Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kuliah Kerja Nyata : Pendampingan Pendidikan Kepada Masyarakat Desa Gagutur Puspitasari, Sry Rita; Cahya, Muhammad Nur; Marbun, Ronauli; Simanjuntak, Erika Yohana; Rahmadaniya, Cena; Sipahutar, Daniel; Safitri, Dwi Rahmah; Yandri, Yandri; Sitorus, Nicholas Abigael; Aprinanda, Alganiyu Tegar; Rarabella, Imelda Rizki; Widyaningsih, Susilowati; Yandi, Yandi; Mapau, Gita Surya; Situmorang, Icca
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1258

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) membuat para dosen dan mahasiswa bertanggung jawab untuk melaksanakan komponen pengabdian Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa dan masyarakat di Desa Gagutur bekerja sama dalam semangat demokrasi pengetahuan melalui proyek-proyek pembelajaran pelayanan. Dengan meningkatkan pemahaman masyarakat lokal akan pentingnya pendidikan, program pendidikan pemerintah untuk generasi muda di negara ini diharapkan mendapatkan manfaat dari layanan ini. Kegiatan yang digunakan untuk melaksanakan pengabdian: KKN Mengajar, Pelatihan Microsoft Word, Penyaluran Buku, dan Pembuatan Pojok Baca di Sekolah. Hasil pengabdian yang diperoleh adalah meningkatkan pemahaman siswa-siswi terkait dengan materi Bahasa Inggris dan Matematika, serta terampil dalam mengoperasikan microsoft word, dan minat baca yang meningkat.
Analysis of Disparity in Judges' Decisions in Narcotics Crimes Cases: Case Study of the Decision of the Sungailiat District Court Number 175/PID. SUS/2017/PN SGL JO Supreme Court Decision Number 629 PK/PID. SUS/2024 Selvy, Selvy; Yandi, Yandi
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 4 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i4.1512

Abstract

The disparity in judges' decisions regarding narcotics cases in Indonesia has become a critical issue, affecting legal certainty and public trust in the judicial system. This study examines the decision disparity in the Sungailiat District Court Case No. 175/Pid.Sus/2017/PN Sgl and Supreme Court Case No. 629 PK/Pid.Sus/2024. Using a normative and empirical juridical approach, the study identifies key factors influencing decision differences, including variations in judicial interpretation, application of legal provisions, and consideration of mitigating/aggravating circumstances. By employing Gustav Radbruch's theory of justice and Muladi's integrative criminal theory, the analysis highlights the tension between legal certainty, justice, and societal interests. The findings suggest that disparities arise due to judicial discretion, evidentiary differences, and systemic legal inconsistencies. The research underscores the need for more standardized sentencing guidelines to minimize inconsistencies and enhance fairness in narcotics-related verdicts. The study’s implications contribute to the discourse on judicial transparency, criminal law reform, and the need for a more balanced approach between punishment and rehabilitation in Indonesia’s legal system
An Analysis of Women's Representation in Parliament: A Comparative Study of Indonesia and Other Countries Around the World Makmun, Makmun; Yandi, Yandi
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 6 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i6.2145

Abstract

This study aims to analyze the factors influencing women's representation in parliament and to compare descriptive and substantive representation of women in Indonesia, Finland, and Timor-Leste. The key factors examined include the electoral system, nomination patterns, parliamentary thresholds, and the internal dynamics of political parties. This research employs a comparative study with a qualitative approach through document analysis and observation of women's political practices in the three countries. The findings reveal that countries with proportional electoral systems and the implementation of party quotas, such as Finland, have a higher proportion of women in parliament. Finland excels in descriptive representation due to strong gender equality and high levels of women's political participation. Timor-Leste has also succeeded in enhancing women’s representation through the effective implementation of gender quotas, while Indonesia faces challenges under its open-list system, which is less supportive of female candidates. In terms of substantive representation, women parliamentarians in Finland and Timor-Leste actively engage with civil society through umbrella organizations and women's caucuses. In contrast, the role of the women’s caucus in Indonesia’s House of Representatives (DPR RI) remains limited. This study recommends enhancing women's political participation through the implementation of legislative quotas, improvements in candidate list ranking quotas, and strengthening communication between women parliamentarians and civil society, as well as empowering the role of the women’s caucus in the DPR RI. Comprehensive political education for women is also considered a crucial step in optimizing women's representation in Indonesia's parliament.
Investigation of surface roughness in turning AISI 1020 steel using minimum quantity lubrication (MQL) with recycled cooking oil Rismanto, Muhammad; Sirajuddin, Awal Syahrani; Hair, Jumaddil; Hidayat, Hidayat; Yandi, Yandi; Rozy, Fachrul
Jurnal Polimesin Vol 23, No 5 (2025): October
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v23i5.7699

