Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Risalah Kebijakan Intervensi Berbasis Masyarakat pada Pengendalian Hipertensi dalam Kehamilan Kartini, Kartini; Rosyanti, Lilin; Fatmawati, Fatmawati; Fathurrahman, Teguh; Usnia, Usnia; Hikmandayani, Hikmandayani
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i3.1188

Abstract

Evaluation of Complementary Cupping Therapy in the Management of Hypertension and Triglyceride Levels in Coastal Fishermen Communities lilin, lilin rosyanti
Public Health of Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): April - June
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v10i2.806

Abstract

Background: Fishermen are community groups requiring special attention. The characteristics of a stressful job, unhealthy diet, and environmental and weather conditions are risk factors for hypertension and increased triglycerides. Wet cupping therapy is expected to improve imbalance in triglyceride levels, blood pressure, and pulse rate in fishermen living in coastal areas. Methods: Sixty people from fishing communities participated in this study through random sampling by creating a serial number list. The hypertensive group (n= 30) received cupping therapy combined with Al-Quran therapy, whereas the normotensive group (n= 30) only received cupping therapy. Blood pressure, pulse, and triglyceride levels were measured in both groups before and one week after cupping therapy. Results: In the hypertension group who were administered cupping therapy combined with Al-Quran therapy, there were changes in blood pressure, mean systolic blood pressure value (from 155.4 ± 21.8 to 141.3 ± 19.9), diastolic blood pressure (from 92.9 ± 10.6 to 85.3 ± 11.3), and triglyceride levels (from 259.4 ± 154.6 to 173 ± 74.5), which showed a statistically significant decrease in P value <0.05, while the normotensive group was statistically significant, but there was an increase within normal limits in systolic blood pressure and diastolic blood pressure, as well as a decrease in triglyceride levels. Conclusion: The results of this study showed that wet cupping combined with Al-Quran therapy is a promising complementary therapy for controlling blood pressure and triglyceride levels in hypertensive patients. Therefore, it could be an alternative therapy for fishing communities in coastal areas.
SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN KOMUNITAS NELAYAN PESISIR Rosyanti, Lilin; Hadi, Indriono; Akhmad, Akhmad; Taamu, Taamu; Imanuddin, Imanuddin
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1567

Abstract

Masyarakat pesisir menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan sosial di wilayah mereka. Di antara komunitas ini, nelayan merupakan kelompok pekerjaan yang sangat rentan terhadap penyakit tidak menular (PTM) karena karakteristik spesifik mereka. Secara umum, masyarakat pesisir mungkin tidak menyadari peningkatan risiko yang mereka alami, termasuk tekanan darah tinggi, peningkatan kolesterol, peningkatan gula darah, dan peningkatan kadar asam urat. Untuk mengatasi masalah kesehatan ini dan meningkatkan kesehatan masyarakat, terdapat kebutuhan penting untuk inisiatif skrining PTM dan pemeriksaan kesehatan rutin yang disesuaikan dengan komunitas nelayan pesisir. Tujuan utama dari upaya ini adalah untuk melakukan pemeriksaan PTM pada komunitas nelayan pesisir. Pendekatan pengabdian masyarakat ini mencakup strategi persuasif, edukatif, dan intervensional. Dimulai dengan pemberian materi informasi tentang PTM kepada masyarakat pesisir, dilanjutkan dengan pemeriksaan skrining PTM secara komprehensif. Data demografi yang dikumpulkan selama pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa kelompok usia yang paling terkena dampak adalah antara 41 hingga 50 tahun, dengan mayoritas lulusan sekolah menengah pertama dan bekerja sebagai nelayan atau saat ini menganggur. Hasil pemeriksaan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, termasuk peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik, peningkatan kadar kolesterol yang menunjukkan risiko penyakit kardiovaskular, peningkatan kadar gula darah yang menunjukkan risiko diabetes melitus, dan peningkatan kadar asam urat. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan langkah promotif dan preventif yang penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan masyarakat pesisir yang kurang memiliki akses mudah terhadap layanan kesehatan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya meningkatkan strategi pencegahan, skrining, dan mitigasi untuk meningkatkan kesadaran dan memerangi meningkatnya prevalensi PTM di wilayah pesisir.
Pemberdayaan Kelompok Remaja Melalui Edukasi dan Praktek Pengurusan Jenazah Di Desa Tolawawo Kec. Lalonggasumeeto Lilin Rosyanti; Indriono Hadi; Akhmad Akhmad; Dwiyanti Dwiyanti; Maman Indrayana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1778

