Muhammad Nurul Fahmi
Physics Department, Faculty Of Mathematics And Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya, Jl. Ketintang, Surabaya, 60231, Indonesia. Center For Earth Science Studies, Faculty Of Mathematics And Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya, Jl. K

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisa Konsep Pernikahan Dini Dalam Perspektif Hukum Islam, Sosial: (Studi Pustaka) Ahmad Alaik Niam; Muhammad Nurul Fahmi; M. Malik Almajdi; Muhammad Zidan Kurniawan; Muhammad Syaifuddin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara menyeluruh hukum pernikahan dalam Islam, yang meliputi syarat dan rukun nikah, konsep kafa’ah (kesetaraan), serta fenomena pernikahan dini dan dampaknya dalam konteks hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap literatur, kitab fiqih, jurnal, serta peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum nikah dalam Islam terbagi menjadi lima ketentuan, yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram, yang penetapannya bergantung pada kondisi individu. Syarat dan rukun nikah menjadi penentu sahnya pernikahan, sedangkan konsep kafa’ah menegaskan pentingnya kesetaraan dalam agama, nasab, profesi, dan akhlak untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Sementara itu, pernikahan dini, meskipun diperbolehkan jika pasangan telah baligh dan rusyd, tetap menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, sosial, dan hukum. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif terhadap hukum dan etika pernikahan sangat diperlukan untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Lebih lanjut, penelitian ini menekankan urgensi harmonisasi antara prinsip hukum Islam dan peraturan hukum nasional Indonesia dalam konteks pelaksanaan pernikahan, khususnya mengenai batas usia minimal calon mempelai. Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 yang merevisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 menetapkan usia 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan, sebagai bentuk perlindungan terhadap hak anak serta pencegahan risiko sosial dan kesehatan akibat pernikahan dini. Penelitian ini menegaskan bahwa kesesuaian antara nilai-nilai agama dan hukumpositif merupakan fondasi penting bagi tercipanya masyarakat yang berkeadilan. Dengan demikian, pemahaman menyeluruh terhadap aspek hukum etika dan soosial dalam pernikahan diperlukan guna membangun keluarga islami yang harmonis dan berkualitas.
IMPLEMENTASI ALGORITMA KNN UNTUK PENENTUAN JALUR EVAKUASI AMAN BERDASARKAN DATA SHAKEMAP DAN DATA TITIK EVAKUASI DI KABUPATEN MADIUN Chaidar Aria Bayu Pratama; Madlazim; Muhammad Nurul Fahmi
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 15 No. 1 (2026): Vol 15 No 1
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v15n1.p77-83

Abstract

Abstrak Bencana gempa bumi merupakan ancaman nyata di Indonesia, terutama pada daerah yang berada pada zona seismik aktif seperti Kabupaten Madiun. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan sistem rekomendasi titik evakuasi aman berbasis algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) berdasarkan data intensitas gempa dari ShakeMap  USGS dan distribusi titik evakuasi dari BPBD. Kriteria yang ditetapkan adalah wilayah dengan nilai  Modified Mercalli Intensity (MMI) < 4 dan jarak maksimum 1.000 meter sesuai dengan pedoman BNPB. Pengujian dilakukan terhadap 1.000 titik pengguna simulasi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Madiun. KNN berhasil menunjukkan titik evakuasi rekomendasi yang valid sebanyak 370 titik (37.0%), 502 titik (50.2%) ditolak karena melebihi jarak, serta 128 titik (12.8%) gagal karena tidak memiliki titik aman. Temuan ini menunjukkan bahwa KNN efektif untuk mendeteksi awal titik evakuasi, namun keberhasilan KNN bergantung pada distribusi spasial titik evakuasi dan kontur guncangan. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan sistem evakuasi berbasis spasial yang responsif dan akurat.   Abstract Earthquakes are a real threat in Indonesia, especially in areas located in active seismic zones such as Madiun Regency. This study aims to develop a safe evacuation point recommendation system based on the K-Nearest Neighbour (KNN) algorithm using earthquake intensity data from the USGS ShakeMap  and evacuation point distribution data from the Regional Disaster Management Agency (BPBD). The criteria set are areas with a Modified Mercalli Intensity (MMI) value < 4 and a maximum distance of 1,000 metres, in accordance with BNPB guidelines. The testing was conducted on 1,000 simulation user points spread across the entire Madiun Regency area. KNN successfully identified 370 valid recommended evacuation points (37.0%), 502 points (50.2%) were rejected due to exceeding the distance limit, and 128 points (12.8%) failed because they did not have safe points. These findings indicate that KNN is effective for detecting initial evacuation points; however, the success of KNN depends on the spatial distribution of evacuation points and earthquake contours. Thus, this system can serve as a foundation for developing a responsive and accurate spatial-based evacuation system.
A SHARIA ENTREPRENEURSHIP MODEL FOR STRENGTHENING ECONOMIC INDEPENDENCE IN VOCATIONAL TAHFIDZ INSTITUTIONS: A CASE STUDY OF MA’HAD TAHFIDZ AMAN BESTARI SELANGOR Winda Rizki Juliyanti; Muhammad Nurul Fahmi
Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/jdes.v13i2.2267

Abstract

This study aims to analyse and formulate a Sharia-based entrepreneurship model as a strategy to strengthen the economic independence of a vocational tahfidz institution, using Ma’had Tahfidz Aman Bestari Selangor as an in-depth case study. The scope of the research focuses on institutional business practices, governance mechanisms, and value integration within a Sharia social enterprise framework. A qualitative approach with a revelatory single case study design was employed. Data were collected through semi-structured interviews with institutional leaders and business managers, participatory observation of entrepreneurial activities, and analysis of financial and program documents. The findings reveal that Sharia entrepreneurship at the institution is implemented as an integral part of organisational governance, supported by diversified halal business units and a transparent social enterprise model. The entrepreneurship model is structured around four interrelated dimensions: maqashid-based values, institutional governance, productive economic activities, and vocational engagement. These dimensions operate in a dynamic and mutually reinforcing manner, enabling the institution to reduce dependence on external donations and enhance financial resilience. The study concludes that Sharia entrepreneurship, when institutionalised and value-driven, serves as an effective business strategy for achieving sustainable economic independence in faith-based organisations. The proposed model contributes to the literature on institutional Islamic entrepreneurship and offers a replicable framework for similar organisations seeking sustainable business development without compromising Sharia principles