Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Implementation of corporate social responsibility based on the triple bottom line concept in the era of Covid 19 pandemic Gugus Wijonarko; Sri Juni Woro Astuti
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 8, No 2 (2022): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020221513

Abstract

In the age of the COVID-19 pandemic, the practice of corporate social responsibility (CSR) as a form of corporate focus on the corporate environment is necessary to reduce the financial burden on communities. Pelindo III, one of Indonesia's state-owned enterprises, implements its corporate social responsibility through a community empowerment program for hydroponic farmers in Surabaya. The assistance provided is not only in the form of funds for the procurement of hydroponics infrastructure and facilities, but also for administrative and financial management training, marketing and packaging. This study aims to describe how Pelindo III can implement CSR concepts and models in sustainable community empowerment, and to disseminate the CSR implementation model so that it can be replicated in other community empowerment programs. This study uses a descriptive qualitative approach and presents a case study of Pelindo III implementing CSR in a hydroponic farming community in Surabaya. The results of this study show that Pelindo III applies the principles of balancing and normative truth: sustainability, accountability and transparency, marked by a commitment to upholding the social contract. through this community development program. Pelindo III uses business ethics as a guide to its conduct in business competition in accordance with the normative norms and rules. Along the way, Pelindo III is faced with not just single bottom line (SBL) or only economic (financial)-based corporate value responsibilities, but more triple bottom line (TBL) responsibilities. Synergize three elements, including economy, society and environment, or better known as the 3Ps (profit, people and planet).
Strengthening sociopreneurship culture through the Pentahelix collaboration model Gugus Wijonarko
International Journal on Social Science, Economics and Art Vol. 13 No. 2 (2023): August: Social Science, Economics and Art
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/ijosea.v13i2.374

Abstract

Sociopreneurship is a social movement solution in the economic sector that can provide business opportunities that can ultimately improve the community and national economy. Apart from being sustainable, sociopreneurship can provide effective and tactical solutions to the economic problems of society. Especially in the post-COVID-19 pandemic situation in Indonesia, the sociopreneurship approach can be an alternative to accelerate community economic recovery. However, the development of socio-preneurship in Indonesia is considered to be still relatively behind compared to other countries. For this reason, this research aims to explore more deeply what factors hinder the development of sociopreneurship in Indonesia and what strategies to improve it. The research method uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection through in-depth interviews and documentation. Interviews were conducted with sociopreneurship actors in Surabaya. The research results show several obstacles, including a lack of public understanding of the importance of building social entrepreneurship, the still dominant traditional business culture, and limited access to capital and networks. For this reason, collaboration between various parties is needed through the pentahelix model so that the culture of sociopreneurship can continue to grow and become stronger
PERAN GREEN HUMAN RESOURCE MANAGEMENT (GHRM) DAN KEPUASAN KERJA DALAM MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Wijonarko, Gugus; Wirapraja, Alexander
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 7 No 1 (2023): Edisi Januari - April 2023
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v7i1.2836

Abstract

Penelitian ini merupakan studi untuk mengkaji praktik Green Human Resources Management (GHRM) pada karyawan perusahaan bisnis. Secara khusus tujuan dilakukan penelitian pada PT. X adalah untuk mengetahui praktik manajemen dalam penerapan konsep GHRM bersama pengaruh Kepuasan Kerja dan kaitannya terhadap Kinerja Karyawan khususnya pada masa pandemi Covid-19. Ruang lingkup penelitian ini akan mengukur hubungan antara variabel penelitian baik variabel dependen dan variabel independen dengan menggunakan metode kuantitatif yaitu metode regresi linier berganda. Dalam penelitian ini diambil sampel penelitian dari karyawan PT. X dan diperoleh sejumlah 76 responden dengan metode pengambilan sampel menggunakan kuisioner yang disebarkan ke bagian SDM di PT. X baik dari karyawan maupun pihak manajemen. Hasil tanggapan responden dari kuisioner dan diolah sehingga diperoleh hasil bahwa baik variabel GHRM maupun variabel kepuasan kerja, keduanya memiliki hubungan antar variabel dan pengaruh yang signifikan terhadap variabel kinerja karyawan pada perusahaan bisnis.
EKSPLORASI NIAT RETENSI MELALUI ANALISIS SENTIMEN Wijonarko, Gugus; Permana, Audi
Jurnal Baruna Horizon Vol 7 No 2 (2024): JURNAL BARUNA HORIZON
Publisher : Sekolah TInggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhan (STIAMAK) Barunawati Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52310/jbhorizon.v7i2.178

