Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI EVALUASI FISIK SEDIAAN LOSIO DARI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum africanum L.) SEBAGAI PENOLAK NYAMUK Aedes aegypti Nofita, Nofita; Yuliana, Dewi; Angin, Martianus Perangin
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9398

Abstract

Daun kemangi (Ocimum africanum L.) memiliki kandungan metabolit skunder seperti flavonoid, saponin, tanin dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun kemangi efektif sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti yang dibuat menjadi sediaan losio dengan variasi konsentrasi asam stearat yaitu 2%, 3% dan 5%. Ekstraksi daun kemangi menggunakan metode perkolasi dengan pelarut etil asetat. Hasil ekstraksi daun kemangi diperoleh rendemen 6,4%, kemudian diformulasikan menjadi sediaan losio dan di uji evaluasi fisik sediaan. Hasil evalusi sediaan losio ekstrak daun kemangi dari ketiga formulasi memenuhi persyaratan homogenitas, pH, daya sebar dan iritasi. Uji efektivitas sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti, formulasi 1 efektif pada jam ke 1 sampai jam ke 5 dengan persyaratan persentase daya tolak nyamuk >80%.. Data yang didapat lalu diuji menggunakan uji Repeated Measures ANOVA diperoleh nilai (sig) 0,000 <0,05 sehingga diketahui adanya pengaruh dari waktu-waktu dan waktu-perlakuan. Kata Kunci : Daun Kemangi (Ocimum africanum L.), losio, repellan, Aedes aegypti.
HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI MASYARAKAT TELUK BETUNG BARAT Novianti, Riri; Lestari, Yovita Endah; Angin, Martianus Perangin
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i4.12260

Abstract

Hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di masyarakat teluk betung barat. Kesadaran masyarakat terhadap antibiotik yang dapat mencegah dan mengobati berbagai gejala penyakit, yang mengurangi efektivitas terapi dan meningkatkan risiko keselamatan pasien, resistensi, dan biaya pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat kesadaran masyarakat Teluk Betung Barat terhadap penggunaan antibiotik terkait dengan faktor sosiodemografi seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, dan pendidikan. Strategi cross-sectional dan metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari penelitian Primadiamanti digunakan dalam penelitian analitik ini. Tabulasi silang dan uji statistik Chi-square digunakan dalam penelitian ini. Temuan dari 396 responden menunjukkan bahwa ada korelasi antara sosiodemografi (usia dan pendidikan) dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik (nilai-p < 0,05), sementara tidak ada korelasi antara sosiodemografi (jenis kelamin, pendapatan, dan riwayat penggunaan obat) dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik (nilai-p < 0,05). Mayoritas responden (190, 48%) berusia antara 18 dan 30 tahun (217, 54,8%), perempuan 205, 51,8%), pendidikan sekolah menengah atas 209, 52,8%), pendapatan < 2 juta 210 (53%), dan riwayat penggunaan antibiotik dalam 3 bulan (238, 60,1%).
Evaluasi Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (Oat) Pasien Tuberkolusis Paru Dewasa Di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Putri, Tiara Aprilia; Primadiamanti, Annisa; Angin, Martianus Perangin
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 5.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on data from the Lampung Provincial Health Office in 2019, the highest TB case finding was in Bandar Lampung City (2,050 male cases, 1,435 female cases, and 361 cases in children aged 0-14 years). Based on the condition of TB treatment which has a long duration of drug administration and many types of drugs, there will be a high risk of side effects or toxicity. This study is a quantitative study using an analytical survey design. The study and data collection were conducted at the Imanuel Hospital, Bandar Lampung in April 2024. The population in this study were all adult TB patients at the Imanuel Hospital, Bandar Lampung, in the period January - March 2024, totaling 31 pasients. The instrument used was a direct observation sheet. Analysis of ESO events using presented in a peer review. Based on the results of monitoring pulmonary TB patients at the Imanuel Hospital, Bandar Lampung City, it can be concluded that the proportion of patients who experience the most side effects of OAT is joint pain. Other side effects that are often experienced by TB patients are nausea, loss of appetite, dizziness and tingling
Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Puskesmas Banyumas Kabupten Pringsewu Rokhimah, Intan Ainur; Primadiamanti, Annisa; Angin, Martianus Perangin
Journal of Islamic Medicine Vol 6, No 2 (2022): JOURNAL OF ISLAMIC MEDICINE EDISI SEPTEMBER 2022
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v6i2.17452

