Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Transformasi Pendidikan : Merdeka Belajar dalam Bingkai Pendidikan Indonesia di Era Society 5.0 Putra, Wiene Surya; Wanda, Karina
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i4.2191

Abstract

Penelitian ini membahas tentang transformasi pendidikan dalam pendidikan Indonesia era 5.0. penelitian ini merupakan peneitian kajian literatur, Pendidikan merupakan fondasi utama untuk membangun masa depan bangsa. Pemerintah Indonesia telah menerapkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian dari transformasi menuju masyarakat 5.0 dalam upaya memajukan sistem pendidikan. untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Hasil dari penelitian ini bahwasanya transformasi pendidikan melalui pendidikan era society 5.0 itu penting,. Dengan adanya pengembangan macam-macam dari kebebasan peserta didik dalam pembelajaran, di kurikulum merdeka yang diintegrasikan pada pendidikan digital menjadikan keterampilan berfikir siswa, adanya komunkasi yang terjalin, bisa ada keterampilan, dapat membantu peserta didik dan meningkatkan efektifitas pembelajaran.
ANALISIS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA KEDUA DI SEKOLAH ANUBAN OB-OM SCHOOL THAILAND Susilowati, Anis; Wanda, Karina; Sari, Suci Perwita
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.26370

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pembelajaran bahasa Indonesia untuk pelajar Thailand yang berlangsung di Bangkok Thailand. Dalam proses pembelajaran tentunya terdapat permasalahan yang menghambat belajar siswa karena pembelajaran bahasa Indonesia dilakukan di Thailand. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa di Bangkok, dimana siswa tersebut mempunyai bahasa ibu dengan bahasa Thailand dan mendeskripsikan kendala-kendala yang ada dalam proses pembelajaran bahasa tersebut. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode mendengarkan, observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menyimpulkan sebagai berikut: 1) Proses pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah melalui; (a) menghafal kosakata (b) membaca teks bahasa Indonesia, dan (c) mengerjakan latihan soal. 2) Kendala yang dialami dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah; (a) kesulitan dalam mengucapkan beberapa huruf dalam bahasa Indonesia, (b) siswa kurang percaya diri dalam berbicara bahasa Indonesia, (c) sikap dan kebiasaan siswa yang kurang memadai, (d) latar belakang budaya dan bahasa siswa. 3) Solusi untuk mengatasi kendala dalam proses pembelajaran, yaitu: (a) memberikan waktu lebih banyak kepada siswa untuk berlatih, (b) berbicara kepada siswa secara individu (c) memaksimalkan hasil belajar di kelas dengan waktu yang terbatas, (d) menyederhanakan materi dan pemahaman siswa, dan (e) memberikan waktu lebih banyak kepada siswa.
Pang Ramung’s Resistance in Takengon (1901–1913): A Mixed-Methods Micro-History of Subaltern Agency in Colonial Aceh Surya Putra, Wiene; Wanda, Karina
Cigarskruie: Journal of Educational and Islamic Research Vol. 3 No. 1 (2025): September
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65190/t8vh9569

Abstract

This study investigates the anti-colonial resistance led by Pang Ramung in Takengon, Central Aceh, between 1901 and 1913, situating it within the broader context of the Aceh War. Using an explanatory sequential mixed-methods design, the research combines quantitative data from Dutch colonial records including demographic changes, infrastructure investment, and coffee production with qualitative analysis of archival documents and Gayo oral narratives (kekeberen). Drawing on social movement and postcolonial theory, the study analyzes how religious framing, leadership networks, and local terrain knowledge sustained resistance under colonial pressure. Findings reveal that Pang Ramung’s guerrilla tactics and the framing of the struggle as jihad fisabilillah fostered moral cohesion and strategic adaptation despite Dutch military superiority. Quantitative evidence shows that the 101-kilometer Bireuen–Takengon road and coffee plantation expansion paradoxically created vulnerabilities exploited by Gayo fighters. This research contributes to Indonesian historiography by foregrounding highland subaltern agency and demonstrating how ideology and infrastructure intersected in colonial resistance.
PENCEGAHAN BULLYING PADA ANAK MELALUI POLA ASUH YANG TEPAT sitepu, Melyani Sari; Wanda, Karina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.9-14

Abstract

Program kemitraan masyarakat yang dilakukan ini melibatkan dua mitra yaitu Kepala Lingkungan 08 dan Kepala Lingkungan 11 Kelurahan Tanah Enamr Ratus yang mengarahkan anak-anak setempat dan sebagai penyedia tempat pada acara yang akan dilaksanakan. Adapun masalah yang ditemukan adalah (1) Masih banyak ditemukan anak-anak berbicara kasar dan mengejek temannya pada saat bermain (2) melakukan kekerasan fisik dengan alasan bercanda dan bermain  (3) pendidikan sebagian orang tua masih rendah (4) pemahaman orang tua tentang pola asuh masih rendah, (5) orang tua sibuk bekerja sehingga interaksi dengan anak kurang (6) kekerasan fisik terjadi saat bermain. (7) Banyaknya anak-anak ikut-ikutan pergaulan bebas, bahkan tanpa segan melakukan kekerasan verbal dan fisik kepada temannya Untuk mengatasi permasalahan yang tengah dihadapi mitra, maka solusi  yang akan dilakukan adalah (1) Mengadakan sosialisasi tentang bullying dan dampak bullying pada anak (2)  Mengadakan berbagai macam pola asuh dan dampaknya pada perilaku anak, (3) Mengadakan pelatihan bagaimana berkomunikasi yang efektif dalam keluarga, teman sebaya, agar komunikasi yang baik terjalin antara teman sebaya dan orangtua. (4) Mengadakan evaluasi kepada mitra yang mengikuti sosialisasi dan pelatihan tentang pemahaman mereka terhadap pencegahan bullying melalui pola asuh yang tepat yang disampaikan. Dalam melaksanakan  program ini maka target yang akan dihasilkan adalah memberikan pemahaman tentang bagaimana pola asuh yang tepat  sebagai tindakan pencegahan bullying sehingga tidak terjadi perilaku bullying.Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini orang tua dapat mengidentifikasi perilaku bulyying pada anak-anaknya, mampu menerapkan pola asuk yang tepat melalui jalinan komunikasi yang efektif untuk membangun rasa percaya diri anak, sehingga perilaku bullying menurun.