Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

OPTIMALISASI WEBSITE SEBAGAI MEDIA PROMOSI DAN PENJUALAN SECARA ONLINE Nurwanto; Gus Nanang Syaifuddiin; Fitayani Intan Pradani, M.Kom.
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.479 KB) | DOI: 10.30997/qh.v8i1.4377

Abstract

UD. Banyu Urip merupakan salah satu Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang penjualan pompa air segala jenis dan merk beserta perlengkapannya serta menyediakan jasa perbaikan atau service pompa air dan juga pengeboran sumur. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat saat ini, menuntut semua orang dan semua bidang termasuk UMKM untuk bisa beradaptasi dan juga menerapkan teknologi sebagai salah satu pendukung dalam kegiatannya, akan tetapi UD. Banyu Urip tidak memiliki media online seperti website sebagai media promosi dan penjualan. Selain itu, Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak memiliki pengetahuan mengenai pemasaran melalui website sehingga jangkauan konsumennya sangat terbatas serta menurunnya omset dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Hasil dari kegiatan PKM berupa website yang dapat dimanfaatkan sebagai media promosi dan penjualan secara online serta dilakukan pelatihan kepada mitra untuk mengelola website tersebut. Hasil pelatihan yang dilakukan, salah satu karyawan UD. Banyu Urip mampu mengelola website secara penuh. Kata Kunci: E-Commerce, Website, Promosi, Penjualan
Pertanggung Jawaban Hukum Wakil Pialang Berjangka Dalam Perspektif Hukum Indonesia Nurwanto; Sinaga, Niru Anita; Sudarto
IBLAM LAW REVIEW Vol. 4 No. 3 (2024): IBLAM LAW REVIEW
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM IBLAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52249/ilr.v4i3.498

Abstract

Seiring berkembangnya zaman dan taraf hidup dalam perekonomian dunia, hal ini juga menjadi salah satu faktor yang mendorong minat investasi di masyarakat kelas menengah-atas khususnya dalam bidang perdagangan berjangka komoditi. Perdagangan Berjangka Komoditi, yang selanjutnya disebut Perdagangan Berjangka adalah segala sesutau yang berkaitan dengan jual beli Komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka dan Opsi atas Kontrak Berjangka. Wakil Pialang Berjangka adalah warga negara Indonesia dalam bentuk orang perseorangan yang berdasarkan kesepakatan dengan Pialang Berjangka melaksanakan sebagian fungsi Pialang Berjangka. Ruang lingkup Wakil Pialang Berjangka dalam menjalankan fungsi Pialang Berjangka adalah dalam pelaksanaan kegiatan usaha Pialang Berjangka dilakukan oleh seorang Wakil Pialang Berjangka yang telah memiliki izin resmi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Tanggung jawab kontraktual merupakan beban moral yang lahir dari suatu hubungan kontraktual, maka tidak demikian dengan tanggung jawab yang lahir dari suatu perbuatan melawan hukum. Maka dalam terminologi hukum dengan tanggung jawab sesungguhnya adalah beban yang harus dipikul seseorang karena ia telah tidak memenuhi kewajibannya baik kewajiban yang disepakati dalam kontrak ataupun kewajiban yang telah ditentukan oleh hukum baik hukum tertulis maupun hukum yang tidak tertulis.Dalam rangka memberikan perlindungan kepada Nasabah, Pialang Berjangka wajib terlebih dahulu menyampaikan Dokumen Keterangan Perusahaan kepada Nasabah. Pialang Berjangka juga wajib menjelaskan segala risiko yang mungkin dihadapi Nasabah sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemberitahuan Adanya Risiko.
Copolymerization of Tapioca Starch Waste through Grafting of Acrylic Acid Monomer with Cerium(IV) Initiator as Super Absorbent Polymer (SAP) Candidate Kurniadi, Tedi; Prasojo, Agus Eko; Putri, Riyanti; Nurwanto; Hartono, Rudi; Atmadi
Indonesian Journal of Chemical Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Indones. J. Chem. Stud. December 2025
Publisher : Indonesian Scholar Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55749/ijcs.v4i2.81

