Muhammad Nurul Fahmi
Physics Department, Faculty Of Mathematics And Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya, Jl. Ketintang, Surabaya, 60231, Indonesia. Center For Earth Science Studies, Faculty Of Mathematics And Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya, Jl. K

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisa Konsep Pernikahan Dini Dalam Perspektif Hukum Islam, Sosial: (Studi Pustaka) Ahmad Alaik Niam; Muhammad Nurul Fahmi; M. Malik Almajdi; Muhammad Zidan Kurniawan; Muhammad Syaifuddin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara menyeluruh hukum pernikahan dalam Islam, yang meliputi syarat dan rukun nikah, konsep kafa’ah (kesetaraan), serta fenomena pernikahan dini dan dampaknya dalam konteks hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap literatur, kitab fiqih, jurnal, serta peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum nikah dalam Islam terbagi menjadi lima ketentuan, yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram, yang penetapannya bergantung pada kondisi individu. Syarat dan rukun nikah menjadi penentu sahnya pernikahan, sedangkan konsep kafa’ah menegaskan pentingnya kesetaraan dalam agama, nasab, profesi, dan akhlak untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Sementara itu, pernikahan dini, meskipun diperbolehkan jika pasangan telah baligh dan rusyd, tetap menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, sosial, dan hukum. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif terhadap hukum dan etika pernikahan sangat diperlukan untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Lebih lanjut, penelitian ini menekankan urgensi harmonisasi antara prinsip hukum Islam dan peraturan hukum nasional Indonesia dalam konteks pelaksanaan pernikahan, khususnya mengenai batas usia minimal calon mempelai. Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 yang merevisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 menetapkan usia 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan, sebagai bentuk perlindungan terhadap hak anak serta pencegahan risiko sosial dan kesehatan akibat pernikahan dini. Penelitian ini menegaskan bahwa kesesuaian antara nilai-nilai agama dan hukumpositif merupakan fondasi penting bagi tercipanya masyarakat yang berkeadilan. Dengan demikian, pemahaman menyeluruh terhadap aspek hukum etika dan soosial dalam pernikahan diperlukan guna membangun keluarga islami yang harmonis dan berkualitas.
IMPLEMENTASI ALGORITMA KNN UNTUK PENENTUAN JALUR EVAKUASI AMAN BERDASARKAN DATA SHAKEMAP DAN DATA TITIK EVAKUASI DI KABUPATEN MADIUN Chaidar Aria Bayu Pratama; Madlazim; Muhammad Nurul Fahmi
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 15 No. 1 (2026): Vol 15 No 1
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v15n1.p77-83

Abstract

Abstrak Bencana gempa bumi merupakan ancaman nyata di Indonesia, terutama pada daerah yang berada pada zona seismik aktif seperti Kabupaten Madiun. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan sistem rekomendasi titik evakuasi aman berbasis algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) berdasarkan data intensitas gempa dari ShakeMap  USGS dan distribusi titik evakuasi dari BPBD. Kriteria yang ditetapkan adalah wilayah dengan nilai  Modified Mercalli Intensity (MMI) < 4 dan jarak maksimum 1.000 meter sesuai dengan pedoman BNPB. Pengujian dilakukan terhadap 1.000 titik pengguna simulasi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Madiun. KNN berhasil menunjukkan titik evakuasi rekomendasi yang valid sebanyak 370 titik (37.0%), 502 titik (50.2%) ditolak karena melebihi jarak, serta 128 titik (12.8%) gagal karena tidak memiliki titik aman. Temuan ini menunjukkan bahwa KNN efektif untuk mendeteksi awal titik evakuasi, namun keberhasilan KNN bergantung pada distribusi spasial titik evakuasi dan kontur guncangan. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan sistem evakuasi berbasis spasial yang responsif dan akurat.   Abstract Earthquakes are a real threat in Indonesia, especially in areas located in active seismic zones such as Madiun Regency. This study aims to develop a safe evacuation point recommendation system based on the K-Nearest Neighbour (KNN) algorithm using earthquake intensity data from the USGS ShakeMap  and evacuation point distribution data from the Regional Disaster Management Agency (BPBD). The criteria set are areas with a Modified Mercalli Intensity (MMI) value < 4 and a maximum distance of 1,000 metres, in accordance with BNPB guidelines. The testing was conducted on 1,000 simulation user points spread across the entire Madiun Regency area. KNN successfully identified 370 valid recommended evacuation points (37.0%), 502 points (50.2%) were rejected due to exceeding the distance limit, and 128 points (12.8%) failed because they did not have safe points. These findings indicate that KNN is effective for detecting initial evacuation points; however, the success of KNN depends on the spatial distribution of evacuation points and earthquake contours. Thus, this system can serve as a foundation for developing a responsive and accurate spatial-based evacuation system.
A SHARIA ENTREPRENEURSHIP MODEL FOR STRENGTHENING ECONOMIC INDEPENDENCE IN VOCATIONAL TAHFIDZ INSTITUTIONS: A CASE STUDY OF MA’HAD TAHFIDZ AMAN BESTARI SELANGOR Winda Rizki Juliyanti; Muhammad Nurul Fahmi
Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/jdes.v13i2.2267

