Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Kitolod (Isotoma longiflora l.) Terhadap Kadar Malondialdehid Dan Gambaran Histopatologi Hati Pada Tikus Putih Jantan Hiperglikemia afrianti, Ria; Azyenela, Lola; Triani , Siti; Ranova, Riki
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 4 No. 2 (2025): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v4i2.161

Abstract

Hiperglikemia merupakan peningkatan glukosa dalam darah sehingga radikal bebas mengalami peningkatan yang dapat memicu peroksidasi lipid darah ditandai dengan peningkatan kadar malondialdehid (MDA) dan memberikan kerusakan pada organ hati yang disebabkan oleh deksametason yang digunakan sebagai penginduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kitolod (Isotoma longiflora L.) terhadap kadar MDA dan gambaran histopatologi organ hati pada tikus putih jantan hiperglikemia. Pada penelitian ini hewan percobaan dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, pembanding, dosis ekstrak 100 mg/kgBB, dosis ekstrak 200 mg/kgBB dan dosis ekstrak 400 mg/kgBB. Pengukuran kadar MDA menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan gambaran histopatologi menggunakan metode pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Nilai rata-rata kadar MDA kelompok kontrol negatif adalah 2,04±0,51 nmol/ml, kontrol positif adalah 3,51±0,59 nmol/ml, pembanding adalah 2,71±0,53 nmol/ml, kelompok dosis 100 mg/kgBB adalah 2,81±0,35 nmol/ml, kelompok dosis 200 mg/kgBB adalah 2,37±0,29 nmol/ml dan kelompok dosis 400 mg/kgBB adalah 2,16±0,31 nmol/ml. Hasil nilai rata-rata kadar MDA kelompok dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB secara signifikan (p<0,05) mendekati nilai rata-rata MDA kelompok kontrol negatif dan kelompok pembanding. Dan pada hasil pengamatan histopatologi hati dengan dosis 400 mg/kgBB terdapat perbaikan yang baik serta mendekati kontrol pembanding namun masih dibawah kontrol negatif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun kitolod dapat menurunkan kadar MDA dan perubahan organ hati yang baik pada tikus putih jantan hiperglikemia.
Formulasi Dan Uji Aktivitas Analgetik Gel Minyak Atsiri Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum) Sebagai Analgetik Topikal ranova, riki; Hilmarni; Hazjirah Irwandi, Mughnie; Dwi, Mulyani
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 5 No. 1 (2026): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v5i1.228

Abstract

Minyak atsiri daun cengkeh (Syzygium aromaticum) mengandung senyawa eugenol yang berpotensi sebagai analgetik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas analgetik gel minyak atsiri daun cengkeh dengan konsentrasi 2%, 3%, dan 4% menggunakan mencit dengan metode formalin test. Sediaan gel dioleskan secara topikal sebelum induksi nyeri dengan formalin yang disuntikkan secara subkutan pada punggung kaki mencit. Aktivitas analgetik dievaluasi dari respon menjilat serta menggigit diamati setiap 5 menit selama 20 menit. Sebagai kontrol positif menggunakan krim metil salisilat, sedangkan kontrol negatif berupa gel tanpa minyak atsiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula gel mampu menurunkan frekuensi respon menjilat dan menggigit dibandingkan kontrol negatif, dengan efektivitas tertinggi pada formula 4%, disusul formula 3% dan 2%. Formula 4% menunjukkan aktivitas yang mendekati kontrol positif terutama pada fase nyeri awal, mengindikasikan bahwa peningkatan konsentrasi minyak atsiri berbanding lurus dengan peningkatan aktivitas analgetik. Secara keseluruhan, gel minyak atsiri daun cengkeh memiliki aktivitas analgetik topikal yang signifikan dan bersifat dose-dependent, dengan formula 4% sebagai konsentrasi paling efektif untuk dikembangkan sebagai kandidat sediaan analgetik berbasis bahan alam.