Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KESEDIAAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) PERAWATAN KECANTIKAN PILIHAN GAYA HIDUP HALAL MUSLIMAH Fatma Ayu Nuning; Nur Mufilhah; Lilis Hidayah
CYBER-TECHN Vol. 16 No. 02 (2022): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuntutan terhadap layanan perawatan kecantikan yang halal dan dapat diterima konsumen merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Mengintegrasikan halal di seluruh organisasi sangat penting untuk mendapatkan benteng di pasar halal.. Pada penelitian bertujuan untuk mengetahui kesediaan membayar (willingness to pay) muslimah terhadap perawatan kecantikan serta beberapa faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap WTP muslimah dalam melakukan perawatan. Analisis kesediaan membayar (willingness to pay) dilakukan untuk mendapatkan informasi nilai maksimum kesediaan membayar konsumen pengguna jasa Flamboyan Salon dan Spa Muslimah. Nilai rata-rata WTP konsumen pada perawatan rambut (potong rambut) sebesar Rp 21.110,00 dengan artian konsumen bersedia membayar 41% lebih tinggi dari harga awal, perawatan rambut (creambath) sebesar Rp 54.528,00 dengan artian konsumen bersedia membayar 30% lebih tinggi dari harga awal, dan pada perawatan wajah (facial) sebesar Rp 65.827,00 dengan artian konsumen bersedia membayar 39% lebih tinggi dari harga awal. Beberapa faktor diketahui dapat memperngaruhi kesediaan membayar atau willingness to pay konsumen terhadap pelayanan Flamboyan Salon dan Spa Muslimah, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kesediaan membayar konsumen adalah ideologi (ID).
Pengaruh Pendampingan Sertifikasi Halal Terhadap Kepuasan Pelaku Usaha dan Sebagai Strategi Keberlanjutan Usaha Mikro Kecil Minto, Minto; Ghani, Sulung Rahmawan Wira; Muflihah, Nur; Afiatna, Fatma Ayu Nuning F; Irfa’i, Mochamad Arif
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 19, No 1 (2025): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2025.v19i1.002

Abstract

Pada tahun 2010, pasar makanan halal global meningkat dari USD 587,2 miliar menjadi USD 641,5 miliar. Program sertifikasi halal mengantisipasi perubahan gaya hidup masyarakat yang akan berdampak pada perubahan permintaan barang halal dan kesiapan untuk menawarkan produk halal. Indonesia, salah satu pusat dari sektor halal, menghadapi masalah dalam memenuhi permintaan produk halal. Banyak bisnis yang beroperasi di area wisata religi di sekitar makam Gus Dur, yang mengkhususkan diri dalam penjualan makanan dan minuman. Dengan membantu dan mendaftarkan diri, hal ini mendorong pentingnya program sertifikasi halal. Sebagai langkah strategis dalam keberlanjutan usaha mikro dan kecil, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana dukungan sertifikasi halal mempengaruhi kepuasan pelaku usaha. Penelitian ini menerapkan metode Servqual secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson menunjukkan semua item pernyataan dalam instrumen penelitian ini dinyatakan valid dimana nilai signifikansi (sig.) < 0,05 dan koefisien korelasi (r) melebihi nilai r-tabel 0,36, sedangkan untuk uji reliabilitas berdasarkan nilai Cronbach’s Alpha masing-masing variabel berada di atas 0,70. Selain itu hasil uji kesenjangan (gap) dengan perhitungan servqual menunjukkan semua dimensi bernilai positif yang artinya para pelaku usaha/UMKM merasa puas dengan kinerja program pendampingan sertifikasi halal gratis dan merasakan dampak secara langsung terhadap usaha/bisnisnya secara berkelanjutan.
Analisis Pengendalian Kualitas Untuk Mengurangi Defect Pada Produk Wafer Dengan Metode Six Sigma Serta Implementasi Kaizen Yudi Pratama, Agus; Ayu Nuning Farida Afiatma, Fatma; Minto, Minto
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 1 (2025): September
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i1.9611

