Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Keluhan Low Back Pain pada Buruh Angkat dan Angkut Bagian Non Mekanik Buruh Bongkar Muat di Pelabuhan Makassar Salcha, Muhammad Akbar
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain merupakan cedera berupa rasa nyeri yang dirasakan pada tulang belakang daerah punggung bawah, otot, saraf, tendon, sendi, atau tulang belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui low back pain pada buruh angkat dan angkut bagian non mekanik di koperasi jasa buruh bongkar muat di Pelabuhan Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif, mengunakan observasional. Populasi dan sampel ditentukan menggunakan metode total sampling sebanyak 36 buruh. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar mengalami keluhan low back pain berat sebanyak 25 orang (69.0%), usia dewasa paling banyak mengalami keluhan low back pain berat sebanyak 15 buruh (41,7%) dikarenakan seiring bertambahnya usia buruh yang berusia >30 tahun maka kekuatan ototnya akan berkurang hingga mengalami penurunan kekuatan otot. Selain itu, banyak buruh mengalami keluhan low back pain berat dengan masa kerja lama sebanyak 25 buruh (63,9%) dikarenakan aktivitas buruh yang sudah lama. Buruh yang mengalami keluhan low back pain umumnya memiliki kebiasaan merokok sebesar 14 buruh (38,9%) dikarenakan orang yang sering merokok atau bisa disebut sebagai perokok memiliki kecenderungan mengalami gangguan pada peredaran darahnya termasuk tulang belakang. Buruh yang mengalami keluhan low back pain berat kebanyakan yang penilaian postur kerja berisiko sangat tinggi sebanyak 23 buruh (20.8%) dikarenakan postur kerja yang tidak ergonomi. dapat disimpulkan buruh yang mengalami keluhan low back pain berat sebagian besar berusia dewasa, masa kerja lama, sering mengkonsumsi rokok, serta postur kerja berisiko sangat tinggi. Diharapkan kepala buruh angkat dan angkut untuk melakukan pemeriksaan jika mengalami keluhan low back pain.
Hubungan Higiene Perorangan dengan Gejala Dermatitis Kontak Iritan pada Petani Rumput Laut di Dusun Kaza Kabupaten Luwu Timur Juliani, Arni; Salcha, Muhammad Akbar; Heramutia
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis kontak iritan adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh suatu bahan iritan. Gejalanya ditandai dengan gatal, eritema, perih, kulit pecah-pecah, kulit bersisik dan kulit kering. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara higiene perorangan dengan gejala dermatitis kontak iritan pada petani rumput laut di RT II, Dusun Kaza, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 62 petani rumput laut menggunakan total sampling. Pengumpulan data pada penelitian yaitu menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi. Data di analisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square (p-value ≤ 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan higiene perorangan (p = 0,018) dengan gejala dermatitis kontak iritan. Diharapkan pemerintah untuk memberikan edukasi tentang penyakit dermatitis kontak iritan kepada petani rumput laut untuk meminimalisir potensi petani rumput laut terkena dermatitis kontak iritan.
TINGKAT RISIKO ERGONOMI PADA AKTIVITAS MANUAL HANDLING DI GUDANG BULOG BARU PANAIKANG I KOTA MAKASSAR Muhammad Akbar Salcha; Andi Tenriola Fitri Kessi; Arni Juliani; Muhammad Ahjad
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i1.23

