Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ARTIFICAL INTELLIGENCE UNTUK MENDUKUNG ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH PENYELENGGARA INKLUSIF Pratama, Fiola Indah Putri; Husadani, Rizki
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i2.5248

Abstract

Artificial Intelligence (AI) refers to the ability of computer systems to simulate human intelligence in processing information, solving problems, and making decisions. In the field of education, AI offers significant benefits, including personalized learning experiences and increased administrative efficiency. The Indonesian government has actively promoted the integration of AI in schools, including within inclusive education settings. Children with special needs often face various learning challenges, such as difficulties in understanding content, limited communication abilities, and the lack of instructional approaches tailored to their individual learning styles. In this context, AI is particularly important as it provides adaptive and responsive technology-based solutions that address the specific needs of each student. This study aims to examine the use of AI to support children with special needs in inclusive schools. A systematic literature review was conducted using the PRISMA approach to identify and synthesize relevant studies. The findings reveal that AI has been applied to deliver adaptive learning materials, provide assistive tools such as adaptive communication aids and interactive learning supports, implement automated assessment systems, and enable early identification of students’ special educational needs. AI fosters a more personalized, interactive, and responsive learning environment, which is essential for students with special needs. In conclusion, AI plays a strategic role in addressing the educational challenges faced by children with special needs and contributes to building a more inclusive, equitable, and just learning environment for all learners. ABSTRAKKecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) adalah kemampuan sistem komputer untuk meniru kecerdasan manusia dalam memproses informasi, memecahkan masalah, dan membuat keputusan. Di bidang pendidikan, AI menawarkan manfaat yang signifikan, termasuk pengalaman belajar yang dipersonalisasi dan peningkatan efisiensi administrasi. Pemerintah Indonesia secara aktif mendorong integrasi AI di sekolah-sekolah, termasuk di lingkungan penyelenggara pendidikan inklusif. Anak-anak berkebutuhan khusus sering kali menghadapi tantangan dalam belajar, seperti kesulitan memahami konten, keterbatasan komunikasi, serta kurangnya pendekatan instruksional yang disesuaikan dengan kebutuhan individu mereka. Dalam konteks ini, AI menjadi sangat penting karena mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan spesifik setiap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan AI dalam mendukung anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Kajian dilakukan melalui metode systematic literature review dengan pendekatan PRISMA untuk mengidentifikasi dan mensintesis studi yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa AI telah dimanfaatkan untuk menyampaikan materi pembelajaran adaptif, menyediakan alat bantu komunikasi adaptif dan alat bantu belajar interaktif, menerapkan sistem penilaian otomatis, serta mendukung identifikasi dini terhadap kebutuhan pendidikan khusus. AI memungkinkan terciptanya lingkungan belajar yang lebih personal, interaktif, dan responsif, yang sangat penting bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Kesimpulannya, AI memainkan peran strategis dalam mengatasi hambatan pembelajaran yang dihadapi oleh siswa berkebutuhan khusus, serta berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, adil, dan berkeadilan bagi semua peserta didik.
Sosialisasi Speech Generating Devices untuk Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mengatasi Masalah Komunikasi Sosial Peserta Didik Autis di SLB ABC Autis Sroyo Putra, Sinar Perdana; Wiliyanto, Dian Atnantomi; Husadani, Rizki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 4 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i4.2478

Abstract

Autisme merupakan gangguan perkembangan neurobiologis yang memengaruhi interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku seseorang sejak usia dini. Speech Generating Devices (SGD) sebagai solusi efektif, seiring dengan kemajuan teknologi, pendekatan Augmentative and Alternative Communication (AAC) telah dikembangkan untuk membantu individu dengan gangguan komunikasi. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan kopentensi guru dalam mengatasi masalah komunikasi pada anak autis dengan AAC. Metode kegiatan dengan cara sosialisi materi berkaitan SGD dan AAC. Hasil sosialisasi yang dilakukan menunjukkan peningkatan pengetahuan SGD untuk mengatasi masalah komunikasi, sosialisasi ini sebagai dasar awalan untuk selajutnya perlu persiapan alat dan latihan cara penggunaan AAC.
Efektivitas Penggunaan Story Grammar Marker Terhadap Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Down Syndrome di SLB di Sidoarjo Nurfadillah, Fazya Rizki; Husadani, Rizki; Sudrajad, Kiyat
SPEED Journal : Journal of Special Education Vol. 8 No. 2 (2025): SPEED: Journal Of Special Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/speed.v8i2.2110