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi niat retensi karyawan di sebuah kampus, dengan fokus pada kepercayaan, manfaat, dan persepsi risiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi retensi karyawan. Analisis sentimen digunakan pada tanggapan dari 11 karyawan dari populasi 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan persepsi yang umumnya positif terhadap manfaat yang diberikan dan tingkat kepercayaan yang tinggi, meskipun terdapat pandangan yang beragam mengenai risiko finansial. Pendapat para ahli mendukung temuan ini, dengan menekankan pentingnya lingkungan yang mendukung dan manfaat yang efektif. Temuan kunci menunjukkan bahwa kepercayaan dipertahankan melalui budaya kerja yang positif, manfaat dapat meningkatkan retensi, dan pengelolaan risiko sangat penting. Wawasan ini memberikan panduan untuk mengembangkan strategi retensi yang komprehensif. Abstract. This study examines factors influencing employee retention intentions at a campus, focusing on trust, benefits, and risk perceptions. The research aims to explore how these factors affect retention. Sentiment analysis was used on responses from 11 employees out of a population of 20. Results show generally positive perceptions of benefits and high trust levels, despite mixed views on financial risks. Expert opinions support these findings, emphasizing the importance of a supportive environment and effective benefits. Key findings indicate that trust is maintained through a positive work culture, benefits enhance retention, and managing risks is crucial. These insights offer guidance for developing comprehensive retention strategies.
Analisis Kesiapan Sumber Daya Manusia di Sektor Transportasi Dalam Menyambut Era Society 5.0 di Indonesia amaliyah, amaliyah; Aris, Umar; Wijonarko, Gugus; Priyanto, Edi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i1.2215

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor utama yang menjadi penggerak sektor transportasi, serta menjadi pusat dari era Society 5.0. Semakin siapnya SDM juga menjadi salah satu solusi utama untuk mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam menyambut datangnya era Society 5.0. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui kesiapan SDM di sektor transportasi dalam menyambut era Society 5.0; 2) Mengetahui faktor penghambat dan pendukung kesiapan SDM di sektor transportasi dalam menyambut era Society 5.0; dan 3) Merumuskan upaya untuk dapat meningkatkan kesiapan SDM di sektor transportasi dalam menyambut era Society 5.0. Penelitian ini berjenis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari penyebaran kuesioner menggunakan Google Form, sedangkan data sekunder dengan mengumpulkan dokumen yang memuat informasi mengenai sektor transportasi di Indonesia dalam kaitannya dengan era Society 5.0. Populasi penelitian meliputi seluruh pihak yang bekerja di sektor transportasi. Sampel penelitian ditetapkan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 295 orang pekerja sektor transportasi sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa SDM di sektor transportasi memiliki kesiapan yang baik dalam menyambut datangnya era Society 5.0, baik kesiapan dalam kompetensi, kesiapan personal, kemampuan komunikasi, kesiapan untuk bekerja dalam tim, dan kesiapan pada aspek teknologi. Namun, kesiapan tersebut belum merata karena masih terdapat sebagian SDM yang kurang memahami konsep Society 5.0. Upaya untuk meningkatkan kesiapan SDM sektor transportasi dalam menyambut datangnya era Society 5.0 melibatkan peran aktif dari SDM yang bekerja di sektor transprotasi dan pemerintah.
PEMBERDAYAAN UMK PELINDO MARITIM PRENEUR UMKM BUDIDAYA KRUPUK IKAN PAYUS KELURAHAN TAMBAK SARIOSO SURABAYA Wijonarko, Gugus; Arisanti, Dian; Saputra, Gigih; Permana, Audi; Soedarmanto, Soedarmanto
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i1.9764

