Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGEMBANGAN USAHA BATIK JATIPELEM JOMBANG MENGGUNAKAN PARTIAL LEAST SQUARE (PLS) DAN STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM) Andhika Mayasari; Nur Muflihah; Fatma Ayu Nuning F.A; Imamatul Ummah
CYBER-TECHN Vol. 14 No. 01 (2020): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu prioritas dalam pembangunan ekonomi Indonesia adalah Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Pada revolusi industri 4.0, pengusaha UKM di tuntut berpikir kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usahanya. Penelitian ini dilakukan di Desa Jatipelem yang merupakan desa sentra batik Jombangan dan menjadi pelopor berdirinya usaha kecil dan menengah pengusaha batik khas Jombang. Permasalahan yang kerap muncul adalah persaingan dan perkembangan usaha batik Jombang yang relatif masih rendah jika dibandingkan dengan batik nasional yang lain. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor inovasi produk,pemanfaatan internet marketing, karakteristik usaha, dan tingkat harapan UKM batik di Jatipelem. Hasil penelitian ini, diharapkan dapat digunakan produsen batik di Jatipelem untuk mengevaluasi dan mengembangkan produknya. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan Partial Least Square dan Pendekatan Struktural Equation Modeling (SEM) dengan software smart PLS 2.0. Penelitian akan dilaksanakan selama kurang dari setengah tahun. Fokus penelitian adalah mencari data dan mengolah data yang kemudian menentukan model yang sesuai. Penelitian ini menyimpulkan adanya pengaruh signifikan antara variabel inovasi produk,pemanfaatan internet marketing, karakteristik usaha, dan tingkat harapan.
KESEDIAAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) PERAWATAN KECANTIKAN PILIHAN GAYA HIDUP HALAL MUSLIMAH Fatma Ayu Nuning; Nur Mufilhah; Lilis Hidayah
CYBER-TECHN Vol. 16 No. 02 (2022): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuntutan terhadap layanan perawatan kecantikan yang halal dan dapat diterima konsumen merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Mengintegrasikan halal di seluruh organisasi sangat penting untuk mendapatkan benteng di pasar halal.. Pada penelitian bertujuan untuk mengetahui kesediaan membayar (willingness to pay) muslimah terhadap perawatan kecantikan serta beberapa faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap WTP muslimah dalam melakukan perawatan. Analisis kesediaan membayar (willingness to pay) dilakukan untuk mendapatkan informasi nilai maksimum kesediaan membayar konsumen pengguna jasa Flamboyan Salon dan Spa Muslimah. Nilai rata-rata WTP konsumen pada perawatan rambut (potong rambut) sebesar Rp 21.110,00 dengan artian konsumen bersedia membayar 41% lebih tinggi dari harga awal, perawatan rambut (creambath) sebesar Rp 54.528,00 dengan artian konsumen bersedia membayar 30% lebih tinggi dari harga awal, dan pada perawatan wajah (facial) sebesar Rp 65.827,00 dengan artian konsumen bersedia membayar 39% lebih tinggi dari harga awal. Beberapa faktor diketahui dapat memperngaruhi kesediaan membayar atau willingness to pay konsumen terhadap pelayanan Flamboyan Salon dan Spa Muslimah, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kesediaan membayar konsumen adalah ideologi (ID).
ANALISIS RISIKO DALAM MENENTUKAN STRATEGI INSPEKSI DAN MITIGASI PADA PIPELINE DI PERUSAHAAN MIGAS Imam Hilman Fathoni; Minto; Nur Muflihah; Fatma Ayu Nuning F.A
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 2 (2026): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i2.9760

Abstract

Sistem perpipaan pada industri migas memiliki peran vital dalam proses distribusi fluida hidrokarbon. Namun, sistem ini juga memiliki risiko kegagalan yang tinggi akibat korosi, tekanan operasional, kondisi lingkungan, serta minimnya inspeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kegagalan pipa migas menggunakan tiga pendekatan utama yaitu, Thickness Requirement yang digunakan untuk mengetahui standar kemanan ketebalan minimum pipa dan juga laju korosi serta perkiraaan masa umur pipa. Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) digunakan untuk mengidentifikasi mode kegagalan dan memprioritaskan risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Fault Tree Analysis (FTA) digunakan untuk mengetahui akar penyebab dari terjadinya mode kegagalan dengan RPN terbesar pada metode FMEA. Melalui analisis Thickness Requirement diperoleh minimum required wall thickness sebesar 3,413 mm, dengan laju korosi terbesar 0,18 mm/tahun, terkecil 0,03 mm/tahun dan rata-rata 0,135/tahun dan didapatkan juga perkiraan umur pipa terkecil selama 27,42 tahun, terlama 46,31 tahun dan rata-rata 33,53 tahun. Kemudian hasil dari menunjukkan bahwa penurunan ketebalan pipa di bawah batas minimum merupakan mode kegagalan paling kritis dengan RPN sebesar 360. Sementara itu, Fault Tree Analysis digunakan untuk memetakan penyebab kegagalan secara sistematis. Hasil dari metode FTA menunjukkan bahwa terdapat 27 basic events yang dapat memicu penurunan ketebalan pipa hingga menyebabkan kegagalan. Ketiga metode ini saling melengkapi dalam mengevaluasi kondisi teknis pipa, memetakan akar penyebab kegagalan, dan memberikan strategi mitigasi risiko yang lebih efektif.