Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Efek Konsumsi Kurma Ajwa pada Ibu Hamil dengan Preeklampsia Iffah, Nurul Magfirahtul; Hamsah, M.; Adil, Andi; Mappaware, Nasrudin A.; Hasir, Julia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14475

Abstract

Preeklampsia merupakan penyakit multisistemik. ditandai dengan adanya hipertensi setelah 20 minggu kehamilan.,dengan adanya proteinuria, edema. Komplikasi preeklampsia mengakibatkan ibu, dan janin mengalami pembatasan pertumbuhan intauterin, hipoperfusi plasenta, gangguan plasenta premature atau penghentikan kehamilan dan kematian janin dan ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas buah kurma ajwa (Phoenix dactilifera L.) pada ibu hamil dengan preeklampsia. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Literature Review dengan desain Narrative Review. Hasil yang didapatkan dari beberapa penelitian eksperimental terdapat perbedaan signifikan pada ibu hamil sebelum dan setelah pemberian kurma ajwa selama beberapa minggu (minimal 6 minggu) sebanyak 7 butir / hari atau dalam jumlah ganjil. Dari beberapa uji laborarium terbukti bahwa kurma ajwa mengandung flavonoid tinggi dan mampu mempertahankan aktivitas oksidan tertinggi diantara jenis kurma lain yang dapat mencegah terjadinya preeklamsia pada ibu hamil. Kesimpulan bahwa kandungan kurma ajwa seperti flavonoid yang tinggi mampu meningkatkan antioksidan dan mencegah terjadinya preeklamsia dan mencegah terjadinya komplikasi lain yang dapat membahayakan ibu hamil dan bayi.
Pengaruh Kehamilan Terhadap Dry Eye Syndrome di Rumah Sakit Ibu dan Anak Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar Daenunu, Mohammad Aqsal; Hamsah, M.; Novriansyah, Zulfikri Khalil; Nulanda, Mona; Aulia, Nur
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7647

Abstract

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian ibu hamil yang mengalami dry eye syndrome saat kehamilan di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Kota Makassar, mengetahui karakteristik ibu hamil yang mengalami dry eye syndrome, dan menganalisa hubungan pengaruh kehamilan terhadap dry eye syndrome. Penelitian ini merupakan penelitian analitik (kuantitatif) dengan desain studi Cross-sectional, yaitu penelitian non eksperimental menggunakan data primer yang diteliti dalam satu waktu untuk mengetahui Pengaruh kehamilan terhadap Dry eye syndrome pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Kota Makassar. Oleh karena itu peneliti memilih desain studi cross sectional sebagai desain studipaling tepat digunakan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden yang mengalami mata kering terdistribusi pada rentang usia 25-30 tahun (53.5%) dan rentang usia kehamilan 4-6 bulan (50.7%). Hal ini menunjukkan kecenderungan bahwa kelompok usia dan fase kehamilan tertentu memiliki risiko lebih tinggi terhadap kondisi mata kering. Analisis karakteristik responden berdasarkan usia menyoroti rentang usia 26-30 tahun sebagai kelompok dengan proporsi signifikan kasus mata kering ringan dan sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam tingkat keparahan mata kering di antara kelompok usia tertentu, dengan implikasi potensial terhadap strategi diagnosis dan pengelolaan. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa rentang usia kehamilan 4-6 bulan memiliki jumlah responden yang signifikan (50.7%), sementara rentang usia kehamilan 7-9 bulan juga memiliki proporsi yang tinggi (49.3%). Hal ini menekankan pentingnya memahami hubungan antara fase kehamilan dan kemungkinan perkembangan mata kering, memberikan perspektif tambahan untuk diagnosis dan perawatan selama periode kehamilan tersebut.
Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil Di RSIA Siti Khadijah 1 Makassar Tahun 2020-2021 Noor, Raehana; Nulanda, Mona; Syamsu, Rachmat Faisal; Hamsah, M.; Efendy, Rizki Amalia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSIA Siti Khadijah 1 Makassar Tahun 2020-2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain cross sectional yang merupakan cara untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan variabel. Kekuatan antara variabel dapat di lihat dari nilai koefisien korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan kejadian preeklamsia di RSIA Siti Khadijah 1 Makassar tahun 2020-2021. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Riwayat diabetes melitus dengan kejadian preeklamsia di RSIA Siti Khadijah 1 Makassar tahun 2020-2021. Terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan dengan kejadian preeklamsia di RSIA Siti Khadijah 1 Makassar tahun 2020-2021. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Riwayat hipertensi dengan kejadian preeklamsia di RSIA Siti Khadijah 1 Makassar tahun 2020-2021. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian preeklamsia di RSIA Siti Khadijah 1 Makassar tahun 2020-2021.
Hubungan Indeks Prestasi dengan Sistem Belajar Menggunakan Video Pembelajaran Produksi UPH FK UMI Pada Mahasiswa FK UMI Angkatan 2021 Aidi, Nadya Shafira; Hamsah, M.; Khalid, Nurfadhillah; Mokhtar, Shulhana; Aisyah, Windy Nurul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10127