Abstract

Aktivitas pemindahan material secara manual masih menjadi sebagian besar aktivitas yang ada di dunia industri seperti aktivitas pengangkatan, penurunan, mendorong, menarik, mengangkut dan memindahkan barang dengan posisi tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan mengetahui postur kerja, frekuensi, serta durasi kerja terhadap tingkat risiko ergonomi pada aktivitas manual handling pada pekerja buruh angkut di gudang Bulog Baru Panaikang Makassar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif. Sampel yang diambil sebanyak 30 orang yang dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan secara observasi, penilaian postur kerja, frekuensi kerja, dan durasi kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa postur kerja yang berisiko tinggi sebanyak 28 orang (93,3%) dan berisiko sedang sebanyak 2 orang (6,7%), frekuensi kerja dan durasi kerja seluruh responden adalah tidak ergonomis. Secara deskriptif postur tubuh, frekuensi, dan durasi kerja berpengaruh terhadap tingkat risiko ergonomi pada pekerja aktivitas manual handling. Pekerja disarankan untuk beristirahat disaat mulai merasa sakit atau nyeri pada bagian tubuh, dan rajin melakukan peregangan otot disela-sela pekerjaan. Perusahaan sebaiknya memberikan penyuluhan dan pelatihan pada pekerja mengenai risiko pekerjaan dan tata cara bekerja sesuai dengan prinsip ergonomi.
PENGARUH OVERTIME TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA PT. ALE LUWU RAYA KABUPATEN LUWU TIMUR Arni Juliani; Nurul Aulia Maharani Ishak; Muliono Caco; Muhammad Akbar Salcha
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.507

Abstract

Latar belakang: Produktivitas kerja merupakan kemampuan tenaga kerja dalam melakukan pekerjaan dalam cakupan atau rentang waktu tertentu. Dalam waktu tertentu, pekerja melakukan pekerjaan diluar jam kerja dan terhitung overtime. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh overtime terhadap produktivitas kerja pada PT. Ale Luwu Raya Kabupaten Luwu Timur. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 34 responden menggunakan total sampling terhadap seluruh pekerja. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada para responden. Data ini dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan uji statistik terkait pengaruh overtime terhadap produktivitas kerja didapatkan p-value 0,031 < 0,05. Oleh sebab itu, hal inipun membuktikan bahwasanya ada pengaruh overtime terhadap produktivitas kerja di PT. Ale Luwu Raya Kabupaten Luwu Timur. Kesimpulan: Terdapat pengaruh overtime terhadap produktivitas kerja di PT. Ale Luwu Raya Kabupaten Luwu Timur. Saran yang dapat diberikan bagi tenaga kerja yaitu sebaiknya tenaga kerja melakukan aktivitas fisik seperti rutin berolahraga dan melakukan peregangan setelah melakukan pekerjaan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA DERMATITIS KONTAK PADA PEMULUNG DI TPA KELURAHAN TAMANGAPA KOTA MAKASSAR Muhammad Akbar Salcha; Habibi; Sisilia Geby Paulang; Arni Juliani
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.655

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis kontak merupakan masalah kesehatan yang umum dialami pekerja pemulung akibat paparan langsung bahan iritan di tempat kerja. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala dermatitis kontak pada pemulung di Tempat Pembuangan Akhir Kelurahan Tamangapa, Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik cross-sectional dengan teknik purposive sampling terhadap 160 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dianalisis menggunakan analisis univariat serta bivariat dengan uji Chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa 70% responden mengalami gejala dermatitis kontak penelitian ini menunjukan Terdapat hubungan signifikan antara lama kontak (p = 0,000) , penggunaan APD (p = 0,003), serta higiene perorangan (p = 0,000) dengan kejadian gejala dermatitis kontak. Masa kerja tidak berhubungan signifikan dengan gejala dermatitis kontak (p = 0,066). Kondisi higiene perorangan yang buruk dan penggunaan APD yang kurang tepat meningkatkan risiko pemulung mengalami dermatitis kontak iritan. Kesimpulan: Perlunya pembatasan lama kontak kerja, peningkatan pemakaian APD lengkap dan sesuai standar, serta perbaikan higiene perorangan sebagai upaya pencegahan dermatitis kontak pada pemulung di TPA Kelurahan Tamangapa. Disarankan edukasi rutin dan pengawasan ketat untuk melindungi kesehatan pemulung.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEMAIN E-SPORT DI KABUPATEN LUWU TIMUR Arni Juliani; Andi Tenriola Fitri Kessi; Muhammad Akbar Salcha; Muh. Adhitya Pharawansyah M
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60063

