Priscilla Jessica Pihahey
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Sorong

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PERAN ORANG TERDEKAT REMAJA PUTRA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH (ANALISIS DATA SDKI KRR 2017) Agustina utii; Priscilla Jessica Pihahey
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v10i2.755

Abstract

ABSTRAK Perilaku seks pranikah pada remaja semakin meningkat, salah satu faktornya adalah akses tanpa batas terhadap media sosial, dan internet. Meskipun pengaruh positif diperoleh dengan semakin mudahnya infornasi dampak negatif adalah informasi yang diperoleh jika tidak valid mempengaruhi pengetahuan dan menjadi referensi untuk bertindak dengan salah. Untuk itu dengan segala dampak dari seks pranikah baik penyakit menular, pernikahan dini, kelahiran yang tidak diinginkan dapat diatasi dengan peran orang terdekat remaja yaitu orang tua teman dan saudara kandung. Populasi dan sampel adalah remaja usia 14-24 tahun berjenis kelamin laki-laki dan belum menikah atau tinggal Bersama. Variabel dependen remaja pria yang telah melakukan seks pranikah dan variabel independen status pacaran, dan peran orang terdekat dalam memberikan informasi kesehatan reproduksi. Desain penelitian ini adalah cross sectional dan model analisis regresi logistik untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel dependen terhadap independen. Hasil penelitian menunjukkan resiko meningkat terhadap status pacarana (OR = 4.29; CI 95% 3.77 - 4.88: p =0.000), peran teman meningkatkan risiko (OR =1.26; CI 95% 1.11-1.42: p =0.000),peran Ibu menurunkan resiko (OR = 0.88; CI 95% 0.68-1.13: p =0.328), Peran Ayah meningkatkan (OR = 1.02; CI 95% 0.78-1.33: p =0.859), Peran saudara kandung (OR =1.58; CI 95% 1.32-1.89: p =0.00). Kesimpulan peran keluarga dalam perilaku seks remaja pria bisa meningkatkan resiko apabila tidak memberikan melakukan komunikasi tentang kesehatan reproduksi dan didukung oleh status memiliki pacar. Kata Kunci: Remaja Pria , Seks Pranikah, Peran Keluarga , Status Berpacaran
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH Yuni Subhi Isnaini; Sulpa Ida; Priscilla Jessica Pihahey
Nursing Arts Vol 15 No 2 (2021): NURSING ARTS
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/jna.v15i2.151

Abstract

Based on data at the Manokwari Regional General Hospital in 2018, there were 16 infant deaths with the cause of death namely 7 LBW, 5 people asphyxia, 4 RDS, while in 2019 the LBW incidence rate was 127 people and there was an increase in the infant mortality rate of 25 people. caused by 14 LBW souls, 7 RDS souls, 4 asphyxiated souls, this shows that the highest mortality is caused by LBW. Design This study uses a case-control research design, which is an analytical survey research that concerns how risk factors are studied using a retrospective approach. This research was conducted from May to June 2021. The number of samples in this study was 216 samples. The results of the Chi Square test for the maternal age factor obtained a p value of 0.601> 0.05, the results of the Chi Square test of the parity factor obtained a p value of 0.0021 < 0.005, the results of the Chi Square test for the gestational age factor obtained a p value of 0.000 < 0.005Keywords: LBW, maternal age, parity, gestational age
HUBUNGAN USIA, PARITAS DAN PEKER HUBUNGAN USIA, PARITAS DAN PEKERJAAN TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Yuni Subhi Isnaini; Riska Yuliaprida; Priscilla Jessica Pihahey
Nursing Arts Vol 15 No 2 (2021): NURSING ARTS
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/jna.v15i2.153

