Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan Terhadap Motivasi, Kompetensi dan Kinerja Peserta Pelatihan PT. Daya Artha Mulia Azi Khoirurrahman; Tina Rosa; Arif Haryana
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 12, No 3 (2022): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v12i3.2477

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengAnalisis Pengaruh Pelatihan Terhadap Motivasi, Kompetensi dan Kinerja Peserta Pelatihan PT. Daya Artha Mulia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan didukung data sekunder. Metode analisis data yang digunakan menggunakan SEM-PLS. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta pelatihan PT.Daya Artha Mulia yang berjumlah 60 orang. Teknik penentuan    sampel menggunakan total sampling. Dengan demikian seluruh peserta pelatihan PT. Daya Artha Mulia menjadi sampel penelitian. Hasil pengujian hipotesis menunjukan (i) Pelatihan berpengaruh terhadap Motivasi dengan nilai koefisien sebesar 0,789, nilai p- values sebesar 0,000 dan t-statistik sebesar 13.230.(ii) Pelatihan berpengaruh terhadap Kompetensi dengan nilai koefisien sebesar 0,346, nilai p- values sebesar 0,042 dan t-statistik sebesar 2.041.(iii) Pelatihan berpengaruh  terhadap Kinerja dengan nilai koefisien sebesar 0,303,  nilai p- values sebesar 0,007 dan t-statistik sebesar 2.713 (iv) Motivasi berpengaruh terhadap Kompetensi dengan nilai koefisien sebesar 0,496,  nilai p- values sebesar 0,002 dan t-statistik sebesar 3.090.(v) Motivasi berpengaruh terhadap Kinerja menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,342, nilai p- values sebesar 0,009 dan t-statistik sebesar 2.613. (vi) Kompetensi berpengaruh terhadap Kinerja dengan nilai koefisien sebesar 0,326, nilai p- values sebesar 0,015 dan t-statistik sebesar 2.432.Kata Kunci : Pelatihan, Motivasi, Kompetensi dan Kinerja  
Efikasi Diri dan Kecerdasan Emosi Sebagai Prediktor Stres Kerja Pada Karyawan Pt. Xyz: Peran Mediasi Dukungan Sosial Azi Khoirurrahman; Mulya Virgonita Iswindari Winta; Margaretha Maria Shinta Pratiwi
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v4i4.271

Abstract

Stres kerja sering menjadi permasalahan yang dihadapi oleh karyawan di lingkungan kerja. Efikasi diri dan kecerdasan emosi dapat memengaruhi tingkat stres kerja, dengan dukungan sosial berperan sebagai faktor mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh efikasi diri dan kecerdasan emosi terhadap stres kerja melalui dukungan sosial pada karyawan PT.XYZ.Sebanyak 40 supervisor PT.XYZ menjadi partisipan dalam penelitian ini, yang dipilih melalui metode sampling jenuh. Data dianalisis menggunakan metode SEM-PLS (Partial Least Square). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh negatif yang signifikan antara efikasi diri dan stres kerja (β=-0.620, p<0.05). Pengaruh efikasi diri terhadap stres kerja tersebut dimediasi oleh dukungan sosial (efek tidak langsung = -0.105, p<0.05), menunjukkan peran mediator penuh.Selanjutnya, terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara kecerdasan emosi dan stres kerja (β=-0.166, p<0.05). Pengaruh kecerdasan emosi terhadap stres kerja juga dimediasi oleh dukungan sosial (efek tidak langsung = -0.119, p<0.05), menunjukkan peran mediator parsial.Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa efikasi diri dan kecerdasan emosi memiliki pengaruh langsung negatif terhadap stres kerja karyawan PT.XYZ. Dukungan sosial berperan sebagai mediator penuh antara efikasi diri dan stres kerja, serta sebagai mediator parsial antara kecerdasan emosi dan stres kerja. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya memperhatikan faktor-faktor ini dalam manajemen stres kerja dan peningkatan kesejahteraan karyawan
PERAN TENAGA PENDIDIK DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN MENUJU GENERASI EMAS INDONESIA Didik Himmawan; Syaefulloh; Sofyan Sauri; Azi Khoirurrahman
Manajia: Journal of Education and Management Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/manajia.v1i1.3