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada produksi wafer di CV. Surya Kencana Food, khususnya produk untuk PT. Ultra Prima Abadi adalah saat awal produksi dan ketika terjadi pergantian rasa, gramasi maupun bahan baku, dengan rata-rata tingkat BS mencapai 8,47% di bulan pertama, melebihi standart maksimal 6% yang ditetapkan mitra kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas dalam upaya mengurangi produk cacat (Below Standart/BS). Untuk mengatasi masalah ini, diterapkan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dan konsep perbaikan berkelanjutan Kaizen. Melalui pendekatan Six Sigma (DMAIC), identifikasi cacat dilakukan menggunakan QC Seven Tools. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis cacat terbesar adalah BS Cutting sebesar 41,88%, diikuti oleh BS Book 22,55% dan BS Produk Jadi 19,58%. Nilai DPMO tertinggi ditemukan pada BS Cutting sebesar 152469,1358 dengan level sigma 2,57, sementara BS Book pada level sigma 2,93 dan BS Produk Jadi pada level 3,05. Melalui implementasi Kaizen berupa Five-M Checklist dan penerapan prinsip 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke), dilakukan perbaikan berkelanjutan untuk mengurangi variasi dan meningkatkan kualitas proses produksi. Penelitian ini memberikan kontribusi strategis dalam pengendalian kualitas dan peningkatan produktivitas industri makanan
DESAIN MANAJEMEN RISIKO RANTAI PASOK DARAH MENGGUNAKAN HOR(STUDI KASUS : UTD PMI KOTA LAMONGAN) ramadhan, ahmad dian; Nuning Farida Afiatna , Fatma Ayu; Mayasari, Andhika; Muflihah, Nur
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 1 (2025): September
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i1.9704

Abstract

Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Lamongan menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola rantai pasok darah, seperti fluktuasi jumlah pendonor dan rendahnya minat donor dari generasi muda. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2024 di UTD PMI Lamongan dengan tujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merumuskan strategi mitigasi risiko secara sistematis menggunakan metode House of Risk (HOR). Penilaian risiko dilakukan personel internal PMI yang memahami kondisi operasional di lapangan. Pada HOR Fase 1, penelitian berhasil mengidentifikasi 17 peristiwa risiko dan 19 agen risiko. Agen risiko prioritas ditentukan berdasarkan nilai Aggregate Risk Priority (ARP). Selanjutnya, HOR Fase 2 digunakan untuk merancang strategi mitigasi dengan mengukur rasio Effectiveness to Difficulty (ETD).
ANALISA NILAI DAN MITIGASI RISIKO WELD DEFECT MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN FMEA Musafa'ah, khusniah rohmah nur; Nur Muflihah; Andhika Mayasari; Fatma Ayu Nuning F.A
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 3 No 2 (2024): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v3i2.5598

Abstract

Welding atau pengelasan adalah salah satu kegiatan utama di perusahaan galangan kapal. Perusahaan menetapkan standar zero defect pada produk pengeasannya, tetapi di lapangan masih terjadi defect. Mitigasi risiko penting dilakukan untuk mereduksi risiko yang harus dihadapi, hal tersebut sebagai dasar penulis melakukan penelitian untuk memberikan usulan tindakan korektif sebagai mitigasi risiko. Penelitian ini menggunakan metode six sigma yang di integrasikan dengan metode FMEA pada tahap improve. Pemilihan metode ini bertujuan untuk mengetahui performa pengelasan berdasar nilai DPMO dan level sigma, selanjutnya dilakukan pengidentifikasian faktor defect, pengintegrasian FMEA pada Six sigma dapat meningkatkan reliabilitas dan akurasi dalam penentuan prioritas perbaikan. Berdasar pada pengolahan data, porosity merupakan CTQ yang memiliki persentase terbesar yaitu 46% dan nilai DPMO sebesar 35714,28 serta level sigma sebesar 3,3. Pada perangkingan RPN pada FMEA diketahui environment memiliki nilai tertinggi sebesar 54,756 sehingga diprioritaskan untuk mitigasinya dengan usulan tindakan penggunaan penghalang angin, mengatur sirkulasi untuk mengurangi kelembaban, meng - oven elektroda sebelum digunakan, mengatur area kerja sesuai postur.
Pengaruh Harga, Desain, Dan Kualitas Kepada Kepuasan Pelanggan Dalam Membeli Jersey Olahraga Lukman, Lukman Hakim; Andhika Mayasari; Nur Muflihah; Fatma Ayu Nuning F.A
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 3 No 2 (2024): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v3i2.5602