Abstract

This study aims to analyse and formulate a Sharia-based entrepreneurship model as a strategy to strengthen the economic independence of a vocational tahfidz institution, using Ma’had Tahfidz Aman Bestari Selangor as an in-depth case study. The scope of the research focuses on institutional business practices, governance mechanisms, and value integration within a Sharia social enterprise framework. A qualitative approach with a revelatory single case study design was employed. Data were collected through semi-structured interviews with institutional leaders and business managers, participatory observation of entrepreneurial activities, and analysis of financial and program documents. The findings reveal that Sharia entrepreneurship at the institution is implemented as an integral part of organisational governance, supported by diversified halal business units and a transparent social enterprise model. The entrepreneurship model is structured around four interrelated dimensions: maqashid-based values, institutional governance, productive economic activities, and vocational engagement. These dimensions operate in a dynamic and mutually reinforcing manner, enabling the institution to reduce dependence on external donations and enhance financial resilience. The study concludes that Sharia entrepreneurship, when institutionalised and value-driven, serves as an effective business strategy for achieving sustainable economic independence in faith-based organisations. The proposed model contributes to the literature on institutional Islamic entrepreneurship and offers a replicable framework for similar organisations seeking sustainable business development without compromising Sharia principles
PEMBIAYAAN PERNIKAHAN BAGI LAJANG PERSPEKTIF MUHAMMAD ABDUH TUASIKAL Mayla Khayra Al &#039;Amali; Muhammad Nurul Fahmi
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v8i1.2184

Abstract

Pernikahan adalah suatu ikatan yang diatur oleh agama dengan tujuan untuk menyatukan sepasang laki-laki dan perempuan dalam membentuk rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah pembiayaan pernikahan bagi para lajang dan menemukan solusi pembiayaan pernikahan bagi para lajang dari perspektif Muhammad Abduh Tuasikal sehingga para lajang dapat menemukan pasangannya dan tidak bingung dengan biaya pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi analisis konten. Teknik pengambilan data utama dari video kajian dan buku milik Muhammad Abduh Tuasikal dengan menambahkan referensi dari artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masalah pembiayaan pernikahan yang sering ditemukan oleh para lajang menurut perspektif Muhammad Abduh Tuasikal adalah masalah mahar dan walimah dengan persiapan keuangan yang tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh adat istiadat dari masing-masing daerah dan permintaan dari keluarga besar. Sedangkan solusi untuk masalah pembiayaan pernikahan bagi para lajang menurut perspektif Muhammad Abduh Tuasikal adalah sering mencari informasi kepada keluarga atau teman tentang biaya apa saja yang harus dipersiapkan, melaksanakan walimah sesuai kemampuan, dan berusaha keras dalam melaksanakan pernikahan yang mudah. Kata Kunci: Lajang, Biaya, Abduh Tuasikal.
Menikahi Janda Perspektif Muhammad Abduh Tuasikal Nuha Fauziyah Sumargono; Muhammad Nurul Fahmi
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v8i1.2378