Abstract

ABSTRACT Anemia is a condition in which the body has too few red blood cells, which contain hemoglobin, which carries oxygen to all body tissues. According to (WHO, 2017), globally the prevalence of anemia in pregnant women worldwide is 41.8%. The purpose of the study was to determine the relationship between age, parity and occupation of the incidence of anemia in pregnant women at the Sowi Health Center. The research design is a cross sectional study where the research is measured and data are collected at the same time to study the relationship between variables and certain variables. The research sample is a saturated sample (total sampling) from the population taken as a data source where the research sample consists of all anemic pregnant women at the Sowi Health Center. The results showed that there was no relationship between age, parity and occupation on the incidence of anemia in pregnant women at the Sowi Health Center. The results of the analysis of maternal age data showed p value = 0.605 > 0.05. For the results of the analysis of maternal parity data, the p value = 0.570 > 0.05 and for the results of the analysis of the mother's work data, the p value = 0.089 > 0.05. Keywords: Age, Parity,Profession,Anemia In Pregnant Women
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG DAMPAK PENYAKIT MALARIA PADA KEHAMILAN Bahrah Bahrah; Priscilla Jessica Pihahey; Yuni Subhi Isnaini; Indah Maulidia
Nursing Arts Vol 15 No 2 (2021): NURSING ARTS
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/jna.v15i2.154

Abstract

Menurut World Malaria Report pada tahun 2018 terdapat 228 juta kasus malaria di seluruh dunia dan tahun 2019 mencapai 229 juta, ini menunjukkan adanya peningkatan sekitar 1 juta kasus di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap ibu hamil tentang dampak penyakit malaria pada kehamilan di Puskesmas Sanggeng Kabupaten Manokwari.Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasional dengan pendekatan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni tahun 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pada bulan april 2021 ke Puskesmas Sanggeng Kabupaten. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 47 orang . Analisis data menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan analisis bivariate menggunakan uji statistik Chi-Square (X²) dengan menggunakan program SPSS tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan Sikap Ibu Hamil tentang dampak penyakit malaria dengan nilai p-value = 0,133 > 0,05 OR= 1,237. Kesimpulan : tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan Sikap Ibu Hamil tentang dampak penyakit malaria. ibu hamil yang memilki tingkat pengetahuan kurang akan bersikap negatif 1,237 kali lebih besar dari pada ibu yang memiliki pengetahuan baik.
Edukasi Pembuatan Herbal Kunyit Asam Untuk Mengatasi Nyeri Haid dan Meningkatkan Imunitas Tubuh bagi Remaja Putri Dimasa Pandemi Covid-19 di Smp N 02 Manokwari Dwi Iryani; Ida Ayu Iswari Pramestigiri; Priscilla Jesica Pihahey
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6715

