Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Kaji Eksperimental Pengaruh Variasi Panjang Pipa Kapiler Terhadap Performansi Pada Sistem Mini Brine Cooling Dengan Lshx Untuk Pembuatan Es Balok Cavin, Michel; Muliawan, Rizki; Setyawan, Andriyanto
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5377

Abstract

Brine cooling merupakan salah satu sistem refrigerasi komersial yang banyak digunakan di industri-industri besar untuk pembuatan es balok. Sistem ini menggunakan refrigeran sekunder sebagai media pemindah kalor, yaitu brine. Pipa kapiler merupakan salah satu jenis alat ekspansi yang berfungsi untuk menurunkan temperatur dan juga tekanan refrigeran yang akan diteruskan ke evaporator. Ukuran panjang dan diameter pipa kapiler sangat berpengaruh pada performansi dari sistem refrigerasi. Untuk mengetahui efisiensi yang terbaik dilakukan dengan metode pengambilan data lalu pengolahan data, pada variasi panjang pipa kapiler 3,3 m COP aktual diperoleh 3,3, COP Carnot 4,5, dan efisiensi sistem sebesar 73,6% variasi panjang pipa kapiler 1,65 m diperoleh COP aktual sebesar 3,25, COP Carnot sebesar 4,7 dan efisiensi sistem yaitu 69,2% turun sebesar 5,7% dari variasi panjang pipa kapiler 3,3, pada variasi panjang pipa kapiler 4,95 m, COP aktual yang diperoleh 3,2, COP Carnot 4,36 dan efisiensi sistem sebesar 73,3% turun sebesar 0,4% dari variasi panjang pipa kapiler 3,3 m, maka dari itu panjang pipa kapiler 3,3 m mempunyai nilai efisiensi sistem yang terbaik. Konsumsi energi pada variasi panjang pipa kapiler 3,3 m diperoleh 2,579 kWh, variasi panjang pipa kapiler 1,65 m diperoleh 4,386 kWh, variasi panjang pipa kapiler 4,95 m diperoleh 2,952 kWh.
Rancang Bangun Sistem Brine Cooling yang Dilengkapi Liquid Suction Heat Exchanger untuk Pembuatan Es Balok Rizkyana, Qobul; Pramudantoro, Triaji Pangripto; Muliawan, Rizki
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5401

Abstract

Es balok menjadi kebutuhan yang sangat penting khususnya bagi aktivitas nelayan mencari ikan sehingga membutuhkan sistem refrigerasi untuk menunjang kebutuhan es balok tersebut. Sistem brine cooling dengan refrigeran primer R22 dan refrigeran sekunder propylene glycol dirancang untuk memproses air 16 liter menjadi es balok. Liquid suction heat exchanger dengan panjang 50 cm digunakan pada sistem agar mendapatkan hasil yang optimal. Berdasarkan perancangan beban pendinginan yang diperoleh sebesar 1969 W sehingga dipilih condensing unit Kulthorn dengan tipe WJ9485EK dengan kapasitas 2100 W dan menggunakan pipa kapiler sebagai ekspansinya. Berdasarkan data hasil pengukuran sistem, COPaktual hasil pengukuran adalah sebesar 3,09 sedangkan pada perancangan adalah sebesar 2,82. COPcarnot hasil pengukuran adalah sebesar 4,58 sedangkan pada perancangan adalah sebesar 4,21. Efisiensi hasil pengukuran adalah sebesar 67,46% sedangkan pada perancangan adalah sebesar 66,98%. Chilling time hasil pengukuran dapat dicapai selama 196 menit sedangkan pada perancangan yaitu selama 180 menit. Performansi sistem hasil pengukuran mendekati dengan data perancangan sehingga dapat dikatakan sistem bekerja dengan baik.
Kaji Eksperimental Pengaruh Penambahan Precooler Air Kondensat Pada Pipa Discharge Terhadap Efisiensi Sistem Mini Freezer Raafi, Luthfi Muhammad; Muliawan, Rizki; Khakim, Nur
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5425