Abstract

Pendidikan adalah suatu proses yang bertujuan untuk mengembangkan manusia yang tidak sekedar memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga dapat berpikir secara ilmiah dan filosofis. serta dapat menumbuhkan spiritualitasnya. Pendidikan yang berkualitas diperlukan untuk melahirkan generasi emas. Guru memegang peranan penting dalam dunia pendidikan sebab dari keseluruhan unsur pendidikan, gurulah yang paling berpengaruh. Untuk menyongsong generasi emas Indonesia 2045, guru harus lebih kreatif, inovatif, dan inspiratif dalam merancang aktivitas pengajaran yang berkualitas. Penelitian kali ini mengandalkan kajian dan analisis data sekunder. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang diperoleh baik secara langsung maupun tidak langsung dari sumbernya. Spesifikasi penelitian deskriptif analitis digunakan dalam penelitian ini. Artikel ini secara keseluruhan membahas hubungan antara pendidikan dan perwujudan generasi emas Indonesia, upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya, dan peran pendidik dalam mewujudkan upaya tersebut.
KONSEP DAN IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU PERGURUAN TINGGI Azi Khoirurrahman; Ujang Cepi Barlian; Syaefulloh
Manajia: Journal of Education and Management Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/manajia.v1i1.4

Abstract

Perguruan tinggi memiliki kegiatan dan produk yang jelas serta memiliki kekhasan secara otonomi baik dari aspek pendidikan, penelilitian, hingga pengabdian masyarakat. Aspek pendidikan yang merupakan aspek pertama dari dharma akan menjadi ciri khas yangterlihat dan terasakan langsung oleh masyarakat. Penelitian ini merupakan kajian dan analisis data, terutama dari jurnal dan buku yang memiliki kaitan dengan topik penulisan. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, yang diperoleh baik secara langsung maupun tidak langsung dari sumbernya. Spesifikasi penelitian deskriptif analitis digunakan dalam penelitian ini. Jenis dan data dalam penelitian ini diperoleh melalui studi kepustakaan, dan data dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Penilaian dalam pendidikan dikaitkan dengan peningkatan mutu. Baik itu mutu peserta didik maupun mutu satuan pendidikan itu sendiri. Karenanya, penilaian ini juga mencakup lembaga, termasuk program-program yang ada di lembaga itu sendiri. Lebih dari itu, penilaian hasil belajar ini juga melibatkan peran serta masyarakat yang dijalankan melalui lembaga mandiri yang dalam evaluasinya dilaksanakan secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan.
Optimalisasi Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar Azi Khoirurrahman; Ova Huzaefah; Bermara Giri Menur Sari
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i3.2510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi supervisi pendidikan melalui penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dan observasi di beberapa sekolah yang telah menerapkan teknologi AI dalam proses supervisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AI tidak hanya meningkatkan efektivitas dan efisiensi supervisi, tetapi juga memberikan umpan balik yang lebih objektif dan terukur kepada guru. Selain itu, AI berperan dalam meningkatkan transparansi dan memungkinkan perencanaan yang lebih data-driven untuk pengembangan profesional guru. Namun, tantangan terkait infrastruktur teknologi, kurangnya sumber daya manusia yang terampil, dan kekhawatiran tentang privasi data menjadi hambatan yang harus diatasi. Temuan ini mengimplikasikan bahwa AI memiliki potensi besar dalam revolusi supervisi pendidikan, namun keberhasilannya bergantung pada kesiapan dan kebijakan yang mendukung. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan bagi praktisi pendidikan, penguatan infrastruktur teknologi, serta pengembangan kebijakan privasi data untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas penerapan AI dalam supervisi pendidikan.
Pengembangan Model Manajemen Pendidikan Berbasis Adaptasi Psikologis dan Perilaku di Era Transformasi Digital Melalui Model ADDIE (Studi Pengembangan Konseptual Berbasis Literatur) Khoirurrahman, Azi; Pramono, Muhamad Hilal; Okpatrioka, Okpatrioka
IJOSPOL - International Journal of Social, Policy and Law Vol. 7 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : IJOSPOL - International Journal of Social, Policy and Law