Abstract

Toko Alat Olah Raga mengalami penurunan penjualan jersey olahraga antara bulan November 2022 hingga Januari 2023. Untuk mengetahui akar permasalahannya, dilakukan penelitian dengan menggunakan metode SEM PLS, yaitu teknik analisis multivariat yang menggunakan model persamaan struktural. Tujuannya adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan penurunan penjualan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kualitas, harga, dan desain mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kualitas memiliki nilai koefisien sebesar -0,154 dan T-statistik sebesar 1,726, harga memiliki nilai koefisien sebesar 0,871 dan T-statistik sebesar 21,308, serta desain memiliki nilai koefisien sebesar 0,173 dan T-statistik sebesar 1,674. Oleh karena itu, penting bagi toko untuk fokus pada faktor-faktor ini untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan meningkatkan penjualan
Desain Eksperimen Tahu Dengan Pendekatan Metode Taguchi Di Pabrik Tahu JB Azmi, Moch Hendianto; Mayasari, Andhika; Sumarsono; Nuning Farida Afiatna, Fatma Ayu
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 4 No 1 (2024): September
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tofu Experimental Design Using the TAGUCHI Method Approach at the JB Tofu FactoryAbstractHome industry Tahu JB is a small and medium enterprise (UKM) which operates in the food production sector. An emphasis on quality, efficiency, and technology is critical to maintaining a competitive advantage. The JB Tofu Factory in Jombang is facing production challenges which result in imperfect tofu, which poses a risk to the sustainability of its business. This research aims to optimize the tofu production process in Tahu JB Jombang using the Taguchi approach. The main problem addressed is the occurrence of defective products that threaten business continuity. Taguchi's method, which uses tools such as SNR, Orthogonal Arrays (especially L8( 23 )), ANOVA, and F tests, has proven effective inidentifying key factors such as soybean soaking time, soybean grinding,and starch deposition time. know that it affects product quality. With 3 factors 2 levels, the research results show that soybean milling makes a significant contribution to tofu texture, with a contribution of 37.13% to SNR and 51.61% to average product quality. The results of this research are the soaking time for soybeans level 2 (4 hours), grinding level 1 (1x), sedimentation of tofu essence level 1 (20 minutes) and it is hoped that this can improve the quality of tofu products and operational efficiency at the JB Tofu factory as a whole.
Analisis Akurasi Peramalan Menggunakan Metode Fuzzy Time Series Lee Mardianto, Arief; Muflihah, Nur; Mayasari, Andhika; Nuning Farida Afiatna, Fatma Ayu
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 4 No 1 (2024): September
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gema Frozen is a company that sells and distributes frozen food products such as sausages, nuggets, corned beef and many other products. Every month, sales of Gema Frozen frozen food products continue to experience a significant increase in the market. This phenomenon causes the company to face demand overload caused by the increase in sales, to anticipate the occurrence of overload, forecasting is needed. By using Lee's fuzzy time series method, the purpose of this study is to analyze product sales forecasting and sales forecasting accuracy. This method is derived from time series analysis that utilizes fuzzy logic and uses fuzzy sets as the basis for its calculations. The results of forecasting analysis using this method resulted in an average difference between sales data and forecasting data of 3.65. This method's forecasting accuracy level is calculated, and the result is an MAE of 55.856. The MSE is 6029.641. -9.97% MPE and 33.78% MAPE values. The Lee approach performs well in predicting, according to the computation of forecasting accuracy.
PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK SERAGAM SEKOLAH DENGAN METODE SIX SIGMA DI TPKU PP.TEBUIRENG Sumarsono; Nur Muflihah; Sulung Rahmawan. W.G; Andhika Mayasari; Minto; Fatma Ayu Nuning F.A
ABIDUMASY Vol 2 No 1 (2021): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v2i1.1321

