Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan melalui Penyuluhan Cegah Risiko Diabetes dan Hipertensi Secara Aktif dan Sehat : Pengabdian Rasdiyanah Rasdiyanah; Aidah Fitriani; Eny Sutria; Rasmawati Rasmawati; Ardian Adhiwijaya; Risnah Risnah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5160

Abstract

Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut guru memiliki kemampuan merancang pembelajaran bermakna yang mengembangkan kompetensi holistik peserta didik. Berdasarkan observasi awal di SMAN 1 Cikancung Kabupaten Bandung, mayoritas guru belum memahami penerapan kurikulum berbasis deep learning. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui workshop interaktif dan partisipatif yang dilaksanakan pada April 2025 dengan melibatkan 21 guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi konsep dasar deep learning, pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran, dan pendampingan perancangan Modul Ajar kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan 90,5 persen guru memberikan apresiasi maksimal terhadap relevansi materi, 81 persen telah mengimplementasikan di kelas dengan respon positif dari 94,1 persen siswa yang menunjukkan peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif. Seluruh guru menyatakan kegiatan ini memberikan perubahan positif fundamental dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dengan perguruan tinggi. Kegiatan ini membuktikan bahwa workshop deep learning merupakan strategi efektif untuk penguatan kompetensi pedagogik guru dalam mendukung implementasi kurikulum adaptif terhadap tantangan pendidikan kontemporer. The development of 21st-century education demands teachers possess the ability to design meaningful learning that develops holistic competencies of students. Based on preliminary observations at SMAN 1 Cikancung Bandung Regency, the majority of teachers did not yet understand the implementation of deep learning-based curriculum. This community service activity aimed to enhance teacher competencies through interactive and participatory workshops conducted in April 2025 involving 21 teachers from various subjects. Implementation methods included socialization of basic deep learning concepts, training in developing learning materials, and mentoring in designing contextual Teaching Modules. Results showed that 90.5 percent of teachers gave maximum appreciation for material relevance, 81 percent had implemented it in classrooms with positive responses from 94.1 percent of students showing increased enthusiasm and active participation. All teachers stated this activity provided fundamental positive changes in designing more meaningful, reflective, and student-centered learning, as well as opening opportunities for sustainable collaboration with universities. This activity proves that deep learning workshops are effective strategies for strengthening teachers' pedagogical competencies in supporting adaptive curriculum implementation toward contemporary educational challenges.  
Hubungan Spiritualitas dengan Self Efficacy Lansia Hipertensi Eny Sutria; Syisnawati; Rasmawati; Rasdiyanah; Aidah Fitriani; Gandi Iswanto; Muhammad Abdul Bagas
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah populasi lansia memberikan dampak pada sistem pemberian layanan kesehatan karena masalah atau penyakit yang diderita oleh lansia. Prevalensi hipertensi nasional terus mengalami peningkatan mencapai 34,1% di tahun 2018, rerata diderita oleh lansia sekitar 67,4%. Salah satu dimensi psikologis yang memainkan peran penting dalam kesehatan mental dan fisik manusia adalah keyakinan berbasis self-efficacy. Ketidaktpatuhan lansia yang menderita hipertensi terhadap self efficacy akan berdampak buruk pada kesehatannya yaitu tidak terkontrolnya tekanan darah dan berakibat terjadinya komplikasi. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan spiritualitas dengan self efficacy pada lansia hipertensi. Pengambilan data dilakukan dengan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner spiritual will being scale (SWBS) dan kuesioner self efficacy. Hasil analisa data dengan uji chi square didapatkan nilai significancy 0.972. Berdasarkan nilai tersebut, nilai p > 0.05 sehingga disimpulkan bahwa spiritualitas tidak berhubungan dengan self efficacy lansia hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominan lansia memiliki tingkat spiritual sedang dengan persentase 97%. Hal ini menunjukkan bahwa lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Paccellekang dirasa belum optimal karena tidak ada lansia yang memiliki tingkat spiritual tinggi.
Pelatihan dan pendampingan Kader Kesehatan dalam Manajemen Hipertensi berbasis Islami Aidah Fitriani; Eny Sutria; Ani Auli Ilmi; Rasdiyanah Rasdiyanah; Rasmawati Rasmawati
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i1.314

Abstract

Kader kesehatan merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang berasal dari, oleh dan untuk masyarakat memiliki peran untuk membantu kelancaran pemberian pelayanan kesehatan di masyarakat. Peran kader tersebut membutuhkan pelatihan serta pendampingan petugas kesehatan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap kader kesehatan dalam melayani masyarakat yang mengalami masalah atau gangguan kesehatan khususnya penyakit hipertensi yang dominan dialami oleh masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan dan pendampingan kader kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan terhadap masalah hipertensi. hasil pelatihan dan pendampingan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan kepada kader kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap kader kesehatan terhadap masalah hipertensi dimana terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 6 kader kesehatan dengan nilai rata-rata sebelum pemberian pelatihan pada kader kesehatan yaitu 8 mengalami peningkatan menjadi 9.5 dan terjadi peningkatan nilai rata-rata skor sikap kader kesehatan sebelum pemberian pelatihan yaitu 35 mengalami peningkatan menjadi 38.3. Berdasarkan hasil diatas, petugas kesehatan perlu memberikan bekal pengetahuan pada kader kesehatan melalui pemberian pelatihan kepada kader kesehatan yang dilanjutkan dengan pendampingan petugas kesehatan sehingga dapat memberdayakan kader kesehatan sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas hidup.