Abstract

  Masa remaja didefinisikan sebagai masa transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, perlunya pemberdayaan remaja sebagai pendekatan untuk mendidik, menginspirasi, dan mengembangkan kapasitas diri,  untuk memaksimalkan perubahan dan dampak yang  bermanfaat bagi masyarakat.  Tujuannya ;  adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan  peserta remaja mesjid dan masyarakat dewasa muda melalui pemberian  edukasi dan pelatihan pengurusan jenazah susuai protokol kesehatan. Metode yang digunakan:  Persuasif edukatif, dan praktek  dengan menggabungkan metode ceramah, tanya jawab dan praktek. Pelaksanaan dari tanggal 5 September-14 November, Jumlah peserta pelatihan 65 orang. Hasil : Pengetahuan, pre test, nilai kurang,  67,69%, nilai cukup, 18,46%, dan nilai baik, 13,85%.  Sedangkan post testnya  nilai kurang 1,54%, cukup 56.67 % dan nilai baik 56,92 %. Adapun nilai praktek/ketrampilan pre test nilai kurang, 67,69 %,  nilai cukup, 27,69 %,  dan nilai baik, 4,62 %, Sedangkan post testnya nilai kurang  10,77 %, cukup 36,92% dan nilai baik 52,31. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta pada kegiatan pemberdayaan remaja dengan edukasi dan pelatihan jenazah Empowerment Of Adolescent Groups Through Education And Managing Corpses In Tolawwo Village, Kec. Lalonggasumeeto Adolescence is defined as a transitional period between childhood and adulthood, the need for youth empowerment as an approach to educate, inspire, and develop self-capacity, to maximize change and beneficial impact on society. objective; there is an increase in the knowledge and skills of youth participants in mosques and young adults through the provision of education and training in care corpses with health protocols. Method : Persuasive educative, and practice by combining lecture, question and answer and practice methods. Implementation from September 5 to November 14, The number of training participants is 65 people. results: Knowledge, pre test, less value, 67.69%, enough value, 18.46%, and good value, 13.85%. While the post test score is less than 1.54%, enough is 56.67% and good value is 56.92%. As for the practice/skills pre-test score, the value is less, 67.69%, the value is sufficient, 27.69%, and the value is good, 4.62%, while the post-test value is less, 10.77%, 36.92% is enough and the value is good 52,31. Conclusion: There was an increase in the participants' knowledge and skills in Adolescence empowerment activities with corpse education and training
JURNAL INOVASI PEMBERDAYAAN DAN Skrining PTM Hipertensi dan Terapi Pencegahannya (Terapi Komplementer Bekam) Serta Pemeriksaan Kesehatan di Daerah Pesisir Kecamatan Soropia Rosyanti, Lilin; Hadi, Indriono; Rosyanti, Anita; Sarimusrifah; Koro, Suriana
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i1.1695

