Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EVALUASI KUALITAS DAN DISTRIBUSI PENCAHAYAAN ALAMI RUANG KELAS: Studi Kasus Prodi Arsitektur, Universitas Mataram Kamase, Giska; Anantama, Aldhi Nugraha; Raissilki, Muhammad Iqbal; Anshari, Buan
NALARs Vol. 25 No. 1 (2026): NALARs Vol 25 No 1 Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pencahayaan alami memiliki dampak pada fisiologis dan psikologis pengguna ruang, tak terkecuali di ruang kuliah. Hal ini menunjukkan urgensi evaluasi kualitas dan distribusi pencahayaan alami pada ruang kuliah, karena pencahayaan alami memiliki dampak signifikan terhadap kenyamanan visual, kesehatan, dan produktivitas mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan distribusi pencahayaan alami pada ruang kuliah di Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Mataram. Studi ini menggunakan metode kuantitatif melalui pengukuran untuk memperoleh data aktual mengenai kondisi pencahayaan alami di lapangan. Pengukuran dilakukan pada tiga waktu, yaitu pagi (08.00), siang (12.00), dan sore (16.00) selama tiga pekan pada hari kerja (Senin-Jumat). Pengukuran intensitas cahaya dilakukan menggunakan lux meter pada bidang kerja datar dengan ketinggian sekitar 75 cm. Titik-titik pengukuran intensitas cahaya ditentukan berdasarkan pertimbangan bahwa setiap titik mewakili area maksimal 3 m², dimana setiap titik pengukuran merupakan titik temu antara dua garis diagonal panjang dan lebar ruangan. Hasil studi menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan alami yang masuk ke dalam ruang dipengaruhi oleh waktu dan kondisi langit saat pengukuran. Semakin jauh dari jendela, intensitas pencahayaan alami yang masuk ke dalam ruang juga semakin berkurang. Secara umum, hasil pengukuran menunjukkan bahwa kualitas dan distribusi pencahayaan alami dalam ruang kelas D2-03 masih belum memadai. Hal ini disebabkan karena intensitas yang diperoleh masih jauh di bawah standar SNI 6197:2020 untuk ruang kelas, yaitu sebesar 350 lux. Selain itu, sebaran pencahayaan alami juga belum merata di seluruh titik pengukuran dalam ruang.       Natural lighting quality affects space users' physiological and psychological well-being, including in lecture rooms. This highlights the urgency to evaluate the quality and distribution of daylight in classrooms, as it significantly impacts students' visual comfort, health, and productivity. This study aims to assess the daylight quality and distribution in a lecture room at the Architecture Study Program, Faculty of Engineering, University of Mataram. A quantitative method was used through field measurements to collect actual daylight data. Measurements were taken three times daily, in the morning (08:00), noon (12:00), and afternoon (16:00), and on weekdays over three weeks. Light intensity was measured using a lux meter at a work plane height of approximately 75 cm. Measurement points were spaced to represent a maximum of 3 m² per point, positioned at the intersections of diagonal lines across the room’s length and width. The results show that light intensity varied depending on the time of day and sky conditions. The further from the window, the lower the daylight intensity. Overall, the study found that the quality and distribution of daylight in Room D2-03 remain inadequate, with light levels falling significantly below the SNI 6197:2020 standard for classrooms (350 lux) and uneven distribution across the measured points.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI PRODUK TENUN DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA KREATIF DI DUSUN KELOKE KABUPATEN LOMBOK TENGAH Liza Hani Saroya Wardi; Tety Handayani; Iva Nur Ilmi; Aldhi Nugraha Anantama; Alifa Lutfia Ramadhanti; Alya Fauziah; Aprilliya Rindu Shefani; Diaz Orchida Mardhotillah; Teguh Suryawinata Azwar; Fadiah Syarafina; Vivi Novianti Wijaya; Annisa Febriyantari; St. Zaitun Nasifa; Muhammad Ridho Pebriansyah
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 5 No. 4 (2026): April 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dusun Keloke, Desa Batujai, Kabupaten Lombok Tengah memiliki potensi kerajinan tenun tradisional yang kuat sebagai basis pengembangan desa wisata kreatif. Namun, potensi belum sepenuhnya dioptimalkan melalui inovasi produk dan strategi pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu-ibu penensek melalui sosalisasi dan pelatihan produk turunan berbasis kain sesekan sebgai bagian dari penguatan desa wisata kreatif. Metode pelaksanaan meliputi survei dan observasi lapangan, analisis SWOT, sosialisasi program, serta pelatihan praktik pembuatan produk inovatif berupa sampul buku dan gelang dari kain tenun. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai fasilitator serta ibu-ibu penenun sebagai mitra utama. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman masyarakat khususnya ibu – ibu penenun terhadap potensi ekonomi tenun serta tingginya antusiasme peserta dalam mengembangkan produk inovatif yang mudah diaplikasikan. Produk hasil pelatihan dinilai memiliki peluang pasar dan berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal. Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat yang mampu mendorong pemberdayaan masyarakat secara paritisipatif dan berkelanjutan