Abstract

ABSTRAK Dunia saat ini sedang menghadapi krisis kesehatan dan sosial-ekonomi global yang belum pernah terjadi sebelumnya karena pandemi Covid-19.  Penyakit dari kasus pertama yang dikonfirmasi oleh laboratorium tentang infeksi 2019-CoV adalah pada 1 Desember 2019 di Wuhan, Cina. Pada 15 Juli 2020, ada 78.572 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Indonesia. Infeksi covid menyebar dan menyerang semua kalangan terutama remaja yang dengan aktivitas serta kegiatan yang cenderung diluar rumah, sehingga perlu adanya proteksi diri menggunakan ramuan herbal untuk tetap menjaga imunitas tubuh. herbal juga dapat menjadi alternatif untuk menangani nyeri haid pada remaja putri. Dari hasil survei World Health Organization (WHO) menunjukan lebih dari 80% wanita usia subur mengalami dysmenorrhea ketika haid dimana 67,2% nya terjadi pada kelompok umur 13-21. Di Amerika Serikat diperkirakan hanpir 90% wanita mengalami dysmenorrhea dan 10-15% diantaranya mengalami dysmenorrhea berat yang menyebabkan mereka tidak mampu melakukan kegiatan apapun hal ini berakibat menurunya kualitas hidup. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri tentang penanganan nyeri haid dan peningkatan imunitas tubuh serta pembuatan herbal kunyit asam secara mandiri. Metode dalam pengabdian ini adalah dengan pemberian materi, diskusi, pemutaran video, demonstrasi dan penyebaran poster tentang Kespro dan prosedur pembuatan herbal kunyit asam. Sasaran pengabdian ini yaitu remaja putri SMP N 02 Manokwari dan khalayak yang terlibat yaitu dosen,mahasiswi,guru Penanggungjawab Bimbingan Konseling (BK) dan Penanggung jawab unit kesehatan sekolah (UKS). Kegiatan pengabdian dilakukan selama 7 hari dengan memberikan pelatihan selama 2 hari menggunakan media bantu video dan poster. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan terjadi peningkatan pengetahuan dari 24 remaja putri yang diberikan materi tentang kesehatan reproduksi dan herbal kunyit asam, pengetahuan sebelum diberikan materi yaitu 7.70% sedangkan pengetahuan setelah diberikan materi terjadi peningkatan yaitu 10.33% sedangkan untuk keterampilan membuat herbal kunyit asam diukur juga terjadi peningkatan dengan cara mengevaluasi melalui video yang dikirmkan oleh remaja dalam group kegiatan dengan disertai lembar ceklis. Diharapkan remaja tetap mengonsumsi herbal kunyit asam untuk mengatasi nyeri haid dan meningkatkan imunitas tubuh selama masa pandemic covid-19. Kata Kunci : Herbal Kunyit Asam, Nyeri Haid, Imunitas Tubuh, Remaja Putri ABSTRACT The world is currently facing an unprecedented global health and socio-economic crisis due to the Covid-19 pandemic. Disease from the first laboratory-confirmed case of 2019-CoV infection was on December 1, 2019 in Wuhan, China. As of July 15, 2020, there were 78,572 confirmed cases of Covid-19 in Indonesia. The covid infection spreads and attacks all groups, especially teenagers who tend to be outside the home, so it is necessary to protect themselves using herbal ingredients to maintain body immunity. Herbal medicine can also be an alternative to treat menstrual pain in adolescent girls. The results of the World Health Organization (WHO) survey show that more than 80% of women of childbearing age experience dysmenorrhea during menstruation, where 67.2% of them occur in the 13-21 age group. In the United States, it is estimated that almost 90% of women experience dysmenorrhea and 10-15% of them experience severe dysmenorrhea which causes them to be unable to carry out any activities, this results in a decreased quality of life. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of young women about managing menstrual pain and increasing body immunity as well as making turmeric and tamarind herbs independently. The method in this service is by providing materials, discussions, video screenings, demonstrations and distributing posters about Kespro and the procedure for making turmeric and tamarind herbs. The target of this service is the young women of SMP N 02 Manokwari and the audiences involved are lecturers, students, teachers in charge of Counseling Guidance (BK) and those in charge of the school health unit (UKS). Service activities are carried out for 7 days by providing training for 2 days using video and poster aids. Based on the results of the evaluation, there was an increase in the knowledge of 24 young women who were given material about reproductive health and turmeric tamarind, knowledge before being given the material was 7.70% while knowledge after being given the material increased by 10.33% while for the skills to make herbal turmeric acid, it was also measured. improvement by evaluating through videos sent by teenagers in the activity group accompanied by a checklist. It is hoped that teenagers will continue to consume turmeric and tamarind herbs to overcome menstrual pain and increase body immunity during the COVID-19 pandemic. Keywords: Turmeric Acid Herbal, Menstrual Pain, Body Immunity, Young Women
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP VAKSIN COVID-19 DI PUSKESMAS SP IV PRAFI KABUPATEN MANOKWARI TAHUN 2022 Trisiwi Bayu Pangayoman Her Bambang; Priscilla Jessica Pihahey; Merlin Soripet; Bahrah Bahrah; Ariani Pongoh; Yuni Subhi Isnaini
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v12i1.1399

