Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH DOSIS PUPUK BIO SLURRY CAIR DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Masitoh, Wirianti; Puspitorini, Palupi; Widiatmanta, Jeka
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.641 KB) | DOI: 10.35457/viabel.v12i2.497

Abstract

This study aims to determine the effect of liquid organic fertilizer on the growth andyield of cucumber plants, to determine the effect of applying spacing on the growth and yield ofcucumber plants, to determine the interaction of liquid bio slurry fertilizer and spacing ongrowth and yield of cucumber plants. The study was conducted using a randomized block designarranged in factorial (RAK) with 2 factors, the first factor was a liquid bio slurry fertilizer (P)dose consisting of 3 levels, 40 l / ha-1 (P1), 80 l / ha- 1 (P2), 120 l / ha-1 (P3). The second factoris the spacing (J) consisting of 3 levels: 30x60 cm (J1), 40x60 cm (J2), 50x60 cm (J3), 60x60 cm(J4). The variables observed included stem diameter, leaf area, and total weight. Data wereanalyzed using analysis of variance (ANOVA) level of 5% and further testing with Duncan 'sMultiple Range Test (DMRT). The results showed: By giving different liquid slurry bio fertilizerdoses gave a significant effect on the leaf area of cucumber plants at the age of 21 HSTobservations. The best treatment for organic fertilizer dosage is in the treatment of 120 L ha -1(P3). The application of spacing has a significant effect on the stem diameter variable at the ageof 28 HST observations, and on leaf area variables at all ages of observation. The best treatmentof spacing on the variable stem diameter and leaf area on the treatment spacing of 60x60 cm(J4). There were no significant interactions on the treatment of liquid bio slurry fertilizer dosesand the spacing of growth and yield of cucumber plants at all ages of observation.
PENGARUH BERBAGAI KOMBINASI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Qoyim, Zainul; Serdani, Army Dita; Widiatmanta, Jeka; Kurniastuti, Tri
grafting Vol 15 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/grafting.v15i2.3916

Abstract

Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu komoditi hortikultural yang memiliki nilai komersial yang cukup baik. Namun budidaya yang kurang baik dan penggunaan bahan kimia yang berlebihan menyebabkan kendala dalam produksi dan kesehatan. Penggunaan pupuk NPK menjadi solusi dan alternatif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sayuran. Perakaran selada yang pendek menyebabkan selada membutuhkan media tanam dengan struktur gembur agar perkembangan akar baik dan dapat menembus tanah dengan mudah. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berbagai kombinasi media tanam (cocopeat, pupuk kandang kambing, arang sekam padi) dan dosis pupuk NPK, serta interaksi antara berbagai kombinasi media tanam (cocopeat, pupuk kandang kambing, arang sekam padi) dengan berbagai dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pekarangan Rumah desa Dilem kecamatan Kepanjen kabupaten Malang mulai bulan Mei 2024 sampai dengan Juni 2024. Penelitian ini menggunakan medote faktorial dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu. Faktor pertama (K) adalah kombinasi media tanam yang terdiri dari 3 kombinasi (Tanah + cocopeat (K1), Tanah + pupuk kandang kambing (K2), dan Tanah + arang sekam padi (K3)). Faktor kedua ialah konsentrasi pupuk NPK (N) yang terdiri dari 4 taraf (terdiri atas 4 taraf yaitu N0 : tanpa pemberian pupuk NPK 16:16:16 (kontrol), N1 : pemberian pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 200 kg/ha setara 1 g/polybag, N2 : pemberian pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 300 kg/ha setara 1,5 g/ polibag dan N3 : pemberian pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 400 kg/ha setara 2 g/ polibag). Analisis data menggunakan sidik ragam dengan uji F pada taraf 5% jika ketiga perlakuan berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil Penelitian menunjukkan perlakuan (P) berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang , dan berat segar konsumsi. Pada hasil penelitian ini juga melihat perlakuan (N) berepengaruh nyata terhadap semua variabel. dan interaksi (KxN) berepengaruh nyata terhadap semua parameter. Hasil terbaik diperoleh pada K1N3 yaitu campuran 2:1 tanah dengan cocopeat (K1) serta tambahan dosis pupuk 2g/polybag (N3) untuk tinggi tanaman sedangkan untuk jumlah daun, diameter batang dan bobot segar konsumsi interaksi perlakuan terbaik nya pada K2N3 yaitu campuran 2:1 tanah dengan Pupuk kandang (K2) serta tambahan dosis pupuk 2g/polybag (N3) yaitu dengan rata-rata berat konsumsi pertanaman 93,67gram.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI KECAMATAN SELOPURO KABUPATEN BLITAR Ahmad Nizar Hasbulloh; Widiatmanta, Jeka; Prayudhi, Luhur Aditya; Budiman, Eko Wahyu
grafting Vol 15 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/grafting.v15i2.5027

