Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PERBANDINGAN SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN PROGRAM PNPM MANDIRI DALAM PENDAPATAN KARTU KELUARGA MISKIN (Studi Di Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen) Aris Tri Haryanto; Septiana Novita Dewi
ProBank Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/probank.v2i1.127

Abstract

Salah satu persoalan yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kemiskinan dan pengangguran, sehingga untuk meningkatkan efektifitas penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah meluncurkan program penanggulangan kemiskinan yang salah satunya merupakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh program PNPM terhadap pendapatan kartu keluarga miskin di Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak Program PNPM adalah adanya pinjaman dana PNPM meningkatkan produksi usaha anggota kelompok UPPKS sebesar 95,5%. Adanya pinjaman dana PNPM meningkatkan jumlah tenaga kerja usaha anggota kelompok UPPKS sebesar 87%. Adanya pinjaman dana PNPM meningkatkan penghasilan usaha anggota kelompok UPPKS sebesar 65,5%.Kata Kunci      :   PNPM, Pendapatan Kartu Keluarga Miskin
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA DI KELURAHAN KEPRABON KECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA Luthfi Khamid; Suwardi Suwardi; Aris Tri Haryanto
JI@P Vol 15 No 1 (2026): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian  Collaborative Governance dalam pengembangan Kampung Wisata Kelurahan Keprabon dilakukan dengan beberapa hal yaitu : 1) Dialog tatap muka sebagai alat komunikasi dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon sangatlah penting untuk membangun kepercayaan, menyelesaikan masalah bersama, dan merancang strategi yang efektif. Masyarakat lokal yang dilibatkan dalam dialog ini akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap pengembangan wisata, yang pada gilirannya akan memperkuat keberlanjutan kampung wisata tersebut.  2) Membangun kepercayaan dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon merupakan proses yang memerlukan komunikasi terbuka, keterlibatan aktif masyarakat, konsistensi dalam tindakan, serta komitmen terhadap keberlanjutan proyek. Kepercayaan yang dibangun dengan baik akan memungkinkan semua pihak bekerja sama dengan lebih efektif dan mewujudkan pengembangan kampung wisata yang inklusif dan berkelanjutan. Kepercayaan ini harus dipupuk secara terus-menerus melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel, serta penghargaan terhadap kearifan lokal yang ada. 3) Komitmen untuk memproses dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon sangat penting untuk keberhasilan proyek ini. Semua pihak yang terlibat harus memiliki kesadaran yang sama tentang pentingnya menjalankan proses dengan penuh tanggung jawab, dari perencanaan hingga evaluasi. Hal ini akan memastikan bahwa pengembangan kampung wisata dapat berlangsung dengan terkoordinasi, mengatasi tantangan yang muncul, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta.   Kata Kunci : Collaborative Governance Kampung Wisata Hasil penelitian  Collaborative Governance dalam pengembangan Kampung Wisata Kelurahan Keprabon dilakukan dengan beberapa hal yaitu : 1) Dialog tatap muka sebagai alat komunikasi dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon sangatlah penting untuk membangun kepercayaan, menyelesaikan masalah bersama, dan merancang strategi yang efektif. Masyarakat lokal yang dilibatkan dalam dialog ini akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap pengembangan wisata, yang pada gilirannya akan memperkuat keberlanjutan kampung wisata tersebut.  