Abstract

Latar Belakang: Prestasi belajar merupakan indikator yang penting untuk mengukur keberhasilan proses belajar mengajar. Tujuan dari pembelajaran adalah adanya perubahan tingkah laku yang diharapkan oleh seseorang setelah melakukan suatu proses pembelajaran. Media video pembelajaran merupakan salah satu alternatif yang digunakan dalam pembelajaran. Tujuan: Mengetahui hubungan indeks prestasi dengan sistem belajar menggunakan video pembelajaran produksi UPH FK UMI pada mahasiswa FK UMI angkatan 2021. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah mahasiswa pre-klinik Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2021. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan penelitian berupa kuesioner. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kebiasaan mahasiswa yang menonton video pembelajaran produksi UPH memiliki indeks prestasi sangat baik (87,5%). Berdasarkan hasil penelitian yang tidak menonton video pembelajaran produksi UPH memiliki indeks prestasi cukup (61,9%). Hubungan antara indeks prestasi dengan sistem belajar menggunakan video pembelajaran produksi UPH didapatkan nilai p-value sebesar 0,001 (< 5%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara indeks prestasi dengan sistem belajar menggunakan video pembelajaran produksi UPH FK UMI pada mahasiswa FK UMI Angkatan 2021.
Studi Literatur Hubungan Status Sosial-Ekonomi Ibu Hamil dengan Angka Kejadian Preeklampsia/Eklampsia Budiman, Mulya; Hamsah, M.; Wirijanto, Wirijanto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i5.15448

Abstract

Preeklampsia merupakan masalah kedokteran yang serius dan memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. Preeklampsia adalah hipertensi yang timbul setelah 20 minggu kehamilan disertai dengan proteinuria sedangkan eklampsia merupakan preeklampsia yang disertai dengan kejang-kejang dan/atau koma. Hipertensi dalam kehamilan masih menjadi penyebab kematian ibu yang cukup tinggi. Preeklampsia memengaruhi sekitar 2% hingga 8% kehamilan di seluruh dunia. Dengan masih tingginya angka terjadinya preeklampsia di Indonesia maupun secara global, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status sosial ekonomi ibu hamil terhadap kejadian preeklampsia dan eklampsia. Penelitian ini menggunakan metode Literatur Review, dilakukan dengan kegiatan pengumpulan data dengan menggunakan penelusuran jurnal pada Google Scholar, PubMed, Gale dan akses pencarian literatur lainnya yang berhubungan dengan topik penelitian. Hasil analisis literature review menunjukkan bahwa ada hubungan antara faktor status sosial- ekonomi Ibu hamil yaitu diantaranya faktor tingkat pendidikan, faktor pekerjaan, dan faktor status ekonomi keluarga dengan kejadian preeklampsia/eklampsia, dan angka kejadian cenderung meningkat pada ibu dengan tingkat pendidikan rendah, ibu yang bekerja, dan ibu dengan status ekonomi keluarga yang rendah. ,,,, Pekerjaan,.
THE RELATIONSHIP BETWEEN BODY MASS INDEX (BMI) AND PRE-EKLAMPSIA IN RSIA AMANAT MAKASSAR CITY Bunayya Hartadi, Andi Yusnita Latifa; M. Said, Masita Fujiko; Khalid, Nur Fadhillah; Hamsah, M.; Royani, Ida
HEARTY Vol 13 No 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i6.18672

