entered the digital business in 2014 by presenting JawaPos.com. The role of information technology is quite important in supporting the running of business processes in the company, to utilize the role of technology to the maximum so that it is aligned with the business being run. So the design of an enterprise architecture is appropriate in the Java Pos financial reporting function. There is a framework that can be used as a reference in designing enterprise architecture, namely TOGAF ADM. For the design of enterprsie architecture carried out in this study will cover the Preliminary phase, Architecure Vision, Business Architecture, Data Architecture, Technology architecture, Opportunities and Solution and Migration Planning Keywords : Enterprise Architecture, TOGAF ADM, Jawa Pos, financial reporting function.
Analisis Dan Perancangan Proses Manajemen Kinerja Ti Menggunakan Kerangka Kerja Cobit 2019 Di Pt Inti (persero) Agung Prabowo; Rokhman Fauzi; Iqbal Santosa
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan perlunya tolak ukur terhadap manajemen performa terhadap IT pada PT. INTI (Persero) yang mengacu pada MEA 01 yang ada pada COBIT 2019 Governance and Management Objectives. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan kuantitafif dengan pendekatan deskriptif. Untuk menggali informasi dan mencari data yang ada pada PT. INTI (Persero), penelitian ini dilakukan untuk menggali informasi yang berkaitan dengan kepatuhan TI diperusahaan dengan cara datang ke PT. INTI (Persero). Pembahasan penelitian ini pada proses manajemen risiko dan kontrol proyek TI dengan acuan COBIT 2019 Governance and Management Objectives serta COBIT 2019 Implementation Guide dalam proses implementasinya. Fokus dalam penelitian ini ialah manusia, proses, dan teknologi yang diperlukan agar proses dapat dikelola dengan baik oleh organisasi, serta dapat membantu dalam pelaksanaan proses dengan didukung pemanfaatan software. Pembahasan risiko hanya skala divisi TI serta penelitian ini juga dibantu dengan menggunakan software open source. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui serta memahami kondisi dalam penerapan tata kelola TI pada PT. INTI (Persero) terhadap manajemen performa yang dijalankan atau tidak. Dan untuk mengukur sejauh mana implementasi terhadap Tata Kelola TI yang telah dilakukan dengan menggunakan COBIT 2019 Governance and Management Objectives. Metode penelitian yang digunakan ialah métode konseptual dengan merujuk terhadap COBIT 2019 Implementation Guide. dalam melakukan penelitian hingga tahap implementasi Kepatuhan IT pada PT INTI (Persero), maka penulis menggunakan continual improvement task yang terdapat pada seven lifecycle phases COBIT 2019 Implementation Guide. Dari hasil penelitian dapat diterapkan oleh perusahaan, maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan dari penelitian yang dilakukan. Sehingga sistem akan lebih efisien, efektif, sehingga perusahaan dapat mencapai tujuannya dan berkembang sesuai yang di harapkan. Kata Kunci: Manajemen risiko, COBIT 2019 Governance and Management Objectives, COBIT 2019 Implementation Guide, MEA01.