2) Membangun kepercayaan dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon merupakan proses yang memerlukan komunikasi terbuka, keterlibatan aktif masyarakat, konsistensi dalam tindakan, serta komitmen terhadap keberlanjutan proyek. Kepercayaan yang dibangun dengan baik akan memungkinkan semua pihak bekerja sama dengan lebih efektif dan mewujudkan pengembangan kampung wisata yang inklusif dan berkelanjutan. Kepercayaan ini harus dipupuk secara terus-menerus melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel, serta penghargaan terhadap kearifan lokal yang ada. 3) Komitmen untuk memproses dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon sangat penting untuk keberhasilan proyek ini. Semua pihak yang terlibat harus memiliki kesadaran yang sama tentang pentingnya menjalankan proses dengan penuh tanggung jawab, dari perencanaan hingga evaluasi. Hal ini akan memastikan bahwa pengembangan kampung wisata dapat berlangsung dengan terkoordinasi, mengatasi tantangan yang muncul, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta. Kata Kunci : Collaborative Governance Kampung Wisata
EVALUASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI DI KECAMATAN GONDANG KABUPATEN SRAGEN Tamara Dita Fitriananda; Aris Tri Haryanto
JI@P Vol 15 No 1 (2026): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor industri memainkan peran krusial dalam pembangunan ekonomi, khususnya dalam mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan distribusi pendapatan. Kabupaten Sragen sebagai daerah otonom menerapkan industrialisasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya melalui Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2023 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri Gondang-Sambungmacan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengembangan kawasan industri di Kecamatan Gondang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori William N. Dunn yang mencakup enam indikator: Efektivitas, Efisiensi, Kecukupan, Kesamaan, Responsivitas, dan Ketepatan. Hasil penelitian men pengembangan kawasan industri telah memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui multiplier effect berupa peningkatan lapangan kerja, pertumbuhan usaha pendukung seperti kos-kosan dan warung makan, serta peningkatan pendapatan masyarakat. Namun, masih terdapat tantangan dalam aspek stabilitas pekerjaan dan mekanisme partisipasi masyarakat yang perlu diperbaiki untuk memastikan keberlanjutan program Kata kunci: Efektivitas, Efisiensi, Responsivitas, Kebijakan Industri, Pembangunan Ekonomi.
STRATEGI PEMERINTAH KOTA MADIUN DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN KOTA YANG BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE CITY) Shafira Fajrin Arumsidi; Aris Tri Haryanto; Herning Suryo
JI@P Vol 15 No 1 (2026): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota yang berkelanjutan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Madiun dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan modernisasi. Konsep ini mengacu pada teori sustainable urbanism yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan sosial (Newman & Kenworthy, 1999). Strategi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang ramah lingkungan, adaptif terhadap perubahan iklim, serta memberikan akses yang setara bagi seluruh masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui penerapan kebijakan tata kota yang terintegrasi dengan prinsip green city development (Beatley, 2011), dan smart growth (Burton, 2000) untuk menciptakan kota yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Kota Madiun dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen kebijakan. Fokus penelitian mencakup tiga aspek utama: perencanaan, implementasi, dan evaluasi strategi pemerintah dalam tata kelola perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Madiun telah mengambil langkah-langkah strategis yang signifikan dalam mewujudkan kota berkelanjutan, yang selaras dengan konsep resilient cities (Davoudi et al., 2012). Hal ini terlihat dari perbaikan infrastruktur yang lebih adaptif terhadap risiko lingkungan, peningkatan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari strategi mitigasi iklim, serta pengembangan fasilitas umum yang ramah lingkungan dan aksesibel bagi semua kalangan. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala, seperti keterbatasan anggaran, koordinasi antarinstansi yang belum optimal. Rekomendasi dari penelitian ini meliputi penguatan koordinasi antarinstansi, optimalisasi alokasi anggaran untuk program tata kota berkelanjutan, serta peningkatan sosialisasi dan partisipasi masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Selain itu, Pemerintah Kota Madiun diharapkan dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam perencanaan dan pengawasan tata kota, seperti penggunaan sistem smart city yang mendukung pengelolaan sumber daya kota secara lebih efisien. Dengan mengintegrasikan konsep keberlanjutan dalam kebijakan strategis jangka panjang, Kota Madiun memiliki potensi besar untuk menjadi model kota berkelanjutan yang adaptif, inklusif, dan ramah lingkungan di Indonesia. Kata Kunci: Kota Berkelanjutan, Keberlanjutan, Strategi Pemerintah  