Abstract

Indonesia, one of the world's largest tapioca starch producers, generates abundant cassava starch waste (onggok) that remains underutilized. This study aimed to enhance the value of onggok by synthesizing a superabsorbent polymer (SAP) through graft copolymerization using acrylic acid monomer and cerium(IV) initiator. Grafting was optimized by varying monomer concentrations (10–40% w/w) while maintaining the initiator concentration at 1.70% (w/w) and a reaction temperature of 53 °C. The optimal grafting occurred at 20% monomer concentration, yielding a grafting percentage of 14.83% and a monomer conversion of 74.15%. FTIR analysis showed increased absorbance ratios of –OH to C=O functional groups, confirming successful grafting. SEM images revealed a transformation from granular to porous structures, while DSC analysis demonstrated a shift in gelatinization temperature from 45.91 °C (raw onggok) to 46.69 °C (grafted), and retrogradation temperature from 140.67 °C to 141.67 °C. The water absorption capacity of the grafted copolymer reached 4.2450 g/g (5.20 g total), nearly double that of raw onggok (2.2716 g/g or 3.20 g), confirming its effectiveness as a SAP material.
Pencitraan CT Pada Trauma Tumpul Usus dan Mesenterika : Laporan Kasus Khumairoh, Dewi Masyitoh; Nurwanto; Djauhari, Thantawy; Putra, Muslim Andala; Pratiwi, Vivi Irma; Limanto, Nico Hariono
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 1 No 3 (2024): Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v1i3.24767

Abstract

Trauma abdomen merupakan salah satu penyebab kematian ke-3 pada pasien trauma dan dapat terjadi pada sekitar 7-10% dari seluruh kasus trauma. Trauma usus dan mesenterika termasuk kasus cedera yang relatif jarang ditemui, hanya terjadi sekitar 1-5% dari keseluruhan cedera tumpul abdomen, hal ini berkaitan dengan morbiditas dan mortilias yang tinggi. Deteksi diagnosis trauma tumpul usus dan mesenterika dapat dilakukan secara dini sehingga perbaikan kerusakan usus dan mesenterika dapat segera dilakukan untuk mencegah komplikasi lanjutan. Keterlambatan diagnosis yang relatif singkat dalam diagnosis dapat memiliki dampak negatif yang beresiko tinggi bagi pasien, peningkatan resiko komplikasi dan peningkatan mortalitas. CT scan adalah suatu standar emas dari trauma tumpul abdomen karena sensitif dan dapat menyajikan spesifik dan gambaran tidak spesifik terhadap trauma tumpul usus dan mesenterika.
Pencitraan Radiologi Pada Kanker Esofagus: Laporan Kasus Rahmadika, Latifa; Nurwanto; Djauhari, Thantawy; Andala Putra, Muslim; Irma Pratiwi, Vivi; Hariono Limanto, Nico
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 3 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i3.28596