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan neuropati akibat kompresi saraf medianus pada pergelangan tangan yang sering terjadi akibat aktivitas berulang, postur kerja tidak ergonomis, serta durasi kerja yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan gejala Carpal Tunnel Syndrome pada pemain E-Sport di Kabupaten Luwu Timur. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemain E-Sport di Kabupaten Luwu Timur dengan jumlah sampel 41 responden, menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner karakteristik responden, pemeriksaan fisik menggunakan Tes Phalen, lembar observasi gerakan repetitif, serta penilaian postur kerja dengan instrumen Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (p-value ≤ 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara lama kerja (p = 0,000), masa kerja (p = 0,000), gerakan repetitif (p = 0,005), dan postur kerja (p = 0,000) dengan gejala Carpal Tunnel Syndrome pada pemain E-Sport di Kabupaten Luwu Timur. Diharapkan pemain E-Sport memperhatikan durasi bermain, melakukan peregangan secara berkala, serta menggunakan perangkat ergonomis untuk mencegah risiko CTS. Selain itu, pemerintah dan pihak terkait perlu memberikan edukasi kesehatan kerja sebagai upaya pencegahan penyakit akibat kerja pada kelompok pemain E-Sport.
Factors Influencing Musculoskeletal Disorder (MSDs) Complaints Among Shallot Farmers in Tempo Hamlet, Enrekang Regency Andi Tenriola Fitri Kessi; Muhammad Akbar Salcha; Muh. Ade Rivai
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61424

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang paling umum terjadi pada sektor pertanian, terutama pada petani yang bekerja dengan postur tidak ergonomis dan beban fisik yang berulang. Petani bawang merah menghadapi risiko tinggi karena pekerjaan mereka melibatkan posisi membungkuk dan jongkok dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keluhan MSDs pada petani bawang merah di Dusun Tempo, Desa Tempo, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh petani bawang merah di Dusun Tempo yang berjumlah 67 orang, yang seluruhnya direkrut melalui teknik total sampling. Keluhan MSDs diukur menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), sedangkan postur kerja dinilai dengan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square, dengan uji Fisher's Exact diterapkan pada tabel yang memiliki frekuensi harapan kecil. Sebagian besar responden (80,6%) melaporkan keluhan MSDs pada kategori nyeri. Postur kerja (p=0,018), masa kerja (p<0,001), usia (p=0,011), dan jenis kelamin (p<0,001) berhubungan secara signifikan dengan keluhan MSDs, sedangkan durasi kerja harian tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,545). Keluhan MSDs pada petani bawang merah dipengaruhi oleh postur kerja, masa kerja, usia, dan jenis kelamin, tetapi tidak dipengaruhi oleh durasi kerja harian. Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi ergonomi, pengaturan jadwal kerja-istirahat yang lebih baik, serta deteksi dini keluhan otot, terutama bagi petani berusia lanjut dengan masa kerja yang panjang.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Gejala Dermatitis Kontak Iritan Pada Karyawan Pencucian Mobil di Kota Makassar Andi Tenriola Fitri Kessi; Muhammad Akbar Salcha; Muh. Qizas Afandi Umar
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.287