EFEKTIVITAS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN TAKZIAH MEMBAWA AKTA KEMATIAN (TAMAT) DI KABUPATEN SUKOHARJO Ulfah Said Sungkar; Joko Pramono; Aris Tri Haryanto
JI@P Vol 15 No 1 (2026): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Pelayanan Administrasi Kependudukan Takziah Membawa Akta Kematian (TAMAT) di Kabupaten Sukoharjo dalam meningkatkan kepemilikan akta kematian dan pemutakhiran data kependudukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi serta Survei Kepuasan Masyarakat (SKM). Informan penelitian terdiri dari aparatur Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukoharjo, petugas registrasi desa/kelurahan, serta masyarakat penerima layanan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program TAMAT dinilai efektif berdasarkan tiga dimensi efektivitas organisasi menurut Duncan, yaitu pencapaian tujuan, integrasi dan adaptasi. Terjadi peningkatan signifikan jumlah penerbitan akta kematian setelah implementasi program. Koordinasi antar instansi berjalan baik, serta program mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat melalui pelayanan proaktif berbasis teknologi. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia dan gangguan jaringan di beberapa wilayah. Secara keseluruhan, Program TAMAT memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan tertib administrasi kependudukan. Kata kunci: Efektivitas, Inovasi Pelayanan, Pelayanan Publik, TAMAT Kabupaten Sukoharjo
Dampak Gaya Hidup dan Persepsi Terhadap Sikap Konsumen dan Keputusan Pembelian Makanan Melalui Aplikasi Online (Go Food) (Studi pada Mahasiswa di Wilayah Surakarta) Aris Tri Haryanto; Septiana Novita Dewi
Jurnal Perilaku dan Strategi Bisnis Vol. 13 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jpsb.v13i1.4828

Abstract

Aplikasi Go-Food merupakan sebuah fitur layanan food delivery layaknya delivery order di sebuah rumah makan. Dengan maraknya bisnis yang menggunakan aplikasi Go-Food membuat pengusaha UMKM berupaya meningkatkan omset penjualannya dengan menggunakan layanan food delivery. Layanan semacam Go-Food yang semakin diminati masyarakat di era digital saat ini, mereka menutut layanan yang praktis dan cepat. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan secara empiris dari dampak gaya hidup dan persepsi terhadap sikap konsumen dan keputusan pembelian makanan khususnya di Wilayah Surakarta. Obyek dalam penelitian ini adalah yang berstatus mahasiswa, hal ini disebabkan karena mahasiswa yang diyakini memiliki potensi cukup besar untuk menggunakan aplikasi Go-Food, selain itu mahasiswa lebih kreatif dan sering mencoba tantangan-tatangan baru dalam perkembangan tekhnologi. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 96 responden dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya hidup dan persepsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap. Gaya hidup, persepsi dan sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil perhitungan nilai R2 total sebesar 0,899 dapat diartikan variasi keputusan pembelian mahasiswa yang menggunakan aplikasi online (go food) di Wilayah Surakarta dijelaskan oleh variabel gaya hidup, persepsi dan sikap sebesar 89,9%. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa pengaruh langsung gaya hidup terhadap keputusan pembelian menghasilkan nilai lebih besar dibandingkan pengaruh tidak langsung, sehingga lebih efektif melalui jalur langsung. Pengaruh langsung persepsi terhadap keputusan pembelian menghasilkan nilai lebih besar dibandingkan pengaruh tidak langsung, sehingga lebih efektif melalui jalur langsung.
