Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Madaniya

Representasi Peran Guru Dalam Pembentukan Pendidikan Karakter Bagi Siswa Sekolah Dasar di SDN 3 Tonja Denpasar Riza Wulandari; Nyoman Ayu Nila Dewi; I Wayan Gede Lamopia; Ni Nyoman Wulan Antari
Madaniya Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.578 KB)

Abstract

Guru merupakan tenaga pendidik yang berperan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada jenjang pendidikan mulai dari pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah guru memiliki pengaruh bagi siswa siswi yang diajarkan dalam sebuah metode pembelajaran atau dalam hal berperilaku. Falsafah jawa mengatakan bahwa Guru merupakan singakatan dari “Digugu lan Ditiru”, maka dari itu peran guru sangat besar dalam pembentukan pola pikir serta karakter anak didik. Mitra dalam kegiatan ini adalah SD Negeri 3 Tonja. Di era kini, guru dituntut untuk memaksimalkan perannya sebagai tenaga pendidik dalam melakukan proses belajar mengajar. Guru diharapkan memiliki inovasi pada model pembelajaran yang aktif, inovatif dan mampu menanamkan pendidikan karakter dalam proses belajar. Namun hal tersebut masih menjadi kendala bagi guru di SD Negeri 3 Tonja. Guru masih menggunakan metode pembelajaran yang ada dan masih belum mampu untuk mencari ide inovatif sebagai bentuk pendidikan karakter siswa yang aktif. Oleh karena itu, untuk meningkatkan integritas guru sebagai tenaga pendidik serta meningkatkan kepemahaman dan implementasi dari pentingnya pendidikan karakter guru sebagai bekal berkualitas untuk anak didik, maka pada kesempatan ini kami mengusulkan kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa sosialisasi peran guru dalam pembentukan pendidikan karakter siswa di SD N 3 Tonja Denpasar. Kegiatan yang dilakukan berupa materi tentang pendidikan karakter, games dan modul pembelajaran tentang pendidikan karakter untuk guru. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Guru dalam memberikan pengajaran berupa sikap, sifat dalam kehidupan yang ada di sekolah dan pelajaran berupa materi agar siswa siswi mengetahui pentingnya penanaman pendidikan melalui karakter untuk kehidupan mereka mendatang. Proses pelatihan berjalan dengan baik. Hasil quisioner evaluasi juga menyatakan bahwa para guru merasa pelatihan tersebut sangat memberikan manfaat bagi mereka tentang ketidakpahaman dan jalan buntu menerapkan peran mereka dalam proses pembentukan karakter anak di era yang serba modern dan berbahaya bagi generasi bangsa jika tidak terfilter dengan baik.
Pelatihan Service Excellence Dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Usaha Griya Lentik Denpasar Riza Wulandari; Ni Nyoman Wulan Antari; I Wayan Gede Lamopia
Madaniya Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.962 KB)

Abstract

Keberhasilan menjalankan usaha pada sebuah perusahaan memerlukan pilar pendukung, pilar terpentingnya adalah sumber daya manusia. Kenyataan terburuk yang dihadapi sebuah perusahaan adalah mempunyai karyawan yang apatis dan memberikan kontribusi minimum kepada perusahaan, hanya untuk memenuhi persyaratan supaya karyawan tersebut tidak dipecat. Hal ini lebih menyedihkan daripada perusahaan yang kehilangan pangsa pasar atau menghadapi kendala modal. Mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah Usaha Nail art dan Eyelash Extension yang diberi nama Griya Lentik. Salah satu kendala yang dihadapi pemilik usaha ini yaitu Ibu Jane Sally adalah kurangnya pelayanan prima para stylist dalam meberikan pelayanan terhadap konsumen. Sehingga menyebabkan pendapatan yang fluktiatif. Dari kendala yang dialami oleh pemilik usaha tersebut, maka dilakukan kegiatan pengabdian yaitu pelatihan tentang service excellence dengan tujuan adanya peningkatan kualitas untuk stylist dan kuantitas dari sisi pelanggan maupun pendapatan di Griya Lentik.
Pemanfaatan Desain Label Kemasan sebagai Media Promosi Kastengel Buana Sari Rosalia Hadi; I Gede Nika Wirawan; Riza Wulandari; Ketut Gus Oka Ciptahadi; I Gusti Ngurah Ady Kusuma; I Gusti Ayu Desi Saryanti
Madaniya Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.50