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8888/ijospol.v7i2.289

Abstract

Transformasi digital telah mengubah paradigma pendidikan di tingkat global maupun nasional. Kondisi ini menuntut adanya perubahan mendasar dalam praktik manajemen. Namun demikian, masih banyak lembaga pendidikan mengalami kendala dalam menghadapi adaptasi psikologis dan perubahan perilaku pendidik dan tenaga kependidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan model manajemen pendidikan adaptasi psikologis dan perilaku di era transformasi digital melalui fase ADDIE. Metodenya adalah Research and Development (R&D) berdasarkan konsep ADDIE, yang untuk tujuan ini tidak melibatkan responden manusia. Penelitian ini mengandalkan analisis isi dokumen, studi pustaka, dan penilaian konseptual pakar melalui pengumpulan data yang dinyatakan yang mencakup publikasi dari jurnal ilmiah serta buku-buku tentang konten lokal dalam kebijakan pendidikan. Temuan penelitian ini membentuk model konseptual holistik pendidikan manajemen yang disusun menjadi lima komponen: (1) analisis implikasi terhadap kebutuhan adaptasi psikologis dan perilaku, (2) desain struktur manajemen responsif adaptif digital, (3) perumusan kebijakan/prosedur yang diinformasikan psikologi.serta proposisi teori manajemen yang didorong oleh praktisi, (4) implementasi konseptual melalui simulasi kebijakan, dan (5) evaluasi pada tingkat konseptual menggunakan triangulasi lintas aliran literatur untuk memvalidasi konsep teoritis secara internal. Model ini juga berkontribusi secara teoritis dengan mengintegrasikan teori manajemen pendidikan, psikologi organisasi, dan transformasi digital dalam satu kerangka kerja yang terpadu. Model ini memberikan ide referensial yang sesuai kepada Institusi untuk merumuskan strategi adaptif dengan implikasi dari pertimbangan behavioris psikologisnya karena kebutuhan untuk beradaptasi dengan perubahan digital.
Kepemimpinan Kewirausahaan di Bidang Pendidikan Dian Rosinawati; Syaefullo Syaefullo; Azi Khoirurrahman
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2021): Eduvis : JurnalManajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The application of entrepreneurship in educational institutions by school principals can be through the management of programs that can grow and develop their schools in producing real work that is highly competitive in order to prepare the future of their students in the midst of the complex challenges of entering Industry 4.0. This study aims to determine the spirit of entrepreneurship in education leadership based on religion, philosophy, psychology and sociology. This research is a type of library research by collecting library data, taking notes and reading and processing research materials. The results of the study show that 1) Success in entrepreneurship will come to someone who carries out the teachings of Islam in their activities, and always tries and does not give up in running it. 2) The essence of entrepreneurship for educational leadership or school principals is not making him an entrepreneur but making him an agent of change for creative ideas, innovations, his findings, implementing competitive models, approaches, management and leadership strategies and producing quality for his educational institutions. 3) The ability that must be possessed by an educational leader in carrying out his role as an entrepreneur in an educational institution is to have an entrepreneurial spirit, attitude, and behavior. 4) The entrepreneurial influence of educational leadership in terms of the social environment, the creativity and innovation of an educational leader can realistically be utilized for the benefit of students, teachers and institutions as well as for the community using graduates who are competitive and useful in society. ABSTRAK Penerapan kewirausahaan pada Lembaga Pendidikan oleh kepala sekolah dapat melalui pengelolaan program-program yang dapat menumbuhkan dan mengembangkan sekolahnya dalam menghasilkan karya nyata yang berdaya saing tinggi guna mempersiapkan masa depan peserta didiknya di tengah kompleksitas tantangan memasuki Industri 4.0. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jiwa enterpreneurship dalam kepemimpinan pendidikan berbasis agama, filsafat, psikologi dan sosiologi. Penelitian ini merupakan jenis riset kepustakaan (library research) dengan pengumpulan data pustaka, mencatat dan membaca serta mengolah bahan penelitian. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Keberhasilan dalam berwirausaha akan datang pada seseorang yang melaksanakan ajaran agama Islam pada kegiatannya, serta selalu berusaha dan tidak menyerah dalam menjalankannya. 2) Hakikat kewirausaan untuk kepemimpinan Pendidikan atau Kepala Sekolah bukanlah menjadikannya sebagai pengusaha tetapi menjadikannya seorang agen perubahan atas ide kreatifitas, inovasi-inovasi hasil temuannya implementasi model, pendekatan, strategi manajemen dan kemimpinan yang berdaya saing dan menghasilkan mutu bagi Lembaga pendidikannya. 3) Kemampuan yang harus dimiliki seorang kepemimpinan Pendidikan dalam menjalankan perannya sebagai seorang entrepreneur di Lembaga Pendidikan, yaitu memiliki memiliki jiwa, sikap, dan perilaku kewirausahaan. 4) Pengaruh kewirausahaan kepemimpinan Pendidikan ditinjau dari kacamata lingkungan sosial maka kreatifitas dan inovasi dari seorang pemimpin kependidikan secara realistik dapat dimanfaatkan untuk kepentingan peserta didik, guru-guru dan lembaganya serta bagi masyarakat pengguna lulusannya yang mempunyai daya saing dan berguna di masyarakat.
Transformasi Soft Skill Adaptif sebagai Model Akselerasi Pembentukan Sumber Daya Manusia Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing di Kabupaten Brebes Azi Khoirurrahman
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v12i2.3810