Abstract

This study investigates the influence of the Minimum Quantity Lubrication (MQL) technique and spindle speed on the surface roughness of AISI 1020 steel during turning operations. recycled cooking oil was utilized as an environmentally friendly MQL lubricant, offering potential as a substitute for conventional mineral oils. In this experiment, two independent variables were considered: the lubrication condition (MQL and dry cutting) and spindle speed, which was tested at three levels (630 rpm, 800 rpm, and 1000 rpm). The dependent variable was surface roughness. MQL was selected due to its ability to enhance cooling and lubrication efficiency while minimizing environmental impacts. Experimental results indicated that at a spindle speed of 1000 rpm, surface roughness achieved 2,221 µm with MQL, compared to 2,824 µm without MQL. These findings highlight that recycled cooking oil-based MQL significantly improves the surface finish and demonstrate that the proper combination of lubrication parameters and spindle speed enhances machining quality. Moreover, this research supports sustainable manufacturing by promoting the use of Recycled Cooking Oil as a green lubricant alternative.
Kelayakan Usahatani Budidaya Padi Ladang di Desa Cibuniasih Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya Yandi, Yandi; Hidayati, Reny; Heryadi, D. Yadi
Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis Vol 7 No 2 (2025): Juli : Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/juspa.v7i2.1643

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanaya produksi padi ladang di Desa Cibuniasih Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya yang merupakan salah satu usaha di bidang pertanian dan berkontribusi pada perekonomian masyarakat di desa tersebut, namun para petani masih menghadapi kendala dalam membedakan Antara konsumsi dan potensi keuntungan. Pendapatan petani padi ladang di Desa Cibuniasih sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga jual gabah yang tidak stabil, serta keterbatasan akses terhadap pasar yang menguntungkan. Hal ini menyebabkan sebagian besar petani menjual hasil panen mereka dalam keadaan darurat tanpa mempertimbangkan harga pasar, yang berdampak pada rendahnya pendapatan bersih yang diperoleh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui biaya usahatani padi ladang di Desa Cibuniasih, mengetahui pendapatan usaha padi ladang, serta mengetahui kelayakan usahatani padi ladang di Desa Cibuniasih. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei (observasi, wawancara, kuisioner) dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini diantaranya biaya variabel, biaya tetap, biaya total, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa identifikasi masalah sebagai kelayakan usahatani budidaya padi ladang di Desa Cibuniasih tidak layak untuk di usahakan, berdasarkan kreteria analisis R/C ratio penerimaan dari usahatani budidaya padi ladang di daerah penelitian adalah sebanyak Rp. 2.100.280 dalam satu kali produksi, dan biaya produksi sebesar Rp 3.180,445 sehingga diperoleh pendapatan usaha sebesar Rp. – 1.080,165 dalam satu kali produksi, sehingga diperoleh R/C ratio sebesar 0,67
PENGUATAN SENTRAGAKKUMDU SEBAGAI INSTRUMEN INSTITUSIONAL PENEGAKAN HUKUM PEMILU Yandi, Yandi
Lex Librum : Jurnal Ilmu Hukum 2021: Volume 7 Nomor 2 Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46839/lljih.v7i2.461

Abstract

ABSTRAK Lahirnya amandemen UUD 1945 membawa konsekuensi bagi sistem ketatanegaraan dan demokrasi di Indonesia. salah satu perubahan tersebut adalah dengan adanya pemilihan umum secara langsung (direct democracy) baik Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Anggota DPR,DPD dan DPRD serta berimbas pada pola pemilihan di tingkat daerah. Dibutuhkan lembaga yang memiliki kredibilitas dan integritas untuk mengawal pemilihan agar pemilihan yang dilakuan menjadi jawaban bersama atas suksesi kepemimpinan yang terjadi dan tidak mengandung polemik. Salah satu peran penting dalam pelaksanaan Pemilu dan Pilkada adalah Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) dibentuk dengan fungsi sebagai organ pemeriksa sekaligus penuntut dalam kasus dugaan pidana Pemilu yang terdiri dari unsur Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan. Namun, keberadaan unit organisasi ini dapat disebut tidak maksimal, karena berbagai kelemahan dan kekurangan yang dimilikinya. Dasar hukum dari Sentra Gakkumdu yang tertuang dalam Undang-Undang baik Pemilu maupun Pilkada masih tidak cukup kuat untuk mengikat integrasi dari ketiga lembaga yang tergabung didalamnya.Posisi sentral Sentra Gakkumdu yang menangai perkara dugaan pidana Pemilu adalah fungsi atribusi yang dilekatkan dalam Undang-Undang dan tidak dapat digantikan fungsinya oleh kelembaga lain. Penguatan kapasitas dan juga penempatan personil yang cakap dalam proses penanganan pidana Pemilu diharapkan sebagai endorser dalam memicu kinerja tim Sentra Gakkumdu yang lebih profesional. Penulisan penelitian ini menggunakan metode yuridisnormatif dengan didukung yuridis empiris.