Abstract

Air kondensat pada sistem refrigerasi kompresi uap mini freezer menjadi masalah karena tertimbun pada kabin freezer yang menyebabkan air kondensat menjadi es dan menyebabkan timbulnya genangan air jika didiamkan. Dilakukan kaji eksperimental pada penelitian ini yaitu menambahkan precooler air kondensat pada pipa discharge terhadap efisiensi sistem mini freezer. Pengambilan data dilakukan dengan durasi 3 menit sekali selama 189 menit. Sesudah mengambil data dan mengolah data tersebut, didapatkan hasil chilling time pada saat sistem menggunakan precooler yaitu di menit ke-39 dengan hasil dari data yang telah di rata-ratakan memperolah nilai COP aktual sebesar 2,61, COP Carnot sebesar 4,19, efisiensi refrigerasi yang dihasilkan sebesar 62%, serta energi listrik sebesar 1,5 kWh. Sedangkan data ketika sistem tidak menggunakan precooler didapatkan hasil chilling time di menit ke-66 dengan hasil dari data yang telah di rata-ratakan memperoleh nilai COP aktual sebesar 2,27, COP Carnot 3,83, efisiensi refrigerasi yang diperoleh 59%, serta energi listriknya sebesar 1,85 kWh. Hal ini membuktikan bahwa efisiensi refrigerasi sistem ketika menggunakan precooler meningkat sebesar 3%. Dari hasil pengolahan data yang telah dihitung dapat disimpulkan jika sistem menggunakan precooler air kondensat lebih efisien dibandingkan dengan sistem tidak menggunakan precooler.
Analisis Performansi Sistem Water Chiller Setelah Proses Retrofit R22 menjadi R290 dengan Variasi Massa Pengisian R290 Karan, Sandy; Pramudantoro, Triaji Pangripto; Muliawan, Rizki
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 15 No. 1 (2024): Prosiding 15th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v15i1.6195

Abstract

Hidrokarbon merupakan refrigeran alami yang memiliki dampak lingkungan yang jauh lebih rendah dibandingkan refrigeran hydrochlorofluorocarbons (HCFC) dan hydrofluorocarbon (HFC). Penggunaan R290 sebagai refrigeran alternatif dan ramah lingkungan dilakukan karena memiliki nilai ozone depletion potential (ODP) nol dan global warming potential (GWP) yang rendah. Penelitian ini dilakukan pengujian pada sistem water chiller bertujuan agar mengetahui nilai performansi sistem dengan cara membandingkan performansi sistem setelah proses retrofit refrigeran R22 menjadi R290. Variasi massa R290 yang digunakan pada penelitian sebesar 90%, 100%, dan 110% dengan tujuan untuk mengetahui nilai performansi yang lebih baik dan efisien pada sistem water chiller. Hasil penelitian diperoleh, bahwa refrigeran R290 memiliki performansi yang lebih baik dan efisien dibandingkan dengan R22 dengan kapasitas pendinginan pada saat menggunakan R22 sebesar 4,232 kW, COPactual sebesar 3,6, daya input sebesar 1175,89 watt, dan konsumi energi listrik sebesar 1,175 kWh. Pada variasi R290 sebesar 90%, 100%, dan 110% penggunaan variasi yang terbaik berada pada refrigeran R290 variasi 90% dengan nilai kapasitas pendinginan sebesar 4,866 kW, COPactual sebesar 4,25, daya input sebesar 1146,48 watt, dan konsumsi energi listrik sebesar 0,687 kWh.
Numerical Study of Thermal Comfort Evaluation in Naturally Ventilated Classrooms Prasetyo, Bowo Yuli; Muliawan, Rizki; Afifah, Andini Luthfiyyah; Wang, Fujen
Jurnal Internasional Penelitian Teknologi Terapan Vol 4 No 2 (2023): October 2023
Publisher : Bandung State Polytechnic (Politeknik Negeri Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/ijatr.v4i2.131