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan berkontribusi besar terhadap angka morbiditas dan mortalitas. Skrining penyakit tidak menular (PTM) khususnya hipertensi di daerah pesisir Kecamatan Soropia penting dilakukan untuk deteksi dini dan pencegahan komplikasi. Terapi komplementer bekam telah banyak digunakan sebagai metode non-farmakologis yang efektif dalam menurunkan tekanan darah dengan mekanisme stimulasi vasodilatasi melalui peningkatan zat nitroksida. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan skrining PTM di wilayah pesisir ini diharapkan dapat mendukung pemberian terapi komplementer bekam sebagai intervensi pencegahan dan pengendalian hipertensi secara holistik. Pendekatan ini dapat menjadi alternatif yang aman dan efektif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat pesisir yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan konvensional. Tujuan: Masyarakat dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan serta menggunakan Pendekatan terapi komplementer bekam dalam meningkatkan kesehatan pada Masyarakat Pesisir Kepulauan Badjoe, Metode: survei kesehatan, edukasi, dan terapi bekam sebagai upaya pencegahan hipertensi. Hasil: Sebagian besar peserta menunjukkan tekanan darah di atas normal. Setelah intervensi terapi bekam, terdapat penurunan rerata tekanan darah pada kelompok peserta yang mengikuti terapi secara rutin. Hambatan utama adalah keterbatasan waktu dan pengetahuan peserta. Kesimpulan: Terapi bekam sebagai intervensi komplementer, dikombinasikan dengan pendidikan dan skrining kesehatan, terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesadaran kesehatan di masyarakat pesisir. Kata Kunci: hipertensi, terapi komplementer, masyarakat pesisir, skrining kesehatan
Edukasi Terapi Komplementer Bekam dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular Hypertensi pada Masyarakat Nelayan Desa Pekaroa, Kecamatan Sawa Hadi, Indriono; Rosyanti, Lilin; Purnama, Dwi; Syahrianti, Syahrianti; Sarita, Sultina
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v6i1.3642

Abstract

Hypertension is a common non-communicable disease in the fishing population. Complementary cupping therapy can be used as one of the non-pharmacological strategies in preventing hypertension. The purpose of this community service is to improve the community's knowledge and attitude in implementing cupping therapy in preventing hypertension. The methods and approaches of community service include several stages and strategies that are effective in improving public health, namely: Preparation and Coordination; Implementation of Activities, Pre-test and Post-test; counseling and simulation of cupping therapy practice; Evaluation and Monitoring. The results, before counseling and practice, the level of knowledge of participants; sufficient 15%, lacking 85%. After counseling and practice, knowledge; good 30%, sufficient 70%, and lacking 0%. The attitudes of counseling participants after counseling and practice were strongly agree as much as 63.3%, agree as much as 31.67%, and disagree as much as 5%. It is hoped that fishing communities can use Complementary cupping therapy in improving health
Kesehatan Spritual Terapi Al-Qur'an sebagai Pengobatan Fisik dan Psikologis di Masa Pandemi COVID-19 Rosyanti, Lilin; Hadi, Indriono; Akhmad, Akhmad
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 14 No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v14i1.480

Abstract

Improving public health both physically and psychologically requires a spiritual-based therapeutic approach that is easy, cheap, practical and efficient, one of which is the spiritual therapy of the Qur'an, especially in the face of the COVID-19 pandemic. The holistic nursing perspective makes the nursing profession view a person as a complete biopsychosocial being physically, mentally, socially, and spiritually who are interrelated and influence one another. This literature review aims to provide an overview of scientific studies on the effects and benefits of the spiritual health of Al-Qur'an therapy as physical and psychological treatment in improving public health during the COVID-19 pandemic. Methodology of literature review by searching biomedical databases on Medline, Embase, PsychINFO, Scopus, Pubmed, and Google Scholar, all research articles and literature reviews were included as search criteria. Data were collected and concluded as a review of scientific narrative writing. There are several categories of results consisting of: description of spiritual health, spiritual health in an Islamic perspective, therapy of the Qur'an, the holy verses of the Qur'an as a healing medicine, physiology of sound therapy of the Qur'an on the hearing system. and brain. The benefits and therapeutic effects of the Qur'an can increase endorphins in the brain, changes in TTV and body physiology, improves autism disorders and stroke disorders, changes in memory, changes in brain waves, changes in physiological responses in the PICU and ICU rooms, reduces anxiety. Spiritual health with Al-Qur'an therapy is the main and important solution in helping to heal physical, mental, spiritual illnesses, and improving public health in facing the challenges of the COVID-19 pandemic.
Pengaruh Terapi Komplementer Bekam Basah terhadap Perubahan Darah Rutin Perokok Aktif di Kota Kendari: Penelitian Kuasi Eksperimen Hadi, Indriono; Rosyanti , Lilin; Askrening, Askrening; Herman, Herman
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 14 No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v14i1.499