Abstract

Pernikahan adalah salah satu ajaran Nabi Muhammad ? yang sangat ditekankan dalam Islam. Nabi menganjurkan umatnya menikahi wanita yang masih gadis. Namun Nabi sendiri menikahi beberapa wanita yang sebagian besar adalah janda, menunjukkan bahwa menikahi janda memiliki keutamaan tersendiri. Terdapat stigma di masyarakat yang memandang sebelah mata terhadap sebutan janda. Janda dianggap sebagai wanita lemah, dan tidak punya pelindung. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mengulas permasalahan tersebut, agar dapat membantu dalam pertimbangan memilih calon istri yang berstatus janda, serta dapat mengangkat stigma negatif tentang janda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keutamaan menikahi janda dan aturan menikahi janda menurut perspektif Muhammad Abduh Tuasikal. Pelitian ini memakai metode kualitatif dengan studi analisis konten. Teknik pengambilan data yaitu menemukan poin-poin penting dari berbagai media informasi yang selaras dengan penelitian. Adapun hasil pembahasan mengenai keutamaan menikahi janda perspektif Muhammad Abduh Tuasikal yaitu mendapat keutamaan bagaikan mujahid, serta mendapat kedudukan yang berdekatan dengan Nabi di surga. Adapun mengenai aturan menikahi janda perspektif Muhammad Abduh Tuasikal ialah janda berhak menentukan pilihan atas dirinya untuk menikah, dan menikahi janda harus dengan wali serta jatah malam pertama bagi seseorang yang berpoligami dengan janda adalah tiga hari.
HVSR-Based Microzonation of Natural Frequency, Amplification, Vulnerability Index, and Ground Shear-Strain in Malang City, East Java Adedio Daniel Situmeang; M. Rizky Saputra; Yuansyah Dhaniar Ramadhan; Safira Nur Cholisatin; Divana Zumrotul Asyfiya; Madlazim Madlazim; Muhammad Nurul Fahmi; Alif Haidar Safrian; Rasamala I.W Putri; Arie Realita
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 1: January 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i1.17820

Abstract

Seismic activity in Malang City is very high due to tectonic dynamics in the subduction zone between the Indian-Australian and Eurasian plates and the active local faultsm, including the northeast-southwest trending Watukosek Fault, and the east-west fault around the Pasuruan Fault, which have the potential to cause damaging ground shaking in Malang City. The BMKG also recorded an earthquake with a magnitude of 4.5 Mw on March 16, 2025. Based on these events, this study was conducted to analyze the vulnerability of Malang City, East Java, using the Horizontal-Vertical Spectral Ratio (HVSR) method by integrating the parameters of natural frequency (f0), amplification (Ag), soil vulnerability index (Kg), and Ground Shear-Strain (γ).  A total of 19 points were processed using Geopsy software to obtain the HVSR curve and obtain the f₀ and Ag values, while Kg and γ were obtained from processing the HVSR parameters and then mapped through spatial interpolation in ArcGIS. The results of data processing and analysis show that several points in Malang City have f0 1.448 - 9.938 Hz with amplification 1.704 - 6.639 and soil vulnerability index values 0.383 - 14.871, as well as shear strain values up to 0.009. Zones are mainly concentrated by high amplification and vulnerability are mainly concentrated in the northern part of Kedungkandang District, the eastern part of Blimbing District, and parts of Lowokwaru District, which are dominated by higher frequencies with low amplification, as well as the western part of Sukun District, indicating a high level of earthquake risk.  While previous studies primarily utilized only utilized natural frequencies and amplification, whereas this study offers HVSR-based microzonation by integrating dynamic soil parameters (f₀, Ag, Kg, and γ).
Detection and Characterization of the Grindulu Fault Using TOPEX Satellite Gravity Data: SVD Analysis in the Pacitan Region, East Java Arie Realita; Muhammad Nurul Fahmi; Madlazim Madlazim; Hikmatul Maulidah; Firdha Kusuma Ayu Anggraeni; Uswatun Chasanah
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 3: July 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i3.17851

Abstract

The southern part of Java Island is dominated by a volcanic arc system associated with the subduction of the Indo-Australian Plate beneath the Eurasian Plate. This tectonic setting results in a structurally complex region with active fault systems that contribute to an elevated seismic hazard in southern East Java. One prominent structure in this region is the Grindulu Fault in Pacitan Regency, whose trace geometry and subsurface expression remain debated. In this study, we use gravity data to delineate the Grindulu Fault corridor and constrain its spatial configuration. Gravity anomaly data derived from TOPEX satellite observations were corrected to produce Complete Bouguer Anomaly (CBA) values. The CBA data were gridded using kriging with a spacing of Δx = 1 km (≈0.01°). To separate regional and residual components, the Second Vertical Derivative (SVD) method was applied directly to the gridded data, enhancing short-wavelength features while suppressing long-wavelength regional anomalies. Structural boundaries were identified based on continuous NE–SW lineaments characterized by SVD zero-crossings with adjacent positive–negative extrema. The inferred Grindulu Fault is expressed as a NE–SW trending corridor extending approximately between 111.11°–111.28°E and 8.04°–8.15°S. The SVD asymmetry observed along several profiles is consistent with a normal-fault-like density contrast geometry in some sections and a strike-slip fault behavior in others. However, fault kinematics cannot be uniquely determined from gravity-derived derivatives alone without independent geological or seismological validation. Overall, the results provide a reproducible gravity-based constraint on the Grindulu Fault corridor, offering valuable insights for future seismotectonic interpretations and disaster risk reduction planning in southern Java.