Abstract

Kesehatan kerja merupakan aspek atau unsur kesehatan yang erat berkaitan dengan lingkungan kerja dan pekerjaan secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi kesehatan tenaga kerja. Mencegah timbulnya gangguan Kesehatan yang disebabkan oleh kondisi kerja, melindungi tenaga kerja dari bahaya kesehatan yang timbul akibat pekerjaan, dan menempatkan tenaga kerja pada suatu lingkungan kerja yang sesuai dengan kondisi fisik atau faal tubuh dan mental psikologis tenaga kerja yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ontri yang berhubungan dengan kejadian gejala dermatitis kontak iritan pada karyawan pencucian mobil di Kota Makassar. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja di pencucian mobil di jalan perintis kemerdekaan Kota Makassar. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan personal hygne seluruh pekerja tidak menerapkan kriteria secara benar dimana seluruh responden hanya mencuci tangan, Dermatitis kontak akibat kerja didefinisikan sebagai penyakit kulit dimana pajanan di tempat kerja merupakan ontri penyebab yang utama serta ontri ontributor, Penggunaan APD merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya dermatitis kontak akibat kerja, karena dengan mengunakan APD dapat terhindar dari cipratan bahan kimia dan menghindari kontak langsung dengan bahan kimi, Riwayat penyakit kulit dalam penelitian ini merupakan pekerja yang sebelumnya atau sedang menderita penyakit kulit akibat kerja. Saran dari penelitian ini adalah penyediaan APD, menggunakan APD untuk mencegah terjadinya dermatitis kontak akibat kerja.
Penempatan Alat Pemadam Api Ringan Di PT. Sinar Kasih Soroako Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur Muhammad Akbar Salcha; Adji Irsandy
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran adalah suatu peristiwa oksidasi dimana bertemunya 3 unsur kebakaran yakni bahan yang mudah terbakar, oksigen yang terdapat di udara. APAR adalah salah satu sistem proteksi kebakaran yang wajib ada di setiap perusahaan atau tempat kerja. Dimana setiap perusahaan termaksud PT Sinar Kasih Soroako harus mempunyai Kesedian APAR sesuai dengan Peraturan yang berlaku yaitu menurut Permenakertrans No. 04 tahun 1980 tentang syarat-syarat Pemasangan dan pemeliharaan APAR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penempatan dan pemeliharaan APAR di PT. Sinar Kasih Soroako sesuai dengan Permenakertrans No. 04 tahun 1980. Penelitian ini menggunakan metode deksriftif kualitatif dengan objek penelitian APAR yang digunakan yang berjumlah 15 APAR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penempatan APAR yang tidak sesuai berjumlah 9 APAR (60.0%), jenis APAR yang digunakan yaitu Dry Chemical Powder dan pemeliharan APAR yang dilakukan sudah sesuai dengan Permenakertrans No. 04 tahun 1980. Kesimpulan dalam penelitian ini penempatan Apar yang ada di PT. Sinar Kasih Soroako sudah sesuai dengan Permenakertrans No 4 Tahun 1980 dan jenis Apar yang ada di PT.Sinar Kasih Soroako yaitu Jenis Apar Dry Chemical Powder serta pemeliharan Apar yang ada di PT. Sinar Kasih Soroako sudah sesuai dengan Permenakertrans No 4 Tahun 1980. Diharapkan pihak perusahaan lebih memperhatikan tentang penempatan APAR, meningkatkan kemampuan pekerja dalam penggunaan APAR serta meningkatkan kegiatan pemeliharaan APAR.
PEMETAAN RISIKO KESEHATAN KERJA DENGAN METODE K3 PARTISIPATIF PADA PETANI RUMPUT LAUT DI DESA LAIKANG Habibi Habibi; Helmy Gani; Icha Putri Sahnisa; Muhammad Akbar Salcha; Sitti Fatimah Rahmansyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.51744

Abstract

Petani rumput laut merupakan salah satu pekerjaan sektor informal yang berisiko mengalami penyakit akibat kerja, hal ini disebabkan karena petani rumput laut masih melakukan pekerjaannya secara manual. Oleh karena itu, pendekatan K3 partisipatif dalam pemetaan risiko kesehatan kerja pada petani rumput laut hadir sebagai metode yang menekankan pentingnya keterlibatan langsung petani dalam mengidentifikasi bahaya dan menyusun langkah-langkah pencegahan.Penelitian ini bertujuan memetakan risiko kesehatan kerja pada petani rumput laut di Desa Laikang menggunakan pendekatan partisipatif K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif partisipatif dengan melibatkan 18 petani sebagai responden melalui teknik body mapping, risk mapping, dan focus group discussion (FGD). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok. Hasil penelitian ini mengidentifikasi risiko kesehatan yang signifikan berupa risiko ergonomi, biologis, lingkungan, fisik, psikososial, dan kimia yang dialami secara beragam oleh petani rumput laut. Keluhan fisik dominan terjadi pada tangan, pergelangan, punggung, pinggang, dan kaki yang terkait dengan posisi kerja seperti: membungkuk, pengangkutan manual, dan paparan lingkungan kerja pesisir. Pengetahuan dan penggunaan alat pelindung diri masih rendah, sedangkan tekanan kerja dan kondisi lingkungan menambah beban psikososial petani. Pendekatan partisipatif dalam penelitian ini efektif untuk mengidentifikasi risiko secara akurat dan memberdayakan petani dalam merancang solusi yang sesuai dengan kondisi lokal