Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Media Pertanian

UJI VERIFIKASI Trichoderma sp. ISOLAT MANGKUBUMI, KOTA TASIKMALAYA SEBAGAI AGENS PENGENDALI HAYATI BERPOTENSI Gumelar, Syam Rizal; Ramadhan, R. Arif Malik; Dewi, Sheli Mustika Sari; Wulandari, Nani; Sani, Juliana; Emila, Nurul Hidayati
Media Pertanian Vol 9, No 1 (2024): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v9i1.10805

Abstract

Jamur Trichoderma sp. merupakan mikroorganisme tanah yang umum digunakan sebagai agens pengendali hayati (APH). Keberadaan Trichoderma sp. dapat dieksplorasi di berbagai wilayah, namun demikian tidak setiap isolat Trichoderma sp. yang didapatkan sesuai dengan standar mutu APH. Penelitian ini bertujuan untuk menguji isolat Trichoderma sp. isolat Mangkubumi berdasarkan standar mutu APH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichoderma sp. yang diperbanyak dalam media padat jagung giling sudah memenuhi standar mutu yang berlaku untuk dijadikan sebagai (APH). Hal ini ditunjukan dengan hasil komponen verifikasi Trichoderma sp. yang sudah sesuai, diantaranya produk berwarna hijau, bentuk padat tidak menggumpal, tingkat kerapatan konidia dan viabilitas yang dinilai baik. Adapun kerapatan pada pengenceran 10-3 sebesar 7,5×107 konidia g-1, pada pengenceran 10-4 sebesar 5×108 konidia g-1, pada pengenceran 10-5 sebesar 2,5×109 konida g-1. Adapun viabilitasnya pada pengenceran 10-3 sebesar 76,7%, pada pengenceran 10-4 sebesar 66,7%, pada pengenceran 10-5 sebesar 0,0%. Trichoderma sp. isolat Mangkubumi dinilai telah memenuhi standar mutu untuk digunakan sebagai APH. Trichoderma sp. is a soil microorganism that is commonly used as a biological control agents (BCA). The presence of Trichoderma sp. can be explored in various regions, however, not every isolate of Trichoderma sp. obtained in accordance with BCA quality standards. This study aims to test isolates of Trichoderma sp. Mangkubumi isolates based on BCA quality standards. The results showed that Trichoderma sp. which is propagated in solid media of ground corn has met the applicable quality standards to be used as (BCA). This is shown by the results of the verification component of Trichoderma sp. which are suitable, including a green product, a solid form that does not clump, the level of conidia density and viability is considered good. The density at dilution 10-3 was 7.5×107 conidia g-1, at dilution 10-4 was 5×108 conidia g-1, at dilution 10-5 was 2.5×109 conidia g-1. The viability at dilution 10-3 was 76.7%, at dilution 10-4 was 66.7%, at dilution 10-5 was 0.0%. Trichoderma sp. Mangkubumi isolates were assessed as having met quality standards for use as BCA.
Uji Keefektifan Formulasi Pestisida Nabati Barringtonia asiatica pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Putri, Ghifa Alghifaira; Ramadhan, R. Arif Malik; Nasrudin, Nasrudin; Dono, Danar
Media Pertanian Vol 10, No 2 (2025): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v10i2.16601

Abstract

Tanaman cabai merupakan tanaman sayuran dan rempah-rempah yang menjadi komoditas penting di berbagai wilayah Indonesia. Produktivitas tanaman cabai harus ditingkatkan agar produksi tetap stabil karena sebagian besar masyarakat Indonesia gemar mengkomsusi cabai merah. Namun, produksi tanaman cabai di Indonesia menurun salah satunya yaitu adanya serangan hama. Penggunaan pestisida nabati menjadi suatu strategi dalam menekan serangan hama tanpa menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana formulasi pestisida nabati berbahan Barringtonia asiatica mampu menekan serangan hama pada tanaman cabai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan enam tingkat konsentrasi ekstrak B. asiatica, yaitu B1 = 0% (kontrol), B2 = 0,125%, B3 = 0,25%, B4 = 0,5%, B5 = 1%, dan B6 = 2%. Setiap perlakuan diulang empat kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan, dengan masing-masing unit berisi tiga tanaman, sehingga total terdapat 72 tanaman sampel. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa konsentrasi 2% merupakan formulasi yang paling mampu menurunkan intensitas serangan hama, meskipun belum efektif menekan kejadian serangannya. Selain itu, perlakuan ekstrak B. asiatica tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, seperti tinggi, diameter batang, jumlah daun dan buah, warna daun, maupun bobot buah, serta tidak menimbulkan efek negatif terhadap pertumbuhan maupun hasil panen cabai.   Chili peppers are a vegetable and spice crop that are an important commodity in various regions of Indonesia. Chili pepper productivity must be increased to maintain stable production because most Indonesians enjoy consuming red chili peppers. However, chili pepper production in Indonesia is declining due to pest attacks. The use of botanical pesticides is a strategy to suppress pest attacks without causing greater impacts on the environment. This study was conducted to evaluate the extent to which a botanical pesticide formulation made from Barringtonia asiatica can suppress pest attacks on chili peppers. The study used a non-factorial Randomized Block Design (RBD) with six levels of B. asiatica extract concentration, namely B1 = 0% (control), B2 = 0.125%, B3 = 0.25%, B4 = 0.5%, B5 = 1%, and B6 = 2%. Each treatment was repeated four times to obtain 24 experimental units, with each unit containing three plants, for a total of 72 sample plants. The results showed that a 2% concentration was the most effective formulation for reducing pest attack intensity, although it was not yet effective in suppressing the incidence of attacks. Furthermore, the B. asiatica extract treatment did not affect plant growth, such as height, stem diameter, number of leaves and fruit, leaf color, or fruit weight, and did not negatively impact chili growth or yield.