Abstract

Kanker esofagus merupakan salah satu kanker paling mematikan dengan tingkat kelangsungan hidup lima tahun yang rendah, yaitu kurang dari 20%. Dua subtipe utama kanker esofagus adalah karsinoma sel skuamosa (ESCC) dan adenokarsinoma (EAC), dengan perbedaan epidemiologi dan faktor risiko. Diagnosis seringkali terlambat karena gejala nonspesifik seperti disfagia dan penurunan berat badan, sehingga pasien sering didiagnosis pada stadium lanjut dengan prognosis buruk. Ilustrasi Kasus: Ny. S, perempuan 69 tahun, dirawat di IGD dengan keluhan utama perut penuh dan mual selama tiga minggu. Disfagia progresif (kesulitan menelan makanan padat) selama satu bulan, sensasi makanan tersangkut, dan penurunan berat badan 5 kg dalam dua bulan terakhir disertai lemas setelah makan. Riwayat GERD >10 tahun tidak terkontrol dan kebiasaan konsumsi makanan pedas/asam. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva anemis, nyeri tekan epigastrium ringan, massa keras di epigastrium yang tidak bergerak saat menelan. Hasil pemeriksaan penunjang menunjukkan anemia mikrositik hipokrom dan karsinoma sel skuamosa. Pasien didiagnosis dengan karsinoma sel skuamosa esofagus, anemia penyakit kronis, dan kolelithiasis. Tata laksana yang diberikan berupa transfusi PRC (2 kolf), suplemen vitamin. Kesimpulan: Laporan kasus ini menggambarkan temuan kasus kanker esofagus yang ditangani hingga pasien stabil untuk mendapat terapi definitif.
Pengaruh Edukasi Kesehatan tentang Prosedur Operasi Sectio Cesaria (SC) terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Sectio Cesaria : Impact of Health Education Regarding Cesarean Procedures on Preoperative Anxiety Levels in Cesarean Section Patients Nurwanto; Yeni Rusyani; Dwi Puji Susanti
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caesarean section (CS) delivery is increasing globally. Based on Survei Kesehatan Indoneisa data, on 2023 the CS delivery rate was at 25,9%, with an increasing trend from year to year. The impact of the decision to take pre-operative CS is a stressor for patients that can trigger stress reactions both physiologically and psychologically. Psychological responses can be anxiety. Handling anxiety in pre-op-CS patients is very important to prevent various serious negative impacts, both on physical and mental health. Preoperative education plays a role in reducing anxiety by 58%. clear and comprehensive education about surgical procedures can help reduce uncertainty and anxiety. This study is a type of pre-experimental designs with one group pretest and posttest. The population in this study were patients giving birth with CS at RSU Fastabiq Pati. The sampling technique with a total sampling of 30 patients. Measurement of anxiety using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. Data processing using SPSS with a computer with univariate and bivariate analysis using the Wilcoxon statistical test. The results of the study proved that statistically there was a difference in the level of anxiety before and after health education about the Sectio Cecarea surgical procedure, as evidenced by a p value of 0.000 (<0.05). There is an influence of health education about the CS surgical procedure on the level of anxiety in pre-op CS patients at Fastabiq Hospital.
Effect of Different Temperatures in Magnetite Synthesis on Methylene Blue Adsorption Ananda, Dea Dwi; Napoleon, Sultan; Tarigan, Thessa Octavia Joyetta; Yulita, Tiara Rizki; Alivia, Latisa Stefi; Kusuma, Bagas; Fajri, M. Rizki; Putri, Kayla Sophia; Artdero, Nayantaka Virsa; Nurwanto; Hartono, Rudi; Rahmat Basuki
Sorption Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Sorption Studies, December 2025
Publisher : Indonesian Scholar Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55749/ss.v1i2.84

Abstract

This study aims to synthesize magnetite (Fe₃O₄) particles using the coprecipitation method, with variations in temperature (70°C and 90°C) and reaction system (open and closed) to evaluate their effects on product quality. Characterization was conducted using FTIR, XRD, and organoleptic observation to confirm the formation of Fe₃O₄. Additional tests included magnetic attraction measurements through mass response and adsorption capacity (Q) analysis using methylene blue. FTIR analysis showed absorption bands at 3417.00 cm⁻¹, 1627 cm⁻¹, 1404 cm⁻¹, and 578 cm⁻¹, indicating the presence of O–H, C=O, and Fe–O functional groups. XRD patterns revealed diffraction peaks at 2θ values of 30.27°, 35.23°, 43.22°, 53.71°, 57.43°, and 62.11°, confirming the spinel crystal structure of Fe₃O₄. The sample synthesized at 90°C under closed conditions exhibited a darker black color and higher mass yield, suggesting improved crystallinity and phase purity. The closed system also showed higher adsorption capacities of 0.0008 mmol·g⁻¹ at 70°C and 0.0018 mmol·g⁻¹ at 90°C, along with stronger magnetic response. The open system produced a black precipitate with lower yield and weaker magnetic response, suggesting oxidation of Fe²⁺ to Fe³⁺ due to direct contact with oxygen, leading to the formation of compounds such as hematite or maghemite with lower magnetic properties. These results confirm that higher reaction temperatures and closed conditions optimally enhance the quality and stability of magnetite.