Abstract

Penelitian ini mengembangkan model Transformasi Soft Skill Adaptif untuk SDM Unggul (TSSA-U) sebagai kerangka kerja strategis untuk mengakselerasi pembentukan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Masalah utama yang dihadapi meliputi rendahnya produktivitas SDM (IPM 67,15, di bawah rata-rata Jawa Tengah 73,39), lemahnya kesiapan kerja yang bersifat adaptif, belum optimalnya pemanfaatan bonus demografi, kesenjangan besar antara kebutuhan pasar kerja masa depan dan kemampuan nyata tenaga kerja daerah, serta ketiadaan kerangka kebijakan pengembangan SDM berbasis karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method policy research yang memadukan studi dokumentasi, analisis kebijakan, analisis data sekunder, content analysis, dan comparative analysis. Sumber data berasal dari RPJMN 2020–2024, RPJMD Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Brebes 2024–2026, data BPS, serta laporan WEF, OECD, UNDP, ILO, dan UNESCO (2021–2026), ditambah jurnal terindeks Scopus dan SINTA. Hasilnya berupa model konseptual dengan enam dimensi inti: adaptive mindset, learning agility, productivity skill, strategic thinking, work adaptability, dan self-development yang tersusun dalam kerangka input–proses–output–outcome. Model TSSA-U secara unik mengintegrasikan pembentukan karakter sebagai elemen lintas dimensi yang eksplisit. Implikasi praktis mencakup roadmap implementasi tiga fase (2026–2031) dan tujuh rekomendasi kebijakan strategis.
PERAN BPKN RI DALAM PERLINDUNGAN KONSUMEN 5.0: TINJAUAN LITERATUR KOMUNIKASI DAN EDUKASI Azi Khoirurrahman
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2. No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i2.2484

Abstract

Transformasi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia menjadi lebih cepat, instan, dan berbasis platform. Fenomena ini melahirkan konsep “Konsumen 5.0”, yaitu konsumen yang hidup dalam ekosistem digital yang terintegrasi dengan teknologi cerdas seperti kecerdasan buatan, Internet of Things, dan platform e-commerce/fintech. Di sisi lain, risiko konsumen semakin kompleks, mulai dari penipuan online, kebocoran data, produk tidak sesuai deskripsi, hingga manipulasi informasi melalui algoritma dan iklan digital. Dalam konteks ini, perlindungan konsumen tidak lagi hanya bersifat represif melalui penegakan hukum, tetapi juga preventif melalui komunikasi dan edukasi yang efektif. Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) memiliki peran strategis sebagai lembaga yang memberikan saran dan rekomendasi kepada pemerintah serta menerima pengaduan masyarakat terkait perlindungan konsumen. Artikel ini bertujuan menganalisis peran BPKN RI dalam melindungi Konsumen 5.0 melalui pendekatan komunikasi dan edukasi. Metode yang digunakan adalah kajian literatur berbasis yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan analisis dokumen, meliputi UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dokumen BPKN, serta literatur terkait komunikasi publik dan literasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa BPKN RI telah mengembangkan berbagai inisiatif komunikasi dan edukasi, seperti website resmi, media sosial, kampanye publik, dan sosialisasi kepada masyarakat. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi digital masyarakat, perkembangan teknologi yang sangat cepat, dan keterbatasan regulasi masih menjadi hambatan. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan strategi komunikasi dan edukasi berbasis digital sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan daya kritis Konsumen 5.0. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan komunikasi digital, peningkatan program edukasi konsumen, perluasan jangkauan sosialisasi, serta penguatan peran BPKN dalam kebijakan nasional perlindungan konsumen di era digital.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam Melalui Workshop Hypnoteaching, Deep Learning, Dan Komunikasi Efektif Di Kabupaten Sukabumi Titi Hendrawati; Azi Khoirurrahman
Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/inisiatif.v5i2.831

Abstract

Strengthening the pedagogical competence of Islamic Religious Education (PAI) teachers is essential in responding to 21st-century learning demands that emphasize meaningful, humanistic, and participatory instruction. This article aims to describe the implementation and analyze the contribution of a workshop on Hypnoteaching, Deep Learning, and Effective Communication to improving the pedagogical competence of PAI teachers in Sukabumi Regency. The program was conducted through an educative-participatory approach in the form of a workshop involving 410 PAI teachers from the local Education Office and the Ministry of Religious Affairs. Data were collected through participant observation, documentation, discussions, reflections, and feedback during the workshop. The findings show that the workshop strengthened teachers’ pedagogical insight, particularly in developing more humanistic, meaningful, communicative, and student-centered learning. Hypnoteaching enhanced teachers’ ability to build emotional rapport and learning motivation, deep learning broadened the orientation toward meaningful instruction, while effective communication improved the quality of classroom interaction. This program has the potential to become a collaborative and sustainable model for strengthening PAI teachers’ pedagogical competence.