Abstract

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kematian, gejalanya demam, batuk, sesak napas, nyeri tenggorokan, hilang penciuman dan diare. COVID-19 dapat dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat menjaga jarak, memakai masker dan mendapatkan vaksinasi. Wanita hamil yang terkena COVID-19 berisiko mengalami persalinan prematur, pembengkakan hingga kematian. Vaksinasi pada ibu hamil di Manokwari untuk dosis pertama 7 ibu hamil dan dosis kedua 4 ibu hamil. Masih banyak ibu hamil yang menolak vaksin karena pengetahuan yang kurang, pengaruh lingkungan, budaya, keyakinan, tidak mendapat persetujuan dari keluarga, kecemasan akibat informasi yang salah dari media sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap vaksin COVID-19. Metode penelitian ini adalah cross-sectional analitik yang dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei tahun 2022 di Puskesmas SP IV Prafi Kabupaten Manokwari. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang menilai kehamilannya sebanyak 138 ibu hamil pada bulan Januari-Februari 2022. Sampel diperoleh dengan rumus Slovin sebanyak 58 ibu hamil. Data diolah secara univariat dan analisis bivariat menggunakan uji alternatif chi-square yaitu Kolmogorov-Smirnov dengan STATA. Hasil penelitian diketahui bahwa 57 Ibu hamil belum bersedia menerima vaksin COVID-19. Ibu hamil yang memiliki pengetahuan kurang dengan sikap positif 4,8%, pengetahuan kurang dengan sikap negatif 25%, pengetahuan cukup dengan sikap positif 35,7% pengetahuan cukup dengan sikap negatif 43,7%, pengetahuan baik dengan sikap positif 59,5% ,p-nilai 0,313. Kesimpulan dari penelitian ini tidak ada hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang vaksin COVID-19 dengan sikap ibu hamil terhadap vaksin COVID-19 di Puskesmas SP IV Prafi Manokwari, hal dikarenakan berbagai faktor internal lain dari responden meskipun rata-rata responden telah memiliki pengetahuan yang cukup dan baik
Knowledge, attitude, practice and compliance to weekly iron supplementation among female public junior high school students in West Papua Isnaini, Yuni Subhi; Pihahey, Priscilla Jessica; Bahra, Bahra; Mintaningtyas, Sestu Iriami; Simanjuntak, Melicha Kristine; Fabanjo, Ivonne Junita
Public Health of Indonesia Vol. 10 No. 4 (2024): October - December
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v10i4.858

Abstract

Background:Research indicates that the total iron intake among female adolescents aged 10–12 years who experience anemia is approximately 5.4 mg/day, significantly lower than the recommended daily requirement of 20 mg/day according to the 2013 Indonesian Nutritional Guidelines (AKG). To address this issue, the Indonesian government has implemented the Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri(PPAGB) program, which involves administering one iron tablet weekly over 12 months. However, the program's effectiveness is hindered by insufficient awareness of anemia's consequences and resistance among adolescents to consume iron tablets regularly. Objective:This study aimed to examine the association between female students' knowledge, attitudes, and practices (KAP) and their adherence to consuming iron supplements at Public Junior High School 08 Prafi, Manokwari, Papua. Methods:A school-based cross-sectional study was conducted between August and November 2023 among adolescent girls. A total of 226 participants were enrolled, divided into two phases: 75 participants in the first phase and 151 in the second. Weekly supplementation was provided for 12 weeks using 60 mg iron tablets. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariable logistic regression analyses with SPSS version 27 to determine significant associations between adherence to iron tablet consumption and related variables at a significance level of p < 0.05. Results:Multivariate logistic regression analysis identified that accurate knowledge (OR = 0.403; p < 0.05), positive attitudes (OR = 0.226; p < 0.001), and frequent best practices (OR = 0.449; p < 0.05) were significantly associated with higher adherence to iron tablet consumption among female students. Conclusion:The findings suggest that enhancing female students' knowledge, attitudes, and practices regarding anemia and iron supplementation is crucial for improving adherence to iron tablet programs. Effective interventions should include educational initiatives to raise awareness about anemia and its consequences, alongside strategies to promote positive health behaviors. Keywords:knowledge; attitude; practice; compliance; iron supplements; anemia; Papua; Indonesia
Health Belief Model: Analysis of Maternal Perception on Completeness of Child Immunization Status in Manokwari, West Papua Pihahey, Priscilla Jessica
Journal of Maternal and Child Health Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejmch.2025.01.01.04