Abstract

Down syndrome mengalami keterlambatan dalam berbahasa bicara. Salah satu usaha dalam penanganan anak Down Syndrome yaitu terapi wicara. Intervensi yang dapat dilakukan pada terapi wicara dalam meningkatkan bahasa ekspresif salah satunya menggunakan media Story Grammar Marker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Story Grammar Marker terhadap kemampuan bahasa ekspresif pada anak Down Syndrome di SLB Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain One-Group Pre-Test and Post-Test, dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Tiap sampel akan diberikan Pre-Test menggunakan TKVE kemudian diberikan intervensi menggunakan Story Grammar Marker sebanyak 8 kali, yang kemudian akan di berikan Post-Test dan dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji Paired T-Test. Hasil pre-test menunjukkan nilai rata - rata raw score adalah 13,67. Hasil pre-test menunjukkan nilai rata - rata raw score adalah 25,83. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan nilai p (Sig.) sebesar 0.001. Terdapat pengaruh efektivitas penggunaan Story Grammar Marker terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak Down Syndrome di SLB Sidoarjo dimana dalam penelitian ini terdapat 8 kali intervensi dan ditemukan peningkatan rata- rata raw score dari 13,67 menjadi 25,83 dengan nilai p (Sig.) sebesar 0.001. Hal ini menunjukan adanya peningkatan yang signifikan terhadap pemberian Story Grammar Marker ini dan dapat diartikan bahwa Ha diterima
SOSIALISASI DETEKSI DINI PERMASALAHAN ANAK GANGGUAN BELAJAR SPESIFIK KEPADA ORANGTUA DAN GURU DI SEKOLAH LUAR BIASA DAN INKLUSI KOTA SURAKARTA Wiliyanto, Dian Atnantomi; Husadani, Rizki
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.21447

Abstract

Anak yang mengalami gangguan belajar spesifik dapat mengalami berbagai hambatan di dalam kegiatan belajar, seperti gangguan membaca (disleksia), gangguan menulis (disgrafia), gangguan berhitung (diskalkulia), atau kesulitan belajar non-verbal sehingga anak tidak mampu mencapai prestasi akademik. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan kepada orang tua dan guru di Sekolah Luar Biasa dan Inklusi Kota Surakarta tentang permasalahan anak gangguan belajar spesifik. Kegiatan dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa Kota Surakarta dengan materi yang diberikan adalah definisi dari gangguan belajar spesifik, karakteristik serta penanganan untuk anak gangguan belajar spesifik. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu tahap pertama adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil dalam kegiatan ini adalah rekomendasi untuk pihak sekolah, guru dan orang tua.
PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU DAN ORANGTUA DALAM MELAKUKAN DETEKSI PERMASALAHAN ARTIKULASI DI SLB NEGERI BOYOLALI Husadani, Rizki; Wiliyanto, Dian Atnantomi; Susanti, Nadya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37566

Abstract

Deteksi dini permasalahan artikulasi anak disabilitas yang perlu dilakukan oleh guru dan orang tua di Sekolah maupun di rumah untuk menentukan program yang sesuai dengan kebutuhan anak. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dan orang tua dalam melakukan deteksi dini dalam hal ini adalah identifikasi awal sebagai Langkah awal dalam mengenali anak yang mengalami gangguan artikulasi. Pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Peserta pengabdian ini terdiri dari 7 guru dan 10 orang tua di SLB N Boyolali. Pada pelaksanaan sosialisasi diberikan pre-post test kepada peserta pengabian dimana tes terdiri dari 8 soal tentang pengetahuan awal konsep gangguan artikulasi yaitu definisi artikulasi, karakteristik gangguan artikulasi, penanganan awal gangguan artikulasi. Analisis data menggunakan T-test yang diolah menggunakan aplikasi SPSS. Hasil pengabdian terjadi peningkatan keterampilan atau pengetahuan guru dan orang tua tentang deteksi dini masalah artikulasi pada anak disabilitas. Nilai rata-rata pengetahuan guru dan ibu tentang permasalahan artikulasi sebelum mengikuti kegiatan adalah 80 kemudian mengalami peningkatan dengan rata-rata 91,7 setelah mengikuti kegiatan. Keterampilan atau pengetahuan tentang deteksi dini artikulasi mengalami peningkatan, dari rata-rata 71, 4 menjadi rata-rata 98,2 analisis uji Wilcoxon adalah nilai p = 0.000 (p < 0,05). Hal tersebut menujukkan terdapat perbedaan keterampilan atau pengetahuan sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan. Dengan peningkatan keterampilan atau pengetahuan guru dan orang tua terhadap masalah artikulasi anak disabilitas sangat penting, karena permasalahan artikulasi bisa menghambat komunikasi anak di sekolah maupun masyarakat.
Optimalisasi Peran Tenaga Pendidik Dalam Deteksi Awal Gangguan Komunikasi dan Menelan pada Anak Berkebutuhan Khusus Husadani, Rizki; Wiliyanto, Dian Atnantomi; Putra, Sinar Perdana
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2182