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkatan saluran pemasaran cabai rawit, mengetahui fungsi pemasaran yang dilakukan oleh tiap lembaga pemasaran, serta menganalisis efisiensi saluran pemasaran cabai rawit di Kecamatan Selopuro. Penelitian dilakukan pada bulan November 2024 hingga Januari 2025. Penentuan sampel menggunakan metode sampel acak untuk responden awal atau petani, sementara dalam menentukan responden selanjutnya atau pelaku pemasaran hingga konsumen menggunakan metode snowball sampling. Data diperoleh melalui wawancara secara langsung dan disertai kuesioner, observasi lapangan, serta analisis dokumen. Penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif, analisis deskriptif kualitatif untuk menjelaskan dan menggambarkan pola saluran pemasaran cabai rawit serta fungsi dari tiap lembaga pemasaran, sementara analisis data kuantitatif digunakan untuk menganalisis nilai farmer’s share, marjin pemasaran, biaya pemasaran, dan efisiensi saluran pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat setidaknya 5 pola saluran pemasaran: 1.) Petani – Konsumen. 2.) Petani – Pengecer – Konsumen. 3.)Petani – Pengepul – Pengecer – Konsumen. 4.) Petani – Pengepul – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen. 5.) Petani – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen. Dalam menjalankan fungsi pemasaran petani umumnya hanya melakukan penjualan dan sebagian kecil melakukan fungsi pemasaran pada saluran 1 dan 2, karena petani secara langsung ikut terlibat dalam distribusi. Sementara pengepul, pedagang besar dan pengecer menjalankan sebagian besar fungsi pemasaran. Saluran pemasaran cabai rawit di kecamatan Selopuro sudah efisien, yang paling efisien secara berurutan adalah saluran pemasaran 1, 2, 3, 5, dan 4, dengan masing-masing nilai efisiensi 100%, 85%, 77%, 75% dan 71%.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Produksi Pupuk Organik Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan Widiatmanta, Jeka; Wibowo, Agung Setya; Wulansari, Zunita; Chulkamdi, Mukh Taofik
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i1.5883

Abstract

This community service activity aims to empower the community in organic fertilizer production as a step to support sustainable agricultural practices. The overuse of chemical fertilizers has been shown to damage soil structure and reduce long-term productivity. Therefore, there needs to be a systematic effort to reduce dependence on chemical fertilizers and increase the use of organic fertilizers (FMIPA UI 2020). Through this program, the community is provided with training and assistance in the production process of organic fertilizer from easily accessible natural materials, such as crop residues, animal manure, and household waste. The methods used include lectures, demonstrations, and hands-on practice in the field, so that participants are able to apply the knowledge independently. The results of this program show an increase in the community's understanding and skills in producing organic fertilizer, as well as a commitment to implementing sustainable agriculture on their farms. With the increased use of organic fertilizer, it is expected that soil quality can be improved and agricultural productivity can be maintained sustainably. This activity is a concrete step in supporting environmentally friendly agriculture and improving the economic welfare of the community through reduced fertilizer costs.