Abstract

The classroom is one of the important facilities in teaching and learning activities. Just like any other room, ensuring thermal comfort becomes a vital aspect for its occupants. This study aims to evaluate environmental conditions and the thermal comfort experienced by classroom occupants through numerical methods. The evaluation involves the integration of the Predicted Mean Vote (PMV) and Predicted Percentage of Dissatisfied (PPD) equations into Computational Fluid Dynamics (CFD) simulations using a user-defined function. Furthermore, extensive field measurements and questionnaire surveys are also employed to support the simulation process. The results indicate that the air temperature tends to be high, reaching 30.91°C. Meanwhile, the air velocity within the room, particularly in the occupied areas, is significantly low, with an average value of 0.04 m/s. According to the ASHRAE Standard 55, the classroom is perceived as uncomfortable, as evidenced by a PMV value of 1.38 and a PPD of 44.94%. Therefore, efforts are required to enhance the thermal comfort in the space.
Energy and Exergy Analysis of Chest Freezer Using R134a and R290 as Working Fluids Based on Experimental Data Pramudantoro, Triaji Pangripto; Muliawan, Rizki; Nuriyadi, Muhammad; Hidayat, Syarif; Tohir, Toto; Sulaimon, Shodiya
Jurnal Internasional Penelitian Teknologi Terapan Vol 5 No 2 (2024): June 2024
Publisher : Bandung State Polytechnic (Politeknik Negeri Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/ijatr.v5i2.153

Abstract

Although R134a has a very high global warming (GWP) effect, it is still used as a refrigerant in chest freezers. As an alternative to R134a is R290 which has a very low GWP value, which is only 3. Therefore, it is expected that there will be no more chest freezers using R134a and replaced with R290, soon. Thermodynamic studies need to be conducted to see the advantages and disadvantages of the two refrigerants based on experimental data. In this study, a chest freezer which was originally manufactured for R134a with a charging mass of 150 g was used as a test object. Experimental data of the chest freezer using R290 was taken after testing with R134a was completed. Experimentally, the cabin temperatures of the chest freezer using R134a and R290 are -20.5oC and -35.7oC, respectively, and the input power are 264 W and 176 W, respectively. Total irreversibility on the four main components of the chest freezer using R134a is greater than using R290, namely 184.4 W and 107.0 W, respectively. This means that the use of R290 as a working fluid in the chest freezer is more efficient. There are at least three advantages of replacing R134a with R290, namely reducing greenhouse gas emissions because R290's GWP is much smaller than R134a, lower cabin temperature, and decreasing the input power of the chest freezer.
The Perbandingan Performansi Trainer Unit Instalasi Sistem Refrigerasi dengan Menggunakan Katup Ekspansi Tipe TXV dan Pipa Kapiler Muliawan, Rizki; Hidayat, Asep; Prasetyo, Bowo Yuli; Akmal, Muhammad
Jurnal Mekanik Terapan Vol 4 No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/jmt.v4i3.5989

Abstract

Nowadays, food and beverage preservation is very important in maintaining quality. One of them is the cooling method using a refrigeration system. The performance of the Refrigeration System in the trainer unit being compared is the Thermostatic Expansion Valve (TXV) and the Capillary tube with 2 kg of cucumber product. The refrigerant used is R-134a and 2 different types of expansion, namely the capillary tube and Txv. The research aims to determine the performance of the refrigeration system unit trainers from both types of expansion. The research method used is to conduct experiments on the system. Based on the test results, the system using the TXV type has an actual COP value of 3.65 and a Carnot COP of 7.14 for a system efficiency of 51.1%. In contrast to the expansion type Capillary pipe has a value of 4.1 for COPactual and COPcarnot 7.2 and 56.9% for system efficiency. The comparison of electrical energy between using a TXV and a capillary is 0.0950 kWh compared to 0.082 kWh. The results of the comparison above, shows that the system using capillary pipes is better by saving 5.8% compared to the system using TXV-type expansion.
Kaji Eksperimental Variasi Massa Pengisian Dimethyl Ether Sebagai Pengganti Refrigeran R134A Terhadap Kinerja Cold Handling Unit Vanra Fitri Zuhdiyah; Rizki Muliawan; Annisa S Kurniasetiawati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6643