Abstract

Kue kering adalah makanan ringan yang dibuat dari tepung dengan tekstur renyah yang memiliki kadar air yang sangat rendah karena dibuat dengan cara dioven. Salah satu UKM yang kegiatannya memproduksi kue kering adalah UKM Buana Sari.UKM Buana Sari menerima pesanan berbagai jenis kue kering, namun produksi utamanya adalah kue kering kastengel. Kue kastengel dibuat dengan cara mencampurkan semua bahan untuk adonan, kemudian dicetak, diberi olesan margarin dan ditaburi keju di atasnya untuk selanjutnya dioven hingga matang. Proses pengemasan dilakukan dengan menggunakan plastik mika berbagai ukuran dan bentuk, mulai dari plastik mika berbentuk bundar, oval sampai dengan hati. Plastik mika kemudian diberi isolasi bening di sekelilingnya agar kue kering menjadi lebih awet. Sayangnya, saat ini pengemasan belum dilengkapi oleh desain label kemasan, sehingga daya tarik promosi terhadap produk tersebut menjadi kurang dan tampilan produk juga kurang menarik. Padahal desain kemasan suatu produk sangat diperlukan sebagai bagian dari strategi pemasaran. Desain kemasan sebuah produk merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi banyaknya pembelian oleh konsumen terhadap produk tersebut. Sehingga dengan adanya pelatihan desain label kemasan mampu meningkatkan minat konsumen terhadap kue kastengel.
Diversifikasi Produk dan Brand Identity: Solusi Pengembangan Peningkatan Usaha Pada Industri Rumah Tangga "Risolicious" di Padangsambian Denpasar Riza Wulandari; I Wayan Gede Lamopia; I Gusti Dessy Sugiharini; Edwar Edwar; Ni Nyoman Wulan Antari; Jetigardis Tpoy; Cika Divi Salsabillah
Madaniya Vol. 2 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.82

Abstract

Industri rumah tangga merupakan sistem produksi yang menghasilkan nilai tambah yang dilakukan di lokasi rumah perorangan. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah Ibu Lusi Anggraini selaku pemilik Risolicious. Produksi usaha ini adalah jajanan Risoles dengan isi ayam kentang dan telur rebus di balut dalam tepung roti agar pada saat digigit crispy diluar dan lembut didalam. Berdasarkan kunjungan lapangan, permasalahan yang dihadapi saat Pandemi Covid19 diantaranya adalah penurunan keputusan pembelian risoles akibat beberapa pelanggan beliau mengalami gulung tikar. Ketika memutar otak untuk melakukan inovasi, pemahaman beliau tentang mengembangkan bisnis di era saat ini masih rendah sehingga perlu dilakukan pelatihan untuk mengembangkan usaha. Selain itu, mitra belum memiliki brand identity yang mana sebagai identitas yang bisa menarik pelanggan baru dari penjualan risoles yang selama ini beliau geluti. Berdasarkan permasalahan tersebut, solusi untuk mitra adalah pelatihan desain kemasan dengan menggunakan aplikasi Canva dan juga Pemaparan Urgensi Diversifikasi Produk dilanjutkan Pendampingan yang diberikan oleh Ibu Retno Widayati selaku pemilik usaha risolezat dengan pemasaran dan varian rasa yang kompleks. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik dan lancar, varian rasa yang dimiliki oleh mitra meningkat lebih dari target capaian awal yaitu 80% serta mitra sudah memiliki identitas label kemasan dan bisa mendesain secara mandiri.