Abstract

TPKU PP.Tebuireng's business is engaged in school uniforms. The results of previous research, it was found that there were seven Critical to Quality (CTQ). The seven CTQs are button attachment, accessories installation, untidy stitching, loose overlock, uniform stain, slanted pocket, and sloping belt. Based on these findings, the objective of the activity is transforming knowledge to develop the quality of school uniform using the six sigma method. The six sigma method is improving quality, aiming 3-4 defects per million products or services. The results of the service activities have been delivery of material and the application of the six sigma method. The six sigma method stages include define, measure, analyze, improve, control. The results of the define application by check sheet, identified seven CTQs. The application of measure is 2.95 sigma level, is equivalent to 74,830 defective in a million productions. The analyze application with pareto and causal diagram shows two types of CTQ. That have dominant causes of defects, namely untidy seams and uniform stains. The implementation of improve is based on the analyze stage results. Implementation of control by means of documentation, disseminate all relevant sections. As a step to improve the performance of the next process.
PELATIHAN BATIK TULIS ARIMBI SEBAGAI VALUE CO-CREATION KAMPOENG DJAWI WONOSALAM Fatma Ayu Nuning; Andhika Mayasari; Sumarsono; Nur Muflihah
ABIDUMASY Vol 3 No 1 (2022): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v3i1.2383

Abstract

Abstract: Local wisdom can support in overcoming various problems that exist in the community. Local wisdom which is part of cultural heritage has the potential to be used as a development resource, especially in rural areas. In this community service activity, the focus is on local wisdom in Wonosalam, Jombang. The government of Jombang Regency also encourages the development of rural tourism in which Wonosalam is the pre-eminent area. The sustainability of tourist villages is always being developed so that it is necessary to add value/character (value co-creation) to tourist villages in the Wonosalam area. Batik which is the heritage of the Indonesian nation and the heritage of Humanity for Oral and Intangible Culture (Masterpice of the Oral and Intangible Herritage of Umanity) has value and has been recognized internationally. Based on direct observations of the movement of tourists in Wonosalam, an important conclusion can be drawn, namely the need to collaborate on the development of typical Jombang batik as local wisdom that is able to provide value to support the competitiveness of tourist villages in Wonosalam. The process of hand-drawn batik as a service as a possible creative part will continue to grow. To achieve this, we first examine the batik in Jombang. Then analyze the Jombang batik motif, where the arimbi batik motif is the superior motif. Our service approach is adopted from Participatory Action Research with the perspective of preserving culture and local wisdom. Tourist village visitors can enjoy the batik process, especially the Jombang batik motif/arimbi motif as a value co-creationKeywords: Batik, Local_Wisdom, EmpowermentAbstrak: Kearifan lokal membantu kita mengatasi berbagai masalah yang sebenarnya ada di masyarakat kita. Kearifan lokal sebagai bagian dari warisan budaya dapat dugunakan sebagai salah satu sumber pembangunan terutama di daerah pedesaan. Pada program pengabdian ini berfokus pada kearifan lokal Wonosaram. Pemerintah Kabupaten Jombang juga sedang menggalakkan pengembangan desa wisata, dimana Wonosalam merupakan salah satu daerah unggulannya. Keberlanjutan desa wisata terus dikembangkan, dan perlu adanya nilai tambah desa wisata yang ada di wilayah Wonosalam. Batik, warisan nasional Indonesia dan warisan budaya takbenda lisan umat manusia (masterpiece of oral intangible heritage of human), bernilai dan diakui secara internasional. Pengamatan terhadap pergerakan wisatawan di Wonosaram dapat menghasilkan kesimpulan penting, kita perlu bekerjasama dalam pengembangan batik khas Jombang sebagai kearifan lokal yang dapat memberikan nilai tambah untuk menjadikan desa wisata Wonosalam lebih berdaya saing. Proses batik tulis tangan sebagai layanan bagian kreatif dapat dikembangkan. Untuk mencapainya pertama-tama kami mengkaji batik yang ada di Jombang. Kemudian menganalisis motif batik Jombang, dimana batik motif arimbi sebagai motif unggulan.. Pendekatan layanan kami didasarkan pada penelitian tindakan partisipatif dalam hal melestarikan budaya dan kearifan masyarakat. Pengunjung desa wisata dapat menikmati proses layanan membatik, khususnya motif batik Jombang/motif Arimbi sebagai value co-creation.Kata kunci: Batik,Kearifan_Lokal,Pemberdayaan