Abstract

Background: WHO shows that approximately 1.13 billion people in the world suffer from hypertension. The percentage of non-adherence to taking medication for hypertension sufferers in Indonesia is estimated to be 32.3%. Objectif : This study aims to determine the level of patient compliance in the use of antihypertensive drugs in outpatient hypertension patients at the Banyumas Public Health Center, Pringsewu Regency. Methods : how the study was performed and statistical tests used. how the study was performed and statistical tests used how the study was performed and statistical tests used how the study was performed and statistical tests used how the study was performed and statistical tests used. Results: The results showed that the frequency of adherence to medication was categorized into 3 categories, namely compliance, moderate, and low. The level of adherence to taking medication for hypertension sufferers at the Banyumas Health Center is 9% with high adherence, 38% moderate adherence, 53% low adherence. Conclusion :       The level of adherence to the use of antihypertensive drugs in hypertensive patients who seek treatment at the Banyumas Public Health Center is mostly included in the low level of adherence. The results of Chi Square showed that there were no characteristics of the  research subjects  that affected the compliance of hypertension patients at the Banyumas Public Health Center, Pringsewu Regency (P 0.05).Keywords : Hypertension, Compliance, MMAS-8
PENINGKATAN KESADARAN REMAJA TERHADAP PENCEGAHAN HIV/AIDS MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DI SMKN TANJUNG SARI LAMPUNG SELATAN Angin, Martianus Perangin; Dwiyanti, Made; Wahyuningsih, Mustika; Febriyanti, Made
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i1.19469

Abstract

ABSTRACTRemaja yang terinfeksi HIV-AIDS di Indonesia menunjukkan angka yang cenderung meningkat, ketidaktahuan remaja menjadi salah satu pemicu peningkatan kasus HIV-AIDS tersebut. Pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi masih tergolong rendah, hal ini dapat dilihat dari banyaknya kasus kehamilan yang tidak dikehendaki (KTD), pengguguran kandungan (aborsi), dan penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/ AIDS yang terjadi di khalangan remaja. Pemahaman yang rendah diakibatkan oleh kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang diperoleh oleh remaja atau karena informasi yang didapatkan berasal dari sumber yang salah sehingga menyebabkan pemahaman yang salah pada remaja tersebut. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan remaja. Dengan dilakukan penyuluhan Masyarakat para siswa dapat mengetahui bahaya dan tata cara mencegah penularan HIV/AIDS. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab dengan bantuan brosur dan alat demonstrasi. Hasil pretest dari 30 peserta penyuluhan menunjukan persentase tingkat pengetahuan masyarakat masih rendah 59,66%, sedangkan tingkat pengetahuan tinggi sebesar 81,3%% pada hasil post test. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan keterampilan siswa di SMKN Tanjung Sari Lampung Selatan tentang peningkatan kesadaran remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS melalui pendidikan kesehatan meningkat secara signifikan setelah dilakukannya penyuluhan.
Evaluasi Rasionalitas Terapi Antihipertiroid Pada Pasien Hipertiroid Di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel Rahmayani, Apriyanti; Angin, Martianus Perangin; Meithia, Artha
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.16993

Abstract

Gangguan pada kelenjar tiroid merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi di masyarakat, dan salah satunya adalah hipertiroid. Pasien hipertiroid yang tidak mendapatkan pengobatan beresiko mengalami penurunan kualitas hidup dan menghadapi komplikasi seperti penurunan berat badan, patah tulang karena kerapuhan tulang, fibrilasi atrium, emboli, disfungsi kardiovaskular, dan osteoporosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat antihipertiroid pada pasien hipertiroid di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel Bulan Januari-Maret 2024. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan metode retrospektif dengan pengumpulan data dari sumber data sekunder. Penelitian ini dilakukan terhadap pasien hipertiroid yang menggunakan terapi antihipertiroid di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel. Obat antihipertiroid yang digunakan pasien hipertiroid adalah PTU (22,22%) dan methimazole (77,78%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaktepatan diagnosa, ketidaktepatan pasien, ketidaktepatan indikasi, ketidaktepatan obat, dan ketidaktepatan cara pemberian tidak ditemukan, sedangkan terdapat 4 pasien (8,89%) tidak tepat dosis dan 10 pasien (22,22%) tidak tepat waktu pemberian. Kata kunci: Hipertiroid, pasien rawat jalan, evaluasi penggunaan obat.
Pola penggunaan antibiotik infeksi saluran pernapasan atas akut pada anak Angin, Martianus Perangin; Saputri, Gusti Ayu Rai; Pangestu, Dimas Aji
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 3 No. 1 (2023): June Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v3i1.517