Abstract

Children with special needs are children who experience obstacles in physical, motoric, intellectual, social and emotional development. Children with special needs consist of children with visual, hearing, intellectual, physical and motoric disabilities, autism spectrum disorder, ADHD and multiple disabilities. This community service aims to provide additional insight to teachers about the characteristics of children who experience communication and swallowing problems at school age in children with special needs. This is an effort to optimize the role of educators in early detection. The target of this community service is educators at the Adi Waluyo Karanganyar Foundation Special Needs School. The method used in this community service starts from activity preparation, activity implementation and activity evaluation by measuring the knowledge of educators about early detection of children with special needs who experience communication and swallowing disorders using a pre-post test. The result of this community service is an increase in educators' knowledge after conducting socialization about early detection of communication and swallowing disorders in children with special needs.ABSTRAKAnak berkebutuhan khusus merupakan anak yang mengalami hambatan dalam perkembangan fisik, motorik, intelektual, sosial dan emosional. Anak berkebutuhan terdiri dari anak hambatan penglihatan, pendengaran, intelektual, fisik dan motorik, autism spectrum disorder, ADHD dan majemuk. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan tambahan wawasan kepada guru tentang karakteristik anak yang mengalami permasalahan komunikasi dan menelan pada usia sekolah pada anak berkebutuhan khusus. Hal tersebut sebagai upaya optimalisasi peran dari tenaga pendidik dalam deteksi awal. Target sasaran pengabdian ini adalah tenaga pendidik di SLB Yayasan Adi Waluyo Karanganyar. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini mulai dari persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan dengan mengukur pengetahuan tenaga pendidik tentang deteksi awal anak berkebutuhan khusus yang mengalami gangguan komunikasi dan menelan menggunakan pre-post test. Hasil pengabdian ini adalah 18 guru mengalami peningkatan nilai pre-test ke post-test. Mean Rank adalah sebesar 9,50, sedangkan rangking positif atau sum of ranks adalah sebesar 171,00. Dengan demikian, ada pengaruh sosialisasi terhadap pengetahuan tenaga pendidik tentang deteksi awal gangguan komunikasi dan menelan pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
The effect of drill method on improving vocabulary mastery in children with intellectual disability Mulyandari, Annisa; Husadani, Rizki; Sudarman, Sudarman
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 8 (2025): November Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i8.1608

Abstract

Background: Children with Intellectual Disability experience limitations in cognitive and language abilities, including vocabulary mastery. The drill method, which emphasizes structured repetition, is considered effective for improving memory retention and vocabulary acquisition. Purpose: This study aims to determine the effect of the drill method on improving vocabulary mastery in children with Intellectual Disability in Klaten Regency. Method: The study used a quantitative approach with one group pretest-posttest design. The sample consisted of 15 children with Intellectual Disability aged 7-12 years selected through purposive sampling. The instrument used was the Expressive One-Word Picture Vocabulary Test (EOWPVT). The drill method intervention was conducted in 10 sessions, each lasting 45 minutes, using flashcard media. Results: The Wilcoxon Matched Pairs Test showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0,001 (p < 0.05), indicating a significant improvement in vocabulary mastery after the intervention. The mean pretest score of 60,60 increased to 72.33 in the posttest. Conclusion: The drill method has significant effect on improving vocabulary mastery in children with Intellectual Disability in Klaten Regency.
Perbedaan Pemahaman Membaca Pada Anak Kelas 3 Sd Negeri Dan Swasta Di Kecamatan Jebres Nugrahani, Dwi Septiani Anatasya; Wibawati, Restu Wahyu; Husadani, Rizki
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55911

Abstract

Membaca merupakan proses pembelajaran yang kompleks dan esensial dalam memperoleh pengetahuan serta wawasan dari berbagai sumber informasi. Proses membaca melibatkan integrasi berbagai sistem kognitif dan perseptual, termasuk bahasa, proses visual dan ortografis, memori kerja, perhatian, serta pemahaman tingkat tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kemampuan membaca pada anak dapat dibagi menjadi dua kategori utama faktor internal dan faktor eksternal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemahaman membaca pada anak kelas 3 SD Negeri dan Swasta di Kecamatan Jebres. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan teknik simple random sampling, melibatkan 99 responden. Data analisis menggunakan Uji Independent T-Test karena data berdistribusi normal. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai signifikasi kemampuan pemahaman membaca pada SD Negeri yaitu 0,079 dan SD Swasta yaitu 0,275 yang artinya r (sig.)>0,05 berarti data terdistribusi normal. Hasil uji Independent Samples Test hasil nilai t = -0.831 dan P = 0.408 menunjukkan p > 0,05 hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak.