Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Edukasi Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga dan Keterampilan Akupressure pada Ibu untuk Manajemen Keluhan Ringan Pada Kelompok Ibu Majelis Taklim Sujati, Ni Ketut; Fadhilah, Laila; Rustiati, Nelly; Mahafira, Nesa Dwi; Prawiti, Ayu Dwi; Rafela, Sindi; Akbar, M Agung
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i3.501

Abstract

Introduction: Family health is a crucial aspect of community life, with mothers playing a key role in managing minor health complaints such as headaches, muscle pain, and digestive issues. Traditional methods like Family Medicinal Plants (TOGA) and acupressure offer effective, low-cost solutions. Objective: This community service program aimed to educate and train mothers in the Majelis Taklim on self-care management using TOGA and acupressure techniques to address minor health complaints. Method: The program employed a participatory approach, conducted in three stages: preparation (March–May 2024), implementation (June–October 2024), and evaluation (November 2024). Activities included TOGA education, acupressure training, safety discussions, holistic lifestyle counseling, and community forums. Quantitative (pre-test/post-test) and qualitative (observation, satisfaction surveys) evaluations were used to measure outcomes. Result: The program significantly improved participants' knowledge and skills, with 70% reporting high effectiveness of TOGA for minor ailments. Daily TOGA usage increased to 45%, and 65% of participants shifted from chemical drugs to natural remedies. Challenges included material availability (40%) and processing techniques (30%). Participant satisfaction reached 85%, and 60% disseminated knowledge to their communities. Conclusion: The program successfully enhanced mothers' capacity in self-health management using TOGA and acupressure. Continued support, such as mentoring groups and community TOGA gardens, is recommended for sustainability.
Penerapan Teknik Pernapasan Buteyko Pada Klien Asma Bronkial Dengan Pola Napas Tidak Efektif Dengan Pendekatan Homecare Sujati, Ni Ketut; Lisdahayati; Ramadhona, Shinta; Akbar, M Agung
Lentera Perawat Vol. 3 No. 1 (2022): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v3i1.163

Abstract

Penderita asma biasanya mengalami sesak napas dan batuk. Serangan asma biasanya terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan suara napas yang berbunyi wheezing dan mengi. Bunyi mengi biasanya terdengar ketika penderita menghembuskan napas nya. Teknik pernapasan Buteyko merupakan salah satu alternatif pencegahan kekambuhan asma. Teknik pernapasan Buteyko dapat membantu mengurangi kesulitan bernapas dengan cara hiperventilasi. Tujuan Penelitian : Menggambarkan latihan pernapasan buteyko dalam asuhan keperawatan klien asma bronkial dengan pola napas tidak efektif. Metode Penelitian : Penelitian ini dengan desain studi kasus. Studi kasus ini dilaksanakan pada bulan bulan februari sampai dengan mei 2021. Subjek 2 orang yang menderita asma bronchial berumur 55 – 65 yang berobat ke puskesmas tanjung agung dan telah di diagnosa oleh dokter mengalami asma bronchial yang menunjukan tanda dan gejala dispnea, penggunaan otot bantu pernapasan, fase ekspirasi memanjang, dan pola napas abnormal. Hasil Penelitian : pada klien I sebelum dilakukan teknik pernapasan buteyko didapatkan hasil dispnea sedang, penggunaan otot bantu meningkat, pemanjangan fase ekspirasi meningkat, frekuensi napas sedang, dan nilai control pause 18 detik. Pada klien II sebelum dilakukan teknik pernapasan buteyko didapatkan hasil dispnea sedang, penggunaan otot bantu napas sedang, pemanjangan fase ekspirasi sedang, ortopnea sedang, frekuensi napas cukup membaik dan nilai control pause 17 detik. Kesimpulan : Teknik pernapasan buteyko berhasil untuk memperbaiki pola napas pada 2 penderita asma yang mengalami gangguan pola napas. Saran : Perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang teknik pernapasan buteyko dengan metoda yang lebih kompleks pada subjek yang lebih banyak
Penerapan Teknik Moist Balance Pada Asuhan Keperawatan Luka Kaki Diabetes Sujati, Ni Ketut; Lisdahayati; Erlika, Yesifa; Akbar, M Agung
Lentera Perawat Vol. 3 No. 1 (2022): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v3i1.164

