Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan Status Gizi dan Aspek Ergonomi dengan Kejadian Low Back Pain pada Pekerja di PT. Varia Usaha Beton Amrin, Nadia Muthia Hanifah; Muh Khidri Alwi; Sitti Patimah
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.176

Abstract

WHO mengatakan bahwa 50-80% pekerja di seluruh dunia pernah mengalami low back pain. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui hubungan status gizi, sikap kerja badan, sikap kerja leher, sikap kerja kaki, sikap kerja lengan atas, sikap kerja lengan bawah dan sikap kerja pergelangan tangan dengan kejadian low back pain. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional study, dengan sampel sebanyak 48 pekerja secara sampling jenuh dari pekerja buruh angkut PT.Varia Usaha Beton. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juni-13Juli 2020. Hasil penelitian diperoleh tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian low back pain p = 1,000, tidak ada hubungan antara sikap kerja badan dengan kejadian low back pain p = 0,065, tidak ada hubungan antara sikap kerja leher dengan kejadian low back pain p= 0,153. Ada hubungan antara sikap kerja kaki dengan kejadian low back pain p= 0,004. Ada hubungan antara sikap kerja lengan atas dengan kejadian low back pain p = 0,004. Tidak ada hubungan antara sikap kerja lengan bawah dengan kejadian low back pain p=0,089, tidak ada hubungan antara sikap kerja pergelangan tangan dengan kejadian low back pain p=0,089. Bagi pekerja kiranya dapat melakukan istirahat beberapa menit saat merasakan kelelahan ketika bekerja. Melakukan pemanasan ringan seperti peregangan tangan, pinggang, leher, kaki dan bahu sebelum memulai pekerjaan. Dalam mengangkat paving diharapkan memperbaiki sikap kerja dengan mengubah posisi kerja secara bergantian. Diharapkan kepada pimpinan perusahaan memberikan ruang pekerja melakukan relaksasi melalui kegiatan positif dan adanya sosialisasi diberikan untuk mengurangi kejadian low back pain.
Hubungan Status Gizi dan Aspek Ergonomi dengan Kejadian Low Back Pain pada Pekerja di PT. Varia Usaha Beton Nadia Muthia Hanifah Amrin; Muhammad Khidri Alwi; Sitti Patimah
Window of Public Health Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i2.147

Abstract

WHO mengatakan bahwa 50-80% pekerja di seluruh dunia pernah mengalami low back pain. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui hubungan status gizi, sikap kerja badan, sikap kerja leher, sikap kerja kaki, sikap kerja lengan atas, sikap kerja lengan bawah dan sikap kerja pergelangan tangan dengan kejadian low back pain. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional study, dengan sampel sebanyak 48 pekerja secara sampling jenuh dari pekerja buruh angkut PT.Varia Usaha Beton. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juni-13Juli 2020. Hasil penelitian diperoleh tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian low back pain p = 1,000, tidak ada hubungan antara sikap kerja badan dengan kejadian low back pain p = 0,065, tidak ada hubungan antara sikap kerja leher dengan kejadian low back pain p= 0,153. Ada hubungan antara sikap kerja kaki dengan kejadian low back pain p= 0,004. Ada hubungan antara sikap kerja lengan atas dengan kejadian low back pain p = 0,004. Tidak ada hubungan antara sikap kerja lengan bawah dengan kejadian low back pain p=0,089, tidak ada hubungan antara sikap kerja pergelangan tangan dengan kejadian low back pain p=0,089. Bagi pekerja kiranya dapat melakukan istirahat beberapa menit saat merasakan kelelahan ketika bekerja. Melakukan pemanasan ringan seperti peregangan tangan, pinggang, leher, kaki dan bahu sebelum memulai pekerjaan. Dalam mengangkat paving diharapkan memperbaiki sikap kerja dengan mengubah posisi kerja secara bergantian. Diharapkan kepada pimpinan perusahaan memberikan ruang pekerja melakukan relaksasi melalui kegiatan positif dan adanya sosialisasi diberikan untuk mengurangi kejadian low back pain.
PELATIHAN KETERAMPILAN MANAJEMEN USAHA KECIL DALAM RANGKA PENINGKATAN KEMANDIRIAN SDM DAN PROMOSI KESEHATAN KERJA BAGI KELUARGA PASIEN DAN IBU RUMAH TANGGA DI RS PKU MUHAMMADIYAH MAMAJANG KOTA MAKASSAR Hidayat, AR; Putri, Andi Nadya Eka; Susiati, Asih Luklu; Amrin, Nadia Muthia Hanifah
Jurnal Abdi Negeriku Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v4i1.76122

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan manajemen usaha kecil yang terintegrasi dengan promosi kesehatan kerja. Kegiatan dilaksanakan di RS PKU Muhammadiyah Mamajang, Makassar, dan menyasar keluarga pasien serta ibu rumah tangga sebagai kelompok rentan yang memiliki potensi ekonomi namun terbatas dalam kapasitas manajerial dan pemahaman kesehatan kerja. Metode pelatihan berupa ceramah interaktif, diskusi, dan simulasi praktis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 14% berdasarkan analisis pre-test dan post-test. Pelatihan ini terbukti efektif dalam memperkuat kemampuan manajerial, mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga, serta meningkatkan kesadaran terhadap prinsip ergonomi dan keselamatan kerja. Implikasi program ini tidak hanya pada aspek peningkatan pendapatan keluarga, tetapi juga pada penciptaan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Kegiatan ini menjadi model pemberdayaan holistik yang relevan diterapkan secara berkelanjutan di komunitas lain dengan tantangan serupa.  Kata kunci: ibu rumah tangga, keluarga pasien, kemandirian SDM, manajemen usaha kecil, promosi kesehatan kerja  
The Relationship between Education Level and Age with Compliance in Reporting Needlestick Injuries Among Healthcare Workers at Hospital X Putri, Amilah Eka; Nadia Muthia Hanifah Amrin; Ummu Kamilah; Rendhar Putri Hilintang; A Ferina Herbourina Bonita
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal EduHealt, Edition July - September , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Needlestick injuries are one of the most common occupational accidents among healthcare workers and carry the risk of transmitting bloodborne diseases such as HIV, HBV, and HCV. The reporting rate of these incidents remains low, influenced by various factors including individual characteristics such as education level and age. To determine the relationship between education level and age with compliance in reporting needlestick injury incidents among healthcare workers at Hospital X. This study used an observational analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 70 healthcare workers who had experienced or were at risk of experiencing needlestick injuries, selected based on inclusion criteria. Data were collected using a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability, then analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test with a significance level of p < 0.05. The majority of respondents held a bachelor's degree (57.1%) and were aged 20–29 years (61.4%). The highest reporting compliance was found in the bachelor's degree group (90%) and the 20–29 age group (81.4%). Chi-Square test results showed a significant relationship between education level and reporting compliance (p = 0.042) and between age and reporting compliance (p = 0.031). The main reason for not reporting was the perception of low infection risk (55.7%). Education level and age are significantly related to compliance in reporting needlestick injuries. Interventions to improve compliance should focus on continuous education, ease of reporting procedures, and strengthening the culture of occupational safety.
PENGARUH MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN SIKAP TENTANG KELELAHAN KERJA PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT Halulanga, Muhammad Evendi; Putri, Andi Nadya Eka; Amrin, Nadia Muthia Hanifah
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 2 (2026): Vol. 5 No. 2 Februari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i2.3796

Abstract

Abstract: Fatigue at work is thought to be one of the causes of workplace accidents, so more focused attention is needed on the workforce to overcome this by encouraging adequate sleep, exercise, and a balanced diet. This research used a quantitative approach, employing a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test design. The study involved 22 participants who were loading and unloading workers. Research data was obtained through direct observation using questionnaires, then processed using SPSS and presented in the form of tables along with explanations.The results of the study show that educationusing leaflets as a method for OSH education obtained significant results in increasing knowledge (p=0.002) and attitudes (p=0.003) in controlling work fatigue in loading and unloading work.Keywords: Leaflets; knowledge; attitude; work fatigue.
Identifikasi Risiko Ergonomi dan Intervensi Berbasis K3 pada Pekerja Bank: Sebuah Model Praktis untuk Pencegahan Ergonomi di Lingkungan Kerja Perkantoran Andi Nadya Eka Putri; Nadia Muthia Hanifah Amrin; Muhammad Evendi Halulanga
An Idea Health Journal Vol 6 No 02 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i02.632

