Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru Harismayanti, Harismayanti; Syukur, Sabirin B.
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.319 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1491

Abstract

Ibu hamil yang menderita Kekurangan Energi Kronik (KEK) mempunyai risiko kematian ibu pada masa perinatal atau risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). WHO mencatat 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan kekurangan energi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam dan pengamatan langsung. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi penetapan populasi dan sampel, pengumpulan data, wawancara, pengamatan langsung, pengolahan data, pennyusun laporan. Hasil Penelitian didapatkan bahwa masalah KEK yang terjadi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru dipengaruhi oleh faktor, pengetahuan, pola konsumsi, paritas, ekonomi, asupan gizi, konsumsi makanan tambahan dan tablet FE, BB awal yang rendah. Dari hasil wawancara didapatkan pemberian makanan tambahan berupa susu, biskuit, dan tablet FE pendistribusiaannya tidak dilakukan secara kontinu selain itu faktor yang sangat berpengaruh pada masalah KEK pada ibu hamil yaitu pola konsumsi ibu hamil dan BB sebelum hamil. Pola konsumsi ibu hamil mengalami perubahan pada saat hamil khususnya pada trimester pertama nafsu makan menurun akibat mual muntah menyebabkan perubahan pola konsumsi dan BB pada saat sebelum hamil rata-rata menunjukkan BB yang kurang dari normal. Kesimpulan masalah KEK pada ibu hamil merupakan masalah yang kompleks dan membutuhkan waktu, serta kerjasama yang baik antara petugas kesehatan, ibu hamil, dan keluarga dalam upaya perbaikan gizi ibu haiml agar terhindar dari KEK. 
Analisis Masalah Stunting (Pendek) pada Baduta di 1000 Hari Pertama Kehidupan di wilayah Kerja Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo Syukur, Sabirin B.; Harismayanti, Harismayanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.06 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1493

Abstract

Pendek (Stunting)  pada baduta menggambarkan salah satu kasus gizi secara global, kekurangan gizi pada dini kehidupan anak hendak berakibat pada mutu sumberdaya manusia. Anak yang kurang gizi bakal lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) serta pada masa berikutnya bakal berkembang lebih pendek (stunting) yang mempengaruhi terhadap pertumbuhan kognitifnya. Perihal ini pastinya hendak mempengaruhi pada keberhasilan pendidikan, yang berdampak pada menyusutnya produktivitas dikala umur dewasanya. Tujuan dalam riset ini merupakan untuk menganalisis permasalahan stunting yang terjalin pada ibu mengandung serta anak dalam cakupan 1000 hari awal kehidupan. Populasi dalam riset ini merupakan anak Baduta. Penggunaan sampel yang digunakan non-probality sampling dengan metode purposive sampling. Analisa data memakai deskriptf dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis didapatkan sebagian pemicu yang mempengaruhi gizi anak yang bisa berbahaya serta menyebabkan permasalahan stunting, yaitu pendidikan ibu rendah (53,8%), pengetahuan kurang (23,8%), penghasilan keluarga kurang (53,8%) riwayat KEK (30,0%), imunisasi tidak lengkap (23,8%), tidak memperoleh MP ASI (23,8%), dukungan petugas kesehatan dengan health education lebih kepada orang tua anak tentang sikap menghindari pendek (stunting) dengan menggunakan posyandu yang dilaksanakandi warga. Dan diajarkan buat memaksimalkan program KIA dan Gizi yang berfokus pada sikap pencegahan pendek (stunting) di 1000 HPK.