Abstract

Background : Acute upper respiratory tract infections cause inflammation and infection of the nose and throat. The selection of antibiotics should be based on information about the cause of infection, results of microbiological examinations, pharmacokinetic and pharmacodynamic profiles of antibiotics. Purpose : To determine the pattern of use of antibiotics for acute upper respiratory tract infections in children at the Sukadana Regional General Hospital, East Lampung Regency with the right parameters for diagnosis, right indication, right patient, right drug, right dose. Method : Descriptive observational, the data is done retrospectively using the patient's medical record. Results : Showed the highest prevalence, namely: at the age of children (6-12 years) as many as 11 patients (52%), female sex as many as 11 patients (52%), on the antibiotic Amoxicillin as many as 13 cases (62%). Conclusion : From the rationale analysis of the use of antibiotics in children with acute upper respiratory tract infections, it was obtained: Correct Diagnosis 100%, Correct Indication 100%, Correct Patient 100%, Correct Drug 100%, Correct Dose 100% Keywords : Acute Upper Respiratory Tract Infection; Antibiotics; Rationality. Pendahuluan : Infeksi saluran pernapasan atas akut menyebabkan peradangan serta infeksi pada hidung dan tenggorokan. Pemilihan antibiotik harus berdasarkan informasi tentang penyebab infeksi, hasil pemeriksaan mikrobiologi, profil farmakokinetik dan farmakodinamik antibiotik. Tujuan : Untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik Infeksi Saluran Pernapasan atas Akut pada anak di Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana Kabupaten Lampung Timur dengan parameter tepat diagnosis, tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis. Metode : Observasional deskriptif, data dilakukan secara retrospektif dengan menggunaakan rekam medik pasien. Hasil : Menunjukan prevalensi terbanyak yaitu: pada usia anak (6-12 tahun) sebanyak 11 pasien (52%), jenis kelamin perempuan sebanyak 11 pasien (52%), pada obat antibiotik Amoksisilin sebanyak 13 kasus (62%). Simpulan : Dari analisis rasionalitas penggunaan antibiotik pada anak dengan penyakit infeksi saluran pernapasan atas akut di peroleh: Tepat Diagnosa 100%, Tepat Indikasi 100%, Tepat Pasien 100%, Tepat Obat 100%, Tepat Dosis 100% Kata Kunci : Infeksi; Saluran Pernapasan Atas Akut; Antibiotic; Rasionalitas
Pola penggunaan antibiotik infeksi saluran pernapasan atas akut pada anak Angin, Martianus Perangin; Saputri, Gusti Ayu Rai; Pangestu, Dimas Aji
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 5 No. 1 (2025): June Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v5i1.167

Abstract

Patterns of antibiotic use of acute upper respiratory treatment in children Background : Acute upper respiratory tract infections cause inflammation and infection of the nose and throat. The selection of antibiotics should be based on information about the cause of infection, results of microbiological examinations, pharmacokinetic and pharmacodynamic profiles of antibiotics. Purpose : To determine the pattern of use of antibiotics for acute upper respiratory tract infections in children at the Sukadana Regional General Hospital, East Lampung Regency with the right parameters for diagnosis, right indication, right patient, right drug, right dose. Method : Descriptive observational, the data is done retrospectively using the patient's medical record. Results : Showed the highest prevalence, namely: at the age of children (6-12 years) as many as 11 patients (52%), female sex as many as 11 patients (52%), on the antibiotic Amoxicillin as many as 13 cases (62%). Conclusion : From the rationale analysis of the use of antibiotics in children with acute upper respiratory tract infections, it was obtained: Correct Diagnosis 100%, Correct Indication 100%, Correct Patient 100%, Correct Drug 100%, Correct Dose 100%  Keywords : Acute Upper Respiratory Tract Infection; Antibiotics; Rationality. Pendahuluan : Infeksi saluran pernapasan atas akut menyebabkan peradangan serta infeksi pada hidung dan tenggorokan. Pemilihan antibiotik harus berdasarkan informasi tentang  penyebab infeksi, hasil pemeriksaan mikrobiologi, profil farmakokinetik dan farmakodinamik antibiotik. Tujuan : Untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik Infeksi Saluran Pernapasan atas Akut pada anak di Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana Kabupaten Lampung Timur dengan parameter tepat diagnosis, tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis. Metode : Observasional deskriptif, data dilakukan secara retrospektif dengan menggunaakan rekam medik pasien. Hasil : Menunjukan prevalensi terbanyak yaitu: pada usia anak (6-12 tahun) sebanyak 11 pasien (52%), jenis kelamin perempuan sebanyak 11 pasien (52%), pada obat antibiotik Amoksisilin sebanyak 13 kasus (62%). Simpulan : Dari analisis rasionalitas penggunaan antibiotik pada anak dengan penyakit infeksi saluran pernapasan atas akut di peroleh: Tepat Diagnosa 100%, Tepat Indikasi 100%, Tepat Pasien 100%, Tepat Obat 100%, Tepat Dosis 100%
Formulasi Lotion Buah Kiwi (Actinidia deliciosa) Dengan Variasi Konsentrasi Triethanolamine (TEA) Sebagai Emulgator Wahyu, Wayan; Saputri, Gusti Rai; Angin, Martianus Perangin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.17569

