Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENALARAN DEDUKTIF, INDUKTIF DAN BAHASA DALAM PENULISAN ILMIAH Sriyanti, Rini; Hidayat, Nandang; Marlia, Rina
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.38312

Abstract

Penulisan ilmiah membutuhkan kerangka berpikir logis dan sistematis untuk menghasilkan karya yang berkualitas. Penalaran deduktif dan induktif merupakan metode utama yang mendasari pengembangan argumen dalam penulisan ilmiah. Penalaran deduktif digunakan untuk menarik kesimpulan spesifik dari prinsip umum, sedangkan penalaran induktif memungkinkan penulis membangun generalisasi berdasarkan pengamatan atau data spesifik. Selain itu, bahasa memainkan peran strategis dalam menyampaikan argumen agar dapat dipahami oleh pembaca dengan latar belakang yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode library research untuk menganalisis teori-teori terkait hubungan antara penalaran deduktif, induktif, dan peran bahasa dalam penulisan ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara ketiga elemen tersebut dapat memperkuat validitas logis, keberterimaan ilmiah, dan efektivitas komunikasi dalam tulisan ilmiah.
Strategi Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di Tingkat Pendidikan Menengah melalui Difusi Inovasi Handayani, Santy; Wahyuni, Siti; Marlia, Rina; Suhendra, Suhendra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4665

Abstract

This study aims to analyze strategies for utilizing Artificial Intelligence (AI) in secondary education through Rogers’ Diffusion of Innovations theory (2003). The research employed a Systematic Literature Review (SLR) approach following the PRISMA framework. A total of 34 peer-reviewed articles from Scopus, Web of Science, ScienceDirect, and Sinta databases were systematically reviewed to identify adoption patterns, driving factors, and barriers in AI implementation within secondary schools. The findings indicate that the adoption of AI in secondary education is still at an early diffusion stage, with a sharp increase in research interest since 2021. Five innovation attributes—relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability—significantly influence teachers’ and students’ adoption intentions. Relative advantage and compatibility were identified as the strongest drivers of adoption, whereas complexity remains a major barrier requiring system simplification and continuous professional training. The study proposes a conceptual model of AI innovation diffusion consisting of three strategic pillars: Human Readiness, Institutional Support, and Innovation Ecosystem. These pillars collectively emphasize the importance of human capability, institutional policy, and cross-sector collaboration to ensure ethical, inclusive, and sustainable AI adoption. Properly implemented, AI has the potential to transform secondary education into a more adaptive, data-driven, and equitable learning system in the digital era.
Perencanaan Strategis Dan Perencanaan Operasional Pendidikan Maharni, Septi; Reflinda, Reflinda; Asmendri, Asmendri; Sari, Milya; Marlia, Rina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4666

Abstract

Perencanaan pendidikan merupakan proses fundamental dalam memastikan keberlanjutan, efektivitas, dan mutu layanan pendidikan di berbagai jenjang. Paper ini mengkaji hubungan antara perencanaan strategis dan perencanaan operasional serta implikasinya terhadap peningkatan kinerja dan daya saing lembaga pendidikan. Perencanaan strategis mencakup penetapan visi, misi, tujuan jangka panjang, serta analisis faktor internal dan eksternal menggunakan metode SWOT dan PESTEL. Analisis ini membantu lembaga mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi arah pengembangan pendidikan serta memberikan dasar bagi pengambilan keputusan strategis. Di sisi lain, perencanaan operasional menekankan penerjemahan strategi ke dalam program kerja, kegiatan pendidikan, pengelolaan sumber daya, dan monitoring capaian melalui indikator kinerja (Key Performance Indicators/KPI). Integrasi antara aspek strategis dan operasional menjadi kunci keberhasilan manajemen pendidikan, di mana visi dan tujuan jangka panjang dijalankan melalui tindakan konkret yang terukur. Tabel model integrasi strategis-operasional menunjukkan bagaimana komponen visi, tujuan, analisis lingkungan, strategi implementasi, dan evaluasi strategis dapat diselaraskan dengan program kerja tahunan, proyek pendidikan, penyesuaian terhadap kondisi lingkungan, RKAS, serta monitoring hasil. Hasil kajian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan yang mampu mengintegrasikan perencanaan strategis dan operasional, serta menerapkan evaluasi berkelanjutan, akan lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan, inovatif dalam implementasi program, dan kompetitif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Temuan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemangku kepentingan, penggunaan data berbasis bukti, dan indikator kinerja yang jelas sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dan operasional. Dengan demikian, integrasi perencanaan strategis dan operasional menjadi fondasi utama untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berkelanjutan.