Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPETENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT MUTIARA BUNDA TULANG BAWANG Hariani, Kadek; Angin, Martianus Perangin; Lestari, Yovita Endah
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.17207

Abstract

Hipertensi mengacu pada suatu kondisi dimana tekanan darah sistolik ≥ 130 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 80 mmHg. Siklus pengobatan hipertensi cukup panjang sehingga harus didiagnosis secara dini dan di obati dengan tepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Mutiara Bunda Tulang Bawang, berdasarkan kategori tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian jenis observasional deskriptif dengan menggunakan data retrospektif. Data diambil dari rekam medik pasien hipertensi periode Januari-Maret 2024 dan sampel diperoleh 173 pasien terbanyak yaitu perempuan 118 (68,20%) dan pasin usia 56-65 sebanyak 75 (43,35%). Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah golongan CCB yaitu amlodipin sebesar 106 (34,75%). Rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi berdasarkan tepat diagnosa (100%), tepat pasien (100%), tepat indikasi penyakit (100%), tepat dosis (100%). Penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Mutiara Bunda Tulang Bawang sudah rasional. Kata kunci : Hipertensi, pasien rawat jalan, evaluasi penggunaan obat.
PENYULUHAN HIDUP SEHAT CERMAT KENDALIKAN HIPERTENSI DI RT 06 LK II KELURAHAN KALIAWI Saputri, Gusti Ayu Rai; Angin, Martianus Perangin; Lusiana, Nengah; Komalasari, Nova; Audia, Nurvika
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v7i2.13622

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan penyakit tidak menular tertinggi di Provinsi Lampung. Tinggi nya kasus Hipertensi berkaitan erat dengan pola hidup Masyarakat yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan Masyarakat dalam melakukan pengendalian hipertensi yang dimulai dari diri sendiri. Penyuluhan dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, tanya jawab serta pengisian kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan hipertensi yang signifikan setelah penyuluhan yaitu sebelum penyuluhan data yang diperoleh tingkatan pengetahuan tertinggi sebanyak 13 peserta (43.3%) sedangkan setelah penyuluhan diperoleh data pengetahuan tertinggi sebanyak 26 pseerta (86.7%). Sebagian besar peserta program pengabdian masyarakat adalah prempuan, usia 41-50 tahun, berpendidikan akhir SD, dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Penyuluhan Kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan hipertensi. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengatasi masalah hipertensi di wilayah tertentu, seperti Kaliawi Kecamatan Tanjung Karang Pusat Bandar Lampung
Uji Aktivitas Nefroprotektif Ekstrak Akuosa Sarang Burung Walet Putih (Collocalia fuciphaga) Pada Tikus Wistar Yang Diinduksi Gentamisin Hasanah, Liina Shona'atul; Saputri, Gusti Ayu Rai; Angin, Martianus Perangin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22608

Abstract

Nefrotoksisitas akibat gentamisin tetap menjadi perhatian klinis karena peningkatan kadar urea dan kreatinin serum. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas nefroprotektif ekstrak air sarang burung walet putih (Collocalia fuciphaga) pada tikus Wistar yang diinduksi gentamisin. Studi eksperimental dilakukan menggunakan enam kelompok: kontrol normal, kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (NaHCO₃), dan tiga kelompok perlakuan yang menerima dosis ekstrak 20, 30, dan 40 mg/kgBW. Kadar urea dan kreatinin serum diukur dan dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan Mann–Whitney. Hasil menunjukkan bahwa gentamisin secara signifikan meningkatkan kadar urea dan kreatinin dibandingkan dengan kontrol normal. Namun, pemberian ekstrak tidak secara signifikan mengurangi parameter ini (p0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air sarang burung walet pada dosis 20–40 mg/kgBW tidak menunjukkan aktivitas nefroprotektif terhadap nefrotoksisitas yang diinduksi gentamisin pada tikus Wistar.
Evaluasi penggunaan obat golongan statin pada pasien hiperlipidemia Meithia, Artha; Zatara, Tubagus Puspa; Angin, Martianus Perangin; Wijaya, Satria
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 6 No. 1 (2026): May Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v6i1.3132

Abstract

Beground: Hyperlipidemia is a condition characterized by high concentrations of lipids, cholesterol, and triglycerides in the blood. Hyperlipidemia is one of the most serious and deadly diseases worldwide. Purpose: To evaluate the use of statin drugs in hyperlipidemia patients with the criteria of correct diagnosis, correct patient, correct indication, correct drug, correct dose, and correct method of administration. Method: This study used descriptive qualitative research, utilizing primary medical record data, considering inclusion and exclusion criteria. Sampling was conducted using a purposive sampling method. The study was conducted at Imanuel Way Halim Hospital in Bandar Lampung and has received research ethics approval No. 4397/EC/KEP-UNMAL/VI/2024. Result: Based on the calculation, the criteria obtained were 100% correct diagnosis, 100% correct patient, 100% correct indication, 100% correct drug, 100% correct dose, 100% correct method of administration, and 100% correct time of administration. The most commonly used hyperlipidemia drug was simvastatin 20 mg with a percentage of 30.77%. In addition, the characteristics of patients based on age were the most common, namely 55-65 years old with a percentage of 32.69%, based on gender, namely women with a percentage of 53.85%, and based on comorbidities, namely hypertension with a percentage of 31.37%. Conclusion: The use of statin drugs in patients with hyperlipidemia is rational. The most commonly used hyperlipidemia medication is simvastatin 20 mg.   Keywords: Drug Use Evaluation; Hyperlipidemia; Statin.   Pendahuluan: Hiperlipidemia merupakan penyakit yang mengacu pada konsentrasi tinggi dari lipid, kolesterol, dan trigliserida dalam darah. Penyakit hiperlipidemia termasuk salah satu penyakit serius serta mematikan di dunia. Tujuan: Untuk mengevaluasi penggunaan obat golongan statin pada pasien hiperlipidemia dengan kriteria tepat diagnosa, tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat cara pemberian. Metode: Menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan menggunakan data primer rekam medik yang mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Imanuel Way Halim Bandar Lampung dan sudah mendapat perizinan etik penelitian No.4397/EC/KEP-UNMAL/VI/2024. Hasil: Berdasarkan perhitungan diperoleh kriteria tepat diagnosa 100%, tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat cara pemberian 100%, tepat waktu pemberian 100%. Penggunaan obat hiperlipidemia yang banyak digunakan yaitu simvastatin 20 mg dengan persentase 30.77%. Selain itu, karakteristik pasien berdasarkan usia yang paling banyak yaitu usia 55-65 tahun persentase 32.69%, berdasarkan jenis kelamin yaitu perempuan dengan persentase 53.85%, dan berdasarkan penyakit penyerta yaitu hipertensi dengan persentase 31.37%. Simpulan: Penggunaan obat golongan statin pada pasien hiperlipidemia sudah rasional. Penggunaan obat hyperlipidemia yang banyak digunakan yaitu simvastatin 20 mg.   Kata Kunci: Evaluasi Penggunaan Obat; Hiperlipidemia; Statin.