Abstract

Penderita diabetes mellitus dapat mengalami gangguan pada syaraf (neuropati), memiliki resiko luka pada kaki, hingga mengalami amputasi disebabkan karena luka diabetik. Mengatasi masalah tersebut diperlukan perawatan luka modern dengan moist balance yang lebih efektif dibanding perawatan luka konvensional. Tujuan: melakukan penerapan teknik moist balance pada asuhan keperawatan luka kaki diabetes. Metode : Desain penelitian ini adalah studi kasus pada 2 orang klien dengan luka kaki diabetes. Asuhan keperawatan diberikan berfokus pada penerapan teknik Moist Balance dengan konsep TIME selama 3 kali kunjungan. Data disajikan dalam bentuk transkip dengan urutan proses keperawatan. Hasil : pengkajian menggunakan skor winners memudahkan perawat karena sudah terukur dan aspek yang di ukur telah memenuhi keseluruhan pengkajian luka. Diagnosis yang muncul diagnosis yang sama pada kedua kasus. Intervensi menggunakan prinsip TIME yang sangat efektif dalam merencanakan setiap langkah dalam perawatan luka. Manajemen biofilm ditekankan pada langkah Infection controle. Dalam memilih balutan yang tepat penulis menggunakan prinsip WEI (Wound helling, Epitelisasi, dan infection controle) pada pemilihan balutan walaupun dengan memperhatikan kondisi klien membeli dressing balutan yang dipilih. Penilaian efektivitas perawatan luka didapatkan kondisi luka sebelum dilakukan perawatan luka Moist Balance dan setelah dilakukan perawatan luka Moist Balance, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perawatan luka dengan metode Moist Balance pada klien luka kaki diabetes. Saran : Perawatan luka Moist Balance dijadikan standar perawatan luka khususnya luka kaki diabetes untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan  luka diabetes.
Manajemen Symptom oleh CareGiver dalam Home Care Meningkatkan Kemandirian Aktivitas Harian Klien Cuple Dengan kelumpuhan Sujati, Ni Ketut; Dea Wahyuni, Elisa; Supangat; Akbar, M Agung
Lentera Perawat Vol. 4 No. 1 (2023): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i1.180

Abstract

Tirah baring stroke biasanya berlangsung sangat lama, dan klien dirawat di rumah. Komplikasi yang dapat terjadi bisa berupa jatuh, kontraktur, nyeri, depresi dan luka dekubitus. keluhan tersebut hilang timbul dan  mengganggu kualitas hidup klien. Manajemen Symptom sangat penting diajarkan pada klien stroke. Tujuan : menggambarkan manajemen symptom klien couple stroke di area home care. Metode : Studi kasus dilaksanakan bulan April sampai dengan Mei 2022 dengan subjek sepasang suami-istri  menderita stroke berumur 50-65. Istri klien yang mengalami stroke diajarkan terapi massage, terapi dzikir, dan RoM.untuk kemudian melakukan sendiri sekaligus melatih suaminya. Hasil : pada klien couple diperoleh masalah sama sama mengalami nyeri akut, gangguan pola tidur, dan gangguan mobilitas fisik. Setelah dilakukan terapi massage, terapi dzikir, dan RoM pada kedua klien mengalami keluhan nyeri menurun, keluhan sering terjaga menurun, dan pergerakan ekstermitas meningkat. Kesimpulan :Manajemen symptom nyeri, gangguan tidur, dan mobilitas dengan intervensi  terapi massage, terapi dzikir dan RoM berhasil untuk memperbaiki Aktifitas Kebutuhan sehari hari seperti keluhan nyeri, keluhan tidur dan gangguan mobilitas fisik pada 2 penderita stroke yang mengalami nyeri, gangguan pola tidur, dan gangguan  mobilitas fisik. Saran: Kehadiran perawat memberikan home care service sangat diperlukan pada klien yang dirawat di rumah, terutama klien couple.
Analysis of Factors Affecting the Incidence of Dermatitis Suryanda, Suryanda; Nelly Rustiati; Ni Ketut Sujati
Lentera Perawat Vol. 6 No. 1 (2025): January - March
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i1.404