Abstract

Smoking can cause chronic hypoxia, increased production of red blood cells, and accompanied by a decrease in plasma volume. Wet cupping therapy is a complementary therapeutic approach that helps to cure disease, balance tissue blood flow, eliminate inflammatory agents and toxins, improve lymph node function and enhance the immune system through the mechanism of blood loss. This study aims to determine the effect of wet cupping therapy on routine blood hematology changes in active smokers. The research was designed using a pre-experimental method with a pre-test and post-test group model. The research was carried out in the PKM Poltekkes building, Ministry of Health Kendari on 26 male respondents aged 20-50 years. The results of the paired t-test statistic showed a significant change in routine blood hematology values ??after wet cupping, this change occurred in the components of WBC, HB, HCT, MCV, MCH, MCHC, with P value < 0.05. Complementary wet cupping therapy is beneficial in restoring the body's balance by strengthening the immune system, eliminating pathogenic factors, and increasing blood circulation. The increase in HB, HCT, MCV, MCH, MCHC in smokers is the main red blood cell index that helps measure the average size and composition of red blood cell hemoglobin in active smokers.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN DAN SKRINING PROTEINURIA DALAM DETEKSI DINI RISIKO GAGAL GINJAL KRONIK PADA REMAJA: STUDI CROSS-SECTIONAL Tirta, Johan; Rosyanti, Lilin; Saranani, Muhaimin; Hadi, Indriono; Sinosi, Andi Mir'atul hayat; Maharani, Ni Putu Diah Ayu Wulan
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1783

Abstract

Latar belakang: Gagal ginjal kronis pada remaja meningkat, sementara kebiasaan minum air putih rendah dan skrining ginjal jarang dilakukan. Tujuan: Menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dan skrining proteinuria sebagai deteksi dini risiko gagal ginjal kronik pada remaja SMA. Metode: Pengabdian masyarakat dengan desain pre–eksperimental one group pretest–posttest pada 50 siswa SMA Negeri 2 Kendari. Intervensi berupa edukasi menggunakan video dan presentasi disertai diskusi, dilanjutkan pemeriksaan protein urin sewaktu dengan metode carik celup. Data pengetahuan dijelaskan secara deskriptif komparatif. Hasil: Rerata skor pengetahuan meningkat dari 68,80 menjadi 98,10 (kenaikan 42,6%) dengan penyebaran skor yang lebih homogen. Skrining menunjukkan 12% siswa tanpa proteinuria, 82% positif +1, dan 6% positif ++2. Simpulan: Pendidikan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan pencegahan gagal ginjal kronik, sedangkan tingginya temuan proteinuria membuktikan pentingnya penemuan dini. Saran: Diperlukan pemantauan lanjutan, indikasi klinis, dan integrasi program pendidikan ginjal berkelanjutan di sekolah
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Terapi Komplementer Dalam Pencegahan Penyakit Menular TBC Lilin Rosyanti; Indriono Hadi; Johan Tirta; Nurjannah Nurjannah; Andhika Firmansyah Putra; Nikmaturohmah Hadi
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v6i1.1697

Abstract

Tuberkulosis (TBC) tetap menjadi masalah utama kesehatan di daerah pesisir Indonesia akibat faktor lingkungan, perilaku, dan keterbatasan akses layanan kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan TBC melalui intervensi terapi komplementer (bekam basah dan terapi spiritual ATAQ) di Desa Badjoe, Soropia. Metode partisipatif digunakan dengan melibatkan 70 peserta nelayan melalui penelitian kesehatan, edukasi, pelatihan, dan simulasi terapi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan tentang TBC (80% peserta mencapai kategori “baik” pada post-test) dan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik 12,4 mmHg ( p < 0,05). Terapi bekam basah dan ATAQ diterima secara budaya, dengan 73,3% peserta melaporkan peningkatan kenyamanan fisik dan spiritual. Studi ini memperkuat bukti bahwa integrasi terapi komplementer berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif dalam pengendalian TBC di wilayah marjinal. Kata Kunci: Terapi Komplementer, Penyakit menular TBC