Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Konteks Sosial dan Konteks Sejarah dalam Novel Senja di Jakarta Karya Mochtar Lubis: Tinjauan Sosiologi Sastra Georg Lukacs Mayriskha, Diva; Astuty; Dewi, Liana Sinta
Kajian Bahasa dan Sastra (KABASTRA) Vol. 3 No. 1 (2023): Kajian Bahasa dan Sastra (KABASTRA)
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar And HISKI Kedu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kabastra.v3i1.934

Abstract

This research is motivated by the phenomena of the social context and historical context that appear in sentences in the novel Senja di Jakarta and contain historical events that have been experienced by Indonesia. The purpose of this study is to obtain a description of the social context and historical context contained in the novel Senja di Jakarta by Mochtar Lubis. This study uses a qualitative descriptive analysis with social context and historical context research subjects. The data used are in the form of words, phrases, sentences, and discourse while the research source used is the novel Senja di Jakarta by Mochtar Lubis. The results of this study found three forms of social context, namely socio-political aspects, economic aspects, and socio-cultural aspects. There are five categories of socio-political aspects, six categories of economic aspects, and four categories of socio-cultural aspects. The historical context contains five categories which include KNIL troops, the Japanese occupation, the handover of power by the Dutch to RIS and NICA, the debate over the Irian Jaya region at the United Nations, and the betrayal of Indonesians who supported NICA.
Citra Tokoh Amara dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya Andina Dwifatma: Kajian Feminisme Endang Choirul Ani; Astuty; Muhammad Daniel Fahmi Rizal
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): REPETISI VOLUME 7 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v7i1.4460

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi isu citra perempuan yang menjadi objek perhatian serta menjadi daya tarik untuk dibahas terutama dalam kehidupan rumah tangga yang belum diberi keturunan. Novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma membahas isu citra perempuan tokoh utama yang dapat dijadikan pembelajaran. Novel Lebih Senyap dari Bisikan dianalisis dari citra tokoh utama Amara melalui aspek fisik,psikis, dan sosial. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek fisik, psikis, dan sosial tokoh Amara dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma.Penelitian ini menggunakan teori kajian feminisme melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode simak dan catat. Sumber data pada penelitian ini berupa kalimat dan dialog yang berisi aspek fisik, aspek psikis, dan sosial tokoh Amara dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan. Hasil penelitian yang paling dominan dalam penelitian ini adalah aspek psikis berjumlah 17 data. Gambaran fisik dan psikis Amara menunjukkan pertumbuhan dan perubahan tubuh yang kompleks. Aspek psikis digambarkan sebagai perempuan lemah lembut, rentan secara mental, pantang menyerah, pemikiran-pemikiran untuk berkembang, dan peka dalam merasakan situasi, serta gangguan kondisi mental. Aspek sosial masyarakat mencakup hubungan antarpribadi dan hubungan pribadi dengan masyarakat. Kata kunci: citra perempuan, kajian feminism, tokoh Amara.
Kecemasan dan Mekanisme Pertahanan Tokoh Lengkara dalam Novel 00.00 Karya Ameylia Falensia Rini Dwi Kusumawardani; Astuty; Liana Shinta Dewi
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): REPETISI VOLUME 7 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v7i1.4463

Abstract

Penelitian “Kecemasan dan Mekanisme Pertahanan Tokoh Lengkara dalam Novel 00.00 Karya Ameylia Falensia” dilatarbelakangi oleh isu kecemasan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Dalam novel 00.00 membahas mengenai isu kecemasan melalui tokoh utama yang dapat dijadikan pembelajaran. Novel 00.00 dianalisis dari kecemasan tokoh utama, konflik batin tokoh utama dan pertahanan diri. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk kecemasan tokoh utama dalam novel 00.00 karya Ameylia Falensia. (2) mendeskripsikan bentuk mekanisme pertahanan tokoh Lengkara dalam novel 00.00 karya Ameylia Falensia. Penelitian ini menggunakan teori psikologi sastra Sigmund Freud dengan meneliti kecemasan dan mekanisme pertahanan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode simak dan teknik catat. Data pada penelitian ini berupa kalimat dan dialog yang berisi kecemasan dan mekanisme pertahanan dari tokoh Lengkara dalam novel 00.00. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya dua jenis kecemasan yaitu kecemasan objektif dan kecemasan neurotik, serta dua mekanisme pertahanan. Terdapat 12 kecemasan objektif yang dialami tokoh utama dan 2 kecemasan neurotik. Mekanisme pertahanan yang dilakukan tokoh utama meliputi regresi (1) dan apatis (2). Kata kunci: kecemasan, mekanisme pertahanan, tokoh Lengkara
Kepribadian Tokoh Utama Audrey dalam Novel Terobsesi Bungkus, Lupa Akan Isi Dara Puspita Nur Putri; Astuty; Winasti Rahma Diani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): REPETISI VOLUME 7 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v7i1.4465

Abstract

Karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai medium untuk menyampaikan pesan tertentu, tetapi juga sebagai kritik terhadap keadaan sosial yang ada, dengan tujuan menggugah kesadaran pembaca. Novel ini dipilih karena menggambarkan dengan jelas dampak perundungan terhadap perkembangan psikis tokoh utamanya, Audrey, yang memiliki kepribadian unik dan kecerdasan luar biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kepribadian tokoh Audrey berdasarkan tipologi Hypocrates-Galenus dan pengaruhnya terhadap cara Audrey menghadapi konflik perundungan di sekolahnya. Peneliti menggunakan teori psikologi kepribadian, khususnya tipologi Hypocrates-Galenus, untuk mengkaji kepribadian tokoh utama dalam novel " Terobsesi Bungkus, Lupa Akan Isi" karya Audrey Yu Jia Hui. Metode yang digunakan yaitu metode baca dengan teknik catat, dengan teknik pilah unsur penentu atau PUP. Hasil analisis kepribadian tokoh Audrey yaitu memiliki empat tipe kepribadian dalam dirinya. Hal ini dibuktikan ditemukannya data sebanyak 38 data kepribadian tokoh Audrey, meliputi 8 data tergolong tipe sanguinis, 23 data tergolong tipe melankolis, 6 data tergolong tipe koleris, dan 1 data tergolong tipe flegmatis. Berdasarkan hal tersebut, tipe melankolis yang menjadi dominan sehingga dapat disimpulkan bahwa tokoh Audrey memiliki kepribadian tipe karakter melankolis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam kajian sastra dan psikologi, serta meningkatkan kesadaran akan bahaya perundungan di masyarakat. Kata kunci: Hypocrates-Galenus, kepribadian, novel, psikologi sastra.
Variasi Bahasa pada Lanskap di Sekitar Candi Mendut Prasasti Lishernanda Putri; Astuty; Herpindo
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): REPETISI VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v7i2.4471

Abstract

Penelitian variasi bahasa pada lanskap linguistik di Candi Mendut dan sekitarnya dilatarbelakangi fenomena bahasa tulis yang terdapat di Candi Mendut dan sekitarnya. Adanya variasi bahasa tidak menghilangkan fungsi dari lanskap linguistik. Lanskap linguistik memberikan informasi kepada wisatawan yang berkunjung ke Candi Mendut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan bentuk variasi bahasa kajian lanskap linguistik di sekitar Candi Mendut, dan (2) menemukan fungsi lanskap linguistik di sekitar Candi Mendut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan wacana. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Adapun analisis data menggunakan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL). Hasil penelitian ditemukan variasi bahasa pada lanskap linguistik di Candi Mendut dan sekitarnya berupa monolingualisme, bilingualisme, dan multilingualisme. Adapun fungsi lanskap linguistik yang ditemukan berupa fungsi informasi dan fungsi simbolis. Berdasarkan hasil penelitian, variasi bahasa pada lanskap linguistik yang paling banyak digunakan di Candi Mendut dan sekitarnya ialah bentuk variasi bilingualisme bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Fungsi lanskap linguistik yang ditemukan berupa fungsi informasi yang meliputi larangan, imbauan, petunjuk arah, dan nama tempat. Fungsi simbolis meliputi relasi kebudayaan, relasi politik, dan relasi ekonomi. Kata kunci: Candi Mendut, fungsi lanskap linguistik, variasi bahasa.
Psikologi Tokoh Utama dalam Naskah Drama Sontoloyo Karya Indraswara Darmaputra Elma Marsitawanti; Astuty; Winasti Rahma Diani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): REPETISI VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v7i2.4473