Abstract

Dermatitis is inflammation of the skin (epidermis and dermis) as a response to the influence of exogenous or endogenous factors, causing clinical abnormalities in the form of polymorphic efflorescence (erythema, edema, papules, vesicles, scale, lichenification) and complaints of itching. This research is to analyze the factors that influence the incidence of dermatitis in residents of Lubuk Batang village, Ogan Komering Ulu Regency. The sample size of this study was 68 people, it was a cross-sectional study. The research variables were history of allergies, type of food, occupation, use of contact materials with the incidence of dermatitis. There is a significant relationship between history of allergies and the incidence of dermatitis p-value=0.001, there is a significant relationship between type of food and the incidence of dermatitis p. value = 0.001, there is a significant relationship between the use of chemical products and the incidence of dermatitis p. value = 0.003. Meanwhile, there was no significant relationship between type of work and the incidence of dermatitis because p. value = 0.762. The majority of Lubuk Batang village residents who experience dermatitis are due to a history of allergies to certain foods or chemicals or contact materials. Meanwhile, the work of the majority of village residents as rubber tappers also carries a high risk of developing dermatitis
Intervensi Akupresur untuk Neuropati Perifer pada Diabetes Melitus dengan Sindrom Lembab Limpa: Studi Kasis dan Literatur Review Sujati, Ni Ketut; Akbar, M Agung; Anggraeni, Hesti; Fadhillah, Laila
Faletehan Health Journal Vol 11 No 03 (2024): Faletehan Health Journal, November 2024
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v11i03.716

Abstract

Spleen dampness syndrome (Pi Xu Re Yang) characterized by impaired circulation and fluid metabolism exacerbates complications of peripheral neuropathy, peripheral artery disease, and infection in diabetic patients that can lead to limb amputation. The development of diabetic foot ulcers and further nerve damage can be prevented with circulatory treatment and acupressure therapy that can maintain blood circulation to the extremities. The purpose of this case study is to describe the application of acupressure and circulatory care combination to diabetic patients with spleen dampness syndrome. This case study was conducted over three visits in three weeks, using the method of applying foot care, foot exercises, foot spa and footwear selection combined with acupressure techniques on certain meridians to 2 diabetic patients. The results achieved were in the form of decreased complaints of tingling, numbness, and pale skin tone, increased peripheral pulse strength, and improved filling of capillaries and skin turgor. This shows that acupressure-circulation treatment combination was able to reduce neuropathy score from low-risk category to very low-risk category. The case study showed that the application of acupressure-circulation combination was successful in improving peripheral perfusion. Future research was recommended to measure circulation using the Ankle-Brachial Index (ABI) and doppler methods to get an accurate evaluation.
Pemberdayaan Kader dalam Pemantauan Tumbuh Kembang Anak melalui Buku Kia di Kelurahan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Jeniawaty, Sherly; Utami, Sri; Rekawati, Rekawati; Sukesi, Sukesi; Sujati, Ni Ketut
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16185

