Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Optimalisasi Ekonomi Desa Melalui Digitalisasi Transaksi UMKM Kelontong dan Peternakan Ikan Nila dengan Penerapan QRIS dan EDC di Molodono, Lumbungrejo, Tempel, Sleman Putra, Jeffry Andhika; Kurniawan, Riski; Widianingsih, Devi; Atmawati, Zuni; Kesuma, Pratama; Safei, Luki; Faturohim, Yasin; Prasetyo, Rahmad Unggul; Syarifuddin, Wakhid; Fiqih, Alma Delia Audreya; Gumelar, Awang Aji
CivicAction: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): Artikel Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SORATEKNO PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/civicaction.v1i3.208

Abstract

Digitalisasi jangkauan transaksi pelaku UMKM merupakan langkah strategis untuk mengembangkan ekonomi desa. Dalam rangka mendukung program ini, KKN Tematik di Molodono, Lumbungrejo, Tempel, Sleman berfokus pada optimalisasi pengikatan ekonomi UMKM melalui penerapan teknologi digital. Program ini mencakup dua sektor utama: pembibitan dan pembesaran ikan nila, serta penerapan QRIS dan EDC sebagai metode pembayaran bagi pelaku UMKM kelontong dan peternakan ikan. Dengan mengimplementasikan teknologi digital dalam transaksi, pelaku UMKM dapat meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas bisnis mereka. Pembibitan dan pembesaran ikan nila merupakan sektor yang mendapat perhatian khusus, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Pendampingan dalam sektor ini membantu peternak ikan nila mengoptimalkan teknik pembibitan dan pembesaran, sehingga hasil panen meningkat baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Selain itu, penerapan QRIS dan EDC sebagai metode pembayaran modern memberikan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi. Teknologi ini memungkinkan pelaku UMKM menerima pembayaran secara non-tunai, yang meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar. Dengan QRIS dan EDC, transaksi menjadi lebih cepat dan aman, sehingga pelaku UMKM bisa lebih fokus pada pengembangan produk dan layanan. Hasil dari program ini diharapkan dapat menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi operasional dan transaksi UMKM di desa tersebut. Selain itu, akses ke pasar yang lebih luas melalui pembayaran digital meningkatkan omzet penjualan UMKM. Peningkatan ini tidak hanya mendukung perekonomian lokal tetapi juga menciptakan model yang dapat diadopsi oleh desa lain untuk mengembangkan ekonomi mereka melalui digitalisasi. Program ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, pelaku UMKM di desa-desa dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mengoptimalkan bisnis mereka. Implementasi teknologi seperti QRIS dan EDC tidak hanya memodernisasi cara bertransaksi tetapi juga membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi lokal. Secara keseluruhan, KKN Tematik di Molodono, Lumbungrejo, Tempel, Sleman membuktikan bahwa digitalisasi adalah kunci untuk memberdayakan UMKM dan mengembangkan ekonomi desa secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengikuti jejak serupa dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui transformasi digital.
Optimalisasi Ekonomi Desa Melalui Digitalisasi Transaksi UMKM Kelontong dan Peternakan Ikan Nila dengan Penerapan QRIS dan EDC di Molodono, Lumbungrejo, Tempel, Sleman Jeffry Andhika Putra; Riski Kurniawan; Devi Widianingsih; Zuni Atmawati; Pratama Kesuma; Luki Safei; Yasin Faturohim; Rahmad Unggul Prasetyo; Wakhid Syarifuddin; Alma Delia Audreya Fiqih; Awang Aji Gumelar
CivicAction: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): Artikel Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SORATEKNO PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/civicaction.v1i3.208

Abstract

Digitalisasi jangkauan transaksi pelaku UMKM merupakan langkah strategis untuk mengembangkan ekonomi desa. Dalam rangka mendukung program ini, KKN Tematik di Molodono, Lumbungrejo, Tempel, Sleman berfokus pada optimalisasi pengikatan ekonomi UMKM melalui penerapan teknologi digital. Program ini mencakup dua sektor utama: pembibitan dan pembesaran ikan nila, serta penerapan QRIS dan EDC sebagai metode pembayaran bagi pelaku UMKM kelontong dan peternakan ikan. Dengan mengimplementasikan teknologi digital dalam transaksi, pelaku UMKM dapat meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas bisnis mereka. Pembibitan dan pembesaran ikan nila merupakan sektor yang mendapat perhatian khusus, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Pendampingan dalam sektor ini membantu peternak ikan nila mengoptimalkan teknik pembibitan dan pembesaran, sehingga hasil panen meningkat baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Selain itu, penerapan QRIS dan EDC sebagai metode pembayaran modern memberikan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi. Teknologi ini memungkinkan pelaku UMKM menerima pembayaran secara non-tunai, yang meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar. Dengan QRIS dan EDC, transaksi menjadi lebih cepat dan aman, sehingga pelaku UMKM bisa lebih fokus pada pengembangan produk dan layanan. Hasil dari program ini diharapkan dapat menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi operasional dan transaksi UMKM di desa tersebut. Selain itu, akses ke pasar yang lebih luas melalui pembayaran digital meningkatkan omzet penjualan UMKM. Peningkatan ini tidak hanya mendukung perekonomian lokal tetapi juga menciptakan model yang dapat diadopsi oleh desa lain untuk mengembangkan ekonomi mereka melalui digitalisasi. Program ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, pelaku UMKM di desa-desa dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mengoptimalkan bisnis mereka. Implementasi teknologi seperti QRIS dan EDC tidak hanya memodernisasi cara bertransaksi tetapi juga membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi lokal. Secara keseluruhan, KKN Tematik di Molodono, Lumbungrejo, Tempel, Sleman membuktikan bahwa digitalisasi adalah kunci untuk memberdayakan UMKM dan mengembangkan ekonomi desa secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengikuti jejak serupa dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui transformasi digital.
Pemilihan Aplikasi Open Source Sistem Informasi Akademik Menggunakan Model Pengambilan Keputusan AHP serta TOPSIS (Kasus: Jurusan Teknik Informatika Universitas Janabadra) Putra, Jeffry Andhika; Rakhman, Tsabit
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 2 No. 1 (2018): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-II Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v2i1.453

Abstract

Salah satu cara mengembangkan sistem informasi akademik menggunakan aplikasi Free Open Source (FOS) yang banyak beredar. Pengembang sistem informasi akademik perlu menentukan FOS yang tepat digunakan untuk mengembangkan sistem informasi akademik berdasarkan kriteria yang dibutuhkan dan kehandalan FOS. Salah satu cara untuk membantu pengambilan keputusan bisa digunakan model MADM menggunakan metode AHP serta TOPSIS. Pada penelitian ini menerapkan analisis perbandingan dua metode, yaitu metode AHP serta TOPSIS dengan pengujian analisis perhitungan yang digunakan untuk membandingkan tiga aplikasi FOS sistem informasi akademik, yaitu Sistem Informasi Akademik Kampus (Siakad), Sistem Informasi Akademik Terpadu (Sikadu), serta SISFOKOL untuk mengembangkan sistem informasi akademik pada Jurusan Teknik Informatika Universitas Janabadra. Hasil yang diperoleh pada perangkingan dengan dua metode, FOS, Siakad berada pada prioritas pertama untuk dipilih dan hasil perbandingan Metode AHP 99,99724875 serta metode TOPSIS 99,9946825, metode AHP lebih relevan digunakan dibanding TOPSIS dengan tingkat kesesuaian lebih tinggi.