Abstract

Penelitian psikologi tokoh utama dalam naskah drama Sontoloyo karya IndraswaraDarmaputra dilatarbelakangi oleh tokoh utama yang bernama Semadhi yang berubahkepribadiannya karena masalah yang tiba-tiba menimpanya. Tujuan penelitian ini untukmemperoleh deskripsi psikologi tokoh utama dalam naskah drama Sontoloyo karya IndraswaraDarmaputra. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan datayang digunakan yaitu teknik baca, menandai, dan catat. Teknik analisis data menggunakan teknikanlisis isi. Pendekatan yang digunakan berupa psikologi sastra dengan teori psikologi individualAlfred Adler, yaitu (1) finalisme semu, (2) superioritas, (3) inferioritas, (4) dorongankemasyarakatan, (5) gaya hidup, dan (6) diri yang kreatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaaspek yang paling menonjol yaitu inferioritas, superioritas, dan diri yang kreatif. Melaluiinferioritas, superioritas, dan diri yang kreatif tersebut Semadhi dapat mencapai finalisme semuberupa ditampakkannya kebenaran untuk mencapai kebebasan menjadi terwujud. Dorongankemasyarakatan dan gaya hidup juga turut berpengaruh pada kepribadiannya saat berjuangmencapai tujuan. Hasil penelitian dapat diimplikasikan untuk pembelajaran Bahasa Indonesiamateri drama di Sekolah Menengah Atas (SMA) fase F (umumnya setara dengan kelas XI dan XIISMA) berdasarkan kurikulum merdeka. Kata kunci: psikologi individual Alfred Adler, psikologi tokoh utama, naskah drama Sontoloyo.
Jenis Tindak Tutur Direktif dalam Novel Rapijali Karya Dee Lestari Pratiwi Endah Permadani; Astuty; Ayu Wulandari
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): REPETISI VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v7i2.4479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan jenis tindak tutur direktif yang terdapat pada novel Rapijali karya Dee Lestari. Jenis riset ini yaitu penelitian kualitatif dengan subjek tindak tutur direktif yang terkandung dalam novel Rapijali. Data dalam penelitian ini berupa kata, frase, kalimat, wacana maupun tuturan atau dialog yang mengandung tindak tutur direktif. Sumber data adalah novel Rapijali yang memuat 352 halaman, diterbitkan oleh Bentang Pustaka, cetakan pertama tahun 2021, penulisnya Dee Lestari. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik baca dan catat. Metode yang diterapkan pada penelitian ini berupa metode analisis isi. Tahapan yang digunakan dalam mengalisis data yaitu tahap induksi komparasi, tahap kategorisasi, tahap tabulasi, dan tahap pembuatan inferensi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis tindak tutur direktif, yaitu tindak tutur direktif perintah, tindak tutur direktif ajakan, tindak tutur direktif kritikan, tindak tutur direktif nasihat, tindak tutur direktif permintaan, dan tindak tutur direktif larangan. Didapatkan 30 data yang diperoleh pada novel Rapijali karya Dee Lestari dikelompokkan ke dalam lima tindak tutur direktif perintah, lima tindak tutur direktif ajakan, lima tindak tutur direktif kritikan, lima tindak tutur direktif nasihat, lima tindak tutur direktif permintaan dan lima tindak tutur direktif larangan. Kata kunci: bahan ajar, novel, tindak tutur direktif.
Gaya Bahasa Simile dalam Novel Tujuh Kelana Karya Nellaneva Dina Prayitiningrum; Astuty; Winasti Rahma Diani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): REPETISI VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v7i2.4480