Abstract

The success of maternal health programs is often evaluated using the Maternal Mortality Rate (MMR), which measures deaths during pregnancy, childbirth, and the puerperium due to pregnancy-related causes. In 2020, hypertension in pregnancy was a leading cause of maternal deaths, with 1,110 cases reported. Pre-eclampsia, characterized by hypertension (blood pressure ≥140/90 mmHg) and proteinuria after 20 weeks of gestation, is a significant concern. Overweight and obesity are high-risk factors associated with increased pregnancy complications, including pre-eclampsia. This study aimed to analyze the relationship between Body Mass Index (BMI) and pre-eclampsia at Amanat Hospital in Makassar City. Using an observational analytic design with a cross-sectional approach, 284 pregnant women were assessed. The prevalence of pre-eclampsia was found to be 9.9%, with 28 women diagnosed. Bivariate analysis using the Chi-Square test revealed a significant association between BMI and pre-eclampsia (p = 0.001), while no significant association was found between Upper Arm Circumference (LILA) and pre-eclampsia (p = 0.348). The study concludes that BMI is significantly associated with pre-eclampsia, whereas LILA does not show a significant relationship.
Ureteric Injury During Hysterectomy: A Case Report Ulfa, Nura; Irianta, Trika; Hamsah, M.; A.M., Nasrudin; Fujiko, Masita; Nulanda, Mona
Journal La Medihealtico Vol. 6 No. 6 (2025): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v6i6.2753

Abstract

Ureteral trauma is an uncommon but serious iatrogenic complication of hysterectomy, with risk influenced by surgical indication, patient factors, and intraoperative conditions. A 50-year-old woman presented with oliguria six days after hysterectomy for uterine myoma. She had abdominal distension and mild tenderness, with laboratory findings showing impaired renal function. Ultrasonography revealed bilateral hydroureteronephrosis and intraperitoneal ascites. Emergency exploratory laparotomy identified approximately 1.5 liters of intraperitoneal urine, bilateral ureteral dilatation, and bilateral distal ureteral ligation with urine leakage. Surgical management included intraperitoneal drainage, bilateral ureteroneocystostomy, ureteral stenting, peritoneal lavage, and bladder drainage. Eight days later, the patient developed abdominal wound dehiscence and underwent bilateral ureterocutaneostomy in collaboration with a urology surgeon. At follow-up, the patient showed gradual improvement and was able to resume daily activities under regular outpatient monitoring. Management of ureteral trauma depends on the timing of diagnosis, extent of injury, and associated complications. Early recognition and appropriate surgical intervention are essential to preserve renal function and reduce morbidity. Bilateral ureteral ligation is a rare but severe complication of hysterectomy, often presenting with postoperative anuria or oliguria and requiring urgent urological management. Careful intraoperative identification of the ureters and close monitoring of urine output are critical to prevent and promptly detect ureteral injury.
Perbandingan Tajam Penglihatan pada Wanita Hamil di Rumah Sakit Sitti Khadijah Makassar Putri, Rista Awanda; Hamsah, M.; Aulia, Nur; Kusumawardhani, Sri Irmandha; Harahap, Muhammad Wirawan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.22038