Abstract

Background: Immunization can save millions of lives and is one of the most economical health interventions in the world. Parental perception is crucial in decision-making, but the mother’s characteristics, family, beliefs, culture, and environment influence perception. The Health Bilieu Model theory can show evidence that supports predictions about parents’ decisions to immunize their children. Subjects and Method: The design of this study is observational analysis with a case-control design. The research was conducted in 3 working areas of the Puskesmas in the Manokwari district, namely the Prafi SP IV Health Center, the Pasir Putih Health Center, and the Sanggeg Health Center. The research was conducted from July to August 2023. The target population is mothers who have children >9 months old. A total of 96 samples were selected using the fixed disease sampling tech­nique. The incomplete immunization case group was 24, and the complete immunization control group was 72. The dependent variable is the completeness of immunization status, and the inde­pen­dent variable is the maternal perception of threats, benefits, seriousness, obstacles, and vulne­rabilities. The data were analyzed by PATH analysis. Results: The completeness of basic immunization, as reviewed from the Health Belief Model during the Covid-19 Pandemic, was directly influenced by the perception of barriers to the completeness of immunization status (b= 0.99; 95% CI= -0.43 to 2.02; p= 0.060), the perception of benefits to the completeness of immunization status (b= 1.15; 95% CI= 0.11 to 2.19; p= 0.029) and the perception of threats to the completeness of immunization status (b= 1.36; 95% CI= 0.30 to 2.41; p= 0.012). Indirect influence through threat perception is: Vulnerability perception (b= 0.08; 95% CI= -0.87 to 1.04; p= 0.858) and Vulnerability perception (b= 0.25; 95% CI= -0.69 to 1.18; p= 0.606).   Conclusion: Maternal characteristics and maternal perception of obstacles, benefits, threats, seriousness, and vulnerability significantly affect the completeness of basic immunization for infants aged 0 months to 9 months.
Pengembangan Model Lengan sebagai Alat Peraga Alternatif Sederhana untuk Praktikum Imunisasi BCG Erawati, Deasy; Wigunarti, Mirna; Pihahey, Priscilla Jessica
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.18429