Abstract

Penelitian yang berjudul “Gaya Bahasa Simile dalam Novel Tujuh Kelana Karya Nellaneva” dilatarbelakangi oleh adanya fenomena penggunaan gaya bahasa simile dalam novel bergenre fantasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) bagaimana gaya bahasa simile yang terdapat dalam novel Tujuh Kelana karya Nellaneva, dan (2) bagaimana makna gaya bahasa simile dalam novel Tujuh Kelana karya Nellaneva. Data penelitan ini berupa kalimat yang mengandung gaya bahasa simile pada novel Tujuh Kelana. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak dan teknik catat. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) dan metode padan dengan teknik pilah unsur penentu (PUP). Pada hasil penelitian ini, ditemukan 36 data yang mengandung gaya bahasa simile dengan delapan penanda, yaitu penanda seperti, menyerupai, seumpama, layaknya, bagaikan, bagai, mirip, dan ibarat. Data tersebut dianalisis komponen makna menjadi dua, yaitu komponen makna penyama dan komponen makna pembeda. Bagi pembaca dan peneliti selanjutnya, masih terdapat aspek lain yang dapat dikaji menggunakan teori dari sudut pandang yang berbeda. Kata kunci: gaya bahasa simile, makna, novel Tujuh Kelana.
TELAAH WACANA DI AWAL KEPEMIMPINAN PRABOWO DALAM TAJUK RENCANA KEDAULATAN RAKYAT EDISI NOVEMBER Afifah Qodri Rinjani; Astuty; Mulyani, Mimi
JURNAL SKRIPTA Vol 11 No 1 (2025): SKRIPTA MEI 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v11i1.7464

Abstract

This research aims to explore how Kedaulatan Rakyat framed political issues at the beginning of Prabowo Subianto's leadership, including how the discourse construction influenced public perception. This research will also reveal the power relations hidden behind the text, as well as its impact on the socio-political dynamics in Indonesia. In addition, through this study, it is expected to identify the dominant discourse, ideological bias, and discursive strategies used by Kedaulatan Rakyat.The method used in this research is a descriptive qualitative research method using a critical discourse analysis perspective. The perspective used in this research is critical discourse analysis with the Norman Fairclough model. The data in this study are the issues raised by Kedaulatan Rakyat newspaper in the Opinion section of the Tajuk Rencana column on November 11, 13 and 15, 2024. The use of conjunctions and modality can create convincing and logical arguments. The study of conjunction complexity functions to connect ideas coherently and emphasize the logical relationship between clauses. In addition, an examination of the modality aspect can help convey the editor's attitude towards the issues raised, as well as strengthen the rhetoric, and provide a background for the argument. Through the examination of the use of conjunctions and modality, there are certain objectives. The objectives in production and consumption include (a) criticizing policies and behaviors with analytical schemes but still constructive, (b) increasing public moral awareness by emphasizing efforts through optimizing shared responsibility, (c) proposing realistic but hopeful solutions, such as revamping electricity subsidy data, developing human resources for downstream, or social media literacy.Keywords: Discourse Analyze; Editorial; Kedaulatan Rakyat
Analisis Konflik Tokoh Utama dalam Novel Jalan Menikung Karya Umar Kayam dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Teks Fiksi pada SMP Kelas VII Rahmawati Nursandi; Astuty; Irsyadi Shalima
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 01 (2025): REPETISI VOLUME 8 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v8i01.4501

Abstract

Penelitian ini berjudul "Analisis Konflik Karakter Utama dalam Novel Jalan Menikung Karya Umar Kayam dan Penerapannya pada Pengajaran Teks Fiksi di Kelas VII SMP". Studi ini bertujuan untuk menganalisis konflik yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Jalan Menikung dan menerapkan temuan tersebut sebagai materi ajar untuk pembelajaran teks fiksi di tingkat SMP. Tipe penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif melalui metode studi dokumenter untuk mengumpulkan informasi dari novel. Penelitian ini membahas bagaimana cara menerapkan hasil analisis sebagai materi ajar berupa handout bagi siswa SMP untuk membantu mereka memahami konflik karakter dalam karya sastra. Berdasarkan analisis data, disimpulkan bahwa novel Jalan Menikung karya Umar Kayam dapat dijadikan sebagai sumber materi untuk kelas VII pada KD 3.15 dalam menemukan unsur-unsur dari buku fiksi dan nonfiksi yang dibaca. 3.16 menganalisis keterkaitan unsur-unsur dalam novel fiksi. Saran untuk penelitian ini diharapkan bisa meningkatkan keterampilan siswa dalam menganalisis karakter serta konflik dalam novel fiksi. Di samping itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya konflik budaya bagi pembaca serta peneliti di masa yang akan datang. Kata Kunci: Novel Jalan Menikung, konflik tokoh utama, kelas VII SMP.