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA DI KELURAHAN KEPRABON KECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA Luthfi Khamid; Suwardi Suwardi; Aris Tri Haryanto
JI@P Vol 15 No 1 (2026): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian  Collaborative Governance dalam pengembangan Kampung Wisata Kelurahan Keprabon dilakukan dengan beberapa hal yaitu : 1) Dialog tatap muka sebagai alat komunikasi dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon sangatlah penting untuk membangun kepercayaan, menyelesaikan masalah bersama, dan merancang strategi yang efektif. Masyarakat lokal yang dilibatkan dalam dialog ini akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap pengembangan wisata, yang pada gilirannya akan memperkuat keberlanjutan kampung wisata tersebut.  2) Membangun kepercayaan dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon merupakan proses yang memerlukan komunikasi terbuka, keterlibatan aktif masyarakat, konsistensi dalam tindakan, serta komitmen terhadap keberlanjutan proyek. Kepercayaan yang dibangun dengan baik akan memungkinkan semua pihak bekerja sama dengan lebih efektif dan mewujudkan pengembangan kampung wisata yang inklusif dan berkelanjutan. Kepercayaan ini harus dipupuk secara terus-menerus melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel, serta penghargaan terhadap kearifan lokal yang ada. 3) Komitmen untuk memproses dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon sangat penting untuk keberhasilan proyek ini. Semua pihak yang terlibat harus memiliki kesadaran yang sama tentang pentingnya menjalankan proses dengan penuh tanggung jawab, dari perencanaan hingga evaluasi. Hal ini akan memastikan bahwa pengembangan kampung wisata dapat berlangsung dengan terkoordinasi, mengatasi tantangan yang muncul, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta.   Kata Kunci : Collaborative Governance Kampung Wisata Hasil penelitian  Collaborative Governance dalam pengembangan Kampung Wisata Kelurahan Keprabon dilakukan dengan beberapa hal yaitu : 1) Dialog tatap muka sebagai alat komunikasi dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon sangatlah penting untuk membangun kepercayaan, menyelesaikan masalah bersama, dan merancang strategi yang efektif. Masyarakat lokal yang dilibatkan dalam dialog ini akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap pengembangan wisata, yang pada gilirannya akan memperkuat keberlanjutan kampung wisata tersebut.  2) Membangun kepercayaan dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon merupakan proses yang memerlukan komunikasi terbuka, keterlibatan aktif masyarakat, konsistensi dalam tindakan, serta komitmen terhadap keberlanjutan proyek. Kepercayaan yang dibangun dengan baik akan memungkinkan semua pihak bekerja sama dengan lebih efektif dan mewujudkan pengembangan kampung wisata yang inklusif dan berkelanjutan. Kepercayaan ini harus dipupuk secara terus-menerus melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel, serta penghargaan terhadap kearifan lokal yang ada. 3) Komitmen untuk memproses dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon sangat penting untuk keberhasilan proyek ini. Semua pihak yang terlibat harus memiliki kesadaran yang sama tentang pentingnya menjalankan proses dengan penuh tanggung jawab, dari perencanaan hingga evaluasi. Hal ini akan memastikan bahwa pengembangan kampung wisata dapat berlangsung dengan terkoordinasi, mengatasi tantangan yang muncul, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta. Kata Kunci : Collaborative Governance Kampung Wisata
EVALUASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI DI KECAMATAN GONDANG KABUPATEN SRAGEN Tamara Dita Fitriananda; Aris Tri Haryanto
JI@P Vol 15 No 1 (2026): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor industri memainkan peran krusial dalam pembangunan ekonomi, khususnya dalam mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan distribusi pendapatan. Kabupaten Sragen sebagai daerah otonom menerapkan industrialisasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya melalui Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2023 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri Gondang-Sambungmacan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengembangan kawasan industri di Kecamatan Gondang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori William N. Dunn yang mencakup enam indikator: Efektivitas, Efisiensi, Kecukupan, Kesamaan, Responsivitas, dan Ketepatan. Hasil penelitian men pengembangan kawasan industri telah memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui multiplier effect berupa peningkatan lapangan kerja, pertumbuhan usaha pendukung seperti kos-kosan dan warung makan, serta peningkatan pendapatan masyarakat. Namun, masih terdapat tantangan dalam aspek stabilitas pekerjaan dan mekanisme partisipasi masyarakat yang perlu diperbaiki untuk memastikan keberlanjutan program Kata kunci: Efektivitas, Efisiensi, Responsivitas, Kebijakan Industri, Pembangunan Ekonomi.