Abstract

ABSTRACT One of the midwifery services is providing complete basic immunization to babies, toddlers and pre-school children. In Indonesia, to prevent children from becoming infected with TB, the government has designated Bacille Calmette Guerin (BCG) immunization as mandatory immunization. When administering the BCG vaccine, it may occur that the BCG vaccine scar does not appear at the injection area. This can happen because the antibody level is too low, the dose is too low, the injection method is wrong, the child's immune system is decreasing) or the quality of the vaccine is not good due to the wrong storage method. To increase the knowledge and skills of midwives in providing BCG immunization, it is necessary to hold training/practicum on BCG immunization injections for students using appropriate learning media through laboratory practical activities. The aim of this research is to produce alternative teaching aids to support practical activities and to determine the feasibility of the BCG immunization injection teaching aids that have been made. This research used Research and Development (R&D) method. The research subjects were 38 respondents who were taken using purposive sampling techniques and consisted of students, lecturers and Clinical Instructor. The research was conducted at the D-III Midwifery Study Program, Manokwari, Health Polytechnic, Ministry of Health, Sorong, in May-October 2024. The teaching aids obtained were Simple Alternative Simulator for BCG Immunization developed by researchers which were equipped with a feature capable of displaying pale lumps on the surface of the skin follicles at the injection site as a sign that the injection was given correctly. The results is 25 respondents who took part in the field study, the total questionnaire score obtained was 3,396 with an ideal maximum total score of 3,750. The feasibility percentage obtained was 90.56%, so it can be concluded that the BCG immunization injection simulator is very suitable for use in the laboratory. Keywords: Intracutan, Simulator, Laboratory, BCG, Midwife  ABSTRAK Salah satu kompetensi pelayanan KIA oleh bidan adalah pemberian imunisasi dasar lengkap pada Bayi, balita dan anak pra sekolah. Di Indonesia untuk menghindari anak terinfeksi TB, pemerintah menetapkan imunisasi Bacille Calmette Guerin (BCG) sebagai imunisasi wajib. Pada pemberian vaksin BCG bisa terjadi scar vaksin BCG tidak muncul di daerah suntikan. Hal itu dapat terjadi karena kadar antibodinya terlalu rendah, dosis terlalu rendah, cara penyuntikkan yang salah, daya tahan anak sedang menurun) atau kualitas vaksinnya kurang baik akibat cara penyimpanan yang salah. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam pemberian imunisasi BCG, maka perlu di adakan pelatihan/praktikum penyuntikan imunisasi BCG bagi mahasiswa dengan menggunakan media pembelajaran yang sesuai melalui kegiatan praktik laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan alat peraga alternative sebagai penunjang kegiatan praktikum serta mengetahui kelaikan alat peraga peyuntikan imunisasi BCG yang telah dibuat. Penelitian ini merupakan Research and Develompment (R&D). Subjek penelitian berjumlah 38 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dan terdiri atas mahasiswa, dosen dan CI. Penelitian dilakukan di Prodi D-III Kebidanan Manokwari Poltekkes Kemenkes Sorong pada bulan Mei-Oktober 2024. Alat peraga yang diperoleh adalah Alat Peraga Alternatif Sederhana Untuk Praktikum Imunisasi BCG yang dikembangkan oleh peneliti yang dilengkapi dengan fitur mampu menampilkan benjolan pucat pada permukaan folikel kulit tempat suntikan sebagai tanda suntikan diberikan dengan benar. Dari 25 responden yang mengikuti studi lapangan, total skor kuesioner yang didapatkan sebesar 3.396 dengan total skor maksimal ideal 3.750. Prosentase kelayakan didapatkan hasil sebesar 90,56% sehingga dapat disimpulkan bahwa alat peraga penyuntikan imunisasi BCG yang dibuat Sangat Layak digunakan di laboratorium kebidanan untuk keperluan praktikum pemberian imunisasi BCG pada bayi. Kata Kunci: Intrakutan, Alat Peraga, Laboratorium, BCG, Bidan
DAMPAK KONSUMSI MINUMAN KERAS TERHADAP PERILAKU BERISIKO REMAJA PRIA DI INDONESIA (ANALISIS DATA SDKI KRR 2017) Pihahey, Priscilla Jessica; May, Nunang Lamaek
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 7 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/kedokteran.v7i2.555

Abstract

Konsumsi minuman keras dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan kematian. Remaja yang mengkonsumsi minuman keras pada umumnya bersekolah dan telah terpapar informasi tentang bahaya minuman keras melalui sekolah, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, peneliti, pendidik, media masa, media sosial, dan internet. Penelitian ini menganalisis dampak minuman keras terhadap perilaku beresiko remaja di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional data sekunder SDKI KRR 2017. Sampel penelitian adalah remaja pria belum menikah sejumlah 13.079. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan model regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan hubungan signifikan antara konsumsi alkohol dengan umur (OR=1.82;95% CI 1.68-1.97; p=0.000), perilaku merokok OR=5.70;95% CI=5.03-6.45; p=0.000), penyalahgunaan narkoba (OR= 10.8;95% CI= 7.91-14.8; p=0.000) dan seks pranikah (OR=8.05; 95% CI=6.79-9.56; p=0.000). Kesimpulannya, konsumsi minuman keras pada remaja pria berdampak pada perilaku berisiko remaja, yakni merokok, penyalahgunaan narkoba, dan seks pranikah. Perilaku berisiko ini menyebabkan menurunnya kualitas hidup, sehingga sangat penting melakukan edukasi tentang dampak minuman keras pada remaja. Kata kunci: Remaja pria; SDKI 2017; Minuman Keras; Perilaku Berisiko.