Abstract

Background: Banking employees are commonly exposed to hidden ergonomic hazards resulting from prolonged sitting, repetitive movements, and extensive computer use. These exposures contribute to musculoskeletal disorders (MSDs) and visual fatigue, posing risks to occupational health and productivity. Methods: A community-based intervention was conducted on 4 October 2025 at Bank in Makassar City, involving 20 participants. An andragogical training model was implemented through lectures, discussions, risk identification sessions, and hands-on demonstrations on workstation adjustment and micro-break techniques. Ergonomic complaints were qualitatively identified, and risk factors were mapped based on established ergonomic frameworks. Participants reported prevalent ergonomic-related symptoms, especially low back pain, neck–shoulder discomfort, and visual fatigue. Identified risk factors included static sitting postures, repetitive hand wrist movements, and suboptimal workstation design. The training improved participants' understanding of ergonomic risk factors and introduced practical OSH-based strategies, including workstation redesign, micro-break application, and posture correction. Result: These results align with global evidence on high MSDs prevalence among office and banking workers. Banking employees are at considerable risk of MSDs and visual strain due to prolonged computer use and poor workstation ergonomics. Conclusion: OSH-based ergonomic interventions, particularly engineering and administrative controls, are essential for reducing exposure and protecting worker health. Strengthened management commitment and ongoing ergonomic training are key to sustaining safe, productive banking environments.
Analisis Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Kader dalam Penerapan Budaya Keselamatan Pasien Pada Layanan Kesehatan Berbasis Komunitas Andi Nadya Eka Putri; Rismanudin Rismanudin; Muhammad Evendi Halulanga; Nadia Muthia Hanifah Amrin; Muhammad Iqbal
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57708

Abstract

Budaya keselamatan pasien menjadi fondasi krusial dalam upaya mengelevasi kualitas layanan medis di lingkup rumah sakit. Kompetensi intelektual atau tingkat pengetahuan tenaga perawat diyakini menjadi faktor penentu yang memengaruhi kedisiplinan mereka dalam mengimplementasikan standar keselamatan tersebut. Tujuan dari riset ini adalah untuk mengidentifikasi korelasi antara pemahaman teoretis perawat dengan tingkat kepatuhan praktisnya dalam menjaga keamanan pasien. Penulisan ini menggunakan metodologi kuantitatif melalui pendekatan belah lintang (cross-sectional). Data dikumpulkan dari perawat di unit rawat inap yang dipilih menggunakan metode sampling total atau sampling aksidental. Pengukuran variabel dilakukan melalui instrumen kuesioner yang mencakup aspek kognitif dan perilaku keselamatan Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan uji Chi-Square atau korelasi Spearman, ditemukan hubungan bermakna secara signifikan antara wawasan perawat dengan perilaku patuh mereka (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa penguasaan materi yang mendalam secara linear berbanding lurus dengan peningkatan kepatuhan dalam menjalankan protokol keselamatan pasien.
PENINGKATAN PERILAKU AMAN MELALUI EDUKASI K3 PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN KAHU KABUPATEN BONE Nadia Muthia Hanifah Amrin; Muhammad Evendi Halulanga; Cicci Chairunisa Mas&#039;um; Muhammad Fathur Rahman MT Hardjo; Andi Nadya Eka Putri
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.84083

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah bidang studi yang digunakan untuk mencegah penyakit dan kecelakaan kerja. Konsep ini secara umum bertujuan untuk membuat tempat yang aman dan sehat bagi setiap orang yang melakukan aktivitas produktif untuk menjamin kesejahteraan fisik, mental, dan sosial. K3 awalnya lebih banyak digunakan di industri manufaktur formal, tetapi prinsip-prinsipnya tetap berlaku untuk semua jenis pekerjaan, termasuk pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat umum di sektor informal dan di lingkungan domestik. Pengabdian ini bertujuan untuk  meningkatkan kapasitas pengetahuan dan mengubah perilaku menggunakan edukasi K3 kepada masyarakat di Kecamatan kahu mengenai perilaku aman ditempat kerja serta mendorong terjadinya transisi perilaku dan tindakan tidak aman menjadi perilaku aman. Pelatihan diikuti oleh 35 peserta dan dilaksanakan dengan metode pelatihan yang dikemas dengan ceramah dan diskusi sehingga mitra lebih leluasa untuk mengungkapkan permasalahan yang dihadapi. Pelatihan dimaksudkan untuk memberikan edukasi K3 kepada masyarakat di Kecamatan Kahu tentang identfikasi bahaya di tempat kerja untuk mencegah kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan perilaku aman melalui edukasi K3 pada Masyarakat Di Kecamatan Kahu Kabupaten Bone dengan hasil yang signifikan (pengetahuan p-value 0,001) berkesimpulan bahwa edukasi K3 yang di lakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan Perilaku aman pada masyarakat di Kecamatan Kahu Kabupaten Bone