Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH KOMUNIKASI K3 DAN PARTISIPASI PEKERJA TERHADAP KINERJA KESELAMATAN PADA INDUSTRI PENGOLAHAN MAKANAN DI KOTA MEDAN Kanahaya, Adinda; Eriana, Zahra; Arifin, Daud
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik15304

Abstract

 The high number of workplace accidents in the food processing industry in Indonesia underscores the importance of implementing a more effective occupational safety system. The purpose of this study was to analyze the influence of occupational safety and health communication and worker participation on occupational safety performance. The study used a cross-sectional design, involving 34 workers selected using a saturated sampling technique. Data were collected through questionnaires and then analyzed using multiple linear regression. The results showed that occupational safety and health communication significantly influenced safety performance (t = 2.321; p = 0.027), and worker participation had a more dominant influence on safety performance (t = 8.278; p = 0.000). Simultaneously, both variables had a highly significant effect (F = 134.089; p = 0.000) with a coefficient of determination (R-squared) of 0.896. The study concluded that improving occupational safety and health communication and worker participation can substantially improve safety performance in the food processing industry.Keywords: food industry; workers; occupational safety and health; communication; participation ABSTRAK Tingginya angka kecelakaan kerja pada industri pengolahan makanan di Indonesia menegaskan pentingnya penerapan sistem keselamatan kerja yang lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh komunikasi keselamatan dan kesehatan kerja dan partisipasi pekerja terhadap kinerja keselamatan kerja. Rancangan yang digunakan dalam studi ini adalah cross-sectional, yang melibatkan 34 pekerja yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja keselamatan (t = 2,321; p = 0,027), dan partisipasi pekerja memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap kinerja keselamatan (t = 8,278; p = 0,000). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh sangat signifikan (F = 134,089; p = 0,000) dengan koefisien determinasi (R kuadrat) adalah 0,896. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan komunikasi keselamatan dan kesehatan kerja dan partisipasi pekerja mampu meningkatkan kinerja keselamatan secara substansial di industri pengolahan makanan.Kata kunci: industri makanan; pekerja; keselamatan dan kesehatan kerja; komunikasi; partisipasi
Peran Sosialisasi K3 Dalam Meningkatkan Kesadaran dan Perilaku Kerja Aman Karyawan di PT Maju Bersama Aritonang, Luciana Cantika; Arifin, Daud; Sitohang, Rama; Syahrifan, Raihan Ricky; Syahputra, Ikmal
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 2, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v2i2.6722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku kerja aman pada karyawan di PT. Maju Bersama, sebuah perusahaan retail. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei yang melibatkan 41 karyawan sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup yang mengukur tiga variabel utama, yaitu sosialisasi K3 (X), kesadaran K3 (Y1), dan perilaku kerja aman (Y2). Data dianalisis melalui uji validitas, uji reliabilitas, analisis korelasi, dan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan bahwa seluruh item kuesioner valid dan reliabel, dengan nilai Cronbach’s Alpha di atas 0,70. Rata-rata skor total untuk sosialisasi K3 adalah 17,78, kesadaran K3 sebesar 17,76, dan perilaku kerja aman sebesar 18,07. Namun, hasil uji regresi menunjukkan bahwa sosialisasi K3 berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kesadaran (p = 0,455) dan perilaku kerja aman (p = 0,244), dengan korelasi yang lemah antar variabel. Meskipun demikian, secara umum karyawan menunjukkan tingkat kesadaran dan perilaku kerja yang cukup baik. Oleh karena itu, disarankan agar perusahaan meningkatkan efektivitas sosialisasi K3 melalui metode yang lebih interaktif dan sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman karyawan guna membangun budaya kerja yang lebih aman.
Analysis of the Influence of Training and Education on the Development of MSMEs in the Community of Kwala Serapuh Langkat Village Moderated by Motivation Variables ,, Suwarno; Andika, Rindi; Arifin, Daud; Lumbangaol, Nia Deniati
Journal of Community Research and Service Vol. 8 No. 2: July 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i2.63048

Abstract

This study aims to analyze the Influence of Training and Education on the Development of MSMEs in the Community of Kwala Serapuh Langkat Village Moderated by Motivation Variables. This study uses a quantitative method with a survey approach. The research population is all MSMEs in Kwala Serapuh Langkat village, which is as many as 120 MSMEs. The research sample is 70 MSMEs selected by the purposive sampling method. The research data was collected through questionnaires. Data analysis using SEMPLS. The government and related parties need to improve training and education programs for MSME actors. MSMEs need to increase awareness of the importance of training and education for their business development. In addition, training and education can also increase the motivation of MSME managers to develop their businesses. The results of this study directly show that Motivation does not have a significant positive influence on the development of Community MSMEs. Training has a significant positive influence on the development of Community MSMEs. Training does not have a significant positive influence on the development of Community MSMEs. Education has a significant positive influence on Community Motivation. Education has a significant positive influence on the development of community MSMEs. Meanwhile, indirectly, the training does not have a significant positive influence on the Development of Community MSMEs Moderated by Motivational Variables. Education does not have a significant positive influence on the Development of Community MSMEs Moderated by Motivation Variables