STRATEGI PEMERINTAH KOTA MADIUN DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN KOTA YANG BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE CITY) Shafira Fajrin Arumsidi; Aris Tri Haryanto; Herning Suryo
JI@P Vol 15 No 1 (2026): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota yang berkelanjutan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Madiun dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan modernisasi. Konsep ini mengacu pada teori sustainable urbanism yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan sosial (Newman & Kenworthy, 1999). Strategi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang ramah lingkungan, adaptif terhadap perubahan iklim, serta memberikan akses yang setara bagi seluruh masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui penerapan kebijakan tata kota yang terintegrasi dengan prinsip green city development (Beatley, 2011), dan smart growth (Burton, 2000) untuk menciptakan kota yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Kota Madiun dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen kebijakan. Fokus penelitian mencakup tiga aspek utama: perencanaan, implementasi, dan evaluasi strategi pemerintah dalam tata kelola perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Madiun telah mengambil langkah-langkah strategis yang signifikan dalam mewujudkan kota berkelanjutan, yang selaras dengan konsep resilient cities (Davoudi et al., 2012). Hal ini terlihat dari perbaikan infrastruktur yang lebih adaptif terhadap risiko lingkungan, peningkatan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari strategi mitigasi iklim, serta pengembangan fasilitas umum yang ramah lingkungan dan aksesibel bagi semua kalangan. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala, seperti keterbatasan anggaran, koordinasi antarinstansi yang belum optimal. Rekomendasi dari penelitian ini meliputi penguatan koordinasi antarinstansi, optimalisasi alokasi anggaran untuk program tata kota berkelanjutan, serta peningkatan sosialisasi dan partisipasi masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Selain itu, Pemerintah Kota Madiun diharapkan dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam perencanaan dan pengawasan tata kota, seperti penggunaan sistem smart city yang mendukung pengelolaan sumber daya kota secara lebih efisien. Dengan mengintegrasikan konsep keberlanjutan dalam kebijakan strategis jangka panjang, Kota Madiun memiliki potensi besar untuk menjadi model kota berkelanjutan yang adaptif, inklusif, dan ramah lingkungan di Indonesia. Kata Kunci: Kota Berkelanjutan, Keberlanjutan, Strategi Pemerintah  
EFEKTIVITAS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN TAKZIAH MEMBAWA AKTA KEMATIAN (TAMAT) DI KABUPATEN SUKOHARJO Ulfah Said Sungkar; Joko Pramono; Aris Tri Haryanto
JI@P Vol 15 No 1 (2026): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Pelayanan Administrasi Kependudukan Takziah Membawa Akta Kematian (TAMAT) di Kabupaten Sukoharjo dalam meningkatkan kepemilikan akta kematian dan pemutakhiran data kependudukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi serta Survei Kepuasan Masyarakat (SKM). Informan penelitian terdiri dari aparatur Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukoharjo, petugas registrasi desa/kelurahan, serta masyarakat penerima layanan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program TAMAT dinilai efektif berdasarkan tiga dimensi efektivitas organisasi menurut Duncan, yaitu pencapaian tujuan, integrasi dan adaptasi. Terjadi peningkatan signifikan jumlah penerbitan akta kematian setelah implementasi program. Koordinasi antar instansi berjalan baik, serta program mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat melalui pelayanan proaktif berbasis teknologi. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia dan gangguan jaringan di beberapa wilayah. Secara keseluruhan, Program TAMAT memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan tertib administrasi kependudukan. Kata kunci: Efektivitas, Inovasi Pelayanan, Pelayanan Publik, TAMAT Kabupaten Sukoharjo