Abstract

Wilayah sasaran program Kemitraan STIAMAK-Pelindo Sub Holding Terminal Petikemas PT Terminal Teluk Lamong Surabaya - CSR ini adalah Kelurahan Sariroso Kecamatan Asemrowo Kota Surabaya. Potensi terbesar di kelurahan ini adalah keberadaan UKM Produksi Krupuk Ikan Payus tradisional dengan permasalahan yaitu: (1) Tingkat efisiensi dan efektivitas produksi sarung tenun yang rendah, karena besarnya jumlah penumpukan; (2) Penjualan sarung mengalami penurunan; (3) Pengusaha UKM krupuk ikan payus belum memiliki perencanaan produksi yang baik; (4) Kompetensi Pengelola UKM krupuk ikan payus masih rendah; dan (5) Partisipasi pemuda dan ibu-ibu rumah tangga dalam perencanaan, pembangunan dan pengembangan desa rendah. Permasalahan di bidang Pariwisata, yaitu: (6) Belum adanya sinergitas usaha krupuk ikan antar UKM; (7) Desa belum memiliki sarana/infrastruktur memadai yang dibutuhkan sebagai Desa penghasil krupuk ikan; (8) Partisipasi masyarakat desa dari berbagai elemen masih parsial; (10) Sertifikasi HAKI dan Sertifikasi Halal belum ada, (11) Belum ada produk turunan dan variasinya; dan (12) Branding dan promosi sebagai desa yang memiliki produk unggulan sarung tenun belum dilakukan Solusi dari kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain melakukan pelatihan dengan materi Standar Operasional Prosedur (SOP), Pengelolaan Mutu dan Stock Opname, pra sertifikasi P-IRT dan lisensi halal Surabaya, keuangan, dan legal drafting, selain itu juga diberikan pemberian peralatan dan pendampingan secara berlanjut.
Analisis Kesiapan Sumber Daya Manusia di Sektor Transportasi Dalam Menyambut Era Society 5.0 di Indonesia amaliyah, amaliyah; Aris, Umar; Wijonarko, Gugus; Priyanto, Edi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i1.2215

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor utama yang menjadi penggerak sektor transportasi, serta menjadi pusat dari era Society 5.0. Semakin siapnya SDM juga menjadi salah satu solusi utama untuk mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam menyambut datangnya era Society 5.0. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui kesiapan SDM di sektor transportasi dalam menyambut era Society 5.0; 2) Mengetahui faktor penghambat dan pendukung kesiapan SDM di sektor transportasi dalam menyambut era Society 5.0; dan 3) Merumuskan upaya untuk dapat meningkatkan kesiapan SDM di sektor transportasi dalam menyambut era Society 5.0. Penelitian ini berjenis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari penyebaran kuesioner menggunakan Google Form, sedangkan data sekunder dengan mengumpulkan dokumen yang memuat informasi mengenai sektor transportasi di Indonesia dalam kaitannya dengan era Society 5.0. Populasi penelitian meliputi seluruh pihak yang bekerja di sektor transportasi. Sampel penelitian ditetapkan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 295 orang pekerja sektor transportasi sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa SDM di sektor transportasi memiliki kesiapan yang baik dalam menyambut datangnya era Society 5.0, baik kesiapan dalam kompetensi, kesiapan personal, kemampuan komunikasi, kesiapan untuk bekerja dalam tim, dan kesiapan pada aspek teknologi. Namun, kesiapan tersebut belum merata karena masih terdapat sebagian SDM yang kurang memahami konsep Society 5.0. Upaya untuk meningkatkan kesiapan SDM sektor transportasi dalam menyambut datangnya era Society 5.0 melibatkan peran aktif dari SDM yang bekerja di sektor transprotasi dan pemerintah.