Abstract

R134a merupakan refrigeran berjenis HFC yang memiliki nilai ODP rendah, namun memiliki nilai GWP yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan bertambahnya pemanasan global. Dimethyl Ether (DME) merupakan refrigeran yang ramah lingkungan karena memiliki nilai ODP dan GWP yang rendah. Berdasarkan tekanan kerja dan karakteristiknya yang serupa dengan R134a, DME dapat dijadikan refrigeran pengganti R134a. Pada penelitian ini, massa pengisian ideal DME didapatkan melalui perbandingan massa jenis antara R134a dan DME pada suhu evaporasi -5°C yaitu 54%. Oleh karena massa pengisian R134a pada Cold Handling Unit adalah 120 gram, maka pengisian ideal DME adalah 120 gram x 54% = 65 gram. Pengujian kinerja Cold Handling Unit dilakukan dengan variasi massa pengisian DME sebesar 44%, 54%, dan 64%, atau setara dengan massa pengisian 53 gram, 65 gram, dan 77 gram. Hasil percobaan menunjukkan bahwa COP aktual Cold Handling Unit saat menggunakan R134a sebesar 3,6 dan mencapai nilai tertinggi pada DME pengisian 64% sebesar 4,8. Sedangkan untuk pengisian 44% dan 54% berturut-turut adalah 4,6 dan 4,77. Kapasitas pendinginan saat menggunakan R134a sebesar 0,463 kW dan pada penggunaan DME, dengan seiring bertambahnya variasi massa pengisian refrigeran mengalami peningkatan, dengan nilai kapasitas pendinginan tertinggi pada DME pengisian 64% sebesar 0,455 kW.
Perbandingan Kinerja Trainer Unit Instalasi Sistem Refrigerasi Menggunakan TXV dan pipa kapiler Pada Refrigeran R134a dan R600a Amalia Nur Fadhillah; Rizki Muliawan; A.P. Edi Sukamto
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6651

Abstract

Alat ekspansi memiliki peran krusial dalam menurunkan tekanan dan temperatur refrigeran secara adiabatik serta mengatur jumlah refrigeran yang masuk ke evaporator. Setiap jenis refrigeran seperti R134a dan R600a memiliki perbedaan tekanan kerja dan sifat termodinamika yang memengaruhi kebutuhan massa refrigeran ke evaporator. Oleh karena itu, pemilihan jenis alat ekspansi harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing refrigeran agar proses ekspansi dapat berlangsung optimal dan distribusi refrigeran ke evaporator sesuai kebutuhan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja Unit Instalasi Sistem Refrigerasi berdasarkan jenis alat ekspansi dan refrigeran. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimen dengan pengumpulan data saat sistem mencapai kestabilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi pipa kapiler dengan R600a memberikan kinerja terbaik dengan COP aktual tertinggi sebesar 3,20, efisiensi sistem 72%. Maka dari itu, pipa kapiler lebih cocok untuk refrigeran R600a karena karakteristik tekanan rendah dan aliran yang stabil, sementara TXV lebih sesuai digunakan dengan R134a.
THE EFFECT OF VARIATIONS SPEED OF THE CONDENSER FAN WITH CONTROL FREQUENCY INVERTER ON THE ICE SLUSH MACHINE APPLICATION Muliawan, Rizki; Septyansah, Septyansah; Khakim, Nur; YP, Bowo; Falahuddin F, MA; Azmy, Ilham
AUSTENIT Vol. 14 No. 2 (2022): AUSTENIT: October 2022
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/austenit.v14i2.4955

Abstract

The condenser is one of the main components in the ice slush machine system that functions to removed heat from the system to the environment. In this system, the condenser is equipped with a fan whose rotation speed is modified using an inverter that aims to determine the system performance and condenser capacity at each fan rotation variation of the ice slush machine. There are 3 variations of frequency settings in this system 50 Hz, 40 Hz, and 30 Hz, with equivalent velocity air 3.6, 2.9, and 1.9 m/s respectively. In this study, the performance of the ice slush machine with various condenser fan speed settings was studied including, how long the product temperature is reached, condenser capacity, actual COP, efficiency, and electrical power. The test results show that the fastest product temperature is reached when using a fan speed setting of 1397 rpm, which is 145 minutes with a condenser capacity of 42.36 kW. The highest actual COP is obtained from the fan speed set at 1397 rpm of 2.58 with an efficiency of 57.5% and electrical power consumption of 269.64 W. The fan speed setting at 1090 rpm has a condenser capacity of 33.78 kW, COPactual of 2.46 with an efficiency of 56.2%, and electric power consumption of 272.09 W. The fan speed setting at 711 rpm has a condenser capacity of 21.73 kW, an actual CO of 2.15 with an efficiency of 49.2%, and electric power consumption of 312.71 W.