Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Rekonstruksi Makna Syara’ dalam Al-Qur’an: Jamaluddin, Muhammad Zuhdy; Basri, Halimah; Ghany, Abdul
Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Vol 4 No 02 (2025): December
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/mustafid.v4i02.1815

Abstract

Penelitian ini merekonstruksi makna kata syara’ dalam al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (tafsīr mauḍū‘ī). Selama ini, istilah syara’ kerap dipahami secara sempit sebagai hukum formal atau produk fikih, sehingga mengabaikan dimensi teologis, etis, dan sosial yang melekat dalam makna Qur’ani. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hakikat, bentuk, dan urgensi konsep syara’ sebagaimana direpresentasikan dalam al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengumpulkan dan menganalisis ayat-ayat al-Qur’an yang memuat derivasi akar kata ش-ر-ع, seperti syara‘a, syarī‘ah, dan syir‘ah, kemudian dikaji secara tematik berdasarkan penafsiran mufasir klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa syara’ dalam al-Qur’an tidak terbatas pada aturan legalistik, melainkan merupakan sistem jalan hidup Ilahi yang bersifat holistik, mencakup aspek akidah, ibadah, akhlak, dan tatanan sosial. Konsep syara’ juga bersifat dinamis dan berorientasi pada kemaslahatan manusia, sebagaimana tercermin dalam keragaman penerapan hukum ilahi pada setiap umat. Dengan demikian, pemahaman tematik terhadap syara’ menegaskan bahwa syariat dalam perspektif al-Qur’an merupakan pedoman hidup integral yang bertujuan mewujudkan keadilan, keseimbangan, dan kemanusiaan universal.
Sejarah Kodifikasi Al-Qur’an Periode Awal Islam: Historiografi Pembentukan Mushaf dari Era Abu Bakar hingga Kodifikasi Utsmani aksa, Aksa; Arsyad, Aisyah; Ghany, Abdul; Nurlailah, St
Jurnal Tafsere Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v14i1.67520

Abstract

Artikel ini mengkaji sejarah kodifikasi Al-Qur’an pada periode awal Islam dengan fokus pada pembentukan mushaf dari masa Abu Bakar al-Ṣiddīq hingga kodifikasi Utsmani. Permasalahan utama yang dikaji ialah: bagaimana kondisi sosial, politik, dan epistemik yang melatarbelakangi penghimpunan Al-Qur’an pada masa Abu Bakar; bagaimana mekanisme, metode verifikasi, dan aktor utama dalam kodifikasi pertama yang dipimpin Zayd ibn Thābit; faktor-faktor yang mendorong standardisasi mushaf pada masa Utsman; serta bagaimana historiografi klasik dan modern menafsirkan proses tersebut dalam kaitannya dengan otentisitas Al-Qur’an dewasa ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan historiografi kritis dengan menelaah sumber-sumber klasik Islam dan kajian akademik kontemporer. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kodifikasi Abu Bakar merupakan respons strategis terhadap wafatnya para penghafal Al-Qur’an pasca Perang Yamamah, sedangkan kodifikasi Utsmani lahir dari kebutuhan menjaga kesatuan umat di tengah ekspansi wilayah Islam dan keragaman bacaan. Proses penghimpunan mushaf dilaksanakan melalui metode verifikasi ketat yang memadukan hafalan kolektif dan dokumentasi tertulis. Artikel ini berargumen bahwa kodifikasi Al-Qur’an bukan sekadar tindakan administratif, melainkan proyek intelektual dan peradaban yang mempertemukan wahyu dengan tata kelola sejarah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa mushaf Al-Qur’an yang ada saat ini memiliki kesinambungan tekstual yang kokoh, ditopang tradisi transmisi yang otoritatif dan mekanisme preservasi yang sistematis.
Sistematisasi Al-Quran: Kajian Historis Terhadap Penyusunan Mushaf Nurhalima, Nurhalima; Ghany, Abdul
Jurnal Tafsere Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v13i2.59435

Abstract

Sistematisasi susunan serta pembagian surah-surah dalam Al-Quran memiliki peran yang sangat signifikasi dalam mempermudah proses pemahaman dan pengkajian terhadap isi Al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana bentuk penyusunan surah-surah Al-Quran ditinjau dari perspektif sejarah perkembangan Islam. Dengan pendekatan library research dan analisis kualitatif, penelitian ini mengkaji literatur-literatur klasik dan kontemporer, Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama terkait sistematisasi penyusunan surah dalam Al-Quran. Sebagian ulama berpendapat bahwa penyusunan tersebut bersifat tauqifi, yakni ditetapkan langsung oleh Nabi Muhammad Saw. Berdasarkan wahyu sementara pembagian lainnya berpendapat bahwa terdapat unsur Ijtihadi dari para sahabat. Namun demikian, mayoritas ulama sepakat bahwa urutan surah dalam mushaf yang dikenal saat ini bersifta tauqifi. Selain itu, pembagian surah berdasarkan jumlah ayat diklasifikasikan menjadi empat kelompok utama, yaitu tiwal (surah-surah panjang), mi’un (sekitar seratus ayat), mathani (ayat-ayat yang tidak terlalu panjang), dan mufassal (surah-surah pendek). Pembagian ini tidak hanya berfugsi sebagai struktur teknis, tetapi juga mengandung hikmah, seperti mempermudah proses hafalan Al-Quran, serta mendorong umat islam untuk lebih  mendalami ilmu-ilmu Al-Quran secara mendalam.