Abstract

ABSTRAK Salah satu daerah yang masih perlu untuk diberikan pemahaman pentingnya pemantauan tumbuh kembang adalah keluarahan Wonoayu yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Jumlah bayi balita dan anak pra sekolah ada 261. Dari jumlah tersebut ada 1,5 %  yang mengalami BGM dan 6% mengalami stunting. Untuk pemantauan tumbuh kembang, 92% rutin melakukan di posyandu. Pemantauan tumbuh kembang yang dimaksudkan lebih pada penimbangan BB, sedangkan untuk perkembangannnya belum secara khusus dilaksanakan. Hal ini dapat diketahui dari buku KIA. Bagian cek list pemantauan perkembangaan dalam buku KIA seringkali masih kosong. Jika orang tua telah melakukan deteksi, seharusnya ada tanda centang (Ѵ) pada cek list yang dimaksud. Peran kader sangat diperlukan untuk menumbuhkan kemauan dan motivasi ibu dalam pemantauan tumbuh kembang anaknya dengan menggunakan buku KIA.  Pada umumnya kader kesehatan sudah dilatih dalam menjalankan tugasnya seperti cara menimbang berat badan yang benar, mengisi KMS, mengisi buku KIA, sedangkan untuk memantau perkembangan belum dilakukan karena lebih banyak disibukan untuk melakukan pencatatan yang harus dilaporkan ke puskesmas.  Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan bagi kader tentang pemantauan tumbuh kembang anak dengan menggunakan buku KIA. Jika kader sudah paham bagaimana mudahnya cara memantau perkembangan anak dengan menggunakan buku KIA, mereka bisa mengajarkan pada orang tua cara memantau perkembangan, sehingga lebih meringankan tugas kader. Adanya pelatihan kader merupakan upaya menumbuhkan komitmen keluarga untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan sesuai usianya. Pelatihan dalam upaya Pemberdayan kader, dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan system yaitu merujuk konsep Input, Proses dan Output.  Dengan mengikuti kegiatan pelatihan, diharapkan orang tua lebih memahami isi buku KIA dan dapat menentukan tindakan yang harus dilakukan jika ada masalah kesehatan, khususnya tentang tumbuh kembang anaknya. Kata Kunci: Kader, Pemantauan Tumbuh Kembang, Buku KIA,  ABSTRACT One area that still needs to be given an understanding of the importance of monitoring growth and development is the Wonoayu sub-district in Sidoarjo Regency. The number of toddlers and pre-school children is 261. Of that number, 1.5% experience BGM and 6% experience stunting. For growth and development monitoring, 92% routinely do it at the integrated health post. The growth and development monitoring in question is more about weighing, while for development it has not been specifically implemented. This can be seen from the KIA book. The development monitoring checklist section in the KIA book is often still empty. If parents have carried out detection, there should be a check mark (Ѵ) on the checklist in question. The role of cadres is very much needed to foster the willingness and motivation of mothers in monitoring their children's growth and development using the KIA book. In general, health cadres have been trained in carrying out their duties such as how to weigh properly, fill out the KMS, fill out the KIA book, while monitoring development has not been done because they are more busy making records that must be reported to the health center. Therefore, there needs to be training for cadres on monitoring child growth and development using the KIA book. If cadres already understand how easy it is to monitor child development using the KIA book, they can teach parents how to monitor development, thus lightening the cadres' tasks. The existence of cadre training is an effort to foster family commitment to continuously monitor child growth and development according to their age. Training in an effort to empower cadres is carried out using a system approach, namely referring to the concepts of Input, Process and Output. By participating in training activities, it is hoped that parents will better understand the contents of the KIA book and can determine the actions to be taken if there are health problems, especially regarding their child's growth and development. Keywords: Kader, Growth and Development Monitoring, KIA Book
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PASIEN TUBERKOLOSIS DENGAN HIPERSENSITIVITAS OAT MELALUI TERAPI INTEGRATIF: A CASE REPORT Sujati, Ni Ketut; Fadhilah, Laila; Rustiati, Nelly; Lisdahayati, Lisdahayati; Akbar, M Agung
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7374

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis yang masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka kejadian tinggi dan munculnya resistensi terhadap obat anti-tuberkulosis (OAT). Penggunaan OAT jangka panjang sering menimbulkan reaksi hipersensitivitas yang dapat menurunkan kepatuhan terapi dan kualitas hidup pasien. Pendekatan terapi integratif melalui kombinasi akupunktur, herbal, fisioterapi, dan modifikasi diet diharapkan dapat mengurangi efek samping OAT dan mempercepat pemulihan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan terapi integratif terhadap peningkatan kualitas hidup pasien tuberkulosis dengan hipersensitivitas terhadap OAT. Metode: Penelitian ini menggunakan desain laporan kasus (case report) pada satu pasien perempuan berusia 25 tahun dengan diagnosis TB paru aktif dan hipersensitivitas OAT. Intervensi dilakukan selama empat bulan melalui kombinasi akupunktur, terapi herbal (Yue Hua Wan, yin chai Hu, Chaihu Shu Gan, dan Kencur), fisioterapi dada, serta modifikasi diet berbasis “Isi Piringku”. Pemantauan dilakukan terhadap gejala klinis, berat badan, tekanan darah, dan hasil pemeriksaan GeneXpert. Hasil: Setelah empat bulan intervensi, pasien mengalami peningkatan berat badan dari 35 kg menjadi 43 kg, perbaikan nafsu makan, kualitas tidur, serta penurunan gejala gastrointestinal tanpa efek samping tambahan. Hasil GeneXpert menunjukkan MTB not detected, menandakan keberhasilan eradikasi infeksi. Kesimpulan: Terapi integratif efektif dalam mengurangi reaksi hipersensitivitas OAT, meningkatkan status fungsional, dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Pendekatan ini menunjukkan sinergi positif antara pengobatan tradisional dan terapi medis konvensional. Saran: Penelitian lanjutan dengan desain uji klinis terkontrol diperlukan untuk menilai efektivitas jangka panjang dan mengembangkan panduan praktik terapi integratif pada pasien tuberkulosis dengan hipersensitivitas obat.