Abstract

ABSTRACT Visual acuity is the eye's ability to distinguish fine details of an object or surface. Impairment in visual acuity is one of the most common symptoms reported by individuals experiencing visual disturbances. This study aims to compare visual acuity among pregnant women at Sitti Khadijah Hospital, Makassar. The research employed an observational analytic design with a longitudinal approach and was analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests, as the data were not normally distributed. The target population included all pregnant women under the age of 40 who visited Sitti Khadijah Hospital. Data analysis was performed using SPSS.The results showed that in the examination of pregnant women from the first to the second trimester, the Wilcoxon test yielded a p-value of 0.102, indicating no significant difference. This is likely due to hormonal and physiological changes in early pregnancy not yet significantly affecting the structure and function of the eye, particularly the cornea and lens. However, in the examination from the second to the third trimester, the Wilcoxon test yielded a p-value of 0.042, indicating a significant difference. This may be attributed to increased corneal thickness and curvature due to fluid retention triggered by hormonal fluctuations during late pregnancy. Meanwhile, the Mann-Whitney test comparing the two groups (first to second trimester and second to third trimester) yielded a p-value of 0.379, indicating no statistically significant difference between the two groups of pregnant women. Keywords: Visual Acuity, Pregnancy, Trimester, Refractive Changes.  ABSTRAK Ketajaman penglihatan adalah suatu kemampuan mata dalam membedakan bagian-bagian yang sangat spesifik baik objek atau suatu permukaan. Kelainan pada ketajaman penglihatan merupakan gejala yang paling umum dikeluhkan oleh orang yang mengalami gangguan penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tajam penglihatan pada wanita hamil di Rumah Sakit Sitti Khadijah Makassar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian longitudinal yang dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney karena data tidak berdistribusi normal. Populasi yang ditargetkan dalam penelitian ini yaitu semua wanita hamil pada usia di bawah 40 tahun yang berkunjung ke Rumah Sakit Sitti Khadijah Makassar. Analisis dilakukan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan pada pemeriksaan wanita hamil trimester 1 ke 2 di Rumah Sakit Sitti Khadijah Makassar didapatkan nilai p value dari hasil uji Wilcoxon p=0.102 yang artinya tidak terdapat perbedaan signifikan antara TM 1 ke TM 2 hal ini disebabkan oleh perubahan hormonal dan fisiologis yang terjadi pada awal kehamilan belum cukup memengaruhi struktur dan fungsi mata, terutama pada bagian kornea dan lensa; Pada pemeriksaan wanita hamil trimester 2 ke 3 di Rumah Sakit Sitti Khadijah Makassar didapatkan nilai p value dari hasil uji Wilcoxon p=0.042 yangartinya terdapat perbedaan signifikan antara TM 2 ke TM 3 hal ini disebabkan oleh peningkatan ketebalan dan kelengkungan kornea akibat retensi cairan yang dipicu oleh fluktuasi hormon kehamilan; Pada hasil uji Mann-Whitney untuk membandingkan antara 2 kelompok TM 1 ke TM 2 dan TM 2 ke TM 3 didapatkan nilai p=0.379 yang artinya tidak terdapat perbedaan signifikan pada 2 kelompok wanita hamil. Kata Kunci: Tajam Penglihatan, Kehamilan, Trimester, Perubahan Refraksi.
Hubungan Faktor Risiko pada Pasangan Suami dengan Kejadian Preeklampsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar Saputri, Deya Dwi Indah; Hamsah, M.; Yanti, Andi Kartini Eka; Harahap, Muhammad Wirawan; Iskandar, Gina Isni Djanuaresty
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22702

Abstract

ABSTRACT Preeclampsia, characterized by hypertension and proteinuria after 20 weeks of gestation, continues to be a major global health challenge contributing to maternal and perinatal morbidity and mortality. The present study explored the relationship between paternal risk factors and the incidence of preeclampsia at RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. A quantitative cross-sectional method was applied with 30 participants, comprising 15 pregnant women diagnosed with preeclampsia and 15 without. Data were collected using structured questionnaires and medical records, then analyzed with the chi-square test. Findings indicated that most husbands were aged 20–35 years, had completed high school, and waited less than one year for conception. Among the eight risk factors investigated, only husbands’ knowledge of preeclampsia showed a significant association with its incidence (p=0.014), whereas other factors such as diabetes history, smoking exposure, primipaternity, and paternal genetic background did not. These findings underscore the need for enhanced paternal health education as a preventive strategy against preeclampsia. Keywords: Preeclampsia, Paternal Risk Factors, Health Education, Husband’s Knowledge.  ABSTRAK Preeklamsia, yang ditandai dengan hipertensi dan proteinuria setelah 20 minggu kehamilan, terus menjadi tantangan kesehatan global utama yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara faktor risiko paternal dan insiden preeklamsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. Metode potong lintang kuantitatif diterapkan dengan 30 partisipan, terdiri dari 15 ibu hamil yang didiagnosis preeklamsia dan 15 ibu hamil tanpa preeklamsia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan rekam medis, kemudian dianalisis dengan uji chi-square. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar suami berusia 20–35 tahun, telah menyelesaikan sekolah menengah atas, dan menunggu kurang dari satu tahun untuk konsepsi. Di antara delapan faktor risiko yang diteliti, hanya pengetahuan suami tentang preeklamsia yang menunjukkan hubungan signifikan dengan insidennya (p=0,014), sedangkan faktor-faktor lain seperti riwayat diabetes, paparan merokok, primipaternitas, dan latar belakang genetik paternal tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menggarisbawahi perlunya peningkatan edukasi kesehatan paternal sebagai strategi pencegahan preeklamsia. Kata Kunci: Preeklampsia, Faktor Risiko Paternal, Edukasi Kesehatan, Pengetahuan Suami.