Abstract

Secara sederhana, antioksidan adalah zat kimia yang dapat menghentikan, mengurangi, atau menunda oksidasi lipid. Lebih tepatnya, antioksidan adalah zat kimia yang dapat menghentikan proses oksidasi radikal bebas yang terjadi selama oksidasi lipid. Buah kiwi (Actinidia deliciosa) adalah tanaman yang menunjukkan potensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan losion buah kiwi dan untuk memeriksa bagaimana berbagai konsentrasi TEA memengaruhi formulasinya. Jus dari buah kiwi dibuat dengan cara memblender buah hingga benar-benar halus, lalu menyaring daging buah atau bijinya. Lotion yang terbuat dari jus buah kiwi tersedia dalam tiga formulasi berbeda, masing-masing dengan persentase trietanolamin yang berbeda: 2% dalam formula 1, 3% dalam formula 2, dan 4% dalam formula 3. Lotion akhir menjalani serangkaian uji kualitas fisik, termasuk pH, homogenitas, daya sebar, daya rekat, viskositas, organoleptik, dan evaluasi aktivitas antioksidan berbasis DPPH. Ketiga formulasi tersebut ditetapkan sesuai untuk sediaan losion berdasarkan temuan tersebut. Uji stabilitas fisik dan uji preferensi menghasilkan kesimpulan bahwa formula antioksidan yang sangat kuat F1, dengan nilai IC50 sebesar 46,677 ppm, adalah pilihan terbaik.
Aktivitas Antiinflamasi Sediaan Salep Ekstrak Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) Salamah, Richa Putri; Angin, Martianus Perangin; Nofita, Nofita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.17586

Abstract

Bahasa Indonesia: Ketika jaringan rusak atau terinfeksi, proses yang disebut peradangan dimulai, yang dapat menyebabkan kemerahan, demam, pembengkakan, ketidaknyamanan, dan penurunan fungsi normal. Daun kenikir mengandung bahan kimia flavonoid yang mungkin memiliki sifat anti-inflamasi. Menemukan dosis optimal untuk mengurangi peradangan pada mencit putih jantan adalah tujuan utama dari penelitian ini. Dalam penelitian eksperimental ini, formulasi salep dibuat dengan memanfaatkan ekstrak daun kenikir dalam tiga konsentrasi berbeda: 10%, 15%, dan 20%. Uji pertama, yang berlangsung hingga hari kedelapan, melibatkan lima kelompok mencitputih jantan untuk menentukan efisiensi anti-inflamasi dari berbagai sediaan salep: hidrokortison asetat 2,5%, kelompok kontrol tanpa komponen aktif, dan empat konsentrasi salep yang mengandung ekstrak daun kenikir (10%, 15%, dan 20%). Sebelum beralih ke uji LSD, data dianalisis menggunakan statistik One Way ANOVA (Analysis One Variant). Analisis statistik pada penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi salep yang mengandung ekstrak daun kenikir pada konsentrasi 15% dan 20% mampu menurunkan inflamasi pada mencit putih jantan, dengan khasiat antiinflamasi paling besar ditunjukkan pada konsentrasi 20%.